
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul studi pemisahan berbasis adsorpsi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru kimia. Metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE diterapkan dalam pengembangan modul yang mengintegrasikan studi kasus nyata remediasi ion Pb²⁺ menggunakan adsorben biomassa kopi terenkapsulasi kalsium alginat. Hasil validasi ahli menunjukkan modul layak digunakan pada aspek kesesuaian materi, kerangka/pembelajaran, dan kebahasaan. Uji efektivitas terhadap 36 mahasiswa melalui desain one group pretest-posttest membuktikan peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis dengan nilai N-Gain 0,245. Modul ini tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman konseptual tetapi juga berfungsi sebagai model pedagogis dalam melatih keterampilan berpikir kritis, sehingga direkomendasikan untuk implementasi dalam pembelajaran kimia pemisahan.
Proses pembelajaran dapat dikatakan berjalan dengan optimal, apabila interaksi antara peserta didik dengan peserta didik maupun interaksi dengan pendidik terjalin dengan baik. Hal ini dapat terjadi jika media yang digunakan adalah media yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi yang kreatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan dari penggunaan media Wordwall terhadap kemampuan kreatif berpikir peserta didik pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu eksperimen semu (Quasi Experiment). Penelitian ini menggunakan metode The Static Group Comparison Design (TSGCD). Data penelitian dikumpulkan dengan tes dan nontes yaitu berjumlah 10 soal esai dan dengan angket kemampuan kreatif berpikir. Analisis data menggunakan uji t-independent dengan spss v.26. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan media wordwall terhadap kemampuan kreatif berpikir peserta didik, sehingga media ini efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreatif berpikir peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model discovery learning terintegrasi socio scientific issues terhadap kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri peserta didik pada materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen (n=30) yang belajar dengan model discovery learning terintegrasi socio scientific issues dan kelas konttrol (n=30) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian ini meliputi 10 soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan 21 pernyataan angket skala likert untuk mengukur efikasi diri. Analisis data menggunakan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi Hotelling's Trace sebesar 0,000 (<0,05) sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis dan efikasi diri antara kedua kelas. Nilai partial eta squared sebesar 0,258 mengindikasikan bahwa model pembelajaran tersebut memberikan sumbangan efektif sebesar 28,5% dengan kategori besar.
Penelitian ini bertujuan mensintesis titanium dioksida (TiO2) melalui pendekatan green synthesis menggunakan ekstrak etanol kulit buah durian (Durio zibethinus) sebagai agen penstabil alami serta mengevaluasi aktivitas fotokatalitiknya dalam degradasi zat warna indigo carmine. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi etanol kulit buah durian, analisis Total Phenolic Content (TPC) dan Total Flavonoid Content (TFC), sintesis TiO2 menggunakan metode sol-gel, serta karakterisasi material menggunakan FTIR, XRD, dan UV-Vis DRS. Aktivitas fotokatalitik TiO2 diuji melalui degradasi indigo carmine di bawah penyinaran sinar UV. Hasil menunjukkan terbentuknya TiO2 fase anatase dengan ukuran kristalin 8.87 nm, lebih kecil dibandingkan TiO2 komersial yaitu 48.81 nm. TiO2 hasil sintesis memiliki energi celah pita yang lebih rendah dan aktivitas fotokatalitiknya yang lebih tinggi dengan efisiensi degradasi hampir ±99% setelah 60 menit.
Pemanfaatan kulit akar mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai pewarna alami benang tenun telah lama dikenal, namun kajian ilmiah mengenai perubahan warna ekstraknya pada keseluruhan rentang pH dan kaitannya dengan perubahan kimia pigmen ekstrak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pH terhadap perubahan warna ekstrak kulit akar mengkudu serta hubungan perubahan tersebut dengan senyawa penyusunnya. Ekstrak diperoleh melalui maserasi pelarut air selama 24 jam, kemudian diuji pada pH 1-14 dan diaplikasikan pada benang katun melalui perendaman. Pada pH asam hingga netral (1-7), ekstrak berwarna kuning karena senyawa glikosida antraquinon stabil pada pH rendah. Pada pH basa ringan (8-9), warna tetap kuning karena morindin belum terhidrolisis. Namun, pada pH tinggi (10-14), morindin terhidrolisis menjadi morindon yang berwarna merah-merah kehitaman. Perubahan ini berkaitan dengan stabilitas morindin pada kondisi asam-netral dan hidrolisisnya menjadi morindon pada kondisi basa. Temuan ini menegaskan potensi kulit akar mengkudu sebagai sumber belajar kimia berbasis ethnoscience melalui project based learning.
