
Fenomena penggunaan Artificial Intelligence (AI) khususnya Chat Generative Pre-trained Transformer (ChatGPT) di kalangan mahasiswa pascasarjana semakin masif, namun dampaknya terhadap kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah masih menjadi perdebatan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan ChatGPT dan keaktifan akademik terhadap produktivitas publikasi ilmiah mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam di Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan dari 66 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menyingkap sebuah paradoks digital, di mana pemanfaatan ChatGPT berpengaruh signifikan namun negatif terhadap produktivitas publikasi (Sig. 0,017; koefisien -0,423). Hal ini mengindikasikan bahwa ketergantungan teknologi tanpa filtrasi mereduksi orisinalitas riset. Sebaliknya, keaktifan akademik berpengaruh positif signifikan (Sig. 0,001; koefisien 0,649) dan menjadi determinan utama keberhasilan akademik. Secara simultan, kedua variabel berkontribusi sebesar 17,8% terhadap produktivitas. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tingginya adopsi teknologi AI harus diimbangi dengan integritas akademik dan prinsip muraqabah (pengawasan diri) agar tidak terjebak dalam kemalasan kognitif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi etis penggunaan AI di perguruan tinggi untuk menjaga mutu karya ilmiah.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki proses pembelajaran mendalam yang ditinjau dalam kerangka model konstruktivisme pada pendidikan dengan melakukan tinjauan pustaka yang sistematis. Terdapat 15 dari 150 naskah yang berhasil dievaluasi dan memerlukan analisis lebih lanjut. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam dapat meningkatkan kualitas pemrosesan informasi dengan mengikuti proses kognitif hierarkis pada Taksonomi SOLO yang dinyatakan pada landasan konsep pada teori pendekatan pembelajaran mendalam. Partisipasi dalam proyek dunia nyata yang mengharuskan siswa untuk berkolaborasi meningkatkan keterlibatan dan kemampuan untuk menciptakan pengetahuan yang bermakna di kelas konstruktivisme. Metakognisi, pengaturan diri, dan introspeksi adalah komponen internal yang memastikan pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan ini menghasilkan produk pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian murid. Temuan ini menyoroti pentingnya menggabungkan konstruktivisme dengan pembelajaran mendalam untuk merancang ruang belajar yang mendorong siswa untuk memahami ide-ide kompleks dan memperoleh keterampilan modern. Tidak hanya demikian, namun secara esensial proses ini mengharapkan daya berpikir logis serta generasi pembelajar yang bersifat kontemporer.
Studi ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran kartu flash audio visual untuk mengatasi keterbatasan bahasa pada anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD). Penelitian ini menunjukkan bahwa media yang dibuat valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif pada anak-anak dengan ASD. Penelitian menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subyek penelitian dua orang guru dan tujuh murid di Kota Dumai. Pada uji coba terbatas dilaksanakan oleh dua guru dan dua murid. Sedangkan uji efektifitas dilakukan oleh 5 orang guru dan tujuh orang murid. Penilaian kelayakan dilakukan oleh dua orang ahli materi, satu orang ahli media serta dua guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, kuesioner, dan penilaian kinerja dengan analisis data deskriptif rata-rata (mean) dan keefektifan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil penelitian produk media pembelajaran flash card audio visual yang dihasilkan adalah produk perangkat keras untuk pembelajaran bahasa ekspresif murid autis. Media dinyatakan layak dari segi materi dengan rata-rata penilaian kelayakan yaitu 4,96 kategori sangat layak. Media dinyatakan layak dari segi uji kepraktisan dengan rata-rata penilaian kelayakan yaitu 4,96 kategori sangat layak. Media pembelajaran kartu flash audio visual menunjukkan efektivitas yang signifikan, menghasilkan peningkatan hasil belajar sebesar 12,43%.
This study aims to analyze various factors that influence reading comprehension skills in elementary school students in grades 3-6, and to test interventions that can be implemented to improve reading comprehension skills in elementary school students in grades 3-6. This study uses a systematic literature review method. 297 articles were found through searches on Scopus and Semantic Scholar using Publish or Perish software. Subsequently, article screening was carried out according to the research question provisions, resulting in 20 articles which were then analyzed. The results of the article analysis show that there are internal and external factors that affect students' reading comprehension abilities. Internal factors include anxiety, student gender, and student learning motivation. External factors are the student's environment which is closely related to vocabulary acquisition. Several interventions include appropriate strategies and approaches for reading comprehension abilities. The findings of factors and interventions in students' reading comprehension abilities provide a good overview for teachers to improve students' understanding when reading. Further research can be more focused on reviewing the suitability between appropriate interventions and factors that influence students' reading comprehension abilities.
