
The COVID-19 pandemic has significantly altered Indonesia’s regional economic structure, with varying impacts across provinces. This study analyzes changes in the contribution of economic sectors to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Indonesian provinces from 2020 to 2024, focusing on sectors directly affected by the pandemic. The research employs a content analysis approach using sectoral GRDP data from the Central Statistics Agency and relevant literature. The findings indicate shifts in sectoral dominance, including the rapid expansion of digitalization across regions, while traditional sectors such as tourism experience slower recovery. Technology-based and natural resource–based sectors demonstrate greater resilience to pandemic-related disruptions. These results highlight the importance of adaptive economic policies in supporting structural transformation at the regional level. The study provides insights for designing more inclusive and sustainable Post-COVID-19 recovery strategies, particularly by strengthening resilient sectors and facilitating the transition of vulnerable sectors within Indonesia’s evolving regional economic landscape.
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh keberadaan komisaris yang berasal dari pejabat maupun mantan pejabat pemerintah, leverage, konsentrasi pelanggan, serta kepemilikan institusional terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, khususnya pendekatan Panel-Corrected Standard Errors (PCSE). Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling dan menghasilkan 56 perusahaan dengan total 280 observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh signifikan dalam meningkatkan praktik penghindaran pajak, demikian pula dengan keberadaan komisaris pejabat atau mantan pejabat yang terbukti memperkuat kecenderungan tax avoidance. Sebaliknya, kepemilikan institusional berpengaruh signifikan dalam mendorong kepatuhan pajak, sementara konsentrasi pelanggan tidak terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap praktik tax avoidance. Jadi, pengawasan dan tata kelola pajak perlu diprioritaskan pada emiten berleverage tinggi dan berkoneksi politik karena lebih rentan melakukan penghindaran pajak.
Terlaksananya penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dan melakukan observasi terhadap salah satu tempat kuliner terkenal di kota Malang yaitu di Waroeng Steak and Shake dengan menerapkan metode purposive. Adapun aspek yang dianalisis berkaitan dengan faktor-faktor yang turut memengaruhi kepuasan pelanggan dan atribut konsumen. Lalu yang menjadi subjek penelitian yaitu pelanggan Waroeng Steak and Shake yang dipilih secara acak dengan mengabaikan karakteristik khusus dan diperoleh 100 responden. Pada penelitian ini menggunakan kombinasi sumber data sekunder dan primer, dimana sumber data primer dari hasil wawancara dengan kepala restoran dan hasil kuesioner yang disebar kepada pelanggan. Menurut analisis data yang telah dilakukan dan uji statistik didapati adanya nilai masing-masing variabel kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, dan kemudahan, masing-masing senilai 3,198; 3,300; 3,789; dan 3,329. Selanjutnya dari uji koefisien determinasi didapatkan kontribusi 70,3% dari variabel independen yang turut berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan adanya kepuasan konsumen yang terpengaruh oleh kualitas produk (X1), harga (X2), kualitas pelayanan (X3), dan kemudahan (X4).
Pesantren di Indonesia menghadapi tantangan kemandirian ekonomi akibat ketergantungan dana donatif tradisional. Urgensi studi ini terletak pada minimnya kajian holistik tentang Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) sebagai solusi strategis untuk mengatasi gap tersebut dan memperkuat ekonomi syariah berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi peran KOPONTREN sebagai institusi hybrid dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis konten tematik terhadap 41 referensi akademik relevan (periode 2000–2025) tentang ekonomi pesantren, koperasi syariah, dan tata kelola Islam. Hasil kajian menunjukkan KOPONTREN berkembang sebagai respons adaptif terhadap modernisasi, dengan fungsi hybrid yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, manajemen modern, inovasi model bisnis (agribisnis, pendidikan, keuangan sosial), serta tata kelola berkelanjutan. Kajian ini menyumbangkan model sintesis konseptual empat pilar yang menegaskan KOPONTREN sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan instrumen strategis keberlanjutan pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) pada perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 33 bank selama lima tahun pengamatan (165 observasi). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL. Sementara itu, CAR berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap NPL. Penerapan GCG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perbankan dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat manajemen risiko kredit, serta memperbaiki tata kelola perusahaan guna menekan risiko kredit bermasalah.