
Salah satu usaha rumah tangga dalam bidang pengolahan terasi yang berada di Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa adalah terasi awaina. Dari pengamatan yang telah dilakukan, proses pencetakan terasi masih dilakukan secara konvensional dengan menggunakan tangan, sehingga proses pencetakan terasi memakan waktu yang lama dan menghasilkan cetakan terasi yang tidak seragam ukurannya, maka dari itu tim PKM menawarkan sebuah teknologi tepat guna berupa alat screw press machine sebagai pencetak terasi. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan informasi dan solusi mengenai produk yang ditawarkan, serta membuat rancangan mesin screw press yang dibutuhkan oleh mitra, selanjutnya mengadakan pelatihan cara pengoperasian atau penggunaan alat dan perawatan mesin screw press. Kegiatan terakhir yaitu melakukan pendampingan selama dan setelah program berlangsung. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan tim PKM memastikan bahwa usaha terasi awaina gampong simpang lhee telah terampil dalam menggunakan mesin screw press, diharapkan dengan adanya mesin screw press tersebut produksi terasi awaina semakin meningkat.
Cassava and banana are the most agricultural commodities grown in Silo Village. Farmers plant these commodities as a response to local needs. In order to add more value to these commodities, the team of community service program strives to make a gluten-low bread by utilizing flours made from cassava (mocaf) and banana. This community service program was implemented to introduce bread made from mocaf and banana flours as alternative flours for wheat flour, as well as enhance skills and knowledge of the society in Silo village. The methods used in this community service program were participants approach and field observation, training program, and accompaniment of participants. The monitoring program was conducted during accompaniment of participants to check the progress established in the development objective. Modules were also provided by the team of community service program. The group of the Family Welfare Movement in Silo Village were interested during the training program due to the innovation presented. The gluten-low bread was processed by supplementing mocaf and banana flour to the dough. A combination of 70% of wheat flour, 20% of mocaf, and 10% of banana flour resulted in airy and soft bread, as well as delicious taste. As a consequence of gluten reduction in the raw materials, the amount of instant yeast and the length time of dough fermentation were increased twice compared to the common bread made from whole wheat flour. About 30% of wheat flour in the bread-making process could be substituted by the combination of 20% of mocaf and 10% of banana flour. The community service program could also be performed to improve the experience and skills of the group of Family Welfare Movement in Silo Village.
Taman Baca Masyarakat merupakan pendidikan nonformal sebagai tindak lanjut dari program pemerintah dan pendidikan berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat melalui gerakan literasi. Taman Baca Masyarakat merupakan program membangun desa pendidikan dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia sebagai implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan pastisipasi aktif, yaitu; (1) Observasi dan Perencanaan (3) Pelaksanaan pendirian TBM dan pelatihan tutor pengelola TBM4) Evaluasi (5) Tindak lanjut. Hasil observasi menemukan banyak anak yang putus sekolah di Desa Candali. TBM sebagai perpustakaan dan pendidikan alternatif dalam memberdayakan masyarakat serta menumbuhkan minat baca masyarakat Desa Candali. Outcome dari program Pengmas yaitu TBM yang berkelanjutan, diteruskan oleh remaja setempat yang telah dibekali kemampuan dan manajemen dalam mengelola TBM. Tim Pengmas Unusia masih mlakukan memonitoring perkembangan TBM melalui grup Whastapp pengelola.
The MSME population has grown rapidly after the large-scale social restriction policy was enacted. The existence of MSMEs become an alternative economic solution for the community in running the family economy which had been stopped due to the pandemic. However, of the population, only a few survive, and mostly are going bankrupt. This condition is caused by a lack of entrepreneurial concept and the inability to adapt to technological developments. This community service aims to educate one of the MSME actors in Cibokor village through repackaging, rebranding, and digital marketing strategies. This community service lasts for 4 weeks from July 26 - August 26, 2022 with the method used is entrepreneurship assistance to one of the MSME actors, who is engaged in the production of dried banana fritters, which has been running for a long time but has not experienced significant development. As a result of repackaging and rebranding, the product display has now become more attractive and elegant, meanwhile, marketing that previously only relied on conventional marketing strategies has now switched to using digital marketing through the use of social media and marketplaces.
