
Unit Usaha La Tansa Beverage Gontor merupakan bagian penting dari Pondok Modern Darussalam Gontor yang berfokus pada produksi minuman berkualitas bagi santri dan masyarakat sekitar. Program ini bertujuan merevitalisasi sistem pemasaran La Tansa Beverage dengan berbasis nilai kepesantrenan melalui optimalisasi identitas merek dan penerapan strategi digital. Permasalahan utama mitra adalah lemahnya brand identity serta kurang optimalnya pemanfaatan media digital. Kegiatan dilaksanakan melalui desain label produk, pelatihan penguatan branding, pelatihan strategi pemasaran digital, dan pendampingan produksi konten media sosial selama beberapa bulan. Seluruh tahapan berlandaskan nilai pesantren: keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Hasil program menunjukkan peningkatan konsistensi identitas merek melalui pelabelan produk. Mitra melakukan rebranding menjadi Khizanah Beverage & Dessertagar selaras dengan unit usaha pesantren lainnya. Kapasitas pengelolaan media sosial meningkat, terlihat dari kenaikan pengikut dari 9 menjadi 137 serta konten promosi yang lebih menarik dan terstruktur. Pertumbuhan laba mencapai 91%. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjawab permasalahan mitra, memperkuat daya saing La Tansa Beverage, dan meningkatkan kontribusi dalam lingkungan pesantren maupun masyarakat luas
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri terkait pemilihan konsentrasi bidang studi, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), Pemasaran, Operasional, dan Keuangan. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai karakteristik, ruang lingkup, serta prospek masing-masing konsentrasi, sehingga mereka mampu menentukan pilihan sesuai minat, bakat, dan rencana karier.Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa seminar sosialisasi dan diskusi interaktif. Dosen menyampaikan materi mengenai profil konsentrasi, kurikulum, serta peluang kerja yang relevan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan konsultasi kelompok kecil agar mahasiswa dapat menggali informasi lebih mendalam.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman lebih jelas mengenai perbedaan dan keunggulan tiap konsentrasi. Sebagian besar peserta merasa lebih percaya diri dalam menentukan pilihan sesuai tujuan karier. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan akademik antara dosen dan mahasiswa serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran program studi manajemen UNISKA Kediri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing
Permasalahan sampah semakin memprihatinkan dan telah menimbulkan berbagai dampak negatif. Untuk itu, diperlukan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sektor rumah tangga merupakan sektor utama penyumbang sampah organik. Masalah pengelolaan sampah organik ini dihadapi oleh mitra di Perumahan Griya Shanta. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah organik, yaitu dengan mengolahnya menjadi eco-enzyme. Tujuan kegiatan pengabdian ini, yaitu untuk memberikan pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober 2024 dengan melibatkan 21 ibu-ibu PKK Perumahan Griya Shanta. Metode evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan indikator keberhasilan minimal 80% peserta dinyatakan lulus, larutan eco-enzyme memiliki pH < 4,0, dan sabun eco-enzyme memiliki pH 6-11. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini, yaitu persentase keberhasilan peserta sebesar 86%, larutan eco-enzyme memiliki pH 3, dan sabun eco-enzyme memiliki pH 7. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan larutan eco-enzyme dan sabun eco-enzyme dinyatakan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta memiliki kontribusi pada penerapan reduce dan recycle dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Komunitas Fotografi Duren Tiga, Jakarta Selatan merupakan kelompok penggiat fotografi yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan kompetensi di industry kreatif khususnya karya fotografi fesyen, namun terkendala oleh keterbatasan kompetensi dasar teknik pencahayaan, komposisi dan editing. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dasar fotografi fesyen melalui pelatihan sistematis. Metode yang digunakan meliputi mengidentifikasi kebutuhan, workshop teori dan praktik, mentoring langsung pada sesi pemotretan model, serta evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam mengelola pencahayaan studio, menerapkan pengetahuan komposisi, serta melakukan peningkatan kualitas karya dengan perangkat lunak. Selain itu, hasil akhir menjadi sebuah portofolio peserta sebagai bukti aplikasi kompetensi yang diperoleh. Pengabdian ini berhasil memberikan dampak berkelanjutan berupa peningkatan kualitas konten media sosial peserta
