
Salah satu catatan pembelajaran matematika yang tidak kunjung selesai adalah pembelajaran yang bersifat pasif, rendahnya motivasi belajar siswa, rendahnya kemampuan siswa memvisualisasi gambar geometri, lemahnya kemampuan pemecahan masalah geometri siswa dan lain-lain. Studi literatur ini akan membahas tentang model Project Based Learning (PJBL) berbasis etnomatematika berbantuan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri. PJBL merupakan pembelajaran yang mendukung pemecahan masalah berupa aktivitas siswa secara langsung melalui proyek, hal tersebut terlihat pada kesesuaian tahapan PJBL dan indikator kemampuan pemecahan masalah. Tugas proyek akan lebih bermakna jika masalah proyek berada dekat dengan siswa yaitu dengan etnomatematika. Media AR akan menjadi perantara terhadap kesenjangan materi geometri yang berupa gambar 2D atau 3D dengan benda-benda pada tugas proyek yang bersifat nyata. Selanjutnya berdasrkan beberapa hal diatas, maka model pembelajaran baru dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Model PJBL yang merupakan modifikasi dari Wati (2018) : (1) menganalisis masalah berbasis etnomatematika (2) membuat desain dan jadwal pelaksanaan proyek (3) melaksanakan penelitian berbantuan AR (4) menyusun draf/prototipe produk secara teori (5) menilai, memperbaiki dan menambahkan prototipe dengan bantuan AR (6) Finalisasi dan publikasi proyek. (7) guru memberikan penguatan, masukan, dan perbaikan.
Dalam makalah ini dibahas masalah infiltrasi dari saluran tunggal bentuk trapesium. Persamaan pengatur masalah ini adalah persamaan Richard. Persamaan tersebut dapat dipelajari lebih mudah dengan mentransformasikannya menjadi persamaan Helmholtz termodifikasi. Dalam penelitian ini, Dual Reciprocity Boundary Element Methods (DRBEM) digunakan untuk memecahkan persamaan Helmholtz termodifikasi secara numerik. Dengan menggunakan solusi yang diperoleh, nilai numerik dari potensial fluks matrik kemudian dihitung. Metode tersebut diterapkan pada masalah infiltrasi stasioner dalam tanah homogen dari saluran tunggal bentuk trapesium berlapisan kedap air dan yang tidak berlapisan kedap air. Solusi numerik yang diperoleh dari kedua saluran kemudian dibandingkan.
Silver et. al (1990) menyatakan bahwa dalam “ doing mathematics ” akan selalu melibatkan aktivitas bernalar. Dominowski (2002, p.57) menyatakan bahwa penalaran adalah jenis khusus dari pemecahan masalah. Penalaran dan pemecahan masalah merupakan tujuan penting yang harus ada dalam pembelajaran matematika. Kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik Indonesia sangat rendah dibandingkan negara lainnya, hal itu disebabkan peserta didik menggunakan keterampilan hafalan dalam menyelesaikan masalah. Namun, keterampilan hafalan adalah faktor utama dalam kesulitan belajar matematika (Lithner :2008). Dengan menggunakan kajian literatur yang bersumber dari analisis bukti-bukti dokumen tertulis, kajian ini berupaya menggambarkan kemampuan penalaran siswa dalam memecahkan masalah matematika. Peneliti mengungkapkan bahwa penalaran matematis siswa efektif dalam meningkatkan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa dalam mempelajari materi trigonometri khususnya identitas trigonometri serta aturan sinus dan cosinus saat sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar berupa modul trigonometri dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah(problem based learning) berbasis penalaran matematis yang valid. pengujian soal uji coba terkait materi identitas trigonometri serta aturan sinus dan cosinus dapat dilihat kesulitan belajar siswa (learning obstacle). Kesulitan belajar ini dijadikan landasan dalam pembuatan modul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karenahasil dari penelitian ini akan diinterpretasikan sebagai hasil penerapan modul yang telah dirancang secara keseluruhan mulai dari proses pembuatan hingga temuan-temuan dari hasil uji coba terbatas modul di lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes kemampuan penalaran matematis, wawancara langsung dan lembar validasi modul kemudian subjek dalam penelitian ini adalah 31 siswa SMAN 1 Arjawinangun. Penelitian ini dilaksanakan dari April - September 2018. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil validasi modul dengan presentase 87,96% untuk validasi materi modul, 89,1% untuk validasi kegrafikan atau media modul, 89,3% diperoleh dari hasil validasi audiens sehingga dapat disimpulkan bahwa modul valid.Setelah penerapan bahan ajar ini diperoleh hasil bahwa kemampuan penalaran matematis siswa menjadi lebih baik. Kata Kunci :Bahan Ajar, Trigonometri, Model Problem Based Learningdan kemampuan penalaran matematis.
Microsoft Excel merupakan program dari Microsoft Office yang dikhususkan untuk pengolahan lembar kerja (Worksheet). Microsoft Excel adalah sebuah aplikasi yang identik dengan pengolahan data berupa angka. Dengan memasukkan rumus atau formula maka dapat disusun sebuah aplikasi yang bermanfaat bagi penyusun dan juga pengguna lainnya dalam menyelesaikan sebuah persoalan dengan mekanisme tertentu pada aplikasi tersebut. Dengan menggunakan Excel kita dapat membuat berbagai aplikasi Matematika dengan relatif lebih mudah. Seperti hal nya dengan Aplikasi Rata-Rata Data Tunggal, beberapa persoalan terkait dapat diaplikasikan dan diselesaikan dengan lebih sederhana, efisien, cepat dan juga efektif. Melalui input data tertentu, pengguna dapat menyelesaikan persoalan mengenai Rata-Rata Data Tunggal dengan lebih cepat dan akurat.