Universitas Kristen Maranatha merupakan salah satu universitas swasta di Bandung yang memiliki program kerja dalam visi dan misi tridharma perguruan tinggi melalui nilai ICE yakni integrity (integritas), care (kepedulian), excellence (keprimaan) dalam menjalankan bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya fokus pada permasalahan sosial. Adapun program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan selama ini melibatkan dosen lintas program studi sebagai perumus materi terkait pelatihan ecoprint bagi lansia dengan mitra dari pihak Yayasan Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan tentang teknik ecoprint kepada lansia sebagai salah satu upaya terapi seni yang dapat melatih fungsi kognitif. Peran seni rupa dalam kegiatan ini sangatlah penting sebagai salah satu bentuk kegiatan kreatif untuk menjaga lansia tetap aktif dan produktif di usia senja mereka. Kegiatan dilakukan dalam bentuk praktik pendampingan secara luring di Sekolah Lansia Seroja, Cinambo, Kota Bandung. Diharapkan melalui kegiatan ini, para lansia dapat mempraktikkan wawasan dan teknik ecoprint yang telah diajarkan untuk melatih fungsi kognitif mereka tetap dalam kondisi baik.
Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, Jawa Tengah merupakan yayasan yang mengelola beberapa unit lembaga sekolah dan masjid. Keuangan yayasan merupakan bidang dengan pekerjaan yang paling kompleks. Prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan sangat diperlukan, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat membantu pengelolaan keuangan yayasan secara benar dan sesuai kaidah akuntansi. Pengembangan Sistem Keuangan Yayasan tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak ditindaklanjuti dengan kegiatan pendampingan dan pelatihan pengoperasian aplikasi sistem. Oleh karena itu, Training of Trainer (ToT) bagi staf administrasi yayasan menjadi kegiatan yang realistis untuk dilakukan. Kegiatan ToT dilakukan dengan dua model yaitu ToT terjadwal dan tidak terjadwal. Kedua metode ini dilakukan untuk mengatasi kendala sumber daya manusia (SDI) bagi staf administrasi keuangan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau keahlian di bidang akuntansi/administrasi keuangan. Dengan adanya kegiatan ToT ini, staf tata usaha Masjid Raya YPKPI Baiturahman dapat mengelola administrasi keuangan yayasan dan memberikan laporan keuangan sesuai kaidah akuntansi secara transparan dan akuntabel
Desa Tista adalah desa dengan potensi pariwisata yang mumpuni untuk dikembangkan lebih jauh. Terdapat banyak tempat yang bisa dikunjungi dan aktivitas yang wisatawan dapat lakukan di Desa ini sambil menyelami budaya dan kearifan lokal yang ada. Namun, hambatan terbesar yang dihadapi desa ini adalah kemampuan manajemen atau tata kelola dari potensi pariwisata yang mereka miliki, seperti kurangnya kemampuan berbahasa Inggris serta pemahaman akan rencana perjalanan wisata dalam megantarkan wisatawan ke tempat-tempat yang ada dan melakukan aktivitas yang mereka inginkan, dll. Untuk bisa memberikan pengetahuan dan informasi yang jelas dan berkualitas kepada pengunjung, pastinya diperlukan keahlian seorang pemandu wisata berbekal rancangan perjalanan yang rapi, yang nantinya mengantarkan dan menjelaskan setiap tempat dan aktivitas yang dilakukan di desa ini. Kekurangan ini menjadi salah satu alasan kami melakukan pelatihan penyusunan rencana perjalanan wisata atau sering disebut itinerary dan pelatihan Bahasa Inggris agar perjalanan pengunjung menikmati kecantikan desa ini tetap tertata, terencana dan terlaksana dengan rapi. Pelatihan ini kami lakukan dengan metode presentasi dan praktek di mana mereka langsung menyusun dalam tabel mulai dari tempat yang akan dikunjungi sampai durasi waktu yang akan dihabiskan di masing-masing tempat, sebelum nantinya dipresentasikan di depan peserta yang lain. Kata Kunci: rencana perjalanan wisata 1, pemandu wisata 2, desa wisata 3, kelompok sadar wisata 4
