
Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor penting yang perlu dimiliki siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik, karena kecerdasan emosional sangat mempengaruhi hasil belajar. Sebaliknya, jika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang relatif rendah, bisa jadi orang tersebut cenderung memiliki prestasi akademik yang relatif rendah. Prestasi belajar adalah sejauh mana seorang siswa mampu menerima suatu jenis pelajaran yang diberikan oleh guru sebagai bagian dari kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAK untuk meningkatkan kecerdasan emosional dalam mengajar di sekolah maupun di gereja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian berupa strategi PAK yang dapat digunakan guru PAK mengajar di sekolah dan gereja untuk mendorong anak mengembangkan kecerdasan emosionalnya dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dibarengi dengan berkembangnya media sosial yang membuat generasi milenial Kristen mengalami perubahan perilaku, gaya hidup dan cara berpikir yang mengarah kepada sikap individualistis, hedonis dan liberal. Perubahan sikap dan perilaku ikut memberikan pengaruh terhadap kualitas spiritualitas generasi milenial. Tantangan spiritualitas generasi milenial merupakan permasalahan yang harus dijawab guna mempersiapkan generasi muda gereja yang siap menjadi penerus pelayanan gereja. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi terhadap tantangan spiritualitas yang dihadapi oleh generasi milenial dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelusuran literatur. Hasil penelitian menunjukan 1). Perlunya pelayanan Konseling bagi generasi milenial guna memberikan pemahaman atas permasalahan spiritualitas yang sedang mereka alami dan hadapi. 2) Perlu dilakukan pemuridan bagi generasi milenial melalui pendidikan yang berfokus kepada Allah dan melalui praksis kedisiplinan dan ketaatan dalam kehidupan rohani baik dalam hal ibadah maupun dalam doa.
Pendidikan Karakter adalah hal yang penting dibutuhkan dalam mengedukasi setiap insan supaya bersikap humanis. Nilai-nilai karakter perlu ditanamkan kepada setiap orang, karena lewat pendidikan karakter akan membantu seseorang dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai etis yang dipandang baik untuk diberlakukan dalam hidup. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang penerapan pendidikan karakter dalam implementasi PAK di keluarga, sekolah dan gereja. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini merujuk pada penerapan psikologi PAK dalam pendidikan karakter adalah penting dan perlu untuk mengkaji perilaku peserta didik atau umat Kristen agar kehidupannya didasari pada Firman Tuhan. Optimalisasi dari implementasi pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan basis struktur kurikulum yang sudah ditetapkan dengan mantap yang dimiliki oleh setiap institusi yaitu penguatan pendidikan karakter berbasis kelas, penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan penguatan pendidikan kurikulum berbasis masyarakat. Kesimpulannya memperlihatkan terwujudnya penguatan pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Kristen bila setiap stake holder dilibatkan untuk mengawal, menjalankan, mengawasi dan mengevaluasi semua proses sehingga menjadi budaya positif dalam Pendidikan Agama Kristen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru PAK dalam membentuk karakter siswa, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam membentuk karakter siswa dan upaya guru PAK dalam memebentuk karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP N 1 Tahuna pada tahun 2018. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan untuk: 1). Guru PAK lebih bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswa dengan lebih bekerja keras, memberikan teladan yang baik bagi siswa, 2). Bisa membangun kerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pembentukkan karakter yaitu orangtua, gereja khsusnya Pembina Remaja, guru-guru yang ada di sekolah. 3). Guru harus lebih lagi berupaya dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa serta bisa memberikan pengaruh positif bagi siswa.
Tulisan ini merupakan kajian terhadap model pembelajaran konstruktivisme sebagai alternatif dalam mengembangkan pembelajaran PAK yang selama ini bersifat monoton yang cendrung indoktrinatif dimana siswa menjadi pasif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskristif dengan pendekatan studi kepustakaan. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; (1) peserta didik dapat mengkonstruksi serta mengintegrasikan PAK dalam pengalaman mereka; (2) PAK menjadi lebih relevan dan bermakna dalam kehidupan peserta didik; (3) siswa dapat saling berdiskusi; (4) siswa menjadi peserta didik yang aktif; (5) siswa datang kesekolah dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan dimana siswa menjadi umat Allah yang beriman bukan hanya hasil doktrinasi semata, malainkan menjadi umat Allah memahami apa yang mereka imani serta dapat mengaplikasikannya.