
The need for skills that must be mastered by school teachers is to compile and develop questions independently. Teachers under the Ministry of Religious Affairs require teachers to master the competence in developing Islamic mathematics questions which will later be used in the learning process or assessment in the classroom or national assessment. The mentoring activity for the preparation of Islamic mathematics problems with PISA standards is carried out so that mathematics teachers in madrasas have competence in preparing questions that are different from the usual. Mentoring activities are carried out online and offline in order to maximize the mentoring process, with 152 participants, 35 offline and 117 online through zoom meetings. The process of implementing mentoring goes through several stages, namely (1) preparation and debriefing, (2) implementation, (3) program sustainability plan, (4) monitoring and evaluation. So that the results of this mentoring activity are providing an understanding of the development of Islamic integrated mathematics questions based on PISA questions and MTs level mathematics teachers in Jember Regency can understand the development of Islamic integrated mathematics questions based on PISA questions to be applied in their respective schools. ABSTRAKKebutuhan ketrampilan yang harus dikuasai oleh guru disekolah adalah menyusun dan mengembangkan soal secara mandiri. Guru yang berada dibawah Kementrian Agama mewajibkan guru menguasai kompetensi dalam menyusun soal matematika bernuansa islami yang nantinya akan digunakan dalam proses pembelajaran ataupun assesmen di kelas ataupun asessment secara nasional. Kegiatan pendampingan penyusunan soal matematika bernuansa islami dengan standar PISA ini dilakukan agar guru-guru matematika di madrasah memiliki kompetensi dalam penyusunan soal yang berbeda dengan biasanya. Kegiatan pendampingan dilakukan secara online dan offline agar dapat memaksimalkan proses pendampingan, dengan peserta sebanyak 152 peserta, 35 secara offline dan 117 secara online melalui zoom meeting. Proses pelaksanaan pendampingan melalui beberapa tahapan yaitu (1) persiapan dan pembekalan, (2) pelaksanaan, (3) rencana keberlanjutan program, (4) monitoring dan evaluasi. Sehingga hasil dari kegiatan pendampingan ini yaitu memberikankan pemahaman tentang pengembangan soal matematika terintegrasi keislaman berbasis soal PISA dan guru matematika tingkat MTs di Kabupaten Jember dapat memahami pengembangan soal matematika terintegrasi keislaman berbasis soal PISA untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
The knowledge of forest farmers who are members of Gapoktanhut Jaya Makmur regarding tree maintenance is still low, so they have never carried out maintenance on the trees which planted at the cultivated area in the Wan Abdul Rachman Grand Forest Park. Community service was carried out to increase forest farmers' knowledge about aspects of tree maintenance. The methods used were lectures, discussions, as well as tree maintenance practices. Changes knowledge were evaluated through pre test and post test with questionnaires. The results showed that farmers' knowledge regarding the importance of tree maintenance increased by 12.4 value, farmers' knowledge regarding how to control weeds increased by 11.2 value, farmers' knowledge about how to fertilize trees increased by 12.2 value, farmers' knowledge about how to control pests and diseases increased by 13.0 value, and farmers' knowledge of how to control parasitic plants increased by 13.0 value. This increase in knowledge was experienced by each farmer participating in the community service with an average increase in value of 12.4 from an average pre test value of 58.5 to 70.9. It was concluded that the community service had been carried out succeeded in increasing forest farmers' knowledge about how to care for trees. With the increased knowledge of forest farmers, it is hoped that they will be willing and able to properly and continuously maintain trees that have been planted in their cultivated areas so that the trees can live healthy and productive lives. ABSTRAKPengetahuan petani hutan anggota Gapoktanhut Jaya Makmur tentang pemeliharaan pohon masih rendah sehingga mereka belum pernah melakukan pemeliharaan pohon yang ditanam di areal garapan dalam Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani hutan tentang aspek pemeliharaan pohon. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, serta praktik pemeliharaan pohon. Perubahan pengetahuan petani dievaluasi menggunakan kuesioner pada awal dan akhir kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian adalah pengetahuan petani mengenai pentingnya pemeliharaan pohon meningkat nilai sebesar 12,4, pengetahuan petani mengenai cara pengendalian gulma meningkat nilai sebesar 11,2, pengetahuan petani mengenai cara pemupukan pohon meningkat nilai sebesar 12,2, pengetahuan petani mengenai cara pengendalian hama dan penyakit meningkat nilai sebesar 13,0, dan pengetahuan petani mengenai cara pengendalian tumbuhan parasit meningkat nilai sebesar 13,0. Peningkatan pengetahuan tersebut dialami oleh setiap petani peserta pengabdian dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 12,4 dari rata-rata nilai evaluasi awal sebesar 58,5 menjadi 70,9. Disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan petani hutan mengenai cara pemeliharaan pohon. Meningkatnya pengetahuan petani hutan tersebut diharapkan mereka mau dan mampu melakukan pemeliharaan pohon yang telah ditanam di areal garapannya secara benar dan kontinu agar pohon-pohon bisa hidup sehat dan produktif.