Agricultural tourism is a practice of agricultural cultivation in a farmer's neighbourhood by adopting tourism services. The purposes of this community service are to describe (1) the socio-economic conditions of the durian farmers in Sumberagung Village, (2) the managerial competence of durian farmers in Sumberagung Village, and (3) the competence of Good Agricultural Practices (GAP) of durian farmers. Ngantang district is used as a community service location because it is one of the famous durian producers in Malang. The community service is focused in Sumberagung Village because the local farmers are fostered by the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya and there are also many new durian varieties that are researched by lecturers and students of Universitas Brawijaya. The results of this community service are (1) the socio-economy of durian farming can be improved through the development of durian agricultural tourism, (2) some durian farmers have managerial competence so that they can be used as opinion leaders in developing durian agricultural tourism, and (3) with the competence of Good Agricultural Practices (GAP) owned by the durian farmers, they can plan durian agricultural tourism.
The mindset of the people during the coronavirus pandemic began to change, especially in terms of the consumption of food ingredients that can increase immunity, also called functional food ingredients. Biopharmaceutical commodities are resources that can be used and utilized to make processed products in the form of functional food. This is supported by the existence of human resources and the use of simple technology in society. Biopharmaceuticals are all natural resources (plants, animals, microbes) that have functions and properties for health or as medicine. Some of the functions of biopharmaceuticals include preventive (disease prevention); promotive (improving health status); curative (healing disease); improvement of nutritional status. To increase public knowledge about biopharmaceuticals as well as community empowerment efforts in the use of biopharmaceuticals, the Community Empowerment Program (Prodamat) was carried out. This activity was carried out online with a zoom platform which was attended by 21 participants. Participants who took part in the activity came from Magelang, Central Java, and Palasa, Central Sulawesi. At the end of the activity, an evaluation of the participants' knowledge was carried out by filling out a questionnaire on Google Forms. The level of understanding of participants about biopharmaceuticals prior to counseling was an average of 48.02%. After the counseling was carried out, the average level of understanding of the participants was 80.11%. Then the participants' understanding increased by 32.09%. Meanwhile, the level of satisfaction of the participants with the implementation of Prodamat resulted in 7.5% being satisfied, 12.5% being quite satisfied, and 77.5% being very satisfied.
Desa pengenjek memiliki potensi sumber daya lokal berupa ijuk dari pohon enau. Saat ini ijuk yang dihasilkan dari pohon enau ini setelah dikeringkan langsung dijual tanpa pengolahan lebih lanjut. Pembuatan ijuk dijadikan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat di Desa Pengenjek. Besarnya potensi ijuk ini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Sehingga dengan melihat potensi tersebut maka tujuan pengabdian ini adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal ijuk menjadi pot tanaman sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pendampingan praktik di dalam pembuatan produk berbahan ijuk. Kegiatan pendampingan pemanfaatan ijuk ini dilakukan selama 1 pekan mulai dari persiapan bahan sampai pada praktik pembuatannya. Sasaran kegiatan merupakan kelompok perempuan di Desa Pengenjek baik usia remaja maupun dewasa. Hasil dari kegiatan ini meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah ijuk menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai lebih tinggi. Harapannya dengan produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi maka pendapatan masyarakat Desa Pengenjek semakin meningkat sehingga tingkat kesejahteraan masayrakatpun dapat meningkat.
