
Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia yang antara lain disebabkan oleh kurangnya asupan kalsium yang berperan penting dalam pertumbuhan tinggi badan anak. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pangan yang dapat meningkatkan asupan kalsium pada mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cemilan sehat tinggi kalsium berbahan teri nasi dalam bentuk peyek serta mengetahui tingkat penerimaan panelis melalui uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peyek teri nasi disukai dengan skor hedonik 3,73–4,47 (skala 1–5). Peyek teri nasi memiliki tingkat penerimaan yang sangat baik pada warna, aroma, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Peyek teri nasi berpotensi dikembangkan sebagai snack tinggi kalsium berbasis pangan lokal. Pada masa yang akan datang diperlukan optimalisasi formulasi aspek rasa untuk menciptakan varian baru peyek teri nasi.
Patient identification is part of patient safety standards that must be implemented by healthcare workers in providing care in hospitals. Nurses and midwives are healthcare professionals who observe and deliver services 24 hours a day. Knowledge, attitude, and motivation influence patient identification practices. This study aims to describe knowledge, attitudes, motivation, and patient identification practices in the inpatient wards of RSPI Sulianti Saroso during the period of October–November 2024. This was a descriptive study with a cross-sectional design involving 150 nurses, midwives, and head nurses using purposive sampling. The instrument used was a valid and reliable research questionnaire X. Descriptive statistical analysis was presented in frequencies (n) and proportions (%). Most nurses and midwives had good knowledge, attitudes, and motivation, and head nurses stated that all nurses/midwives performed well in patient identification. However, many still showed misconceptions in shift-to-shift communication, hand hygiene, fall risk assessment, and family education. The study recommends that hospitals improve patient safety through reporting technology and educational media.
Prestasi akademik merupakan indikator keberhasilan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kuantitas tidur dan sleep hygiene. Durasi tidur yang kurang serta sleep hygiene yang buruk dapat menurunkan konsentrasi belajar, mengganggu memori dan fungsi kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan sleep hygiene dan kuantitas tidur dengan prestasi akademik siswa SMA. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang dilakukan pada 151 siswa kelas X SMAN 78 Jakarta yang dipilih secara random sampling pada bulan Februari 2024. Sleep hygiene diukur menggunakan Sleep Hygiene Index (SHI) sedangkan prestasi akademik dinilai berdasarkan Indeks Prestasi (IP) rapor tengah semester genap tahun ajaran 2023/2024. Lama waktu tidur diperoleh dari isian siswa. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 65,6% siswa memiliki praktik sleep hygiene sedang dan 73,5%-nya mengalami kuantitas tidur yang buruk. Prestasi akademik pada kategori cukup sebanyak 51,7% siswa. Uji Chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara sleep hygiene dan prestasi akademik (p=0,003), serta kuantitas tidur dan prestasi akademik (p=0,000). Disimpulkan bahwa sleep hygiene dan kuantitas tidur berhubungan bermakna dengan prestasi akademik pada siswa SMAN 78 Jakarta.
Introduction: Hypertension is one of the non-communicable diseases commonly found in the elderly. The high prevalence of hypertension among older adults is influenced by factors such as age, lifestyle, and stress levels, thereby encouraging the development of non-pharmacological interventions, including finger-holding therapy and deep breathing exercises. Objective: To determine the effect of finger-holding therapy and deep breathing on blood pressure among elderly individuals in Dusun II Suko, Cawas District, Klaten Regency, Central Jawa. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group involving 72 respondents (36 in the intervention group and 36 in the control group), selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The intervention group received therapy for 16 days (6 sessions), while the control group received standard therapy. Data were collected using questionnaires, blood pressure measurements, and observations (pretest-posttest), and analyzed using non-parametric tests due to non-normal data distribution (Shapiro-Wilk p < 0.05), with the Wilcoxon test used to assess the effect. Results: Finger-holding therapy and deep breathing were effective in reducing blood pressure, as indicated by a decrease in the intervention group (138.72 to 89.44 mmHg) and an increase in the control group (87.37 to 158.03 mmHg). For systolic pressure, the mean rank ranged from 31.46 to 35.82 with p = 0.000 (significant), while for diastolic pressure, the mean rank ranged from 34.33 to 26.13 with p = 0.175 (not significant). Conclusion: Finger-holding therapy and deep breathing are effective in reducing blood pressure in the elderly, particularly systolic pressure, through relaxation of the autonomic nervous system. These interventions have the potential to be widely applied as a basis for developing non-pharmacological therapies for hypertension.