Tithing is an activity of collecting 10% of income into the church treasury as a form of obedience to God as stated in the Book of Malachi 3:10. GKII Sorong Open Door Congregation has carried out the practice of collecting tithe offerings, but there has never been any research that examines the process of managing and allocating tithe offering money and its relationship to congregational formation. Through qualitative research methods with data collection techniques in the form of observations and interviews, it was found that there was misuse of the tithing offering treasury so that the output of this research was in the form of recommendations for prevention tips including conducting regular audits, reviewing reports before they are published in bulletins and notice boards, coaching efforts the basis of faith for all church members, and efforts to supervise the personnel of church officials. ABSTRAKPersembahan Persepuluhan adalah kegiatan mengumpulkan 10% dari penghasilan kepada perbendaharaan gereja sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan sebagaimana yang difirmankan dalam Kitab Maleakhi 3:10. GKII Jemaat Pintu Terbuka Sorong sudah melakukan praktik penghimpunan persembahan persepuluhan namun belum pernah ada penelitian yang mengkaji proses pengelolaan dan alokasi uang persembahan persepuluhan berikut keterkaitannya dengan pembinaan jemaat. Melalui metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara, didapatkan adanya penyalahgunaan perbendaharaan persembahan pesepuluhan sehingga keluaran dari penelitian ini berupa rekomendasi kiat-kiat pencegahan di antaranya dengan melakukan audit secara berkala, pengkajian laporan sebelum diterbitkan dalam buletin dan papan pengumuman, Upaya pembinaan dasar iman bagi seluruh warga gereja, dan upaya pengawasan personalia pejabat gereja .
This research aims to analyze the extent of millennial leadership in youth organizations. The objects of this research are members of the RW.19 Youth Organization, Abadijaya Village, Depok City. The research began by making direct observations in the field (observation) to determine the situation and conditions within the youth organization. Based on the results of observations, several urgent needs were found to be facilitated in order to improve the abilities of youth organization members in the form of materials and training regarding millennial leadership. Understanding millennial leadership, teamwork and effective communication are the main keys to realizing organizational goals ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauhmana kepemimpinan milenial di organisasi kepemudaan. Objek dari penelitian ini adalah anggota karang taruna RW.19 Kelurahan Abadijaya Kota Depok. Penelitian diawali dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan (observasi) untuk mengetahui situasi dan kondisi yang ada di dalam karang taruna tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan beberapa kebutuhan yang mendesak untuk dapat difasilitasi dalam rangka meningkatkan kemampuan anggota-anggota karang taruna berupa materi dan pelatihan mengenai kepemimpinan milenial. Pemahaman akan kepemimpinan milenial, teamwork, dan komunikasi efektif merupakan kunci utama untuk mewujudkan tujuan organisasi.
Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Polifurneka berdiri pada tahun 2018. Kurikulum pada program studi MBIF ini memiliki matakuliah yang juga merupakan rumpun ilmu dari Ilmu Komputer salah satunya adalah Perdagangan Elektronik (E-Commerce). Pelaksanaan Pengabdain dilakukan dengan pembelajarn daring memalui Zoom ataupun Google meet yang dilaksanakan sebanyak 16 pertemuan. Dengan adanya program mengajar ini diharapkan dapat membantu program studi mbif dalam pengajaran matakuliah tersebut dikarenakan Tenaga pengajar pada prodi tersebut belum ada dari ilmu Komputer sehingga dengan adanya program mengajar pada pengabdian masyarakat ini dapat membantu prodi MBIF mencapai tujuan dari pembelajara matakualiha dari E-Commerce. Pada setiap pertemuan dilakukan sesi tanya jawab dan metode diskusi interaktif, dan sebagai salah satu evaluasi dari kegiatan pengabdian Masyarakat adalah dengan memberikan project untuk dapat mengukur pemahaman mahasiswa terkait materi yang sampaikans selama kegiatan pengabdian, pada akhir kegiatan Pengabdian Masyarakat ini peserta merasakan manfaat kegiatan ini, dan berharap dapat menerapkannya dalam proses kegiatan belajar dan mengajar nantinya.
