
Minyak goreng bekas merupakan bahan baku energi terbarukan yang dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel dengan biaya produksi yang lebih ekonomis karena merupakan limbah dan harganya yang murah atau bahkan gratis. Penggunaan minyak goreng bekas sebagai bahan baku biodiesel adalah tindakan yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan terutama pada tanah dan air. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan pengolahan minyak goreng bekas menjadi bahan baku biodiesel dengan berbagai katalis yaitu katalis asam, basa, dan enzim baik yang homogen maupun heterogen. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah mereview berbagai artikel tentang produksi biodiesel dengan metode transesterifikasi menggunakan katalis. Katalis yang umum digunakan adalah katalis asam (homogen, heterogen), basa (homogen, heterogen), dan enzim. Hasil dari berbagai literatur menunjukkan bahwa WFO dapat diubah menjadi biodiesel menggunakan berbagai katalis. Pada kondisi optimum katalis asam homogen seperti H2SO4 menghasilkan yield 95,37%. Katalis asam heterogen seperti Fe2O3-MnO-SO42- / ZrO2 menghasilkan yield 96,5%. Katalis basa homogen seperti NaOH menghasilkan yield biodiesel 98%. Katalis basa heterogen seperti CaO-MgO menghasilkan yield biodiesel 98,95%. Sedangkan pada katalis enzim seperti enzim Lipase dari Candida rugosa dan Rhizomucor miehei diperoleh yield biodiesel sebesar 96,5%. Dari hasil tersebut, katalis basa heterogen CaO-MgO merupakan katalis yang paling tinggi dalam menghasilkan yield biodiesel dari berbagai katalis yang lain.
Krisis energi fosil karena tingginya penggunaan bahan bakar minyak menjadi faktor penting dalam upaya pengembangan sumber energi alternatif dari bahan baku alami yaitu bioetanol. Bioetanol dibuat dengan bahan baku seperti pati, gula, atau selulosa yang menghasilkan kadar etanol rendah, sehingga perlu ditingkatkan melalui proses dehidrasi dengan zeolit alam teraktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar bioetanol ampas tebu dan waktu optimal adsorpsi air dalam bioetanol menggunakan zeolit alam aktif. Pada penelitian ini zeolit alam diaktivasi secara kimia dan fisika menggunakan H2SO4 2% selama 3 jam dan dikalsinasi pada suhu 600˚C selama 6 jam. Variasi waktu adsorpsi bioetanol dengan zeolit adalah 1, 3, 5 dan 7 jam dengan tiga kali pengulangan. Bioetanol ampas tebu dihasilkan melalui hidrolisis, dilanjutkan proses fermentasi ragi, destilasi dan adsorpsi dengan zeolit alam aktif yang kemudian kadar etanol diukur dengan alat refraktometer alkohol. Hasil penelitian yang didapatkan adalah kadar etanol ampas tebu sebelum diadsorpsi adalah 42% dan setelah diadsorpsi dengan zeolit pada variasi waktu rendam 1, 3, 5 dan 7 jam berturut-turut sebesar 43%; 44%; 47%; dan 45%.