Pendidikan inklusi merupakan upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Meskipun telah didukung oleh berbagai kebijakan dan regulasi, implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan guru pendamping khusus, kesiapan guru dalam pembelajaran inklusif, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendampingan siswa, kesiapan guru, penyiapan materi pembelajaran, serta ketersediaan sarana dan prasarana dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di dua sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), tenaga kependidikan, orang tua anak berkebutuhan khusus, dan orang tua siswa reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan siswa dilakukan melalui pembelajaran bersama di kelas reguler oleh guru kelas dan GPK serta layanan pull-out di ruang inklusi. Penyiapan materi pembelajaran dilakukan melalui penyusunan modul ajar berdiferensiasi sesuai Kurikulum Merdeka. Keberhasilan pendidikan inklusif dipengaruhi oleh dukungan Unit Layanan Disabilitas, ketersediaan GPK, kolaborasi warga sekolah, kemitraan eksternal, serta kecukupan sarana dan prasarana.
Penerapan model konvensioanal dapat memberikan dampak terhadap rendahnya literasi peserta didik, sehingga berpengaruh pada hasil belajar geografi yang lemah. Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Nearpod dapat menjadi solusi sebab kegiatan pembelajarannya mengarah pada proses analisis, diskusi, dan pengembangan argumentasi yang didukung dengan menggunakan teknologi digital sesuai dengan standar kurukulum merdeka saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk megevaluasi efektivitas penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan dukungan Nearpod pada kemampuan hasil belajar geografi peserta didik di kelas X SMA Kecamatan Pontianak Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif metode quasi-eksperimental dan menerapkan post-test only control group design. Berdasarkan hasil pengolahan data pada nilai posttest melalui uji independent sample T-test variable hasil belajar geografi peserta didik kelas X SMA Kristen Immanuel Pontianak, keduanya memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan Nearpod terbukti memiliki dampak signifikan pada hasil belajar peserta didik kelas X SMA Kristen Immanuel Pontianak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran technopreneur, marketing, dan linkunngan sosial terhadap entrepreneurial intention melalui inkubasi bisnis pada siswa SMK di Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pedekatan kuantitatif dengan desain penelitian explanatory research. Pada penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 180 siswa yang terdiri dari kelas XI dan XII keahlian tata busana yang berada di empat sekolah SMK di Kabipaten Lamongan. Pada penelitian ini menggunakan analisis data Partial LeastSquare Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inkubasi bisnis sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap entrepreneurial intention. Lingkungan sosial dan marketing juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap inkubasi bisnis. Namun, pembelajaran technopreneur dan marketing tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap entrepreneurial intention. Pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa inkubasi bisnis mampu memediasi pengaruh lingkungan sosial dan marketing terhadap entrepreneurial intention, tetapi tidak mampu memediasi pengaruh pembelajaran technopreneur. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman kewirausahaan nyata melalui program inkubasi bisnis memiliki peran strategis dalam membentuk niat berwirausaha siswa SMK. Oleh karena itu, penguatan pembelajaran kewirausahaan perlu diarahkan pada pendekatan berbasis pengalaman yang terintegrasi dengan inkubasi bisnis agar mampu meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa secara berkelanjutan.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui keefektifan penerapan analisis video gerak harmonic sederhana menggunakan tracker terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, (2) Mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan Tracker dan pembelajaran konvensional, (3) Mengetahui respon peserta didik terhadap penerapan pembelajaran berbasis Tracker. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (quasi experiment) dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta pada peserta didik kelas VIII dengan jumlah sampel sebanyak 72 peserta didik yang terdiri atas 36 peserta didik pada kelas eksperimen dan 36 peserta didik pada kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan berpikir kritis, angket respon peserta didik, dan observasi pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan normalized gain (N-gain) dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon serta Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai N-gain kelas eksperimen sebesar 0,654 dengan kategori sedang menuju tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,314 dengan kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkan pembelajaran berbasis Tracker. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil angket respon peserta didik menunjukkan persentase skor rata-rata sebesar 81,36% dengan respon positif terhadap penggunaan Tracker. Dengan demikian, pembelajaran berbasis analisis video gerak harmonik sederhana menggunakan Tracker efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA SMP.