Masa remaja merupakan masa mencari jati diri, pengaruh dari lingkungan sosial dapat mermpengaruhi penilaian citra tubuh. Persepsi negatif citra tubuh akan mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan mental yang pada akhirnya akan berdampak pada status gizi siswa SMA. Penelitian ini dilakukan di lima SMA Negeri di Kota Pontianak dengan melibatkan 284 Siswa pada bulan September 2024. Pengumpulan data dengan melakukan penilaian IMT, kuesioner BSQ-34. WHOQOL-Brief, dan DASS. Uji hubungan menggunakan Pearson Chi-Square. Siswa SMAN memiliki penilaian citra tubuh positif dengan status gizi normal. Kualitas hidup paling baik pada domain kesehatan fisik dan lingkungan. Status gizi berhubungan dengan citra tubuh (p=0.000). Citra tubuh berhubungan dengan depresi (p=0.000) dan kecemasan (p=0.000), selain itu juga berhubungan dengan domain kesehatan fisik (p=0.006) dan psikologis (p=0.008). Penerapan olahraga dan pemberian terapi perubahan cara berpikir dapat meningkatkan penilaian positif citra tubuh yang mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup dan pada akhirnya berhubungan dengan status gizi siswa SMA.
Kejadian keputihan wanita Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKKRI) terus mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2021. Keputihan dapat disebabkan oleh personal hygiene yang kurang baik serta kondisi stres yang akan memengaruhi kerja hormon di dalam tubuh wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku personal hygiene dan tingkat stres dengan kejadian keputihan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di SMK N 6 Padang pada bulan Maret 2025 hingga September 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 278 remaja putri yang diambil menggunakan teknik proportional stratified sampling. Pengolahan data di analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku personal hygiene yang baik (50,0%), tingkat stres sedang (83,5%) dan mengalami keputihan patologis (24,8%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri (p = 0,001) serta ada hubungan tingkat stres dengan kejadian keputihan pada remaja putri (p = 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara perilaku personal hygiene dan tingkat stres dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMK N 6 Padang. Disarankan kepada remaja putri agar dapat mempertahankan perilaku personal hygiene yang baik dan senantiasa menjaga kebersihan diri serta mengelola stres dengan baik.
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut anak prasekolah merupakan bagian penting dari tumbuh kembang, namun masih sering terabaikan. Persepsi orang tua menjadi faktor yang memengaruhi perilaku perawatan gigi anak, termasuk keputusan membawa anak ke dokter gigi. Tujuan: Mengetahui pengaruh persepsi orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut anak terhadap tingkat kunjungan anak ke dokter gigi di TK ABA AL-Hikmah Desa Donotirto. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 141 orang tua/wali murid yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai persepsi orang tua dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Terdapat pengaruh signifikan antara persepsi orang tua dan kunjungan anak ke dokter gigi dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Persepsi orang tua berpengaruh signifikan terhadap kunjungan anak ke dokter gigi. Orang tua dengan persepsi positif lebih cenderung membawa anak untuk pemeriksaan gigi secara rutin. Kata Kunci: persepsi orang tua, kesehatan gigi dan mulut anak, kunjungan dokter gigi, prasekolah.
Persepsi konsumen memainkan peran penting dalam menentukan keputusan pembelian makanan, terutama dalam menilai kualitas, harga, dan aspek hygiene sanitasi makanan. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dan minat konsumen dalam memilih serta mengonsumsi makanan di suatu tempat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi konsumen terkait kualitas, harga dan hygiene sanitasi makanan terhadap keputusan pembelian makanan di area Kambang Iwak Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi konsumen terkait kualitas, harga, dan hygiene sanitasi makanan dengan keputusan pembelian makanan di area Kambang Iwak Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional dan melibatkan 95 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sementara analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman menggunakan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas (p=0,025), harga (p=0,001), dan persepsi hygiene sanitasi makanan (p=0,000) terhadap keputusan pembelian makanan. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat (ρ=-0,780) namun bersifat berlawanan arah antara persepsi hygiene sanitasi makanan dan keputusan pembelian makanan. Dengan kata lain, semakin positif persepsi konsumen terhadap hygiene dan sanitasi makanan, semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian ulang, bahkan berpotensi untuk tidak membeli lagi. Saran penelitian ini sebaiknya konsumen lebih memperhatikan aspek hygiene dan sanitasi makanan sebelum melakukan pembelian.