Empowerment is a development process where the community takes the initiative to start a process of social activities to improve their own situation and condition. There is a decrease in religious fervor in adolescents. The triggers are the low enthusiasm of adolescents to participate in religious activities and the lack of motivation from their parents, only about 25 teenagers become members with active membership status in a religious activity. The low understanding of adolescents about the importance of religious activities is a basic factor in the emergence of problems. Furthermore, the apathy of society towards adolescent problems is also a problem factor. To unravel these problems, it is necessary to empower youth in a structured manner. So we participated in carrying out several activities to empower youth through personal and community approaches, meet and great as well as training activities for the art skills of the al banjari sholawat. As a result, the youth of Kintelan village are more enthusiastic in carrying out religious activities, especially the al-banjari prayer.
Pelaku UMKM dalam aktivitas bisnis sekarang mulai menyadari pentingnya peran produksi yang mengutamakan unsur humanis melalui praktek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai dengan rekomendasi International labour organization (ILO). Sejalan dengan hal tersebut praktek perilaku K3 melalui penggunaan alat kerja yang ergonomis untuk meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas sangat perlu diketahui oleh pelaku UMKM. Kegiatan PKM ini berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM kerupuk ikan desa Srowo kecamatan Sidayu berupa pelatihan desain ergonomi terhadap fasilitas produksi. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan serta monitoring evaluation agar proses pelaksanaan program PKM ini dapat berjalan sesuai rencana, memperoleh hasil sesuai harapan dan tuntas dilaksanakan. Hasil pelatihan desain ergonomi menunjukan bahwa peserta menjadi lebih mengetahui pentingnya perilaku ergonomic untuk kesehatan kerja. Selain itu, peserta juga lebih mengetahui bagaimana cara menyesuaikan alat kerja agar sesuai dengan kondisi tubuh mereka
MSME actors are often faced with a lack of understanding of the importance of branding activities, especially through social media in pandemic conditions like today. The lack of understanding of the importance of branding activities is also coupled with the lack of ability to produce good visual works for digital branding purposes. Visual works are the main key to show brand identity and also attract audiences in digital branding activities. Therefore, the team carried out PKM activities with the aim of helping MSME actors, which in this case was Bakmi Jojo, to carry out digital branding activities through visual communication works, through product photos and videos. The PKM method is carried out through training and assistance for making visual works in the form of photos and videos. The results of this visual work will be used for digital branding purposes on social media and e-commerce platforms.
Nugget merupakan makanan yang disukai utamanya anak-anak. Nugget digunakan sebagai lauk ataupun sebagai cemilan saat bersantai. Berdasarkan hal tersebut sangat perlu dikembangkan nugget yang lebih sehat dan lebih lezat. Tujuan kegiatan PKM membantu mitra menyelesaikan permasalahannya terkait pengelolaan ikan hasil tangkapan yang tidak terjual serta memaparkan efektivitas pelatihan pembuatan nugget berbahan baku ikan yang mengandung probiotik yang disebut NuggiPro yang potensial sebagai kegiatan wirausaha inovatif pada masyarakat nelayan Gisik Cemandi Sidoarjo Jatim, sebagai solusi atas permasalahan mitra. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi (1) penjaringan informasi pengetahuan peserta terkait aspek yang dilatihkan (2) pemutaran video pembuatan NuggiPro, (3) pemberian informasi (3) demonstrasi pembuatan NuggiPro oleh tim, (4) praktik pembuatan NuggiPro oleh peserta pelatihan dan (5) evaluasi hasil. Hasil-hasil kegiatan PKM ini meliputi bahwa (1) pengetahuan awal mitra terkait pengolahan ikan hasil tangkapan yang tidak terjual masih rendah (2) pengetahuan dan keterampilan pembuatan NuggiPro sebagai salah satu solusi pengelolaan ikan yang tidak terjual masih rendah (3) setelah dilakukan pelatihan pengetahuan dan keterampilan pembuatan NuggiPro meningkat (4) NuggiPro buatan peserta pelatihan sudah memenuhi SOP (5) peserta memberi respon positip pada pelatihan pembuatan NuggiPro dan potensinya sebagai kegiatan wirausaha. Berdasarkan hasil yang dicapai dapat dinyatakan bahwa kegiatan PKM ini berhasil dengan baik.