Religious tolerance has become a strategic priority in education within plural societies, as schools play a crucial role in shaping civic dispositions that support peaceful coexistence. Islamic Religious Education (IRE) is widely regarded as a key instrument for fostering religious moderation (wasathiyah), tolerance, and pluralism through curriculum content, pedagogical approaches, teacher roles, and institutional culture. However, its effectiveness faces growing challenges due to the expansion of digital religious authority and online narratives that can both reinforce and polarize Islamic interpretations. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) of Scopus-indexed journal articles published between 2016 and 2026, focusing on IRE, tolerance, moderation, pluralism, and school contexts. The findings reveal that tolerance formation is most effective when moderation values are framed contextually and multidimensionally, implemented through active dialogical pedagogy, and supported by the integration of intracurricular and extracurricular activities, teacher capacity, and school leadership. In contrast, top-down and text-based moderation approaches tend to produce superficial internalization due to weak instructional design, limited teacher readiness, and institutional orthodoxy. The review also identifies a significant gap, namely the limited research examining the interaction between students’ digital religious exposure and classroom learning. As a contribution, this article proposes Digital Religious Moderation Pedagogy (DRMP) as an integrative framework to strengthen religious tolerance in secondary education.
Pembelajaran Fiqih di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sering menghadapi tantangan rendahnya keaktifan belajar peserta didik akibat dominasi metode ceramah dan pendekatan satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode game dalam pembelajaran Fiqih serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan keaktifan belajar peserta didik di SMPN 1 Telukjambe Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode game seperti Card Sort, Teams Games Tournament (TGT), Wordwall, dan Quizizz mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik secara signifikan, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, ketersediaan fasilitas digital, serta antusiasme peserta didik. Adapun hambatan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan variasi kemampuan akademik peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan metode game sebagai alternatif strategis dalam pembelajaran Fiqih di SMP untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.
Transformasi pendidikan modern telah memengaruhi pola relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Dominasi orientasi akademik, administratif, dan pencapaian kognitif menyebabkan hubungan pendidikan semakin bersifat formal dan teknis, sementara dimensi moral dan spiritual mengalami pelemahan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya nilai adab, keteladanan, serta kedekatan etis antara guru dan murid dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran nilai sufistik dalam penguatan relasi guru–murid pada pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan melalui analisis konseptual terhadap literatur pendidikan Islam, tasawuf, dan relasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sufistik seperti adab, keikhlasan, keteladanan, tanggung jawab moral, dan pembinaan spiritual memiliki kontribusi penting dalam membangun relasi pendidikan yang humanis dan transformatif. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan alternatif dalam memperkuat hubungan guru–murid di tengah tantangan pendidikan modern yang cenderung pragmatis dan berorientasi material. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi dimensi moral dan spiritual dalam praktik pendidikan Islam guna membentuk relasi pendidikan yang lebih holistik dan berkarakter.
Persistent changes plague accounting as a subject because of shifts in the discipline originating from the developments in the profession. This study focuses on teachers' experiences in teaching accounting during curriculum change. It adopts an interpretive qualitative case study design to thoroughly understand accounting teachers' experiences. Semi-structured interviews with nine purposefully chosen accounting teachers from six schools and reflective journals were used to collect data. The findings indicated that Accounting teachers often struggle to teach new content as learners lack the adequate background knowledge to learn Accounting in succeeding grades. The unique language of the subject, shortage of textbooks and insufficient assessment activities in the textbooks constrained the teaching of Accounting. In addition, school management and Accounting specialists were found wanting in terms of the support offered to teachers and providing regular advisory services because of insufficient knowledge of the subject and inadequate supervision skills. The study recommended that heads of departments should be fully trained on curriculum changes in their subjects to provide guidance and supervise teachers under their leadership. On-going support should be provided by school subject advisors to assist teachers with challenging topics and teaching strategies.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan dalam tindak tutur penolakan siswa terhadap guru di SMA Negeri 2 Wates melalui kajian sosiopragmatik. Urgensi penelitian ini didasarkan pada adanya asimetri relasi kuasa yang kental antara guru dan siswa di lingkungan sekolah yang berpotensi memicu konflik interpersonal saat terjadi penolakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan korpus data berupa 25 data tuturan penolakan autentik siswa yang diperoleh melalui teknik catat berdasarkan hasil observasi spontan di lingkungan sekolah. Data dianalisis secara tekstual dan kontekstual menggunakan klasifikasi strategi penolakan Al-Sallal serta teori kesantunan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penolakan tidak langsung sangat mendominasi interaksi komunikasi siswa dan guru dengan persentase sebesar 96% atau sebanyak 24 tuturan. Strategi tersebut direalisasikan melalui pemberian alasan, strategi kerendahhatian, penggunaan adjuncts, serta berbagai bentuk mitigasi pragmatik lainnya. Penelitian ini menemukan keunikan pada penggunaan penanda linguistik lokal bahasa Jawa seperti pripun nggih, nyuwun sewu, dan mboten usah yang berfungsi sebagai mitigator pragmatik yang krusial untuk memperhalus penolakan. Kontribusi kebaruan penelitian ini menegaskan bahwa strategi mitigasi pragmatik yang dipengaruhi nilai budaya Jawa seperti ewuh pakewuh, andhap asor, dan ngajeni digunakan siswa untuk mengurangi tindakan mengancam muka, menjaga keharmonisan hubungan interpersonal, serta mempertahankan rasa hormat kepada guru dalam komunikasi pendidikan sehari-hari.
