
The purpose of this text is to clarify and explain the sense in which Jean-Pierre Cometti can be defined as a Wittgensteinian philosopher. In particular, it emphasises how Cometti’s interest in Wittgenstein’s thought was never purely exegetical. On the contrary, Cometti sought in Wittgenstein stimuli for a philosophy that he always understood, following in Wittgenstein’s footsteps, as a work of clarification. However, it also emphasises how, thanks above all to the Wittgensteinian spirit that animates it, Cometti’s philosophy was, on the one hand, capable of critically engaging, without dogmatism, with the philosophy of his time, from the thought of Heidegger and his followers to Derrida’s deconstructionism, and from analytical philosophy to the hermeneutic tradition; on the other hand, to incorporate into his thinking suggestions and attitudes from American pragmatism.
In this paper, I provide a sketch of Jean-Pierre Cometti’s original interpretation of John Dewey’s approach to language, emphasizing that it is grounded on a continuistic picture of language as a development of human experience, a naturalistic but non-naturalized conception of experience itself, and a strong focus on the primarily social structure of language and its connection to coordinated action. In the meantime, I suggest that Cometti’s continuistic thesis should explicitly address the issue of the ‘qualitative’ in experience, which is a major theme in both James’ and Dewey’s works. I suggest integrating his view through a broadly bio-cultural approach to the qualitative dimensions of experience, as distinct from the widespread idea that it is subjective, as well as more primitive and intrinsically foreign to language.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap kemampuan dribble Mahasiswa KOP Bola Basket Universitas PGRI Palembang. Metode penelitian ini menggunakan metode Eksperimen One group pre-test – post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa dan sampel pada penelitian ini 20 mahasiswa putra KOP Bola Basket Universitas PGRI Palembang. Hasil penelitian ini adalah 1). Menggunakan Uji Normalitas dengan nilai signifikan pretest 0,301>0,05 dan posttest 0,110>0,05 yang berarti berdistribusi normal. 2). Menggunakan Uji t, berdasarkan hasil perhitungan bahwa 35,418 > 2,101. Maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat Pengaruh yang signifikan dari latihan Circuit Training terhadap kemampuan dribble Mahasiswa KOP Bola Basket Universitas PGRI Palembang.
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya akurasi shooting pemain Futsal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh latihan daya ledak otot Tungkai terhadap akurasi Shooting Futsal. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang dilakukan dilapangan Futsal. dimulai dari tanggal 1 mei sampai 30 mei 2024.. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Pengambilan data dilakukan dengan Test Akurasi Shooting. Tes terdiri dari pre-test terlebih dahulu, selanjutnya diberi perlakuan 16 kali pertemuan dengan menggunakan latihan daya ledak otot tungkai dan di akhiri dengan post test. Analisis data dan pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data diperoleh nilai thitung = 3,80 dan ttabel = 2.1450. Dengan demikian (thitung = 3,80> ttabel = 2.1450), terdapat pengaruh latihan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi shooting pemain Futsal. Kata kunci: Latihan daya ledak otot tungkai, akurasi shooting futsal
Permasalahan dalam penelitian ini adalah naik turun pencapaian hasil prestasi pada cabang olahraga senam, yang dibuktikan dengan beberapa pertandingan yang pernah diikuti oleh Persani Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pembinaan Atlet Senam Kabupaten Lima Puluh Kota dari struktur organisasi, kualitas pelatih, atlet dan motivasi serta sarana dan prasarana senam yang dimiliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh atlet senam yang berlatih di Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis, berdasarkan wawancara yang disusun menggunakan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) gambaran hasil struktur organisasi atlet senam di Kabupaten Lima Puluh Kota pada klasifikasi baik. 2) gambaran pelatih senam di Kabupaten Lima Puluh Kota pada klasifikasi Baik. 3) gambaran motivasi atlet senam di Kabupaten Lima Puluh Kota pada klasifikasi Baik. 4) Gambaran sarana prasarana dalam pembinaan atlet senam di Kabupaten Lima Puluh Kota pada klasifikasi Baik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemain futsal di Kota Padang dalam menghindari dan melewati lawan saat melakukan teknik dasar menggiring bola. Salah satu faktor fisik yang diduga mempengaruhi keterampilan tersebut adalah kelenturan pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kelenturan pinggang terhadap kemampuan menggiring bola pada pemain futsal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Populasi penelitian berjumlah 60 pemain futsal yang terdaftar di Asosiasi PSSI Kota Padang, sedangkan sampel terdiri dari 31 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan flexiometer untuk mengukur kelenturan pinggang dan tes menggiring bola zig-zag untuk mengukur keterampilan menggiring bola. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelenturan pinggang dan kemampuan menggiring bola, dengan nilai kontribusi sebesar 50,41%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai tes kelenturan pinggang, maka semakin sedikit durasi yang dibutuhkan dalam menggiring bola. Dengan demikian, semakin baik kelenturan pinggang pemain, maka semakin baik pula kemampuannya dalam menggiring bola. Penelitian ini hanya fokus pada variabel kelenturan pinggang, sehingga disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kemampuan menggiring bola, seperti kondisi lapangan, kualitas bola, serta aspek teknis dan psikologis lainnya.
Permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 2 Pontianak yaitu kesulitan siswa dalam memahami keterampilan passing sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan hasil belajar passing sepakbola melalui Model Pembelajaran Kooperatif. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini akan menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Dalam penelitian ini subjek yang peneliti ambil adalah kelas VII D SMP Negeri 2 Pontianak yang mana siswanya berjumlah sekitar 32 siswa. Pemilihan subjek menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase. Deskripsi hasil analisis data hasil belajar passing sepakbola siswa SMP Negeri 2 Pontianak. Pada Pra Siklus hanya 65,63% siswa yang melampaui KKM, setelah diberikan perlakuan pada siklus I ketuntasan minimal siswa meningkat sebesar 15,62%, namun hasil ini masih perlu ditingkatkan dan dilanjutkan ke siklus II. Setelah mendapat perlakuan pada siklus II siswa memiliki ketuntasan minimal sebesar 84,38%. Dapat disimpulkan bahwa dengan Model Pembelajaran Kooperatif menunjukkan bahwa hasil belajar passing sepak bola siswa meningkat pada setiap siklusnya. Kata kunci : Metode pembelajaran, Model Pembelajaran, Keterampilan Passing
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kebugaran Jasmani dengan Tingkat Konsentrasi Pada Pembelajaran PJOK Kelas VII di SMP Negeri 1 Kampar. Jenis penelitian ini adalah Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VII1 SMP Negeri 1 Kampar yang berjumlah 246 siswa. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Kebugaran Jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang terdiri dari beberapa rangkaian tes seperti : Lari 50 Meter, Pull Up, Sit Up, Vertical Jump dan Lari 1000 Meter untuk putra dan 800 Meter untuk putri, kemudian konsentrasi siswa diukur dengan menggunakan Concentration Grid Test. Pengambilan data pada penelitian ini melalui pemberian tes dan pengukuran melalui survei. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SPSS Versi 25, peneliti menyimpulkan bahwa ada Hubungan antara Kebugaran Jasmani dengan Tingkat Konsentrasi pada Pembelajaran PJOK Kelas VII di SMP Negeri 1 Kampar dengan nilai signifikansi sebesar 0,047 dan koefisien korelasi sebesar 0,282 yang yang artinya kuat hubungan antara kebugaran jasmani pada tingkat konsentrasi siswa. Kata Kunci : kebugaran jasmani, konsentrasi, siswa
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya ketepatan dalam shooting futsal Sikap Nasionalisme tidak akan bisa terlepas dari pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani memegang peranan penting dalam pembentukan dan penguatan sikap nasionalisme peserta didik karena pendidikan jasmani memberikan nilai-nilai olahraga dengan mendidiknya secara langsung dengan siswa langsung mempraktekkannya. Dalam penelitian ini sampel yang dipilih adalah kelas XA berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XB berjumlah 36 siswa. Hasil penelitian dari hasil uji N-Gain hanya 34% yang baik sikap nasionalisme siswa, setelah diberikan materi permainan tradisional dan diberikan treatment kepada siswa 79% sikap nasionalisme siswa di lingkungan sekolah SMAN 1 Entikong. Hasil uji N-Gain kelas kontrol termasuk kategori sedang karena 0.32 lebih dari 0,30, sedangkan dikelas eksperimen setelah dilakukan uji N-Gain termasuk kategori tinggi karena 0,80 lebih dari 0,70, Kelas eksperimen dari hasil angket 78% siswa sikap nasionalisme tinggi, dibandingkan dengan kelas kontrol 8% siswa yang tinggi sikap nasionalismenya. Kata Kunci: Pendidikan Jasmani, Permainan Tradisional, Sikap Nasionalisme
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drill terhadap peningkatan kemampuan passing bawah pada pemain klub bola voli VORJAS. Populasi pada penelitian ini berjumlah 13 atlet voli putra, dengan tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling, sehingga diperoleh 10 atlet berusia 11 sampai 13 tahun sebagai responden penelitian. Metode yang di gukanakan dalam penelitian ini adalah eksperimen one group pretest-posttest,tehnik pengumpulan data tes batteray keterampilan bolavoli dari AAHPERD dan tehnik analisis data uji normalitas menggunakan shapiro-wilk, uji hipotesi menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai uji-t sebesar 6,708, lebih besar dari t-tabel 2,262 (df = 9, N = 10). Rata-rata nilai pretest adalah 4,50 dan posttest 6,00, dengan selisih peningkatan 1,50 atau sebesar 33,33%. Karena thitung > ttabel, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan drill berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan passing bawah pada atlet klub bola voli VORJAS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh latihan passing atas berpasangan dan latihan passing atas ke dinding dengan media bola basket dalam permainan bola voli, adakah perbedaan pengaruh latihan passing atas berpasangan dan latihan passing atas ke dinding dengan media bola basket dalam permainan bola voli. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh latihan passing atas berpasangan terhadap kemampuan passing atas, adakah pengaruh latihan passing atas ke dinding dengan media bola basket, dan adakah perbedaan pengaruh latihan passing atas berpasangan dan latihan passing atas ke dinding dengan media bola basket permainan bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri Pasemah Air Keruh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jenis two group design pretest-postest. Sampel penelitian ini berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes praktik, dan pengukuran. Teknik analisis data menggunakan uji t-independent dan uji paired sampe t-test. Berdasarkan temuan hasil penelitian dan analisis data passing berpasangan dan latihan passing ke dinding dengan media bola basket permainan bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri Pasemah Air Keruh dengan nilai hasil uji t pada siswa SMP Negeri Pasemah Air Keruh dengan nilai pre-test dan pos-test passing berpasangan thitung 6.795 dan ttabel 2.201 (df 11) dan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05, sedangkan hasil uji t pre-test dan pos-test passing ke dinding dengan media bola basket thitung 9,773 dan ttabel 2.201 (df 11) dan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Terlihat adanya peningkatan setelah diberikan perlakukan dari latihan passing atas berpasangan dan latihan passing ke dinding dengan media bola basket, maka dari kedua latihan tersebut latihan passing ke dinding dengan media bola basket yang berpengaruh signifikan terhadap kemampuan passing atas bola voli pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri Pasemah Air Keruh.