Adsorben kitosan silika (KS) dari abu sekam padi dan kitosan pharmaceutical grade dari cangkang udang untuk adsorpsi Pb(II) telah dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan waktu adsorpsi terhadap kemampuan adsorpsi ion Pb(II) oleh KS. Abu sekam padi diekstraksi menjadi natrium silikat menggunakan NaOH. KS dibuat melalui metode sol gel dengan variasi volume kitosan dan silika yaitu 1:1 (KS 1:1) dan 2:1 (KS 2:1). Silika tanpa kitosan (KS 0:1) disintesis sebagai pembanding. KS hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR. Kestabilan KS diuji menggunakan larutan pH 2-5 selama 24 jam. Pengaruh pH dan waktu adsorpsi diuji menggunakan larutan Pb(II). Konsentrasi Pb(II) sisa diukur menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil identifikasi gugus fungsional FTIR KS menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 1637,02 cm-1 dan 1060,1 cm-1 yang menunjukkan vibrasi tekuk –OH dari Si-OH dan vibrasi ulur Si-O dari Si-O-Si. Serapan pada bilangan gelombang 1557,99 cm-1 dan 1420,47 cm-1 menunjukkan vibrasi tekuk –NH dan vibrasi simetri –CN dari kitosan. KS 2:1 memiliki kestabilan 9% lebih tinggi dibandingkan dengan KS 1:1 pada pH 2-5 selama 24 jam. Pengaruh pH adsorpsi untuk adsorpsi Pb(II) oleh KS 2:1 pada pH 2-5 terus meningkat hingga mencapai pH optimum pada pH 5 dengan kemampuan adsorpsi sebesar 39,4 mg/g. Pengaruh waktu adsorpsi untuk adsorpsi Pb(II) meningkat dan mencapai waktu adsorpsi optimum pada waktu adsorpsi 20 menit. Data waktu adsorpsi menunjukkan bahwa KS 2:1 mengikuti model kinetika pseudo orde kedua dengan konstanta laju reaksi sebesar 9,072 g mmol-1 mnt-1.
Teh hijau merupakan salah satu tumbuhan dengan kandungan katekin yang tinggi. Katekin merupakan salah satu metabolit sekunder yang memiliki banyak manfaat dan potensi. Salah satunya sebagai antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi katekin dan turunan sebagai antitumor inhibitor HGF serta profil toksisitasnya melalui analisis in silico. Ligan yang digunakan dalam penelitian ini adalah katekin, galokatekin, epikatekin, dan epigalokatekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epikatekin memiliki potensi lebih baik (-6,6 kkal/mol) dibandingkan turunan katekin lainnya. Profil toksisitas keempat katekin tersebut menunjukkan bahwa keempatnya tidak hepatotoksik, tidak mutagentik, tidak karsinogenik, dan memiliki nilai LD50 yang aman. Penelitian lebih lanjut seperti in vitro dan in vivo diperlukan untuk menguak potensinya sebagai antitumor inhibitor HGF.
The detection and use of gasoline at scenes of crimes such as arson is of high interest in forensic investigations. In this work, gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) was used to analyse the gasoline samples and chemometrics namely principal component analysis (PCA), discriminant analysis (DA), and classification and regression tree (CART) machine learning were applied to identify and discriminate the gasoline brands and locations of origin. This study includes three popular gasoline brands collected from stations in eight different Malaysian states, including one oil refinery. The PCA result of 73.6% variation of the first and second principal components for the new targeted compounds chromatogram (TCC) and DA using the discriminant-analysis method correctly classified 94.3% of training samples for location-of-origin and 71.7% of training samples for brand. A novel two-C&R-trees (CART) machine-learning model is also developed and effectively applied to 100 unidentified gasoline samples, with a mean absolute error of 1.1% (location) and 0.4% (brand). The obtained results demonstrate this methodology’s potential to help resolve criminal investigations.