This training aims to enhance the ability of teachers in East Waringin Timur City to write scholarly articles, enabling them to contribute more effectively to the educational development in the region. In an effort to achieve this goal, the outreach team will undertake various activities, including interviews with teachers, curriculum analysis, surveys, literature research, and communication with schools. This study will provide a deeper insight into the needs and expectations of teachers regarding scholarly article writing, as well as facilitate the development of a Scholarly Article Writing training program tailored to the local educational context. It is expected that the results of this outreach will bring about positive benefits in improving the quality of education in East Waringin Timur City.
Proses belajar mengajar ada pula guru yang mengajarkan hanya dengan menggunakan media presentasi, namun hal ini membuat siswa cepat bosan. Siswa kesulitan untuk menangkap maksud dari penjelasan guru. Terlebih jika mata pelajaran yang mengandung praktikum tersebut diajarkan pada jam siang atau sore hari ketika siswa sudah mulai merasa lelah. mata pelajaran Desain Grafis Kelas X Smk Diponegoro Banyuputih yang beralamat Jalan Lapangan 9A, Desa Banyuputih, Kec. Banyuputih, Kab. Batang. Dalam penyampai masih menggunakan metode ceramah menjadikan praktek yang mempersulit pemahaman siswa digantikan dengan yang mudah dipahami seperti pembelajaran interaktif yang dapat mempermudah dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut dilakukan agar siswa mampu menyerap materi dengan cepat dan tidak jenuh dengan kegiatan belajar mengajar di kelas. Di dalam media pembelajaran interaktif ini juga terdapat video tutorial yang berisi materi pertemuan dan juga latihan agar dapat mengevaluasi hasil belajar siswa dengan mengembangkan metode Motion Graphic yang digunakan dalam pembelaran lebih intektif karena terdapat animasi yang ada di dalam media tersebut
Laporan Keuangan merupakan proses sistematis untuk menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi penggunanya. Karena dari laporan keuangan dapat diketahui apakah perusahaan dalam kondisi sehat atau merugi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatan Pengetahuan Bagi UMKM Binaan Kampus IBI Kesatuan Bogor tentang Dasar- dasar Laporan Keuangan Bisnis. Metode atau cara yang digunakan dalam melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode 1) Ceramah, 2) Diskusi atau Tanya Jawab dan 3) Simulasi. Masalah yang sering ditemukan pada UMKM Binaan Kampus IBI Kesatuan Bogor pada umumnya adalah masalah keuangan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan para pelaku UMKM dalam mengelola dan membukukan keuangan usaha, sehingga pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak tercatat dengan jelas dan rapi. Pencatatan sederhana sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. Melalui pembukuan, pemilik UMKM dapat melihat kondisi dan perkembangan bisnis, termasuk keuntungan dan kerugian perusahaan. Dengan ini, pembukuan dapat dijadikan patokan dalam merancang strategi bisnis kedepannya. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk menilai kinerja usaha dan dapat membantu dalam menghadapi permasalahan dalam menjalankan usaha khususnya Usaha Kecil Menengah.