Ziziphus mauritiana Lamk., (bidara/kom/kabuka) secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Timor, Kabupaten TTU-NTT, sebagai obat kanker payudara dan ginjal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan fitokimia, kadar fenolik total, dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun, kulit batang, dan kulit akar bidara asal wilayah tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Analisis fitokimia menunjukkan ketiga ekstrak mengandung senyawa tanin, fenolik, flavonoid, dan saponin, tanpa alkaloid, sedangkan senyawa steroid dan triterpenoid hanya terdeteksi pada ekstrak kulit akar. Kadar fenolik total tertinggi terdapat pada ekstrak kulit batang (7,9364 mg GAE/g), diikuti kulit akar (5,9984 mg GAE/g) dan daun (3,2698 mg GAE/g). Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan nilai IC 50 masing-masing ekstrak berkisar antara 122,8977–158,9256 μg/mL termasuk dalam kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa Ziziphus mauritiana Lamk., berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa antioksidan alami.
Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Senyawa - senyawa kimia ini telah dilaporkan secara ilmiah memiliki aktivitas biologi yang menjadi potensi baru dalam dunia pengobatan terutama sebagai obat kanker darah (antileukemia). Senyawa pada tumbuhan Coreopsis lanceolata bagian bunga sangat kuat sebagai kandidat obat antikanker darah, ekplorasi bagian lain sebagai antikanker darah telah dilakukan pada penelitian ini menggunakan dua senyawa polyacetylenes hasil isolasi dari bagian batang tumbuhan Coreopsis lanceolata. Evaluasi aktivitas antileukemia pada penelitian ini menggunakan HL-60 cells dengan metode cell counting kit-8 (CCK-8) pada dua konsentrasi yaitu 25 μM dan 50 μM. Hasil uji menunjukkan bahwa aktivitas terbaik pada konsentrasi 50 μM dengan viabilitas (73,7%) dan mortalitas (26,3%) untuk senyawa 5-phenyl-2-(1-propynyl)- thiophene (1), sedangkan senyawa 1-phenylhepta-1,3,5-tryne (2) viabilitasnya sebesar 67,77% dan mortalitasnya 32,23%. Aktivitas antikanker darah senyawa 2 lebih aktif dibandingkan senyawa 1, hal ini dimungkinkan karena ada ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur senyawa 2.
Penelitian bertujuan mendapatkan hasil analisis Self-regulated learning pada Mahasiswa aktif Pendidikan Kimia Universitas Jambi dalam penggunaan e-learning sebagai sarana belajar mandiri. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode wawancara pada Mahasiswa aktif Pendidikan Kimia Universitas Jambi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis untuk mengukur sejauh mana mahasiswa dapat mengatur, memantau, dan mengevaluasi hasil belajar menggunakan platfoarm e-learning. Hasil penelitian ini pada dasarnya memiliki tingkat SRL yang baik terutama dalam aspek manajemen waktu dan motivasi belajar. Tentu jelas ada kendala dalam aspek konsistensi pengawasan diri (self-monitoring) serta manajemen tugas. Hasil ini menekankan pentingnya peran dosen dalam menyediakan dukungan, bimbingan, dan stratgei belajar yang lebih efektif guna mendorong kemandirian belajar mahasiswa dalam platfoarm digital.
Air sumur bor di Desa Belading, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, mengandung kadar besi (Fe) melebihi ambang batas menurut Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tongkol jagung teraktivasi sebagai bioadsorben untuk menurunkan kadar Fe, serta menentukan kondisi optimum dan model kinetika serta isoterm yang sesuai. Variabel yang diuji meliputi pH larutan (2, 3, 4, 5, 6, dan 7), waktu kontak (5, 10, 15, 30, 60, 90, 120 dan 150 menit), dan dosis adsorben (0,8; 1,2; 1,6; 2; 2,4; 2,8 dan 3,2 g/L). Adsorben disiapkan melalui karbonisasi dan aktivasi dengan menggunakan HCl. Kondisi optimum diperoleh pada pH 5, waktu kontak 60 menit, dan dosis 2,4 g/L, dengan efisiensi penyisihan Fe sebesar 91,57% dan kapasitas adsorpsi 1,58 mg/g. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika Pseudo Second Order (R² = 0,9995) dan isoterm Freundlich (R² = 0,8497). Tongkol jagung teraktivasi efektif sebagai solusi lokal dan ramah lingkungan untuk pengolahan air tanah tercemar Fe.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul praktikum microscale titrasi asam-basa menggunakan small-scale chemistry kit untuk siswa SMA. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisi, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan dua dosen ahli sebagai validator, satu guru kimia, serta siswa kelas XI SMA Negeri Bali Mandara. Instrumen pengumpulan data berupa angket validitas, keterbacaan, kepraktisan, dan respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum memiliki tingkat validitas sangat tinggi pada aspek isi (0,93), media (0,93), dan bahasa (1,00). Uji keterbacaan menunjukkan kategori terbaca dengan skor rata-rata 4,06. Uji kepraktisan memeperoleh kategori sangat praktis oleh guru (3,7) dan praktis oleh siswa (3,2). Adapun respon siswa terhadap modul sangat positif dengan persentase 99,7%. Dengan demikian, modul praktikum microscale titrasi asam-basa menggunakan small-scale chemistry kit untuk siswa SMA dinyatakan layak dan aplikatif sebagai bahan ajar praktikum kimia di SMA.
Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora (Miers) Diels) merupakan tanaman endemik Kalimantan yang dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak etanol daun sengkubak melalui skrining fitokimia dan analisis GC-MS, serta mengevaluasi potensinya sebagai antikanker kolorektal melalui molecular docking secara in silico terhadap protein CDK2 (PDB ID: 2B54). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sengkubak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Berdasarkan analisis GC-MS yang dilaporkan oleh Yuneta et al. (2025), lima senyawa mayor yang teridentifikasi yaitu Phytol, Farnesol isomer a, l-Gala-l-ido-octose, E-11-Hexadecenoic acid ethyl ester, dan Pentadecanoic acid ethyl ester. Hasil molecular docking menunjukkan nilai energi bebas pengikatan kelima senyawa tersebut berturut-turut sebesar −6,7; −5,8; −5,7; −5,3; dan −5,1 kkal/mol terhadap protein CDK2. Senyawa farnesol isomer a menunjukkan energi ikatan paling negatif, mengindikasikan interaksi paling kuat dan stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa bioaktif daun sengkubak berpotensi sebagai kandidat agen antikanker kolorektal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran kimia melalui pendekatan narrative review. Metode ini digunakan untuk menghimpun, menelaah, dan mensintesis berbagai temuan empiris serta konsep teoritis terkait implementasi PBL pada berbagai topik kimia, seperti kesetimbangan kimia, asam-basa, laju reaksi, dan reaksi redoks. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan PubMed, kemudian diseleksi berdasarkan relevansi topik, kontribusi teoritis, dan kualitas publikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL memiliki pengaruh positif yang konsisten dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, argumentasi ilmiah, literasi sains, pemahaman konsep, dan hasil belajar peserta didik. Selain itu, efektivitas PBL semakin meningkat ketika didukung oleh perangkat ajar seperti e-modul dan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan nyata maupun isu lingkungan. Secara keseluruhan, PBL terbukti menjadi pendekatan pedagogis yang potensial untuk memperkuat kompetensi abad ke-21 dan meningkatkan efektivitas pembelajaran kimia di berbagai jenjang pendidikan.
Spons laut merupakan salah satu sumber bioaktif laut yang kaya akan metabolit sekunder. Metabolit ini meliputi alkaloid, terpenoid, steroid, dan lakton, yang berpotensi sebagai senyawa antimikroba, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi diklorometana spons laut yang berasal dari famili Thorectidae. Tahapan penelitian meliputi uji fitokimia, isolasi dan pemisahan serta identifikasi senyawa. Hasil uji fitokimia terhadap fraksi diklorometana spons famili thorectidae menunjukkan adanya metabolit sekunder dari golongan alkaloid, steroid dan fenolik. Karakterisasi isolat L5.T2.I2 dengan serium sulfat menunjukkan adanya golongan steroid karena terdapat pembentukan warna coklat kehitaman dan diperkuat dengan spektroskopi FTIR yang menunjukkan adanya beberapa gugus fungsi berupa OH, gugus -CH alifatik C=O karbonil, C=C aromatik, C-H alkena dan OH fenol, yang mengindikasikan kemungkinan adanya senyawa steroid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media PhET berbasis inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit di kelas X MA Siti Mariam. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen (n = 18) yang belajar menggunakan media PhET berbasis inkuiri terbimbing dan kelas kontrol (n = 15) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen berupa 35 butir soal pilihan ganda yang telah divalidasi, dengan 26 soal dinyatakan valid (reliabilitas α = 0,800). Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (U = 8,000; p = 0,000), di mana rata-rata nilai post-test kelas eksperimen (88,44) lebih tinggi daripada kelas kontrol (50,93). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media PhET berbasis inkuiri terbimbing berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit.
Persepsi yang terbentuk dari pengajaran kimia akan berdampak pada bagaimana kualitas belajar, minat dan motivasi mahasiswa terhadap pengajaran kimia. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pembelajaran berdiferensiasi proses berdasarkan gaya belajar terhadap persepsi mahasiswa pada pengajaran kimia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel dengan Saturated Sampling. Teknik pengumpulan data berupa pengisian angket persepsi mahasiswa. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran berdiferensiasi proses berdasarkan gaya belajar terhadap persepsi mahasiswa pada pengajaran kimia. Temuan ini memberikan pertimbangan bagi pengajar untuk mendesain inovasi pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar.
