
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran digital Work & Trade Adventure berbasis Canva Sites, menguji kelayakannya, dan menganalisis dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik. Pengembangan media ini ditujukan bagi peserta didik SMK pada mata pelajaran Ekonomi Bisnis. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas XI AK. Data dikumpulkan melalui observasi, lembar validasi ahli, angket respon peserta didik, serta hasil pre-test dan post-test. Validasi ahli materi memperoleh rata-rata 81,25% (kategori sangat layak), sedangkan validasi ahli media memperoleh 85,00% (kategori sangat layak). Respons peserta didik terhadap media menunjukkan persentase 83,87% (kategori sangat baik). Hasil belajar meningkat dari rata-rata pre-test 75,33 menjadi post-test 97,30, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,89 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa media Work & Trade Adventure berbasis Canva Sites layak digunakan, diterima dengan baik oleh peserta didik, dan berkaitan dengan peningkatan pemahaman peserta didik tentang konsep ketenagakerjaan dan perdagangan, meskipun temuan ini terbatas pada satu kelas dan memerlukan penelitian lebih lanjut dalam konteks yang lebih luas dan beragam.
Komisi Disiplin (Komdis) di perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menegakkan tata tertib, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dalam membina kesadaran hukum dan etika moral mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komisi Disiplin dalam penegakan aturan kampus, pembinaan kesadaran hukum dan etika moral mahasiswa, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi penguatan fungsi edukatif Komdis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota Komisi Disiplin, mahasiswa, dan pihak kampus, observasi terhadap kegiatan penegakan aturan dan pembinaan mahasiswa, serta studi dokumentasi terhadap tata tertib, laporan pelanggaran, dan kebijakan perguruan tinggi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, analisis tematik, dan verifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komdis menjalankan peran ganda, yaitu sebagai penegak tata tertib melalui monitoring, penanganan pelanggaran, dan pemberian sanksi, serta sebagai agen pembinaan melalui sosialisasi aturan, diskusi, konseling, dan penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan integritas. Pelaksanaan fungsi tersebut menghadapi beberapa hambatan, antara lain kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap tata tertib, keterbatasan sumber daya manusia, serta minimnya dukungan teknologi dalam pengawasan dan dokumentasi. Strategi penguatan yang dapat dilakukan meliputi peningkatan transparansi prosedur, intensifikasi sosialisasi, penguatan pendekatan edukatif, dan pemanfaatan sistem digital. Dengan demikian, Komdis memiliki fungsi strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang tertib sekaligus mendukung pembentukan mahasiswa yang sadar hukum, berkarakter, bertanggung jawab, dan beretika.
This study aims to determine the level of self-confidence, the level of students’ academic achievement, and the relationship between self-confidence and academic achievement among eighth-grade students at Madrasah Tsanawiyah Wali Songo. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of all 160 eighth-grade students selected using a total sampling technique. The instruments used in this study were a self-confidence questionnaire and an academic achievement test, both of which were tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, the normality and linearity tests, and the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant positive relationship between self-confidence and students’ academic achievement (r = 0.362, p < 0.01, N = 160). This finding indicates that students with higher levels of self-confidence tend to demonstrate better academic achievement. However, the strength of the relationship was categorized as weak to moderate, indicating that self-confidence is not the only factor associated with students’ academic achievement. Therefore, self-confidence is one of the important factors contributing to students’ academic success.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management terhadap disiplin diri peserta didik di SMP Negeri 2 Lotu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas VIII B yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin diri dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta regresi linear berganda dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata disiplin diri peserta didik meningkat dari 38,21 pada pretest menjadi 84,48 pada posttest. Secara parsial, layanan penguasaan konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai = 6,564 dan signifikansi 0,000, sedangkan teknik Self-Management juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai = 3,621 dan signifikansi 0,001. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai = 21,578 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,615 menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 61,5% terhadap disiplin diri peserta didik. Dengan demikian, layanan penguasaan konten yang dipadukan dengan teknik Self-Management dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam meningkatkan disiplin diri peserta didik.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kognitif anak, yang menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, berbagai permasalahan mutu pendidikan serta keterbatasan penguasaan teknologi digital oleh guru masih sering ditemui di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan efektivitas workshop serta pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD di era digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) sebagai panduan penelusuran literatur. Sumber data diperoleh melalui basis data Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan kerangka kerja PEOS (Population, Exposure, Outcome, Study Design) serta rentang tahun terbit 2016 hingga 2026. Berdasarkan hasil analisis dari 8 artikel terpilih, jenis kegiatan yang paling banyak diangkat adalah workshop dan pelatihan berbasis pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi AI (Artificial Intelligence) dan Canva. Hasil tinjauan menunjukan bahwa penyelenggaraan workshop dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatan kompetensi guru PAUD terutama dalam literasi digital serta keterampilan merancang pembelajaran berbasis teknologi.