
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Hukum Bacaan Qolqolah. Penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dari penelitian ini adalah Fase B siswa kelas 3 MIN 02 Boalemo Tahun Pelajaran 2023/2024, yang terdiri dari 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian yang diperoleh dari penggunaan Media Audio visual berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 MIN 02 Boalemo Tahun Pelajaran 2023/2024 pada materi Hukum Bacaan Qolqolah. Presentase ketuntasan hasil belajar siswa pada pembelajaran sebelum menggunakan media audio visual secara klasikal yaitu mencapai 57%. Presentase ketuntasan hasil belajar siswa pada pembelajaran setelah menggunakan media audio visual secara klasikal yaitu pada siklus 1 mencapai 70 % dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 2 lebih meningkat yaitu mencapai 92 %.
学校管理工作涉及方方面面,影响广泛,责任重大,意义深远.学校管理者要坚守育人阵地,聚焦教育教学中心任务,从严从细管好学校、带好队伍、教好学生,争做"教育家""大先生",不做"社交家""木偶人".
信息时代,是喧嚣的时代.然而,有价值的声音,会以各种形式,穿透时空,在我们身边回响.就像今天,我们回望梁启超的那篇气吞山河的《少年中国说》,仍然深感振聋发聩:"少年强则国强,少年独立则国独立;少年自由则国自由;少年进步则国进步." 借用梁启超先生的这一句式,我们完全可以说:少年阅读强则中国未来强.
This research aims to determine the effect of the use of gadgets on student learning outcomes. The type of research used in this research is quantitative. The data collection technique is a questionnaire (questionnaire) and documentation. The data analysis technique used in this study is a simple regression test and t test. The results showed that the results of a simple regression analysis where Y = a+bx = 3.278 + 0.957 X. This means that if there is no increase in the value of the X variable, the value of the Y variable is 3.278. Furthermore, each addition of 1 (one) value of variable X will increase the value of variable Y by 0.957. In addition, based on the results of the hypothesis test, it can be seen that the value of tcount > ttable or 15.591 > 2.0301, then Ho is rejected and Ha is accepted, which means that the regression coefficient has a significant effect. Thus it is proven that the use of gadgets (X) influences student learning outcomes (Y) at SDN 05 Tilango.
Discipline is a form of individual obedience in following the rules or regulations that apply on the basis of their awareness. This research was conducted with the aim to describe the level of discipline of students and to find out the exemplary forms of teachers in shaping the discipline of students at SDN 11 Limboto. This type of research is a type of qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this study were class III homeroom teachers, students, and the principal. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation and conclusion/verification. Furthermore, to check the validity of the research data, the source triangulation technique was used. The results showed that the level of discipline of students in class III at SDN 11 Limboto was in the moderately disciplined category. As for the teacher's exemplary behavior in forming student discipline through actions, words and behavior, the more students see the teacher's actions, words and behavior the more student discipline is formed.
This classroom action research is entitled Application of Problem Based Learning (PBL) Models to Improve Students' Science Learning Outcomes on the Concept of Pressure. This learning model is a problem-based learning model where students are invited to be able to solve problems in learning. The stages of this model have 5 stages of learning, namely: orientation of students to problems, organizing students to learn, guiding individual/group experiences, developing and presenting work, analyzing and evaluating the problem solving process. Based on the results of data analysis, it was obtained data that student learning outcomes increased the average score from 68.75 in cycle 1 to 81.25 in cycle 2 and the presentation of learning completeness increased and exceeded the level of classical learning completeness, namely 87.5%. Observations of learning carried out by observers also the understanding and activities of students in learning have improved very well. With these results, it is hoped that this learning model can be used as reference material for learning models in the classroom. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini berjudul Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Pada Konsep Tekanan . Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang berbasis masalah dimana siswa diajak untuk dapat memecahkan masalah dalam pembelajaran. Adapun tahapan dari model ini memiliki 5 tahapan pembelajaran, yaitu : orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing pengalaman individual/kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data bahwa hasil belajar siswa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 68,75 pada siklus 1 menjadi 81,25 pada siklus 2 dan presentasi ketuntasan belajarpun mengalami peningkatan dan melebihi tingkat ketuntasan belajar klasikal yaitu 87,5 %. Observasi pembelajaran yang dilakukan oleh observerpun pemahaman dan aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang sangat baik. Dengan hasil tersebut diharapkan model pembelajaran ini bisa di pakai sebagai bahan reverensi model pembelajaran di dalam kelas.
