
Durung Bedug menjadi sebuah nama desa yang unik dalam penamaannya dan juga tidak banyak dikenal oleh masyarakat lokal sendiri. Dikarenakan minimnya literasi dan dokumentasi yang ada, Durungbedug sendiri terdiri atas tiga kedukuhan, kedukuhan Bedug Pesantren, Bedug Dowo. Penelitian ini penulis bertujuan menelaah makna toponim di Desa Drurungbedug sebagai makna toponim Desa durungbedug sebagi representasi warisan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan rancangan linguistik historis komparatif yang memanfaatkan nama sebagai satuan linguistik teori makna etimologi, teori makna semiotik Barthes. Selain itu penulis juga memanfaatkan metode etnografi untuk dapat melihat kaitan sebuah nama tempat dengan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukan makna toponim di Desa Durungbedug, terkait erat dengan keberadaan Bedug Pesantren yang agamais, Bedug Dowo yang agraris dan Bedug Baru yaitu perekonomian yang mengikuti perkembangan zaman.
This study explores the development strategy of Lipatto foldable bags using a design thinking approach to enhance product differentiation, competitiveness, and sustainability in the urban consumer market. The research aims to identify consumer needs, develop innovative product concepts, and assess the feasibility of integrating quality, aesthetics, eco-friendliness, and customization into a marketable product. Data were collected through structured observations, interviews, and market analysis in Bandung, followed by prototype development and consumer testing. The study employed Lean Canvas modeling to evaluate business feasibility and strategic positioning. Results indicate that consumers highly value multifunctional, durable, and aesthetically distinctive bags with eco-friendly materials and customizable features. The integration of design thinking stages empathize, define, ideate, prototype, and test enabled Lipatto to generate innovative solutions aligned with consumer expectations. Lean Canvas analysis demonstrated that the business model is viable, scalable, and adaptable for broader market segments. The findings provide practical implications for MSMEs in the creative industry seeking sustainable product innovation and strategic differentiation.
Proses pemindahan mesin CNC di lingkungan pendidikan, seperti di Politeknik Industri Logam Morowali, sering menghadapi kendala akibat kurangnya alat bantu yang memadai. Sebelumnya, pemindahan dilakukan dengan tali sling yang menyebabkan kemiringan mesin saat pengangkatan. Penelitian ini bertujuan mendesain alat bantu yang kuat dan kokoh untuk menstabilkan mesin CNC Haas V-F1 saat pengangkatan. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan mekanisme alat angkat dan angkut, serta simulasi digital untuk memastikan kekuatan dan kestabilan desain. Desain alat bantu diuji dengan simulasi pembebanan, di mana beban awal pada area a sebesar 24.668,9664 N (2.466,89664 kg) dan pada area b sebesar 10.013,2336 N (1.001,32336 kg). Analisis menggunakan perangkat lunak CAD menunjukkan faktor keamanan 2,4. Penambahan beban sebesar 6.500 N (650 kg) pada kedua area menunjukkan bahwa faktor keamanan turun menjadi 1, dengan beban maksimum 3.096,89664 kg pada area a dan 1.651,32336 kg pada area b. Hasil ini menunjukkan bahwa desain alat aman dengan faktor keamanan 2,4 pada beban awal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemesinan Politeknik Industri Logam Morowali untuk memastikan kestabilan dan kekuatan desain alat bantu ini.
Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) dengan 12 slot 8 pole menggunakan perangkat software Magnet Infolytica. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi dampak perubahan lebar magnet permanen (32 mm hingga 52 mm) terhadap karakteristik elektromagnetik, seperti arus, tegangan, torsi, daya input, daya output, dan efisiensi konversi energi. Simulasi dilakukan pada kecepatan rotasi 750 rpm dengan beban resistif sebesar 70 Ohm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan lebar magnet permanen memberikan dampak positif terhadap performa PMSG, Generator tebaik pada variasi lebar magnet 44 mm yang memiliki efisiensi 88,6 % dengan arus sebesar 8,9 A, Tegangan sebesar 565,97 V, Torsi sebesar -66,08 N/m, Daya input sebesar 5189,79 Watt, dan terakhir daya output sebesar 4598,67 Watt . Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan PMSG yang optimal untuk aplikasi pembangkit listrik energi terbarukan skala kecil hingga menengah, khususnya pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Penelitian ini menguraikan strategi optimalisasi pemanfaatan hutan madu (Apis dorsata) yang ramah lingkungan di Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Panaitan, dengan pendekatan metode campuran: analisis ekologi spasial, sosio-ekonomi Kelompok Petani Madu Hutan (KPMH), serta SWOT dan AHP. Analisis ekologi menunjukkan lebah memilih pohon inang Kiara, Tongtolok, dan Kepuh dengan rata-rata sarang 18,2 m. KPMH menerapkan praktik lestari, namun terhambatnya modal kerja, mutu pasca-panen rendah, dan risiko kebakaran. Analisis SWOT menempatkan strategi di Kuadran I (agresif) dengan skor internal +0,67 dan eksternal +2,23. AHP menunjukkan prioritas utama pada Peningkatan Mutu Pasca-Panen dan Akses Permodalan Kolektif (WO2, skor 0,391). Hasil tekanan penguatan Keberlanjutan Ekonomi (C1, bobot 0,648) sebagai prasyarat untuk menjamin Kepatuhan Konservasi (C2) dan pelestarian Apis dorsata melalui teknologi dehumidifier, legalisasi usaha, dan pembentukan agregator koperasi.