Limbah tekstil, khususnya pakaian bekas, menjadi permasalahan lingkungan yang semakin mendesak. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah tekstil melalui teknik upcyclingdengan mengubah kaus bekas menjadi tas (T-shirt bag) yang dihias menggunakan embroidery stitch. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Bumijo, Yogyakarta, dengan melibatkan 26 anggota PKK yang mewakili seluruh dusun. Metode yang digunakan berupa ceramah, demonstrasi, dan penugasan yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek: (1) pengetahuan mengelola limbah tekstil berbasis kreativitas dengan skor 79,84 (kategori Sangat Baik), (2) keterampilan teknis membuat T-shirt bagdengan skor 89,84 (kategori Sangat Baik), dan (3) keterampilan embroidery stitchdengan skor 75,84 (kategori Baik). Tingkat partisipasi peserta mencapai 100% dengan antusiasme tinggi dalam menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa upcycling dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi limbah tekstil sekaligus memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis
UMK merupakan jenis usaha yang paling banyak di Indonesia. UMK memiliki peran penting dalam perputaran roda ekonomi, menciptakan lapangan kerja, bahkan berperan sebagai tulang punggung perekonomian negara. Namun sayangnya, sebagian UMK belum memiliki perizinan berusaha. Hasil survei sampel UMK di Banyuwangi pada Tahun 2024, dari 14 UMK yang didatangi hanya ada 4 UMK yang telah memiliki NIB. Padahal legalitas dan perizinan berusaha harus dimiliki oleh semua pelaku usaha, mulai dari mikro hingga besar. Perizinan berusaha minimal adalah NIB. Peraturan yang mengatur tentang NIB digambarkan dalam PP Nomor 24 Tahun 2018 Pasal 25 Ayat (1). Café Lintas Masa merupakan usaha mikro di bidang kuliner yang diprakarsai oleh 9 pemuda pemudi dari berbagai kota, berlokasi di Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, dan belum memiliki izin usaha. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu mereka dalam memberikan edukasi mengenai ekonomi kreatif, legalitas usaha, pembuatan NIB sampai NIB-nya terbit. Indikator capaian dari kegiatan ini adalah, para peserta khususnya pendiri Café Lintas Masa mampu membuat NIB secara online melalui OSS. Tolok ukur keberhasilan tersebut dapat dilihat dari Café Lintas Masa memiliki perizinan berusaha yang berhasil terbit pada Tanggal 1 Mei 2024, dengan Nomor Induk Berusaha 0105240038729 dan nama perwakilan pemilik usahanya adalah Giananda Saktika Kusuma Raga.
Sains tidak hanya mempelajari alam dan fenomena alam, tetapi juga tentang cara berpikir dan proses ilmiah yang terstruktur untuk mendapatkan fakta. Pengenalan sains pada anak usia dini dengan kegiatan science camp sangat menarik dan bermanfaat karena dapat mengembangkan aspek kognitif, emosional, dan sosial mereka. Selain itu kegiatan ini juga dapat meningkatkan pola pikir kritis, logis dan kreatif pada anak usia dini. Kegiatan pengenalan sains bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan anak-anak dengan lingkungan, serta supaya anak-anak paham dengan fenomena alam sekitar. Metode yang digunakan pada kegiatan ini melalui tiga tahap yaitu pengenalan konsep dasar ilmu sains, melalukan lima percobaan sederhana yaitu perbedaan densitas, reaksi lava, hujan Pelangi, gambar ajaib, dan angry balon, serta tahap terakhir adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta dan keberhasilan kegiatan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan oleh minat peserta yang ingin diadakan lagi kegiatan serupa dengan skor rata-rata 3,75, serta tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan sebesar 85,83%.
Desa Wates, yang terletak di Sumber Gempol, Tulungagung, memiliki keanekaragaman hayati yang signifikan di pekarangan rumah, khususnya berupa berbagai jenis tanaman obat, termasuk brotowali (Tinospora crispa). Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta pemanfaatan obat herbal melalui intervensi edukatif dan praktis yang terstruktur. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan pengolahan brotowali berbasis nanoteknologi, serta pembagian bibit tanaman obat. Pelaksanaan pengabdian tersebut menghasilkan peningkatan yang terukur dalam pemahaman warga mengenai farmakognosi herbal, khususnya terkait teknik pengolahan optimal yang dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas antioksidan. Selain itu, para peserta menunjukkan minat yang lebih tinggi dalam membudidayakan tanaman obat serta mengeksplorasi peluang komersialisasi produk herbal olahan sebagai sumber pendapatan alternatif. Inisiatif ini juga mendorong terbentuknya kebun herbal rumah tangga yang mendukung kemandirian dalam pengobatan tradisional. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya tanaman asli melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi dengan teknologi, sehingga berpotensi memberikan manfaat sosial-ekonomi dan kesehatan.
Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah melebihi nilai normal yakni >200 mg/dL dan dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke dan jantung. Penggunaan obat penurun kolesterol seringkali menimbulkan efek samping pada pasien, sehingga perlu adanya alternatif bahan alam yang dinilai memiliki efek samping yang lebih rendah. Bahan alam yang digunakan pada kegiatan ini adalah biji alpukat yang diambil dari sisa hasil panen alpukat yang tidak terjual. Sebelumnya, sisa hasil panen alpukat yang tidak terjual akan menjadi limbah dan dimusnahkan, padahal biji alpukat memiliki kandungan bahan aktif yang bersifat antikolesterol apabila diolah dan dikonsumsi secara tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan screening hiperkolesterolemia pada masyarakat Desa Tanggunggunung, sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya dan cara penanggulangan hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan meliputi tes kolesterol darah melalui pengambilan darah perifer, serta penyuluhan terkait bahaya, pencegahan dan penanganan hiperkolesterolemia. Hasil kegiatan menunjukkan lebih dari 80% peserta memiliki kadar kolesterol diatas nilai normal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah aadanya peningkatan pengetahuan rata – rata sebesar 42% terkait hiperkolesterolemia, dan menambah kemampuan masyarakat dalam mengolah sisa hasil panen alpukat menjadi teh biji alpukat yang bersifat antikolesterol.
Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Pada pelaksanaan ujian kompetensi khususnya keahlian teknik komputer jaringan seringkali peserta didik khususnya di SMK Al Amien mengalami kesulitan dalam menghadapi ujian kompetensi keahlian. Hal ini disebabkan karena kurangnya persiapan, kurangnya pemahaman terhadap teori, keterbatasan fasilitas praktik, keterbatasan waktu pada praktik atau workshop langsung disekolah dan lain sebagainya. Aplikasi W-Jar adalah aplikasi berbasis website yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan siswa untuk mempersiapkan ujian kompetensi. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan dan melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi W-Jar kepada siswa. Metode kegiatan sosialisasi ini terbagi 2 tahapan yaitu pra sosialisasi dan sosialisasi. Hasil dari sosialiasi menunjukkan sebesar 87% (sangat baik) siswa terbantu dalam penggunaan aplikasi W-Jar sebagai pendamping dalam proses belajar mempersiapkan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Rencana pengembangan lebih lanjut adalah dapat menambahkan fitur baru serta dilakukan penerapan aplikasi W-Jar untuk program keahlian yang lain.
Desa Srimulyo berada di kecamatan Dampit terkenal dengan pisang Sang Mulyo dan Kopi Dampit. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi pisang Sang Mulyo adalah ketersediaan bibit karena peningkatan permintaan bibit pisang sangat tinggi bahkan ada target untuk menghasilkan 1 juta bibit sampai tahun 2026. Petani sudah melakukan teknik pecah bonggol, pemisahaan anakan dari indukan. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan produksi bibit pisang Sang Mulyo dengan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) prokar dan pronas secara ex vitro pada bonggol pisang. Metode yang dilakukan melalui diskusi untuk mengenalkan ZPT buatan dan praktek untuk aplikasi ZPT buatan. Praktek yang dilakukan adalah membandingkan ZPT buatan dan alami serta pemotongan bonggol. Petani dapat menerima inovasi pemakaian ZPT buatan karena jumah tunas yang diperoleh lebih banyak dibanding ZPT alami yang sudah dipakai petani namun masih dianggap lebih mahal dibandingkan ZPT alami. Pemotongan bonggol secara terpisah meningkatkan jumlah potongan yang busuk dan disarankan pemotongan bonggol tidak sampai terpisah satu sama lain tetapi bagian dasar bonggol masih menyatu.
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Coppo Tompong, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam bidang kewirausahaan serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan utama dalam program ini meliputi seminar kewirausahaan yang memberikan motivasi dan pengetahuan tentang pentingnya berwirausaha, serta pendampingan dalam penggunaan aplikasi Linktree sebagai alat promosi digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam promosi produk UMKM melalui platform Linktree. Penggunaan Linktree memudahkan UMKM di Desa Coppo Tompong untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan visibilitas produk, serta menarik lebih banyak pelanggan potensial. Program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan sumber daya manusia dan produk UMKM desa, sehingga mereka mampu bersaing lebih efektif di era digital. Diharapkan ke depannya, masyarakat desa dapat terus memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi dan membina mitra UMKM Krecek Krupuk “Bu Nor” dalam aspek tata kelola dan kelembagaan (manajemen), peningkatan mutu dan kapasitas produksi, pengembangan bisnis dan pemasaran. Masalah ini dilatarbelakangi oleh kondisi kerja mitra yang masih manual dalam hal produksi yaitu tanpa menggunakan teknologi modern, rendahnya pengetahuan mitra terhadap manajemen usaha serta rendahnya ketrampilan mitra dalam hal pemasaran digital atau media massa. Metode yang dilakukan adalah pendampingan dan pelatihan secara intens kepada mitra melalui pelatihan manajemen usaha, pelatihan peningkatan produktivitas dengan menggunakan alat modern serta pelatihan pemasaran digital. Hasil yang diperoleh setelah adanya pendampingan adalah mitra saat ini meningkat pengetahuannya tentang manajemen usaha, meningkat produktivitas produknya, serta meningkat ketrampilannya dalam hal pemasaran digital yaitu melalui media massa dan market place.