One of the ancestral heritage that has been used since 1135 M is jamu. People know jamu by several terms, including colonial jamu, by which “jamu gendong”, Nusantara jamu, and millennial jamu are developed. The use of jamu was originally intended to maintain health, both to reduce or eliminate symptoms of illness. The use of jamu, which was initially empirically based, developed into a professionally formulated dosage form after laboratorial and clinical evaluating various active compounds. The problem that develops in the community is the reluctance of the millennial generation to consume jamu, due to its bitter taste and unattractive performance. To revitalize the public image of jamu, various efforts have been made, including socialization, modifying the appearance and taste of jamu so that it is suitable for public interest to the international level. This report provides an overview of training activities for making jamu using simple technology, but which can produce healthy, attractive dishes with distinctive flavors and aromas. The activity is carried out in synergy involving academics, practitioners who are members of the East Java Herbal Medicine Association (GP JAMU JATIM) which was initiated by the East Java Industrial Pharmacy Seminat Association (HISFARIN JATIM). The participants of the activity included the UMKM community, pharmacists, practitioners with the main target being residents of the Technical Implementation Unit for Bina Daksa Social Rehabilitation (UPT RSBD) of the Social Service of Bangil District, Pasuruan Regency.
Pemerintah pusat meluncurkan kurikulum merdeka belajar yang akan diterapkan mulai pada tahun 2021. Terdapat beberapa lembaga sekolah mengupayakan untuk adaptasi dari diberlakunya kurikulum tersebut. Banyak akademisi, bahkan praktisi mensosialisasikan tersebut baik secara seminar, pelatihan, pembinaan dan lain sebagainya. Namun, secara implementasi tidak serta merta berjalan dengan baik, tindakan sosialisasi terkait kurikulum ini nampaknya masih belum merata. Hal ini menyababkan permasalahan bagi banyak sekolah. Permasalahan tersebut seperti kurangnya pemahaman dan rendahnya rasa ingin tahu peserta yakni peserta pelatihan bahkan cenderung skeptis terhadap Kurikulum Merdeka. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman bagi pelaksana pendidikan dalam merancang modul sesuai Kurikulum Merdeka. Permasalahan lain yakni adaptasi proses pembelajaran berbasis media yang dipakai, sehingga perlunya perhatian pada bahan ajar seperti modul yang ini sangat efisien disusun secara kreasi ide yang sudang dirancang dan membentuk media yang efektif dan efisien, sedangkan faktanya masih banyak peserta yang terkendala akan hal ini. Adapun tujuan desiminasi pembinaan melalui pelatihan ini, baik secara memberikan komptensi yang spesifik agar mendapatkan pemahaman dan kompetensi untuk peserta yakni kepala sekolah dan guru dalam menyusun modul sesuai dengan kurikulum merdeka. Maka, solusi yang ditawarkan yaitu dengan melakukan rancangan ilmiah yang didesiminasikan melalui pelatihan dan pendampingan bagi peserta pelaksana pendidikan dalam penyusunan modul P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menggunakan kreasi ide media serbaneka.