Problems faced by mosque youth service partners include: Not all MSMEs have good access to stable internet. This can hinder their ability to manage their online store, update inventory, or interact with customers efficiently. Many MSMEs have limitations in terms of human resources, technical expertise and technological infrastructure. This makes it difficult for them to manage the e-commerce platform effectively. Packaging and labels must match the product itself, both in terms of size, shape and other physical characteristics. Finding practical and attractive packaging that also protects the product well can be a challenge. Good packaging design can sometimes involve additional costs, such as graphic designer fees or custom packaging production. For MSMEs with limited budgets, this can be an obstacle. This service activity was carried out in the Gunungpati Village hall on Jalan Magersari Gunungpati, Gunungpati District, Semarang, which included lectures, training and direct mentoring and step-by-step direct assistance. This activity was carried out over 2 days and was attended by 17 participants from MSME actors in the Gunungpati Village area in Gunungpati District, Semarang City and guided by 7 presenters/lecturers from the University of Computer Science and Technology. Training activities along with assistance on product packaging labeling received a good response from partners and participants. Partners, in this case, the Gunungpati Village, appreciates this activity because it can help in developing the MSMEs of its fostered partners in increasing their knowledge and skills regarding labeling. Product labeling will be more perfect if it can be completed with halal legality and a production permit, so education needs to be carried out through training and mentoring regarding this matter, especially for MSMEs in business. Increased understanding of MSME business actors regarding the importance of packaging and label design on products sold, increased quality of product packaging through brands and labels printed on the packaging, and increased income from MSME business actors in Gunungpati Subdistrict.
One of the health problems is stroke. Stroke is a disease affecting the body's movement and functional systems which is the main factor in neurological disorders. Stroke is the second highest cause of death and the third leading cause of disability at world level. Stroke can affect the whole body such as paralysis, impaired cognitive function, difficulty speaking, emotional difficulties, pain and problems in daily life activities. Posyandu Ngudi Saras is one of the posyandu for the elderly in Sanggung Village. There is a shortage of physiotherapists in this place, which is one of the obstacles faced by residents in Sanggung Village. Apart from that, there is a lack of education about physiotherapy exercise programs, especially for stroke sufferers. This can be seen from the patient not continuing the exercise program at home so that his condition worsens and when carrying out activities he depends on other people. Based on these problems, we offer a solution by providing education about physiotherapy exercise programs from sitting to standing and from standing to walking to patients and families. This physiotherapy exercise program is useful for increasing the patient's independence in carrying out activities, especially when walking and standing. Activities are carried out door to door in the homes of stroke sufferers and with an interpersonal approach. Community service through this form of educational activity has been carried out and can increase the knowledge of stroke sufferers and their families.
The purpose of this community service activity is to carry out Empowerment Activities: Community Learning Center (TBM) Community Service-Based Recovery in Gelanggang Village, East Sakra District, East Lombok, West Nusa Tenggara. This activity is carried out in collaboration (groups) with a small team. The methods and procedures for carrying out activities include: 1) Conducting interviews with partners and the surrounding community. 2) Coordinating with the Village Government. 3) Make observations. 4) Conduct outreach/education to the community. 5) Documenting the process of the program being executed. Likewise the method used in the implementation of the recovery is carried out in three stages, namely; 1) Preparatory stage. 2) Implementation stage. 3) and the final stage. The results of the activities are as follows: 1) The recovery carried out is in accordance with the planned steps, the planned schedule and the work execution according to the target. Thus, the function of the Community Learning Park can be restored to be reused by the community in Gelanggang Village, East Sakra District, East Lombok Regency. 2) All programs can be implemented well even though there are a few obstacles, but these can be overcome with time. The implementation of the Community Learning Park recovery program can be beneficial and have a positive impact on the community in the Gelanggang Village, District. East Sakra, East Lombok Regency. ABSTRAKTujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melaksanakan Kegiatan Pemberdayaan: Recorvery Taman Belajar Masyarakat (TBM) Berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur NTB. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaborasi (berkelompok) dengan tim kecil. Adapun metode dan prosedur pelaksanaan kegiatan antara lain: 1) Melakukan wawancara dengan mitra dan masyarakat sekitar. 2) Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa. 3) Melakukan observasi. 4) Melakukan sosialisasi/edukasi kepada masyarakat. 5) Mendokumentasikan proses dari program yang dijalankan. Begitu juga metode yang di gunakan dalam Pelaksanaan recorvery dilakukan dalam tiga tahap, yaitu; 1) Tahap persiapan. 2) Tahap pelaksanaan. 3) dan Tahap akhir. Hasil kegiatan sebagai berikut: 1) Recovery yang dilakukan telah sesuai dengan langkah yang direncanakan, jadwal yang direncanakan dan eksekusi pekerjaan yang sesuai target. Sehingga, Taman Belajar Masyarakat tersebut dapat dikembalikan fungsinya untuk dimanfaatkan kembali oleh masyarakat di Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. 2) Semua program dapat terlaksana dengan baik walaupun ada sedikit kendala, namun hal tersebut dapat diatasi dengan berjalannya waktu. Terlaksananya program recovery Taman Belajar Masyarakat tersebut dapat bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat di Desa Gelanggang Kecamatan. Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur.