Industri Rumah Tangga (IRT) merupakan usaha dengan tujuan menaikan taraf ekonomi keluarga. Pada Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, pelatihan diberikan pada Mitra yakni Tim PKK BPWIR dan PRNA Desa Pucakwangi. Kegiatan Bilingual-Digital Marketing ini diikuti oleh 26 orang dari organisasi masyarakat, yakni PKK dan PRNA yang terlibat pada industri rumah tangga. Industri yang dijalankan yakni PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), Garmen atau pakaian, serta jasa berupa kursus atau layanan kesehatan lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi, pelatihan, dan workshop atau praktek secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah Mitra mampu melakukan teknik fotografi produk yang tepat, mampu menyusun atau membuat label produk yang menarik konsumen, serta kemampuan dalam menjalankan toko online atau digital marketing guna memperluas jangkauan konsumen dan jumlah jual produk. Sehingga selain menjalankan usaha secara konvesnional, mitra juga mampu menjalankan usaha secara digital guna memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Internal Tahun 2024 Universitas Muhammadiyah Lamongan dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Penggunaan media pembelajaran berbasis digital di lingkungan pendidikan dasar semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di SDN Selopanggung 1 dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru di SDN Selopanggung 1 berjumlah 10 guru, dengan fokus pada penguasaan perangkat lunak dan aplikasi yang dapat digunakan untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Pelatihan dilakukan melalui serangkaian workshop yang meliputi pengenalan konsep dasar media pembelajaran digital, penggunaan aplikasi presentasi, pembuatan video pembelajaran, hingga integrasi media tersebut ke dalam proses pembelajaran. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru-guru dalam membuat media pembelajaran digital yang kreatif dan menarik. Selain itu, guru-guru juga menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menggunakan media digital, sehingga pembelajaran di SDN Selopanggung 1 menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital.
Aktivitas pekerja sampah dapat menimbulkan potensi risiko yang cukup tinggi mengingat bahaya yang dapat muncul saat kontak langsung dengan sampah. TPST 3R Mulyoagung Bersatu adalah TPST yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. TPST ini menerapkan pengolahan sampah masyarakat menggunakan pendekatan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) ini adalah memberikan edukasi kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan serta pemberian terapi komplementer bekam berdasarkan kebutuhan peserta. Metode dalam menyelesaikan permasalahan mitra yakni pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, serta pemberian terapi komplementer bekam. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan pekerja yang mengalami gejala klinis 13%, tingkat stres 9%, dan gangguan kualitas tidur 25% pada pre-test. Sementara hasil post-terapi keluhan gejala klinis 10%, tingkat stres 7%, gangguan kualitas tidur 20%, kepuasan terhadap terapi bekam 58%, dan rekomendasi untuk terapi bekam ke orang lain 48%. Evaluasi kepuasan pekerja terhadap terapi komplementer bekam, pekerja yang menyatakan puas 67%, rencana untuk kembali menjalani terapi 58%, dan merekomendasikan kepada orang lain 48%.
Pagerwojo adalah desa yang mayoritas penduduknya adalah peternak sapi perah. Susu sapi yang dihasilkan selama ini hanya bisa dijual ke koperasi di desa. Tidak ada penduduk desa yang mengubah susu sapi mereka menjadi produk susu sapi. Pemanfaatan susu sapi sebagai bahan baku body lotion sangat jarang dilakukan, oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengolahan susu sapi menjadi produk lain yaitu body lotion. Upaya filantropi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga desa Pagerwojo tentang pengolahan susu sapi menjadi kosmetik, khususnya body lotion. Selain itu, kegiatan ini diproyeksikan dapat meningkatkan potensi kewirausahaan desa, sehingga meningkatkan situasi ekonomi warga. Tim juga mengajarkan kepada warga desa Pagerwojo cara menggunakan susu sapi sebagai bahan baku kosmetik seperti krim body lotion. Selain itu dengan kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi desa di bidang wirausaha untuk meningkatkan perekonomian warga. Secara keseluruhan, warga merespon positif program ini. Ada juga antisipasi bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan berkembang menjadi aset tambahan, berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di desa.