This research aims to develop an appropriate e-learning module to support the Project-Based Learning (PjBL) model, determine the practicality of the PjBL e-learning module, and assess the effectiveness of the PjBL e-learning module in enhancing phase E students' learning independence and creativity on biodiversity material. The type of research conducted is research and development (R&D) using the ADDIE model. The research findings indicate that, based on assessments by material experts, media experts, and education experts who also act as linguists, the developed e-learning module is considered feasible for use. This assessment implies that the e-learning module contains valid biological content, adheres to pedagogical principles, and uses appropriate language. The findings also indicate that, based on practitioners' opinions and observations of learning implementation, the e-learning module is practical for use in teaching.The results of the descriptive analysis obtained an N-gain score of 0.6 on the learning independence variable, which indicates an increase in the moderate criteria, while the N-gain score on the creativity variable of 0.7 also indicates an increase in the moderate criteria. The results of the Wilcoxon Signed-Rank Test on learning independence and creativity showed a p-value ≤ 0.05 and H1 was accepted, which means there is a significant difference in learning independence and student creativity by using e-learning module. It can be concluded that the developed e-learning module is effective in improving learning independence and student creativity at SMAN 2 Yogyakarta, as evidenced by statistical data analysis.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian berbantuan korpus mengenai penggunaan diminutiv sufiks -chen dan -lein dalam teks sastra Jerman, khususnya dongeng karya Brüder Grimm. Penelitian bertujuan mendeskripsikan frekuensi, konteks penggunaan, dan fungsi semantis-pragmatik diminutiv dalam korpus dongeng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis konten berbantuan korpus terhadap 200 dongeng digital yang dianalisis menggunakan perangkat lunak AntConc. Data berupa kata yang mengandung sufiks -chen dan -lein dianalisis berdasarkan frekuensi, kolokasi, distribusi konteks, dan makna konotatifnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 524 kemunculan sufiks -chen dan 112 kemunculan sufiks -lein. Sufiks -chen lebih dominan dan cenderung mengekspresikan nuansa afektif seperti keakraban, kelembutan, dan empati, sedangkan -lein lebih terbatas dan relatif netral secara emosional. Penggunaan diminutiv berperan dalam membangun karakterisasi, atmosfer naratif, simbolisme, dan kedekatan emosional antara pembaca dan tokoh. Simpulan penelitian menegaskan bahwa diminutiv dalam dongeng tidak hanya berfungsi secara morfologis, tetapi juga sebagai perangkat stilistika dan pragmatik. Temuan ini berkontribusi pada kajian linguistik korpus dan stilistika sastra serta membuka peluang penelitian komparatif lintas genre dan bahasa.
Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan komponen kunci dalam menunjang mutu proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama pada SMK yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis strategi penyelesaiannya pada SMK BLUD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Sewon, SMK Negeri 2 Pengasih, dan SMK Negeri 3 Wonosari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di SMK BLUD telah dilaksanakan secara terencana dan sistematis sesuai dengan petunjuk teknis Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, yang mencakup tahap perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, hingga penghapusan. Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam tahap perencanaan menjadi faktor strategis dalam memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Adapun kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan spesifikasi peralatan akibat regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), belum optimalnya peran industri pada beberapa program keahlian, serta prosedur penghapusan aset yang memerlukan waktu relatif lama. Sekolah menyikapi kendala tersebut dengan memperkuat kemitraan industri, menyeleksi penyedia barang yang sesuai regulasi, serta mengoptimalkan pengelolaan ruang penyimpanan sementara.