Pasca konflik antar warga kampung Paropo dengan kampung Rama tahun 2017 silam, kekhawatiran kedua warga kampung akan terjadinya konflik serupa masih ada. Meski dalam praktiknya, pengulangan konflik tidak terjadi, tetapi rasa khawatir seringkali muncul dalam diri kedua warga kampung, terutama para perangkat kampung (ketua RT dan RW kedua kampung). Berbagai upaya telah mereka lakukan untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, seperti meningkatkan kewaspadaan warga, membatasi jam malam, hingga memperkuat koordinasi antar aparat pemerintah. Namun mereka merasa bahwa hal itu masih belum cukup. Oleh karenanya, salah satu yang kemudian dipandang penting untuk dilakukan ialah membekali mereka dengan kemampuan manajemen konflik sosial antar warga. Tentu saja konflik antar warga adalah hal yang tidak diharapkan, namun jika terjadi, dengan adanya bekal kecakapan manajemen konflik, maka sekiranya konflik yang muncul dapat segera diselesaikan, sehingga tidak memunculkan dampak negatif yang merugikan bagi keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat warga kampung Paropo dan kampung Rama.
Salah satu upaya pemeliharaan kesehatan pada masa darurat seperti pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) seperti saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alam untuk diolah menjadi obat tradisional. Jamu sebagai salah satu jenis obat tradisional sekaligus warisan alam telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia untuk mencegah penyakit dan merawat kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyaraka (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan kandungan kimia dan khasiat bahan-bahan alam seperti empon-empon serta pengolahan dan pemanfaatannya sebagai obat tradisional untuk merawat kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tatap muka secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Tingkat keberhasilan dan kebermanfaatan kegiatan PKM diketahui dari respon masyarakat yang ikut serta. Secara umum, kegiatan PKM yang berupa pemaparan materi maupun praktik dapat terlaksana dengan baik. Materi yang disampaikan oleh narasumber dapat dipahami dan mudah untuk dipraktikkan. Kegiatan inii diharapkan turut berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai bahan-bahan di alam yang memiliki kandungan kimia bermanfaat serta mengolahnya menjadi minuman berkhasiat untuk keluarga.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kader Tuberkulosis (TB). Dengan program ini diaharapkan agar kader TB mampu mendampingi pasien TB serta mengidentifikasi masyarakat suspek TB agar mereka mau memeriksakan diri ke Puskesmas dan menjalani pengobatan hingga sembuh. Waktu pengobatan yang lama, keengganan penderita TB untuk memeriksakan diri, ditambah dengan rasa takut akan didiagnosis sebagai penderita COVID menjadi beberapa alasan yang menyababkan banyak penderita dan suspek TB di Kabupaten Sumenep tidak tertangani dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani permasalah TB adalah dengan memberikan pendamping pada penderita TB, yang dalam kasus ini adalah dengan memberdayakan kader TB. Selain memberikan pendampingan pada penderita TB yang sudah terkonfirmasi kondisinya, kader juga berperan penting dalam mengidentifikasi mayarakat yang dicurigai menderita TB. Setelah berhasil mengidentifiaksi suspek TB, kader perlu untuk mendorong agar mereka mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Melalui kegiatan pengmas ini kader diberikan materi dan dilatih melalui simulasi agar dapat memberikan pendampingan dengan baik. Pemberian materi diharapkan mampu memberi penyegaran dan menambah pengetahuan kader mengenai TB. Simulasi dilakukan agar kader dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pendampingan. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas penyakit TB di Indonesia.
Home industry is an independent business unit carried out by a group of people in a family. One that is included in the Home industry category is UD.WARAS with the type of oyster mushroom farming business. The packaging of oyster mushroom agricultural products is packaged in plastic and bound using an electric transformer modified with wires that are far from K3 elements. At the peak of harvesting, many mushrooms are not selling well in the market due to the many competitors from outside the region and the packaging that is less attractive than the competitors' packaging. In this PKM, it seeks to develop a home industry by providing packaging equipment in the form of a vacuum cleaner. The method in this PKM provides training on product packaging with a vocum cleaner, provides assistance to create new product packaging by adding better stamps and stickers, provides directions for making oyster mushroom crispy crackers, and explains the importance of digital marketing in this digitalization era.