
Pendidikan Kewirausahaan (PK) telah menjadi prioritas strategis di perguruan tinggi Indonesia, namun penelitian mengenai efektivitasnya masih terfragmentasi. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis secara kritis bukti-bukti empiris terkini (2015–2025) mengenai implementasi PK di Indonesia. Dengan mengikuti panduan PRISMA, total 51 artikel penelitian primer dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema dominan: (1) Dominasi anteseden psikologis (seperti self-efficacy dan mindset) sebagai mediator kunci niat berwirausaha, di mana PK jarang berpengaruh langsung; (2) Pergeseran pedagogis dari metode pasif ke experiential learning yang aktif dan praktis; (3) Sentralitas konteks digital, yang menuntut integrasi kompetensi teknologi; (4) Evolusi fokus penelitian dari sekadar mengukur "niat" (intention) menuju "hasil" (outcomes) yang lebih terukur seperti kompetensi dan perilaku; dan (5) Kontekstualisasi, Kritik, dan Kebutuhan Ekosistem Holistik. Disimpulkan bahwa efektivitas PK di Indonesia bergantung pada kemampuannya membentuk mediator psikologis melalui pedagogi praktis dan integrasi digital dalam ekosistem yang suportif dan peka budaya. Penelitian masa depan harus beralih dari studi cross-sectional tentang niat ke studi longitudinal tentang hasil nyata dan memperluas fokus geografis di luar Jawa.
This research aims to identify the dimensions that shape the packaging design of Kemplang crackers, develop a packaging design assessment instrument based on the Voice of Customer (VoC), and analyze the impact of packaging design on consumer purchase interest. The research combines the House of Quality approach and the Partial Least Squares Structural Equation Modeling method. Data were collected using a questionnaire instrument distributed online to respondents aged 17-40 who had purchased Kemplang in packaging at least twice in the past year. Data were statistically processed with the help of SmartPLS Version 4 software. The research results show that packaging design, formed by four manifest variables, namely material, appearance, shape, and packaging information, has a strong influence on purchase interest. The novelty of this research lies in the development of a standardized packaging design assessment scale based on consumer perception. Furthermore, based on the research results, a prototype of packaging using food-grade laminated material, a standing pouch with a zip-lock, and a more communicative visual and informational layout was designed, which can be used as a reference for Kemplang Palembang SMEs and local government.
Pertumbuhan jumlah sepeda motor di Indonesia menciptakan peluang besar bagi usaha bengkel sebagai bagian dari sektor jasa otomotif. Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pengembangan Bengkel Kacling Otomotif melalui analisis kebutuhan pelanggan, evaluasi kelayakan finansial, dan pemetaan SWOT. Data diperoleh dari 108 responden (55 pelanggan dan 53 calon pelanggan). Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi pada aspek kehandalan dan daya tanggap, namun masih terdapat kelemahan pada fasilitas fisik dan kenyamanan ruang tunggu. Analisis finansial menghasilkan Net Present Value (NPV) positif pada tiga skenario, dengan nilai Rp61,4 juta (pesimis), Rp246,6 juta (moderat), dan Rp431,8 juta (optimis). Internal Rate of Return (IRR) berada di atas suku bunga bank, sementara Payback Period (PP) tercapai dalam 11–24 bulan, menegaskan kelayakan usaha ini. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan diarahkan pada inovasi layanan berbasis digital, peningkatan fasilitas fisik, serta penerapan manajemen modern. Hasil penelitian menegaskan bahwa perencanaan usaha bengkel sepeda motor tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan dengan penerapan strategi adaptif dan inovatif.