Standar dan performasi fasilitas fisik merupakan elemen penting dalam pelayanan rumah sakit. Standar ini diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit. Evaluasi terhadap fasilitas yang digunakan dikenal dengan istilah Evaluasi Pasca Huni (EPH). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan membandingkan kondisi lapangan dan standar yang ditetapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mix method) dengan desain explanatory sequential . Populasi terdiri dari pengguna eksternal dan internal, dengan pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling (eksternal) dan simple random sampling (internal). Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui metode deskriptif dan observasional, dilanjutkan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan standar ruang IGD RS 'Aisyiyah Pariaman baru mencapai 50%, dan pemenuhan jenis ruangan hanya 29%, masih jauh dari standar yang ditetapkan. Penilaian performasi IGD dari pengguna eksternal dan internal menunjukkan hasil kurang memuaskan. Aspek terendah menurut pengguna eksternal adalah keamanan (skor 2,087), sedangkan menurut pengguna internal adalah kemudahan (skor 2,000). Terdapat hubungan signifikan antara pemenuhan standar dan aspek fisik IGD. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi IGD sesuai regulasi dan peningkatan aspek keamanan serta kemudahan layanan.
Anemia merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak yang besar bagi remaja putri. Prevalensi anemia pada perempuan usia ≥15 tahun di dunia masih stagnan pada angka 29,9%. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Model edukasi Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) merupakan salah satu model edukasi yang dinilai dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang anemia model PAKEM terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di SMK Negeri 2 Padang. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Oktober 2025 terhadap 74 remaja putri yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi, menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan minum obat MMAS-8. Data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05 Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dari didominasi kategori cukup 48,6% menjadi kategori baik 73.0%. Kepatuhan konsumsi TTD meningkat dari didominasi kategori rendah 64,9% menjadi kategori sedang 43,2%, setelah diberikan edukasi model PAKEM. Uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan (p=0,001) dan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,008) antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan edukasi model PAKEM. Kesimpulan penelitian yaitu edukasi tentang anemia model PAKEM efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD di sekolah.
Layanan fisioterapi berperan penting dalam proses penyembuhan dan rehabilitasi pasien yang mengalami gangguan fungsi gerak akibat cedera, penyakit, atau pascaoperasi. Namun, di Kota Pekanbaru, informasi mengenai lokasi, jenis layanan, dan jadwal praktik fisioterapis masih terbatas, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh layanan sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi berbasis aplikasi mobile Android untuk mempermudah masyarakat mencari informasi layanan fisioterapi di Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah prototyping, yang melibatkan interaksi langsung antara pengembang dan pengguna melalui proses umpan balik berulang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan penyedia layanan fisioterapi, serta studi literatur, kemudian diolah dan disusun dalam basis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SiTerapi memiliki fitur utama berupa pencarian lokasi klinik, poliklinik, dan layanan homecare fisioterapi berbasis Google Maps dengan fitur radius jarak. Berdasarkan hasil uji fungsi dan uji kelayakan, aplikasi dinyatakan berjalan dengan baik dan layak digunakan sebagai media informasi layanan fisioterapi di Pekanbaru. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi masyarakat dalam memperoleh layanan fisioterapi sesuai kebutuhan.
Kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu ukuran yang menentukan derajat kesehatan masyarakat pada suatu negara, pembahasan seputar kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak erat pada kehidupan sehari-hari kader yang seringkali berinteraksi dengan ibu-ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kader terhadap kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Terdapat 312 responden pada penelitian ini, dengan desain penelitian one group pre-test post-test design, analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dilakukan pada penelitian ini. Mayoritas responden (86,6%) berada pada usia dewasa, serta 76,64% responden berpendidikan menengah. Setelah diberikan paparan, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 69,37%, hasil dari uji wilcoxon menunjukan bahwa P-value 0,000 (< 0,05) dan terdapat perbedaan nilai pre-test dan post-test, yang artinya ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak pada kader kesehatan di Kelurahan Tugu. Dengan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak pada kader diharapkan para kader dapat menyebarkan informasi edukasi tersebut kepada masyarakat di lokasi tempat wilayah masing-masing.