Kegiatan mengonsumsi pangan halal atau menggunakan barang halal adalah perintah agama. Halal lebih dari sekedar mutu. Pada konsep halal tidak diperbolehkan masuknya bahan haram pada level berapapun. Pilihannya hanya haram atau halal. Kebijakan bersertifikat halal merupakan tantangan baru bagi UMKM. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo memiliki kelompok usaha yang diberi nama JawaraMu (Jaringan Wirausaha Muhammadiyah). Masalah yang dihadapi oleh kelompok usaha JawaraMu yaitu produk-produk JawaraMu belum tersertifikasi halal serta belum memiliki ijin usaha dan ijin edar. Selain itu, mitra juga belum memahami bagaimana mengelola keuangan usaha. Pengabdian masyarakat ini didukung peran dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengembangkan program pendampingan ijin usaha, sertifikasi produk halal, dan pelatihan keuangan usaha melalui aplikasi laci POS. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga berperan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Mahasiswa berperan mendampingi dan melatih mitra dalam kegiatan ini. Hasil kegiatan pengabdian adalah memberikan wawasan dan pelatihan pada pelaku usaha terkait sertifikasi halal, PIRT, dan penggunaan aplikasi LACI POS KASIR. Pelaku usaha sangat antusias untuk mengurus sertifikasi halal produk dan PIRT.
Tujuan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini untuk mengetahui efektivitas teknologi sinkronisasi estrus di usaha pembibitan domba lokal milik Kelompok Tani Maju Milenial Kabupaten Kediri. Permasalahan mitra adalah sering terjadinya abortus pada domba betina bunting, estrus dan perkawinan yang dilakukan tidak terjadwal melainkan secara insidental, serta recording belum dilaksanakan secara tertib. Waktu PKM dilaksanakan mulai 14 Juni–31 Agustus 2024. Lokasi kegiatan di kandang milik anggota kelompok Tani Maju Milenial di Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Jumlah ternak sampel sebanyak 20 ekor domba betina kisaran umur 1-3 tahun yang tidak bunting dan siap kawin. Metode PKM adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terkait recording, sinkronisasi estrus dan perhitungan efisiensi kejadian estrus pasca sinkronisasi estrus. Hasil PKM yaitu data recording terhadap 20 ekor domba betina indukan rata-rata memiliki umur= 1,5 ±0,41 tahun; bobot badan= 22,76±3,75 kg; tinggi badan= 60,88±2,42 cm; panjang badan= 87,7±5,73 cm; dan lingkar dada= 81,6±14,39 cm. Sinkronisasi estrus dilakukan dengan menggunakan metode injeksi hormon PGF 2α secara intra muscular (IM) sebanyak 2 kali. Injeksi ke-2 dilakukan setelah 10-11 hari dari injeksi ke-1; diperoleh nilai efisiensi kejadian estrus pasca injeksi hormon PGF 2α pada injeksi ke-1 dan ke-2 secara berturut-turut 17,65 % dan 100%.
Implikasi dari penerapan kurikulum merdeka, mengharuskan madrasah melakukan berbagai macam persiapan yang tidak ringan, salah satunya adalah menyiapkan sumber daya manusia, yang dalam hal ini adalah guru. Guru menjadi komponen kunci dalam penerapan kurikulum merdeka. Selain bertugas melaksanakan pembelajaran sebagaimana biasanya, guru dituntut untuk merancang kegiatan kokurikuler yang mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Agama Kabupaten Malang menginstruksikan semua madrasah untuk mendaftarkan diri sebagai peserta implementasi kurikulum merdeka. Meski demikian, belum ada pendampingan teknis yang intensif kepada guru-guru madrasah. Pengetahuan guru mengenai implementasi kurikulum merdeka berasal dari sosialisasi yang hanya membahas secara umum mengenai implementasi kurikulum merdeka di madrasah. Dengan demikian, secara garis besar kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada guru Yayasan Sunan Ampel Poncokusumo dalam menyiapkan perangkat pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR). Metode pelaksanaan pengabdian terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Secara umum, pelatihan penyusunan modul ajar berbasis kurikulum merdeka berjalan dengan baik. Beberapa peserta berhasil mengembangkan produk modul ajar berbasis kurikulum merdeka. Pendampingan berkelanjutan dari Tim Pengabdian ini sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembelajaran di lingkungan Yayasan Sunan Ampel Poncokusumo.