Al-Qur'an education is very important for children, especially junior high school students. At this age they should be able to read and write the Qur'an. But seeing the reality they have not been able to learn to read the Qur'an properly. Therefore, SMPN 9 Rejang Lebong organizes BTQ extracurricular activities so that students who are not fluent in reading and writing the Qur'an and cannot read and write the Qur'an at all can improve their competence in reading and writing the Qur'an. This study has a purpose, namely to describe the implementation of Al-Qur'an Reading and Writing at SMPN 9 Rejang Lebong and also to find out the effectiveness of Al-Qur'an Reading and Writing in improving the ability to read the Qur'an at SMPN 9 Rejang Lebong. This research belongs to the type of descriptive qualitative research with the research subject of students who take extracurricular activities. Data was collected using the methods of observation, interviews and documentation. The data obtained were then analyzed using qualitative descriptive analysis including data reduction, data display, and data verification (conclusion drawing/verification). From the data presented, there are positive changes shown by students in the context of the ability to read the Qur'an where during the first semester there were not a few students who were not fluent in reading the Qur'an and in the second semester there were more students. who is quite fluent in reading the Qur'an. This is indicated by the percentage that of the 25 students in class VII and class VIII who take part in Extracurricular Al-Quran Reading and Writing activities, there are 14 students whose ability to read Al-Quran has increased. The following are the results of the calculation of the percentage increase in the ability to read the Koran for class VII and class VIII at SMPN 9 Rejang Lebong 56%. ABSTRAKPendidikan Al-Qur’an sangatlah penting bagi anak-anak terutama anak SMP. Pada usia ini hendaknya mereka sudah mampu membaca dan menulis Al-Qur’an. Tetapi melihat realitanya mereka belum mampu Belajar Membaca al-Qur’andengan baik. Maka dari itu SMPN 9 Rejang Lebong menyelenggarakan kegiatan ekstrakurukuler BTQ agar peserta didik yang belum lancar membaca dan menulis Al-Qur’an dan tidak bisa sama sekali membaca dan menulis Al-Qur’an dapat meningkatkan kompetensi membaca dan menulis Al-Qur’an. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan Baca Tulis al-Qur’an di SMPN 9 Rejang Lebong dan juga untuk mengetahui sejauh mana Efektivitas Baca Tulis al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di SMPN 9 Rejang Lebong. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian peserta didik yang mengikuti ekstrakulikuler. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya, dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif di antaranya, reduksi data (data reduction), Penyajian data (data display), dan Verifikasi data (conclusion drawing/verification). Dari data yang dipaparkan, terdapat perubahan yang positif yang ditunjukkan peserta didik dalam konteks kemampuan membaca al-Qur’an dimana pada saat semester satu tidak sedikit peserta didik yang belum lancar membaca al-Qur’an dan pada saat semester dua sudah lebih banyak peserta didik yang cukup lancar membaca al-Qur’an. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase bahwa dari 25 peserta didik dikelas VII dan kelas VIII yang mengikuti kegiatan Ekstrakulikuler Baca Tulis Al-Quran, terdapat 14 peserta didik yang kemampuan membaca al-Qurannya meningkat. Berikut hasil perhitungan prosentase peningkatan kemampuan membaca alQuran kelas VII dan kelas VIII di SMPN 9 Rejang Lebong 56 %.
The purpose of this study was to determine the perceptions of STIE Tridharma students towards online learning during the covid-19 pandemic. This research was conducted with a survey method approach with a descriptive nature. The research subjects were STIE Tridharma students, totaling 130 students from the Accounting and Management Study Program. The results showed that students gave good responses to online learning. Students agree with the online lecture policy during the Covid-19 pandemic. Furthermore, students argue that online learning is very easy to access, students are easy to ask questions and lecturers respond to student questions. online learning materials are in accordance by the lecture contract, in online learning testing methods such as assignments and exams are fair and transparent, online learning systems make it easier for students to discuss and access materials with fellow students through online learning communities, online learning systems support students to better understand the material what they need and want to learn, online learning increases learning motivation, good online learning facilities will help the student learning process. On the other hand, students think that online learning is not as interesting as face-to-face learning, that there are more lectures in online learning so that the learning burden becomes heavier. What's interesting is that after the Covid-19 pandemic ended, the majority of students preferred to apply a combination lecture model between online and face-to-face. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa STIE Tridharma terhadap pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode survei dengan sifat deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa STIE Tridharma yang berjumlah 130 orang mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan Manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan yang baik terhadap pembelajaran daring. Mahasiswa setuju dengan kebijakan perkuliahan daring selama pandemi Covid-19. Lebih lanjut mahasiswa berpendapat bahwa pembelajaran daring sangat mudah untuk diakses, mahasiswa mudah bertanya dan dosen merespon pertanyaan mahasiswa,. materi pembelajaran daring sudah sesuai dengan kontrak perkuliahan, dalam pembelajaran daring metode pengujian seperti penugasan dan ujian bersifat adil dan transparan, sistem pembelajaran daring memudahkan mahasiswa untuk mendiskusikan dan mengakses materi kepada sesama mahasiswa melalui komunitas pembelajaran daring, sistem pembelajaran daring mendukung mahasiswa untuk lebih memahami materi yang dibutuhkan dan ingin diperlajari, pembelajaran daring meningkatkan motivasi belajar, fasilitas pembelajaran secara daring yang baik akan membantu proses belajar mahasiswa. Pada sisi lain, mahasiswa berpendapat bahwa pembelajaran daring tidak sama menariknya dengan pembelajaran tatap muka, tugas kuliah pada pembelajaran daring lebih banyak sehingga beban belajar menjadi lebih berat. Yang menarik setelah pandemi Covid-19 berakhir, mayoritas mahasiswa lebih menyukai menerapkan model perkuliahan kombinasi antara daring dan tatap muka.