Nyeri punggung bawah ialah keluhan yang kerap ibu hamil trimester ketiga alami sebab perubahan biomekanik saat kehamilan berlangsung dan bisa menjadikan aktivitas sehari-hari terganggu. Studi ini bermaksud guna menilai efektivitas pijat effleurage guna meminimalisir nyeri punggung bawah di ibu hamil trimester ketiga. Metode studi mempergunakan literature review terhadap empat artikel dari jurnal internasional dan nasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025. Pencarian artikel dilakukan melalui Wiley Online Library, Google Scholar, dan Sage Journals dengan kata kunci “Effleurage Massage”, “Back Pain”, dan “Pregnant”. Dari 2.322 artikel yang ditemukan, diseleksi berdasar kriteria eksklusi dan inklusi hingga diperoleh empat artikel yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pijat effleurage efektif, aman, dan mudah diterapkan guna meminimalisir nyeri punggung bawah di ibu hamil trimester ketiga. Oleh sebabnya, pijat effleurage disarankan selaku intervensi non-farmakologis pada pelayanan antenatal care oleh bidan.
Terapi musik ialah pendekatan non-farmakologis yang efektif dalam mengurangi kecemasan dan ketidaknyamanan selama kehamilan. Terapi ini dilakukan secara terstruktur oleh terapis profesional dengan tujuan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil. Terapi musik dapat dilakukan secara aktif, seperti bernyanyi atau bermain musik, maupun secara pasif dengan mendengarkan musik, termasuk musik klasik. Penelitian ini menggunakan tiga basis data, yaitu PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Artikel yang dikaji dipublikasikan pada periode 2021–2025 dan diakses pada 10–28 Mei 2025 menggunakan kata kunci “Musik Klasik”, “Anxiety”, dan “Hamil”. Dari 1.108 artikel yang ditemukan, empat artikel dipilih berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi. Temuan kajian menunjukkan bahwasannya terapi musik klasik efektif menurunkan kecemasan dan stres pada wanita hamil. Oleh sebabnya, terapi musik klasik direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan prenatal holistik dan non-farmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu hamil.
Remaja ialah masa peralihan yang dicirikan perubahan fisik dan hormonal, termasuk pematangan sistem reproduksi. Salah satu masalah kesehatan yang banyak remaja putri alami adalah dismenorea yang dapat mengganggu kegiatan belajar dan kualitas hidup. Studi ini bermaksud menganalisis efek senam ergonomik pada penurunan nyeri dismenorea pada remaja putri di SMPN 11 Samarinda. Studi mempergunakan desain quasi-experiment pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri umur 12–15 tahun yang menderita dismenorea, dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok intervensi diberi senam ergonomik dan senam dismenorea, di sisi lain, kelompok kontrol diberi senam dismenorea. Pengukuran nyeri mempergunakan Visual Analogue Scale sebelum dan pasca intervensi. Analisis data mempergunakan Mann-Whitney U Test dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan studi memperlihatkan penurunan nyeri dismenorea yang signifikan di kedua kelompok dengan p < 0,05, beserta penurunan nyeri yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok intervensi. Simpulan penelitian: senam ergonomik menurunkan nyeri dismenorea.
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bertujuan untuk melindungi anak terhadap penyakit Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) pada usia anak sekolah. Capaian imunisasi BIAS di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru hanya sekitar 18% (BIAS MR), dan terendah 6,3% (BIAS DT-2) merupakan capaian terendah di kota Pekanbaru. Keberhasilan dari implementasi kebijakan program BIAS ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2025 dengan jumlah informan sebanyak 14 orang. Variabel penelitian meliputi komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, lingkungan, serta standar dan sasaran kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi belum optimal meski program berjalan, pelaksanaan teknis baik didukung sarana memadai dan tenaga profesional, serta sikap petugas mempengaruhi kepercayaan orang tua. Program melibatkan Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, sekolah, dan tokoh masyarakat, namun partisipasi masih rendah karena faktor sosial, budaya, dan hoaks. Meski ada SOP jelas, target vaksinasi belum tercapai selama tiga tahun terakhir.
Jika tidak ditangani, postpartum blues dapat menyebabkan depresi dalam dua minggu pertama setelah melahirkan. Di Indonesia, postpartum blues masih umum terjadi, dan upaya pencegahan berbasis keluarga masih belum lengkap. Penelitian ini mengkaji bagaimana Komunikasi, Informasi, dan Pendidikan (IEC) serta dukungan pasangan dapat mengurangi postpartum blues pada wanita pascapersalinan. Penelitian ini memakai desain kuantitatif pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 30 wanita pascapersalinan dalam kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat KIE dan dukungan suami, sedangkan kelompok kontrol mendapat perawatan standar penelitian ini dilaksanakan di PMB Puji Handayani, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil menunjukkan penurunan skor postpartum blues lebih besar pada kelompok intervensi. KIE yang disertai dukungan suami efektif dalam menurunkan gejala postpartum blues seperti dukungan emosional, instrumental (bantuan tugas rumah/merawat bayi), dan informasional dari pasangan meningkatkan kapasitas koping ibu, mengurangi stres perawatan, serta mempercepat pemulihan psikologis dan disarankan untuk diterapkan dalam pelayanan kebidanan.
