
Teachers still encounter obstacles when trying to include ICT into early childhood education, despite the growing importance of this practice in promoting digital literacy and age-appropriate learning. Researchers in this study want to learn more about current trends in the field and the obstacles that educators have when trying to include technology into their work with young children. Using the criteria outlined in PRISMA 2020, a systematic literature review was performed using 23 journal articles indexed by Scopus and published between 2016 and 2025. Studies that focused on teachers' experiences, both empirically and conceptually, made up the unit of analysis. Data were analyzed using thematic synthesis and bibliometric mapping to identify patterns and trends. The findings reveal growing research interest in ICT-ECE, alongside persistent barriers related to infrastructure, limited professional development, low TPACK levels, and difficulties aligning ICT with play-based pedagogy. These results imply the need for context-sensitive ICT integration models and sustained teacher capacity building to inform policy and practice.
Perkembangan emosi anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar bagi hubungan sosial yang sehat dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam bagaimana pengasuhan, lingkungan belajar, dan nilai budaya memengaruhi pembentukan emosi anak. Studi ini dilakukan melalui tinjauan pustaka kualitatif deskriptif-analitis, menelaah berbagai artikel dan laporan penelitian relevan. Instrumen kajian berupa panduan penelaahan literatur, dengan subjek berupa publikasi akademik terbaru. Data dianalisis menggunakan pengelompokan tematik dan sintesis teoretis untuk menemukan pola penting. Hasil penelitian bahwa perkembangan sosial-emosional anak usia dini dipengaruhi oleh peran guru, lingkungan belajar, program pembelajaran, serta keterampilan lain seperti bahasa dan penggunaan teknologi. Guru berperan sebagai pendamping emosi yang membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, sementara lingkungan dan program sosial-emosional yang mendukung mampu menumbuhkan empati serta perilaku positif. Implikasinya, pendidik, keluarga, dan komunitas perlu bekerja bersama dengan pendekatan yang penuh empati, kontekstual, dan menyeluruh agar perkembangan emosi anak lebih optimal.
Parents and society often demand that children master predetermined skills. This condition certainly hinders children's development. The method used in this research is Systematic Literature Review. The data used are taken from relevant journals, books and articles within 10 years. Then the data is analyzed and compiled so as to conclude the discussion with the keywords of parental and community awareness, multiple intelligences, and early childhood. The results show that Lack of awareness can have a negative impact on children's development, such as limited exploration of potential, low self-confidence, and difficulties in social and emotional development. Conversely, high awareness can encourage children to develop holistically, increase creativity, independence, and readiness to face future challenges. To increase parental awareness, various strategies are needed, such as parenting education and training, collaboration between parents and educational institutions, utilization of digital media, and strengthening parenting communities. With a systematic and sustainable approach, parents' awareness of multiple intelligences can be increased, thereby supporting more optimal child development in various aspects of life
Peggunaan media wayang kertas dalam pembelajaran anak usia dini efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti simpati, empati, dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan ketrampilan sosial pada anak usia dini melalui pembelajaran kisah Khlaifah Utsman bin Affan menggunakan media wayang kertas sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data untuk penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, display atau pemaparan data, dan verivikasi data oleh ahli, dengan subyek penelitian anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi implementasi media wayang kertas dilakukan melalui kegiatan demonstrasi wayang kertas, berkisah, dan diskusi terkait nilai-nilai sosial. Anak-anak diajak berinteraksi langsung menggunakan wayang kertas untuk mengekspresikan sikap berbagi, berteman tanpa membeda-bedakan, dan saling membantu. Interaksi ini mendorong pemahaman terkait keterampilan soisal secara kontekstual dan menyenangkan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang mendukung keteramppila sosial anak usia dini
Perkembangan sosial emosional memainkan peran penting untuk membentuk kepribadian anak dalam kehidupan sosial dan mengelola respon secara positif. Mengoptimalkan perkembangan ini dapat diintegrasikan melalui pendidikan karakter berbasis kebudayaan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya lembaga dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak melalui integrasi javanese culture dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, serta orang tua. Analisis yang digunakan melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi perkembangan sosial emosional dapat diintegrasikan melalui javanese culture dengan pengembangan kurikulum, program sekolah, serta penerapan pembiasaan. Faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama orang tua dan lingkungan sosial dalam pelaksanaan program sekolah, sedangkan faktor penghambatnya yaitu pemberian gadget pada anak tanpa pembatasan dan pemantauan