This study aims to describe the planning, implementation and evaluation of improving writing learning (writing) for students of class X IPA 3 SMA Negeri 1 Pringgarata in the academic year 20212022 using the TTW method assisted by CANVA. This study aims to determine student learning outcomes in making (Product) congratulatory cards with various designs and artistic variations. This research is a classroom action research (CAR) whose data is presented through qualitative and quantitative descriptive data. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely: planning, implementation (action), observation and reflection. The learning process data for each cycle was analyzed descriptively qualitatively, while the learning outcomes data were analyzed descriptively quantitatively. The subjects of this study were students of class X IPA3, totaling 30 people. The initial data on student learning outcomes before the action was taken was 49.50%. After taking the action, the results showed that the value of the product obtained by students in the first cycle was 59.99% and in the second cycle it reached 93.33%, having exceeded the KKM that has been set for English subjects in class X, which is 75.00. The results showed that learning with the TTW method assisted by CANVA could improve students' ability to make greeting cards (products) in various themes with beautiful artistic designs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi peningkatan pembelajaran menulis (writing) pada siswa kelas X IPA 3 SMA negeri 1 Pringgarata Tahun Pelajarn20212022 dengan menggunakan metode TTW berbantuan CANVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam membuat (Produk) kartu ucapan selamat dengan berbagai variasi desain dan artistik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang datanya dipaparkan melalui data deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelakasanaan (tindakan ), observasi dan refleksi. Data proses pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA3 yang berjumlah 30 orang. Data awal hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 49,50%. Setelah dilakukan tindakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produk yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 59,99 % dan pada siklus II mencapai 93,33 % telah melampaui KKM yang telah ditetapkan untuk mata pelajaran bahasa Inggris di kelas X yaitu 75,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode TTW berbantuan CANVA dapat meningkatkan kemampuan siswa membuat (produk) kartu ucapan selamat dalam berbagai tema dengan desain artistik yang indah
The purpose of this study was to determine the increase in student learning outcomes in using the android version of the mobile learning media on human motion material in class VIII.. This study used a pre-experimental design method with the type of one group pretest-posttest. The subjects of this study were students of class VIII SMPI Shirathu Al Rahman. The sample was determined purposively. The instrument used in the form of cognitive tests C1-C4 and non-test in the form of a questionnaire student responses. The results of improving learning outcomes are evidenced by the acquisition of Sig 0.000 <0.05 and the N-Gain value of students 0.6 (medium) so that it can be said that the android version of mobile learning media can improve student learning outcomes and help teachers achieve learning goals. The learning media used get a good response so that the mobile learning media makes students able to get information not only through books but also through their smartphone and can be opened anytime and anywhere. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dalam menggunakan media pembelajaran mobile learning versi android pada materi gerak manusia di kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPI Shirathu Al Rahman. Sampel ditentukan secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa tes kognitif C1-C4 dan nontes berupa kuesioner (angket) respon peserta didik. Hasil peningkatan hasil belajar dibuktikan dengan perolehan Sig 0,000 < 0,05 dan nilai N-Gain peserta didik 0,6 (sedang) sehingga dapat dikatakan media mobile learning versi android dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan mendapatkan respon baik sehingga media mobile learning membuat peserta didik mampu mendapatkan informasi tidak hanya melalui buku tetapi juga dapat melalui smartphone yang ia miliki dan dapat dibuka kapan saja dan dimana saja.