Gangguan tidur setelah melahirkan dapat mengganggu pemulihan ibu karena perubahan hormonal, kelelahan, dan stres psikologis. Aromaterapi batimung dan lavender akan diuji pengaruhnya terhadap tidur ibu pasca melahirkan. Penelitian kuasi-eksperimental ini membagi 30 ibu pasca melahirkan ke dalam kelompok intervensi dan kontrol menggunakan seleksi bertujuan dan teknik kelompok kontrol pra-uji-pasca-uji. Kelompok intervensi mendapatkan perawatan batimung dan aromaterapi lavender selama enam hari, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima lavender. Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI) dan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann-Whitney digunakan untuk memeriksa kualitas tidur. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas tidur (p < 0,001), dengan kelompok intervensi memiliki skor PSQI yang jauh lebih rendah (p = 0,003). Aromaterapi batimung dan lavender meningkatkan kualitas tidur ibu pasca melahirkan secara lebih efektif dan dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis dalam perawatan obstetri.
Masa remaja merupakan fase transisi yang membuat remaja putri rentan terhadap masalah kesehatan, khususnya kebersihan diri ketika menstruasi. Kurangnya pengetahuan serta sikap personal hygiene dapat meningkatkan risiko infeksi seperti infeksi saluran reproduksi,vaginitis,kandidiasis,dan infeksi yang lainnya. Studi ini bermaksud mengetahui keefektivan video edukasi dalam menjadikan pengetahuan dan sikap personal hygiene remaja putri meningkat. Studi ini mempergunakan design quasi-eksperimen mempergunakan two group pretest–posttest pada 30 siswi SMP Negeri 11 Samarinda yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok video edukasi dan PowerPoint. Data dihimpun dari kuesioner pra dan pasca intervensi serta dianalisis mempergunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann-Whitney U. Temuan memperlihatkan peningkatan signifikan pengetahuan dan sikap pada kelompok video edukasi (p < 0,001). Video edukasi lebih efektif dan direkomendasikan sebagai media pembelajaran kesehatan reproduksi remaja.
Kompres hangat ialah salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif guna meminimalisir ketidaknyamanan saat kehamilan, khususnya nyeri punggung bawah yang kerap ibu hamil trimester ketiga alami. Nyeri punggung bawah yang tidak diatasi secara baik bisa menjadikan kegiatan sehari-hari terganggu, seperti berdiri, duduk, maupun berpindah posisi, terutama apabila nyeri menjalar ke area pelvis dan lumbar, Dampak ekstrem yang dapat terjadi apabila nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester ketiga tidak ditangani dengan baik adalah terganggunya mobilitas, peningkatan stres dan kelelahan, serta potensi persalinan yang lebih lama. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan kebutuhan intervensi medis. Oleh karena itu, penanganan seperti kompres hangat penting dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih berat. Oleh sebabnya, dibutuhkan penanganan yang mudah dan aman diterapkan selama kehamilan. Salah satu metode yang direkomendasikan ialah kompres hangat, yang bekerja dengan menjadikan sirkulasi darah meningkat, menjadikan ketegangan otot berkurang, serta memberi efek relaksasi sehingga mampu menurunkan intensitas nyeri. Studi ini bertujuan guna mengevaluasi efektivitas kompres hangat guna meminimalisir nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester ketiga. Metode yang dipergunakan ialah tinjauan pustaka melalui menelaah empat artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2025 yang membahas kompres hangat pada nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III dan tersedia full text. Artikel diperoleh melalui basis data ResearchGate, Crossref, dan Google Scholar, kemudian diseleksi berdasarkan judul, abstrak, dan isi hingga diperoleh empat artikel yang sesuai. Hasil telaah menunjukkan bahwasannya kompres hangat teruji efektif guna meminimalisir nyeri punggung di ibu hamil trimester ketiga. Dengan demikian, kompres hangat bisa disarankan selaku salah satu intervensi non-farmakologis dalam pelayanan antenatal care.