Maraknya klub motor di Indonesia mengakibatkan banyak pula kegiatan dalam klub tersebut. Kegiatan tersebut yaitu seringnya berkendara dengan intensitas yang lama yang melibatkan aktivitas pergelangan tangan yang monoton dan manuver tangan. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) ialah suatu gangguan neuropati di pergelangan tangan yang sering terjadi pada komunitas motor di Pekanbaru. Tujuan dilakukan penyuluhan agar para komunitas motor dapat mengetahui cara penanganan dan pencegahan pada nyeri pergelangan tangan. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa program alih jenjang fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta pada komunitas klub motor di Pekan baru menggunakan metode kuisioner pre dan post untuk mendapatkan data peserta, penyuluhan diberikan secara daring. Materi yang diberikan berupa pemahaman terkait pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan pada nyeri pergelangan tangan. Latihan yang diberikan berupa stretching exercise dan nerve & tendon gliding. Hasil dari penyuluhan setelah diberikan materi stretching exercise dan nerve & tendon gliding, peserta dalam komunitas motor di Pekanbaru dapat memahami bagaimana cara mencegah dan penanganan untuk mengurangi risiko terhadap nyeri pergelangan tangan atau carpal tunnel syndrome.
Pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah merupakan kesejahteraan dasar bagi warga negara. Kesejahteraan merupakan hak setiap warga negara. Untuk mencapainya, pemerintah harus menjamin ketersedian pelayanan publik yang berkualitas, akuntabel, transparan, berkeadilan, dan mudah. Masih kurang bagusnya layanan publik di beberapa Lembaga pemerintahan Idonesia sudah menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkannya. Sebagian Lembaga pemerintah masih kesulitan untuk memberikan pelayanan publik yang baik kepada warga negara sesuai dengan semangat yang diusung dalam reformasi birokrasi Indonesia, dimana salah satunya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kecamatan merupakan lembaga pemerintah yang memberikan pelayanan publik. Pelayanan Publik bisa diwujudkan melalui serangkaian inovasi. Namun, menghasilkan inovasi bukan perkara mudah. Diperlukan kualitas dan kapasitas SDM yang handal. Sekretaris Kecamatan selaku Koordinator pelaksana pelayanan kecamatan memiliki tanggung jawab tersebut. Sekretaris Kecamatan adalah aparat pemerintah yang cukup paham terkait kondisi internal organisasinya. Usaha untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas SDM Sekretaris Kecamatan. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dasar tentang cara menghasilkan inovasi melalui metode Creative Thingking. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya pengingkatan yang signifikan terkait cara memahami masalah pelayanan dan menyelesaikannya melalui inovasi yang dihasilkan melalui metode Creative Thinking. Kata kunci: Creative Thinking, Inovasi, Pelayanan Publik
: Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan mitra sejajar pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan nasional yang mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk berperan serta dalam mewujudkan tujuan organisasi, pendidikan sebagaimana disebut dalam Undang-undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional. Para penanggungjawab penyelenggaraan pendidikan di lingkungan NU harus memiliki komitmen yang untuk terlaksananya proses pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, yang senantiasa mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah.
The potential of human resources in recognizing digital literacy has not been used wisely, the lack of knowledge of online marketing and product management, the use of rice as a basic ingredient for making crackers has not been fully mastered by the people of Jatirejo Village, as well as limited packaging that requires special handling in serving. Through the Focus Group Discussion (FGD) method, In-depth Interviews, as well as field assistance, it is hoped that it will be able to add insight and understanding to the people of Jatirejo Village, who previously thought that it was enough to work in the rice fields only half-heartedly in their free time managing leftover rice as crackers, now they are more daring to innovate to market on social media. The results of community service related to digital literacy training as a MSME generator are that the Jatirejo Village community welcomes digital literacy training, the ease of making rice crackers and the affordability of raw materials for making rice crackers gives new enthusiasm in developing local products from Jatirejo Village, considering relatively affordable prices in the media social services increase the motivation of all levels of village apparatus and village communities to support the revival of MSMEs.