Kegiatan perencanaan pembelajaran yang penting bagi guru adalah membuat modul ajar Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kompetensi guru kimia dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka di Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kimia yang berjumlah 10 orang, yang merupakan anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kimia kabupaten Kutai Kartanegara. Data hasil analisis dokumen dikumpulkan melalui instrumen penilaian modul ajar Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kompetensi guru dalam menyusun modul ajar berada pada kategori baik dengan nilai 86. Diantara komponen modul ajar yang dinilai terdapat 4 komponen yang berada pada kategori cukup yaitu Profil Pelajar Pancasila, asesmen, pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan. Dengan demikian, guru masih membutuhkan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas modul ajar yang disusun.
Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang bertujuan menelaah pengaruh Socio-Scientific Issues (SSI) dalam pembelajaran kimia terhadap kemampuan literasi sains siswa. Kajian dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan meninjau artikel yang diperoleh dari Google Scholar, ERIC, Scopus, dan ScienceDirect pada periode 2020–2025. Dari 196 artikel yang diidentifikasi, hanya 14 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SSI secara konsisten meningkatkan literasi sains, terutama dalam aspek pemahaman konsep, berpikir kritis, argumentasi ilmiah, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Model pembelajaran seperti PBL, inkuiri terbimbing, dan POEEd paling sering digunakan. Kendala utama penerapan SSI meliputi keterbatasan waktu dan kesiapan guru. Secara keseluruhan, SSI berperan penting dalam membentuk peserta didik yang melek sains, reflektif, dan peduli terhadap isu sosial serta lingkungan
Tumbuhan memiliki senyawa metabolit sekunder pada tiap bagian tubuhnya misalnya pada akar, batang, dan daun. Senyawa metabolit sekunder sebagai penopang untuk regenerasi dan reproduksi bagi tumbuhan tersebut. Penelitian ini menganalisis secara menyeluruh terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder pada bagian batang, daun dan akar tumbuhan kelakai, dengan data senyawa tersebut bersumber dari hasil penelitian peneliti yang telah dilakukan dan laporkan beserta dengan data laporan penelitian terkait batang, daun dan akar kelakai. Secara keseluruhan senyawa metabolit sekunder pada bagian batang, daun dan akar kelakai (Stenochlaena palustris) memiliki 37 senyawa metabolit sekunder dengan perincian yaitu pada bagian batang kelakai ditemukan 5 senyawa flavonoid, 1 senyawa steroid, 2 senyawa ecdysteroid. Pada daun kelakai diketahui memiliki 15 senyawa flavonoid, 2 senyawa polifenolik, 1 senyawa alkaloid, 1 senyawa terpenoid dan 5 senyawa steroid. Pada bagian akar kelakai diketahui mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik dan steroid. Dari temuan ini diketahui ragam metabolit sekunder pada kelakai, serta potensinya sebagai sumber senyawa bioaktif untuk aplikasi farmakologis.
Hasil belajar merupakan indikator penting yang digunakan untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah. Salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap hasil belajar adalah kebiasaan belajar, yaitu pola perilaku belajar yang dilakukan siswa secara konsisten melalui pengelolaan waktu, strategi memahami materi, serta ketekunan menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa kelas XI IPA F1 di SMAN 9 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian terdiri atas angket kebiasaan belajar dan dokumentasi nilai hasil belajar. Teknik analisis data meliputi uji normalitas dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan belajar dan hasil belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,581 yang termasuk kategori sedang dan berarah positif. Temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan kebiasaan belajar untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.
Tumbuhan telah lama digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Melinjo mengandung metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, yang berpotensi menjadi agen bioaktif dalam aplikasi pengobatan tradisional, yang banyak dikaji untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol pada daun melinjo (Gnetum gnemon Linn) yang berasal dari Desa Ulaweng Riaja Kabupaten Bone. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu maserasi, ekstraksi, fraksinasi, uji kemurnian, dan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristal yang diperoleh berbentuk jarum berwarna putih dengan titik leleh 130-132o C. Hasil uji warna pereaksi Lieberman-Buchard menunjukkan positif steroid dan spektrum spektroskopi daerah serapan IR yang tampak menunjukkan adanya beberapa gugus fungsi pada panjang gelombang (cm-1) yakni 1058 (C-O), 1375 (C-H bending), 1462 (C-H bending), 1649 (C=C), 2858 (C-H), 2933 (C-H), dan 3500 (-OH). Berdasarkan hasil identifikasi dan spektrum spektroskopi IR menunjukkan bahwa senyawa tersebut termasuk golongan steroid turunan β-sitosterol.