Sintesis nanopartikel Au-SiO2 telah dilakukan dengan menggunakan larutan natrium silikat dari abu ampas tebu (AAT) sebagai sumber utama silika. Tujuan penelitian ini untuk menentukan rasio mol Au:Si dalam nanopartikel Au-SiO2 yang relatif stabil, dapat diamati dari panjang gelombang maksimum dan penentuan full width half maximum (FWHM). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini melalui tahapan yaitu sintesis natrium silikat dari abu ampas tebu, sintesis nanopartikel Au-SiO2 dan karakterisasinya. Parameter-parameter yang diteliti adalah variasi rasio mol Au:Si (1:19, 1:39 dan 1:76), mengidentifikasi gugus fungsinal Au-SiO2, penentuan panjang gelombang maksimum dan penentuan kestabilan Au-SiO2. Identifikasi gugus fungsional Au-SiO2 dilakukan dengan menggunakan instrumen FTIR dan penentuan panjang gelombang maksimum menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Hasil penelitian yang didapat yaitu nanopartikel Au-SiO2 cairan jernih, berwarna merah tua pada rasio 1:19, berwarna merah muda pada rasio 1:38 dan 1:76. Hasil identifikasi dengan FTIR menunjukkan bahwa nanopartikel Au-SiO2 terbukti terdapat gugus N-H dan C-H masing-masing pada bilangan gelombang (Si-OH) masing-masing 902,12 cm-1. Hasil pengukuran dengan spektrofotometer UV-VIS menunjukkan bahwa nanopartikel Au-SiO2 relatif stabil pada rasio 1:76 dengan serapan panjang gelombang maksimum pada kisaran 523-523,5 nm dan dapat dikatakan silika mampu mempertahankan kestabilan nanopartikel Au dalam penyimpanan selama 8 hari. Kata kunci : nanopartikel Au, silika, ampas tebu
Alkyd resin adalah polyester yang dimodifikasi dengan penambahan asam lemak dan komponen lainnya. Alkyd berasal dari poliol dan asam organik termasuk asam dikarboksilat atau asam karboksilat anhidrat dan minyak trigliserida. Kualitas suatu alkyd resin ditentukan berdasarkan parameternya antara lain: kadar zat padat, viskositas, bilangan asam, warna dan kejernihan. Bilangan asam yang tinggi dapat menyebabkan cat mudah menguning, oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam melakukan analisa bilangan asam. Untuk mengetahui bilangan asam dilakukan dengan metode titrasi asidimetri. Produk A, B, dan C ditimbang masing-masing: 0.5g, 2g, 4g, 6g, 8g, 10g, 12g, 14g, ke dalam erlenmeyer 300 ml yang di dalamnya telah berisi 100 ml pelarut. Masukkan magnetic stirer lalu aduk hingga larut sempurna di atas pemanas listrik. Tambahkan 2 tetes indikator phenolphthalein 1% ke dalam erlenmeyer. Tuang larutan KOH 0.2 alkoholik ke dalam buret 50ml. Titrasi dilakukan hingga terjadi perubahan dari larutan tak berwarna menjadi merah muda. Catat volume yang didapatkan (ml). Dari penelitian yang dilakukan semakin kecil sampel yang ditimbang maka penyimpangan hasil analisa bilangan asam dari penimbangan sampel secara teori (10 gram) semakin besar. Berdasarkan % akurasi yang diizinkan adalah yaitu 3% maka variabel penimbangan yang dapat ditoleransi adalah 8–14 gram. Penimbangan sampel kurang dari 8-gram atau di atas 14 gr akan menghasilkan bilangan asam yang memiliki penyimpangan yang sangat besar. Kata kunci : Alkyd resin, Bilangan asam, Larutan KOH, Titrasi
Abu sekam padi merupakan salah satu bahan yang kebanyakan mengandung silika (SiO2). Silika dapat digunakan sebagai bahan baku untuk beragam industri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, meliputi sintesis abu sekam padi dengan variasi berbagai suhu kalsinasi yaitu 800 oC, 900 oC, dan 1000 oC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis padatan dan fase kristal dari RHA sehingga hasil dari penelitian ini bisa digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya dalam penggunaan RHA. Hasil sintesis menghasilkan empat jenis sampel yaitu sampel kalsinasi pada suhu 800 oC (diberi kode S-800), kalsinasi pada suhu 900 oC berwarna abu-abu (S-900 A), kalsinasi pada suhu 900 oC berwarna putih (S-900 P), dan sampel kalsinasi pada suhu 1000 oC (S-1000). Karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa semua sampel termasuk padatan kristalin dengan fase kristal tridimit dan kristobalit yang terdeteksi pada sampel S-800, S-900 P, S-900 A, dan S-1000. Kristobalit dan tridimit adalah polimorf mineral silika dan memiliki rumus kimia yang sama dengan kuarsa yaitu SiO2, tetapi struktur kristalnya berbeda. Persentase kristalinitas sampel dihitung dengan pembanding sampel yang memiliki intensitas puncak tertinggi (S-1000) didapatkan hasil kristalinitas untuk S-1000, S-900 P, dan S-900 A secara berturut-turut adalah 100%, 96%, 79%, dan 32%. Makin kecil suhu kalsinasi mengakibatkan makin kecil persentase kristalinitasnya. Kata kunci : abu sekam padi, kalsinasi, silika, XRD, padatan kristalin