Proliferasi platform short-form video (SFV) seperti TikTok telah mengubah proses pengambilan keputusan wisatawan secara fundamental, namun belum ada sintesis integratif yang menghubungkan fear of missing out (FOMO), persepsi autentisitas, dan pengambilan keputusan wisata berkelanjutan dalam satu kerangka analitis. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut melalui pendekatan Bibliometric-Systematic Literature Review (B-SLR) terhadap 59 artikel jurnal terindeks Scopus (2018–2026). VOSviewer digunakan untuk analisis ko-kemunculan kata kunci, sementara sintesis tematik diterapkan untuk mengintegrasikan temuan empiris. Hasil analisis mengidentifikasi empat klaster tematik dengan TikTok dan social media sebagai simpul sentral, serta autentisitas sebagai konstruk paling pervasif (45,8% artikel). Penilaian kualitas mengonfirmasi 84,7% artikel berada pada level tinggi dengan rata-rata skor 21,3/24. FOMO terbukti berfungsi sebagai mediator psikologis, bukan prediktor langsung terhadap intensi perilaku wisatawan, dengan moderasi nilai budaya kolektivisme. Autentisitas, khususnya dimensi existential dan perceived, secara konsisten memprediksi kepercayaan dan niat kunjungan wisatawan. Paparan konten SFV berkontribusi pada niat wisata berkelanjutan, meskipun kesenjangan niat-perilaku masih belum terpecahkan. Penelitian lanjutan perlu memprioritaskan desain longitudinal, studi lintas budaya, dan kerangka teoretis integratif.
Artikel ini mengkaji tantangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret yang terus meluas ke seluruh penjuru Indonesia. Ekspansi ini dianalisis sebagai ekspresi konkret kapitalisme neoliberal yang telah mengubah relasi ekonomi di tingkat lokal. Melalui pendekatan ekonomi-politik kritis dan studi literatur sistematis, penelitian ini mengkaji bagaimana neoliberalisme menciptakan persaingan yang tidak seimbang antara modal besar dan ekonomi rakyat, sekaligus menelusuri konsekuensi struktural bagi pedagang kecil dan mata pencaharian masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan ritel modern telah menghasilkan ketimpangan ekonomi struktural, menggeser kebiasaan konsumsi masyarakat, dan ditopang oleh kebijakan pemerintah yang cenderung berpihak pada investor besar. Di tengah kondisi tersebut, Ekonomi Kerakyatan yang berpijak pada Pasal 33 UUD 1945 menawarkan paradigma alternatif yang dibangun atas solidaritas, distribusi yang adil, dan kedaulatan ekonomi. Langkah-langkah praktis yang diusulkan mencakup revitalisasi koperasi, digitalisasi UMKM, kebijakan afirmatif berupa kuota produk lokal di ritel modern, serta regulasi daerah yang membatasi ekspansi minimarket. Kajian ini menyimpulkan bahwa kedaulatan ekonomi nasional bergantung pada perlindungan dan pemberdayaan nyata UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat yang berkeadilan sosial.
Perkembangan social commerce melalui TikTok Shop telah mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. content marketing dan electronic Word of Mouth (eWOM) dipandang sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan consumer engagement serta memengaruhi purchase decision pada lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh content marketing dan eWOM terhadap purchase decision melalui peran consumer engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 232 pengguna TikTok Shop yang pernah berinteraksi dengan produk skincare. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing dan eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer engagement dan purchase decision. Consumer engagement juga berpengaruh signifikan terhadap purchase decision serta mampu memediasi hubungan antara content marketing dan eWOM terhadap purchase decision. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan konsumen memiliki peran penting dalam memperkuat efektivitas strategi pemasaran digital. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan kualitas konten, pengelolaan ulasan digital, serta membangun interaksi yang berkelanjutan dengan konsumen.
Niat beli konsumen lokal di Kabupaten Buleleng terhadap produk kopi yang mengusung konsep ramah lingkungan di wilayah produksinya masih menjadi tantangan, salah satunya adalah produk Wanagiri Bali Coffee.
Penggelapan pajak merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengurangi penerimaan negara dan menghambat upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Perilaku penggelapan pajak dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya keadilan pajak, tarif pajak, dan sanksi pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keadilan pajak, tarif pajak dan sanksi pajak terhadap persepsi wajib pajak mengenai penggelapan pajak pada KPP Pratama Makassar Barat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Makassar Barat tahun 2024. Sampel sebanyak 100 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis statistik untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi wajib pajak mengenai penggelapan pajak. Sebaliknya, tarif pajak dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap persepsi wajib pajak mengenai penggelapan pajak. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penegakan hukum dan pengawasan perpajakan lebih dominan dalam membentuk persepsi wajib pajak dibandingkan keadilan pajak. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas sanksi dan penerapan tarif pajak yang proporsional perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
This study aims to determine whether the regression model used to explain the influence of work motivation, leadership style, and organizational culture on employee performance is statistically significant of the Harbormaster’s Office and the Makassar Main Port Authority. This study uses an associative quantitative approach. The population in this study were all employees of the Harbormaster’s Office and the Makassar Main Port Authority, with a sample of 72 respondents determined using the Slovin formula and sample selection was carried out using the purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis methods with the help of the SPSS version 26 application. The results showed that work motivation had a positive and significant effect on employee performance, Leadership style has a negative and insignificant effect on employee performance, and organizational culture has a negative and insignificant effect on employee performance.