Abstrak Masalah yang dihadapi siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 9 Oku adalah belum maksimalnya kemampuan passing atas bola voli, akibat belum tersedianya variasi dalam latihan yang diterapkan pelatih. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model latihan passing atas bola voli dilingkungan siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 9 OKU. Model latihan passing atas bola voli dikembangkan dalam rangka menjawab kebutuhan latihan siswa terhadap minimnya variasi latihan passing atas yang berakibat pada keterampilan passing atas yang belum maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian research and development dengan mengadopasi tahapan borg and gall dalam pengembangannya. Validasi penelitian dilakukan dengan melibatkan sebanyak tiga orang ahli diantaranya ahli kepelatihan bola voli, ahli akademisi dan ahli media. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali yaitu uji skala kecil sebanyak 7 orang siswa dan skala besar 10 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan penyabaran kuisioner kepuasan pada pengguna produk. Analisis data dilakukan dengan menganalisis data melalui analisis persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa model latihan passing atas permainan bola voli siswa SMA Negeri 9 Oku dinyatakan valid dengan rata-rata nilai expert 89%. Model latihan passing atas permainan bola voli siswa SMA Negeri 9 Oku dinyatakan sangat peraktis dengan rata-rata nilai expert 90%. Kata Kunci: Latihan, Passing Atas, Bolavoli
In Creature dell’abitudine. Abito, costume, seconda natura da Aristotele alle scienze cognitive , Marco Piazza argues that, for Aristotle, habit stabilizes human action, making it regular, albeit contingent and voluntary. Drawing on his interpretation, this article examines the relationship between habit, choice, and action in Aristotle’s theory, focusing on how habit forms the basis of virtue, morally shaping human nature while preserving its contingency. To this end, it examines the formation and essence of ethical virtue, analyzes the connection between virtue and choice, and elucidates the relationship between choice and contingency.
This paper explores the role of perceptual reiteration in the formation of experience according to Aristotle’s psychology and epistemology. Beginning with an analysis of sense perception ( aisthesis ), it examines the retention of perceptual traces ( phantasia ) and their reiteration in experience ( empeiria ). This ultimately establishes the fundamental role of sense perception in grounding our epistemic and practical relationship to reality, revealing a novel perspective on how reiteration shapes the behaviour of both humans and non-humans.
This paper reconstructs and frames David Hartley’s triadic law of habit as foundational to his neurophilosophy of moral development. Extending the focus onto his implementation of the ‘Rule of Life’ – a natural principle of moral progress –, it argues that the super-empirical reality referred to in Hartley’s mystical vocabulary is emotionally invested by his own practice. Through an examination of his methods – particularly meditation and language cultivation – the paper presents Hartley as a meaningful interlocutor on the issue of moral stagnation and reflects on his relevance to the contemporary challenge of social fragmentation.
This paper explores remarks in Wittgenstein’s later philosophy that implicitly engage with contemporary reflections on habits, customs, and practices. It begins by presenting his idea that our diverse activities, ranging from following rules to playing chess, constitute customs that we learn through training, much like animals. It then traces how the theme of training emerges from the outset of the Philosophical Investigations , particularly in relation to meaning and language learning. As will be shown, for Wittgenstein, learning fundamentally rests not on understanding or explanation, but on training; yet training alone cannot fully account for how practices are learned. It is decisively shaped by both our individual and species-specific nature and is complemented by a ‘feeling’, refined through experience and education, that enables us to recognise when to modify, reinterpret, maintain, or abandon a learned rule, rather than follow it ‘blindly’.