Suhu kolom Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS) merupakan salah satu variabel yang harus diperhatikan pada analisis senyawa kimia, agar senyawa terpisahkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu terprogram optimum pada analisis asam lemak menggunakan instrumen GCMS. Sampel asam lemak yang digunakan berasal dari hasil ekstrak mikroalga Chlorella. Ekstrasi mikroalga Chlorella dilakukan dengan cara sonikasi selama 60 menit menggunakan pelarut n-heksana. Variasi suhu terprogram GCMS yang dilakukan, yaitu kenaikan suhu masing-masing pada 5 OC/menit, 7 OC /menit, 9 OC /menit, 12 OC /menit dengan suhu awal 80 OC dan suhu akhir 270 OC. Jumlah sampel yang diinjeksikan sebanyak 0,2 µL. Data hasil analisis diolah dengan cara membandingkan waktu retensi dan lama waktu analisis. Ditemukan, kondisi optimum suhu terprogram pengukuran, yaitu suhu awal 80 OC dan kenaikan 9 OC/menit sampai suhu 270 OC dengan lama waktu analisis 21,1 menit. Asam lemak yang terkandung dalam ekstrak mikroalga Chlorella yaitu asam palmitat, asam oleat dan asam stearat. Dengan menggunakan metode pengukuran ini waktu analisis menjadi lebih singkat dan senyawa yang diharapkan dapat teridentifikasi dengan baik. ; ; Kata kunci: Analisis, GCMS, suhu terprogram, asam lemak, mikroalga Chlorella.
Humans naturally experience a decline in bodily functions which results in the elimination of free radicals not working optimally. Oxidative stress caused by radicals can affect several degenerative diseases such as premature aging, cancer, and coronary heart disease. In an effort carried out research aimed to analyze and discuss the effect of nanosilver on the antioxidant activity of nanoplatines in reducing free radicals in various time variations, as well as to analyze and discuss the best concentration of nanosilver that supports the antioxidant activity of nanoplatines. The concentration used was 20 ppm nanoplatine and Nanosilver 5 to 25 ppm. According to previous research, to study the antioxidant activity using a UV-Vis spectrophotometer as a tool to characterize platinum nanoparticles and DPPH methods to discuss the activity of reducing free radicals because they require antioxidants. Results showed that the addition of nanosilver with concentrations of 5, 10, 15, 20 and 25 ppm had a significant influence on the antioxidant activity of nanoplatines. The results of the average reduction in combined nanosilver 20 ppm with variations in the concentration of nanoplatines 5, 10, 15, 20, and 25 ppm were 75.90%; 82.90%; 86.61%; 87.95%; and 85.19%. The effect of the addition of nanoplatinum on the antioxidant activity of nanosilver has a synergy due to an increase in the yield of percent reduction from each increase in concentration with the optimum results on the addition of 20 ppm nanoplatina with a yield of 87.95% [Hesti, Nita. (2017)]. Keywords : Nanosilver, Nanoplatina, Antioxidant activity, DPPH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pelepasan kadar nitrogen pada sampel pupuk dengan variasi perbandingan volume zeolit dengan massa surfaktan kationik serta mengetahui karakterisasi kimia pada FTIR. Pada penelitian ini digunakan zeolit alam dan heksadesiltrimetilammonium (HDTMA) sebagai bahan utama. Pembuatan pupuk dalam penelitian ini dengan cara aktivasi zeolit alam menggunakan HCl 1M lalu di tambahkan surfaktan HDTMA 0.05M dengan perbandingan 1:1, 1:3, 1:5, kemudian ditambahakan larutan NaNO3 0,05M sebagai sumber nitrogen yang kemudian diuji slow release pada tanah selama 7 hari. Pada hasil karakterisasi kimia dari FTIR menunjukan adanya pergeseran pita pada zeolit terkativasi, zeolit termodifikasi HDTMA (1:1), dan ZMS(I). Hasil pengujian pelepasan kadar nitrogen pada hari ke-0 ZMS (I) lebih kecil 0,00059% namun pada hari ke 7 pelepasan nitrogen yang lebih kecil pada zeolit teraktivasi 1,3339% dibandingkan ZMS (I) yang pada hari ke 7 sebesar 1,625%.