The increasingly dynamic business environment requires organizations to strengthen innovation and organizational performance to sustain competitive advantage. Although Entrepreneurial Leadership has been widely recognized as a driver of innovation and performance, existing studies remain fragmented across theoretical perspectives, research methods, and organizational contexts. This study aims to synthesize the literature on the relationships among Entrepreneurial Leadership, Innovation, and Organizational Performance, identify research gaps, and propose future research directions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles published between 2020 and 2025 were retrieved from Google Scholar, Scopus, and Dimensions. After screening and quality assessment, 35 peer-reviewed articles were included and analyzed using thematic synthesis. The findings indicate that Entrepreneurial Leadership positively influences innovation and organizational performance, with Innovation Capability emerging as the primary mediating mechanism. Organizational Learning, Knowledge Sharing, and Dynamic Capability also strengthen this relationship. This study contributes by developing an integrative conceptual framework that synthesizes the relationships among Entrepreneurial Leadership, Innovation, and Organizational Performance, providing a foundation for future empirical research across diverse organizational contexts.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, leverage, dan kepemilikan manajerial terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan keuangan pada sektor transportasi pasca pandemi COVID-19 yang berpotensi memengaruhi kualitas pelaporan keuangan perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan dengan total 128 observasi penelitian. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress, leverage, dan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tekanan keuangan, tingkat utang, dan struktur kepemilikan perusahaan memengaruhi perilaku pelaporan keuangan perusahaan transportasi dalam menerapkan konservatisme akuntansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi investor, kreditur, dan manajemen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara lebih hati-hati dan transparan. Kata Kunci: financial distress, leverage, kepemilikan manajerial, konservatisme akuntansi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi minat beli ulang konsumen Generasi Z pada usaha kopi jalanan berdasarkan persepsi nilai dan kepuasan konsumen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori dan melibatkan responden Generasi Z yang pernah melakukan pembelian pada usaha kopi jalanan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Evaluasi model meliputi pengujian validitas dan reliabilitas konstruk, analisis model struktural, serta uji hipotesis melalui prosedur bootstrapping dengan 5.000 resampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang, demikian pula kepuasan konsumen yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Selain itu, kepuasan konsumen berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara persepsi nilai dan minat beli ulang. Nilai koefisien determinasi dan Q-square menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan dan relevansi prediktif yang baik. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan persepsi nilai dan kepuasan konsumen dalam meningkatkan minat beli ulang konsumen Generasi Z pada bisnis kopi jalanan.