Keterampilan menulis teks laporan hasil observasi (LHO) pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menghadapi kendala, terutama dalam pengembangan ide faktual dan pengorganisasian struktur tulisan secara sistematis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi strategi VERO (Venn Diagram–Round Table) sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis teks LHO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian konseptual yang didasarkan pada analisis teoretis dan empiris dari berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik Round Table berperan dalam memfasilitasi pengembangan ide melalui aktivitas kolaboratif, sedangkan penggunaan diagram Venn membantu siswa mengorganisasi ide secara logis dan sistematis. Integrasi kedua strategi tersebut dalam VERO mampu mengatasi kesulitan siswa pada aspek isi dan struktur secara simultan serta mendorong kemampuan berpikir kritis melalui perpaduan dimensi sosial dan kognitif-visual. Selain itu, strategi ini juga meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui interaksi dan kerja sama kelompok. Meskipun demikian, strategi ini lebih efektif digunakan pada teks yang bersifat komparatif dan memerlukan pengelolaan waktu yang baik dalam implementasinya. Dengan demikian, strategi VERO tidak hanya berpotensi sebagai alternatif pembelajaran, tetapi juga membuka peluang untuk dikembangkan dan diuji lebih lanjut dalam konteks pembelajaran menulis berbasis teks yang lebih luas.
: The decline in student engagement and motivation in Islamic Religious Education (PAI) remains a significant challenge, particularly in pesantren environments where traditional teaching methods are dominant and personal gadgets are strictly prohibited. This study aims to analyze the implementation of Blooket gamification using a classical (single-screen) model as an innovative pedagogical strategy to increase students' enthusiasm for PAI learning at MA Al Wathoniyyah Semarang. Using a qualitative approach with a descriptive case study design, data were collected through intensive participant observation, in-depth interviews, and documentation from PAI teachers and 10th-grade students, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that projecting Blooket onto a main screen successfully transformed classroom dynamics from passive to highly interactive. This approach fostered a unique "collaborative competition," where students spontaneously cooperated in teams to solve quiz challenges. Theoretically, this model fulfills the ARCS motivation components (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) and the relatedness aspect of Self-Determination Theory (SDT). In conclusion, classical gamification is an effective and inclusive solution to overcome infrastructure limitations. Moving forward, this model presents a promising prospect for broader adoption in similar Islamic educational institutions to integrate digital learning without violating institutional regulations.
Natural disasters are sudden events that negatively impact humans and the environment across various sectors. In the education sector, disasters can disrupt learning processes and cause post-disaster psychological distress among students. Therefore, developing a disaster mitigation–based curriculum is crucial to enhance students' understanding and preparedness. This research aims to identify trends in disaster mitigation–based curriculum development in schools. Using a Systematic Literature Review (SLR) and bibliometric analysis on 108 Scopus-indexed publications (2018–2025), this study found a steady increase in the number of publications. The results show that Indonesia is the most productive country, while Australia is the most cited. Topic cluster analysis revealed four main thematic groups. Indonesia’s position in the “Emerging or Declining Themes” quadrant indicates opportunities for further research. Integrating disaster education with local contexts and incorporating local wisdom and technology could serve as potential future research directions.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan ajar digital interaktif terhadap kemampuan membaca dan memirsa dongeng. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Sumberadi 1 Mlati, Sleman yang berjumlah 26 siswa. Jenis penelitian ini mengggunakan pre-experimen dengan menggunakan desain one group pretest-postest design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Adapun teknik anlisis data menggunakan N-gain score dan paired sample t-test. Hasil rata-rata pretest 51,9 dan postest 88,5 mengalami peningkatan rata-rata 29,9. Hasil pengumpulan data N-gain score 0,608 dan penyebaran titik-titik sebagai data aktual pada Q-Q plot residu berdistribusi normal. Berada disekitar garis diagonal data hasil nilai menyebar seimbang dan tidak menyimpang. Sehingga dapat dinyatakan bahan ajar digital interaktif layak digunakan, tidak hanya meningkatkan nilai, melainkan membuat hasil belajar lebih konsisten. Mampu meningkatkan kemampuan membaca dan memirsa siswa Sekolah Dasar. Hasil uji paired sample t-test 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05, membuktikan signifikan efektif meningkatkan kemampuan membaca dan memirsa.