A leader is a person who stands in front of every institution or organization he leads, a leader who is trustworthy, sincere, visionary and always makes changes for the better. The principal is a person who heads educators, education staff and students in a school. Within this scope the principal is a leader who is nurtured and imitated in every act and behavior. This study uses a literature study method that analyzes several journal references as a reference in determining a good school principal. The purpose of this research is to study and analyze previous findings related to the role of school principals in improving the quality of education. Based on the results of the reference analysis, it shows that a school principal who acts as a leader must be able to think ahead, be trustworthy in carrying out his duties, be wise in making every decision and be able to control the resources in the school as a means to advance his school to produce a generation of noble character. . A school principal must be able to analyze the needs of his school, both in terms of infrastructure facilities, strategies to improve quality so that he can compete with more advanced schools, able to negotiate to build cooperation with other parties, a visionary and able to read the future, so as to be able to make plans. Long term to answer the challenges ahead, motivate teachers to improve quality by attending training, seminars and training, giving rewards or awards to teachers who are innovative, active and creative will increase the morale and fighting spirit of teachers to move forward. ABSTRAKSeorang pemimpin adalah orang yang berdiri di depan di setiap lembaga atau organisasi yang dipimpinnya, pemimpin yang amanah, ikhlas, visioner dan selalu melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Kepala sekolah adalah orang yang mengepalai pendidik, tenga kependidikan dan peserta didik di sebuah sekolah. Dalam lingkup tersebut kepala sekolah adalah pemimpin yang digugu dan ditiru setiap tindak tanduk dan tingkah lakunya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang menganalisis beberapa referensi jurnal sebagai acuan dalam menentukan kepala sekolah yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis hasil temuan sebelumnya terkait peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil analisis referensi menunjukkan bahwa seorang kepala sekolah yang bertindak sebagai pemimpin harus mampu berpikir ke depan, bersifat amanah dalam menjalankan tugasnya, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan dan mampu mengendalikan sumber daya yang ada di sekolah sebagai sarana untuk memajukan sekolahnya untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia. Seorang kepala sekolah harus mampu menganalis kebutuhan sekolahnya, baik dalam kebutuhan sarana Prasarana, strategi dalam meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing dengan sekolah yang lebih maju, mampu bernegosiasi untuk membangun kerjasama dengan pihak lain, seorang yang visioner dan mampu membaca masa depan, sehingga mampu membuat perencanaan jangka Panjang untuk menjawab tantangan ke depan, memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas dengan mengikuti pelatihan, seminar dan diklat, memberi reward atau penghargaan kepada guru yang inovatif, aktif dan kreatif akan meningkatkan semangat kerja dan semangat juang guru untuk maju.
Pandemi yang sudah berlangsung lama mempengaruhi proses pembelajaran secara umum. Peraturan dan keputusan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh ( PJJ) menjadi salah satu tujuan meminimalisasi penyebaran virus Covid-19. Permasalahan demi permasalahn mulai muncul terkait dengan proses pembelajaran. Kondisi ini menuntut guru lebih inovatif dan kreatif memilih strategi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. LKPD digital menjadi alternatif pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa, respon serta efektivitas penggunaan LKPD digital pada mata pelajaran seni budaya. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan perumusan masalah, pengumpulan data, kesimpulan dan analisa hasil. Hasil penelitian menunjukakan adanya respon yang sangat tinggi pada penggunaan LKPD digital yaitu 80,6% dan motivasi belajar siswa meningkat berdasarkan hasil observasi dan survei yang dilakukan peneliti. LKPD digital dapat menjadi stimulus-stimulus yang merangsang rasa ketertarikan atau keingintahuan siswa sehingga dalam proses pembelajaran siswa menjadi lebih semangat dan termotivasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan Bimbingan Kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X MIPS 2 di SMA Negeri 9 Kota Jambi Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bimbingan Konseling yang terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIPS 2 di SMA Negeri 9 Kota Jambi tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 35 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis data pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan bahwa prosentase motivasi belajar sedang sebanyak 20%, rendah sebesar 40% dan motivasi belajar kategori sangat rendah 40%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis siklus II diperoleh siswa memiliki motivasi belajar sangat tinggi sebanyak 10%, tinggi sebesar 50% dan motivasi belajar kategori sedang sebesar 10% dan rendah 10%, sehingga berdasarkan hasil siklus II tersebut telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan. Dengan demikian subjek yang dijadikan penelitian yang berjumlah 30 orang siswa kelas X MIPS 2 di SMA Negeri 9 Kota Jambi dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
The purpose of this study was to determine the effect of learning facilities on students' learning motivation at MIM Pone. This research uses correlational research using quantitative methods to obtain complete and in-depth information. The instrument used to collect data in this study is a questionnaire, which is in accordance with the indicators of learning facilities. The questionnaire given consists of 30 statement items. The sample in this study amounted to 26 people. The sampling technique used is simple random sampling technique. Analysis of research data using simple regression analysis. The results showed that the value of tcount was 6.606 > 1.706. To determine the value of ttable with degrees of freedom (dk) = 26 and significance level (α) = 0.05, calculations were carried out, from the results of calculations obtained the value of ttable = 1.706. By comparing the values of tcount and ttable, it is obtained that tcount > ttable, this means that Ho is rejected and Ha is accepted, thus the results of this study indicate that learning facilities have a significant influence on students' learning motivation at MIM Pone.