*Fokus utama dari riset kuantitatif ini adalah untuk menguji dampak dari keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), kepuasan kerja (job satisfaction), dan budaya organisasi terhadap tingkat performa pegawai di lingkungan CV. Abdi Karya Sejati. Pengumpulan data dieksekusi dengan menyebarkan instrumen kuesioner kepada 45 pekerja, di mana penarikannya didasarkan pada metode purposive sampling dengan kriteria-kriteria spesifik. Hasil analisis data membuktikan bahwa performa karyawan dipengaruhi secara nyata, baik secara individual (parsial) maupun bersama-sama (simultan), oleh ketiga variabel bebas tersebut. Kesimpulan ini divalidasi oleh perolehan F-hitung di angka 30,987 yang diiringi tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05). Lebih lanjut, nilai koefisien determinasi (R²) mencapai 0,694, yang mengartikan bahwa 69,4% fluktuasi pada kinerja pegawai merupakan imbas dari ketiga prediktor utama tadi. Sementara itu, porsi sisanya sebesar 30,6% didorong oleh faktor eksternal di luar model riset. Berangkat dari temuan ini, peningkatan kualitas Job Satisfaction, Organizational Culture, serta Work-Life Balance menjadi langkah krusial untuk menggenjot produktivitas karyawan secara optimal di CV. Abdi Karya Sejati.*
The development of social media has changed the purchasing behavior of Generation Z, especially in the cosmetics industry, where purchasing decisions are increasingly influenced by digital marketing strategies, influencer recommendations, pricing, and communication between consumers. In the midst of increasingly fierce competition in the cosmetics industry, companies need to understand the factors that influence purchasing decisions in order to be able to develop more effective marketing strategies. This study aims to analyze the influence of viral marketing, beauty vloggers, price, and word of mouth on the purchase decision of Wardah products in Generation Z female students at STIEM Bongaya Makassar. The method used in this study is a quantitative approach with the type of descriptive research and explanatory survey. Data was collected through the distribution of questionnaires using the Likert scale to 86 respondents who were students of STIEM Bongaya Makassar with a simple random sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression with the help of validity, reliability, and classical assumption tests. The results of the study show that partially viral marketing, beauty vloggers, price, and word of mouth have a positive and significant effect on purchase decisions. Simultaneously, these four variables also have a significant influence on purchasing decisions. The variables of viral marketing and beauty vloggers play a role in increasing consumer interest and trust through digital media, while price is the main consideration in assessing product value, and word of mouth strengthens decisions through social recommendations. The conclusion of this study is that the combination of digital marketing strategies, influencer support, competitive prices, and communication between consumers is able to increase purchasing decisions for Wardah products among generation Z. This research is expected to contribute to the development of more effective marketing strategies in the digital era.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kendala operasional pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses pengambilan keputusan manajerial yang masih bersifat intuitif dan belum berbasis data. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh Business Intelligence (BI), yang mencakup dimensi kualitas data, kualitas sistem, dan kualitas informasi, terhadap kualitas pengambilan keputusan manajerial. Metode yang telah diterapkan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Data telah dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 57 responden pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis regresi linear berganda telah dilakukan dengan bantuan metode bootstrapping untuk menjamin validitas hasil di tengah pelanggaran asumsi klasik. Temuan penelitian telah menunjukkan bahwa dimensi BI secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan dengan nilai determinasi mencapai 96,1%. Secara parsial, hanya kualitas informasi yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan, sementara kualitas teknologi yang gabungan kualitas data dan kualitas sistem tidak menunjukkan dampak nyata. Implikasi dari hasil ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi BI pada UMKM lebih bergantung pada penyediaan informasi yang relevan dibandingkan sekadar investasi infrastruktur teknis. Kata kunci : analitik data, keputusan strategis, kualitas informasi, transformasi digital, UMKM.
Tiga celah utama mendasari urgensi penelitian ini bila dibandingkan dengan kajian-kajian sebelumnya mengenai employer branding. Ditinjau dari cakupan variabel, mayoritas studi terdahulu memperlakukan employer branding sebagai satu konstruk tunggal ketika diuji pengaruhnya terhadap intention to apply, tanpa mengurai kontribusi masing-masing dimensi di dalamnya (Kurniawan, 2018; Hapsara & Nugrahaningsih, 2024). Ditinjau dari cakupan wilayah dan populasi, sebagian besar rujukan membatasi objek kajian pada satu kampus atau kota tertentu misalnya Malang (Erlinda & Safitri, 2020), Surakarta (Nurfaizi & Ikhram, 2022), dan Karawang (Antika et al., 2025) atau bahkan berlokasi di luar Indonesia (Silva & Dias, 2022), sehingga perbandingan persepsi mahasiswa terutama di wilayah Kota Bandung yang lintas kampus dan lintas disiplin ilmu di dalam negeri masih jarang dieksplorasi. Ditinjau dari kelompok usia yang diteliti, rujukan utama yang menjadi model penelitian ini (Kurniawan, 2018) justru menyasar generasi Y pada industri e-commerce, padahal pola preferensi kerja Generasi Z terhadap sektor swasta memiliki karakteristik tersendiri yang belum banyak terungkap. Untuk merespons ketiga kesenjangan tersebut, studi ini mengkaji secara parsial pengaruh empat dimensi employer branding nilai ekonomi, nilai pengembangan, nilai sosial, dan nilai reputasi terhadap intention to apply pada mahasiswa Generasi Z di empat universitas unggulan Kota Bandung terkait minat mereka melamar ke perusahaan swasta berstatus PT dan Tbk. Berdasarkan temuan penelitian, penulis menegaskan bahwa employer branding berpengaruh terhadap minat melamar. Poin yang perlu disoroti adalah pengembangan employer branding dengan memperhatikan nilai pengembangan dan nilai ekonomi agar meningkatkan minat melamar mahasiswa Generasi Z terhadap perusahaan swasta.
Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh career development, perceived organizational support (POS), dan job satisfaction terhadap employee retention pada karyawan PT Cahaya Mandiri Abadi cabang Pati. Dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia, kemampuan perusahaan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten menjadi hal yang krusial untuk menjaga keberlanjutan organisasi dan menekan tingkat turnover. Pendekatan yang dipergunakan adalah kuantitatif melalui metode survei mempergunakan kuesioner yang didistribusikan terhadap 53 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics lewat tahap uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis. Temuan penelitian mengindikasikan, career development dan job satisfaction memengaruhi positif dan signifikan terhadap employee retention, sedangkan perceived organizational support (POS) tidak memengaruhi signifikan. Secara bersamaan, ketiga variabel independen tersebut tetap memengaruhi signifikan terhadap employee retention. Temuan studi mengindikasikan, upaya peningkatan retensi karyawan lebih efektif apabila perusahaan memperkuat sistem pengembangan karir dan menciptakan tingkat kepuasan kerja yang lebih baik bagi karyawan. Kata kunci: Career Development, Perceived Organizational Support, Job Satisfaction, Employee Retention
This study is motivated by the limited sustainability of student sports events, which often depend heavily on individual initiatives and face resource constraints. This research aims to explore founder strategies in achieving the sustainability of student sports events through a case study of the Kick on Futsal Championship in Surabaya. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving 10 informants, including the founder, core organizing team, partners/sponsors, and participant representatives. Data were analyzed thematically using the Entrepreneurial Strategy and Resource-Based View frameworks. The findings reveal four main strategies consistently identified by more than 80% of informants: (1) strengthening the founder’s entrepreneurial vision as the primary driver of sustainability, (2) leveraging social networks with schools and sports communities, (3) developing sponsorship partnerships as sources of funding and branding, and (4) optimizing digital media for promotion and participant expansion. Additionally, around 70% of informants emphasized the importance of team flexibility in managing organizational resources. Key challenges include financial limitations, dependency on the founder, and team coordination dynamics. Theoretically, this study contributes to the development of entrepreneurial strategy literature in the context of community-based student sports events. Practically, it provides strategic guidance for event organizers to achieve sustainability through the integration of vision, networks, and adaptive resource management.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, kompensasi, dan produktivitas kerja terhadap kinerja karyawan pada industri konveksi CV. Zam-Zam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Populasi penelitian adalah seluruh karyawan CV.Zam-Zam yang berjumlah 75 orang dengan teknik sampling jenuh (census sampling). Sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan kompensasi dan produktivitas kerja berpengaruh positif dan signfikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, produktivitas kerja terbukti berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan pada industri konveksi. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu memperkuat sistem kompensasi yang transparan serta meningkatkan produktivitas kerja melalui keterampilan dan perbaikan sistem kerja guna meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Investor maupun bank harus mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Hal ini menjadi perhatian utama bagi perbankan di Indonesia, bahkan dengan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio) yang tinggi. Oleh karena itu, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian lebih mendalam, dimulai dengan kajian terhadap Rasio Kecukupan Modal. Seorang peneliti telah membahas isu ini dalam sebuah makalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis populasi 47 perusahaan perbankan, dengan metode purposive sampling untuk memilih 5 perusahaan berdasarkan kriteria tertentu. Pendekatan penelitian melibatkan analisis rasio keuangan dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (Firm Size) memiliki pengaruh signifikan sebesar 0,0440 terhadap kapitalisasi pasar, sementara variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan temuan penelitian, penulis menegaskan bahwa kenaikan kapitalisasi pasar berkorelasi dengan ekspansi ukuran perusahaan. Hal ini menyoroti pentingnya ukuran perusahaan bagi investor ketika mempertimbangkan investasi saham.