Tujuan penulis membuat artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya orang tua bahwa bimbingan pendidikan seks perlu diberikan kepada anak sejak dini. Dengan memberikan pemahaman dan bimbingan pendidikan seks dalam konteks islam kepada anak diharapkan anak akan tumbuh menjadi generasi muda yang beriman dan bertaqwa serta mampu menjaga kehormatan dan kesucian diri mereka. Penulisan artikel ini menggunakan studi kepustakaan/literatur dengan menghimpun data melalui kajian teks dan berbagai referensi buku yang berkaitan dengan pendidikan islam dan pendidikan seks yang sesuai dengan ajaran islam.Dengan memahami dan memberikan pendidikan seks kepada anak yang sesuai dengan ajaran islam maka anak akan tumbuh menjadi individu yang taat kepada agama nya dan mampu menjaga harga dirinya dihadapan Allah swt dan di hadapan manusia,serta menjadikannya manusia yang sehat akalnya, jasmaninya, serta ruhnya sehingga kehidupan anak akan menjadi mulia kehidupannya.
This descriptive study aims to determine the motivation of learning achievement between learning using powerpoint-based learning videos and without using powerpoint-based learning videos.Comparatively aims to determine the difference in learning achievement of physics between powerpoint-based learning videos between powerpoint-based learning using learning and without powerpoint-based learning videos.This research is a quasi experimental conducted at SMK Negeri 2 Situbondo in 2020/2021. The results of descriptive research show that the tendency of learning achievement in physics taught using powerpoint-based learning video is in the very high category. The result of the analysis show that there is a significant difference in learning achievement between using powerpoint-based learning videos and without using powerpoint-based learning videos. The average achievement of learning physics using powerpoint-based learning videos is higher than learning without using powerpoint-based learning videos. So it can be concluded that learning using powerpoint-based learning videos is more effective than learning without powerpoint-based learning videos.
"身体是革命的本钱"这句话我们都耳熟能详,可真正要读懂,把这句话做成学问,却不是一件容易的事.陕西省西安市高新路小学校长史惠和她的团队在这方面做了有益尝试,并取得了显著的成绩.
意义是人们对事物本质的解释.追问存在的意义是哲学研究的起点,探究万物的意义是学校教育的重点,理解学科的意义是课程教学的支点. 理解力教学通过提取基本概念来表征知识的本质和意义.例如,小学二年级语文要素"想象"的本质是将一个物体当作另一个物体,基本概念是"当作他物";五年级数学长方体和正方体表面积和体积测量的本质是表面积和体积单位个数的累加,基本概念是"单位个数累加".
"雷锋精神"是红色基因,也是中国优秀传统文化、中华民族精神在新时代的发展与践行.山东省济南市新苑小学自1997年起,以"续写雷锋日记"活动为载体,大力倡导弘扬雷锋精神,历经24年, 由最初的简单活动逐步课题化、课程化.学校以党带团、以团带队,涌现出一批又一批"活雷锋" "小雷锋",落实了培养" 正气、大气、雅气、灵气"新苑学子的育人目标.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode example non example pada pembelajaran matematika, untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, dan untuk mengetahui hambatan serta solusi dalam penerapan metode example non example. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu : reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yakni : (1) penerapan metode example non example di kelas II SDN 4 Limboto dilakukan sebagaimana proses pembelajaran pada umumnya. (2) hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di kelas II SDN 4 Limboto sudah lebih baik. (3) hambatan dan solusi dalam penerapan metode example non example yakni : membutuhkan waktu yang banyak, solusinya dengan menambah waktu belajar peserta didik, atau memanfaatkan waktu pembelajaran yang kosong. Saran penulis (1) kepala sekolah dapat melakukan dukungan dalam pelaksanan pembelajaran di kelas dan melakukan pengawasan dalam proses kegiatan belajar mengajar. (2) pendidik, dapat memberikan inovasi dalam memilih metode pembelajaran dalam serta lebih sabar dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan peserta didik. (3) peneliti dapat menjadikan penelitian ini sebagai informasi dan referensi mengenai metode example non example.