Di antara berbagai sumber energi terbarukan, biodiesel merupakan kandidat yang menjanjikan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Biodiesel dihasilkan dari reaksi transesterifikasi antara minyak atau lemak dengan alkohol. Reaksi transesterifikasi memerlukan katalis yang sesuai. Terdapat dua macam katalis, yaitu katalis homogen dan heterogen. Katalis heterogen memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dipisahkan dan dapat digunakan kembali tanpa melalui banyak proses. Saat ini banyak bahan alami yang dimanfaatkan sebagai bahan baku katalis heterogen seperti tulang. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pembuatan biodiesel dengan katalis dari berbagai jenis limbah tulang seperti tulang sapi, kambing, domba, ayam, ikan, dan burung unta. Berdasarkan hasil review dari beberapa artikel diketahui bahwa katalis dari tulang yang memiliki yield biodiesel tertinggi berasal dari tulang ikan yang dikalsinasi pada suhu 997,42 oC selama 2 jam, katalis tersebut dapat menghasilkan yield biodiesel sebesar 97,73% dengan kondisi reaksi : perbandingan mol minyak : metanol sebesar 1 : 6,27, berat katalis 1,01% dari massa minyak dengan reaksi yang berlangsung selama 5 jam pada suhu 70 oC. ; ; Kata kunci : biodiesel, transesterifikasi, katalis, limbah tulang
Syzygium aromaticum merupakan tanaman obat yang terkenal akan kegunaannya di dunia medis. Tanaman ini mengandung minyak esensial yang memiliki banyak bioaktivitas yakni eugenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa eugenol dan turunannya sebagai inhibitor HIV-1 Protease (PR) kandidat antivirus HIV-1. Ligan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eugenol, metil eugenol, asetil eugenol, dan isoeugenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa asetil eugenol memiliki potensi sebagai inhibitor HIV-1 Protease lebih baik dibandingkan turunan eugenol yang lainnya karena memiliki nilai binding affinity (-6,2 kkal/mol) lebih rendah senyawa lain. Penelitian lebih lanjut seperti uji in vitro dan in vivo diperlukan untuk membuktikan aktivitasnya sebagai HIV-1 Protease.
Menipisnya bahan bakar minyak bumi dapat menjadi masalah jika tidak ditanggulangi dengan cepat. Hal ini dapat mengakibatkan kelangkaan dan meningkatnya harga bahan bakar minyak. Energi alternatif mulai dikembangakan sebagai solusi atas masalah tersebut, salah satunya adalah biodiesel. Sintesis biodiesel memiliki bahan utama berupa minyak seperti minyak kelapa sawit, minyak jelantah, minyak biji karet, minyak sawit mentah, dan lain-lain. Reaksi sintesis biodiesel umumnya adalah reaksi transesterifikasi yang cenderung lambat dan lama sehingga diperlukan katalis agar reaksi dapar berjalan dengan cepat. Terdapat dua katalis yang dapat digunakan yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Penggunaan katalis heterogen lebih mudah dipisahkan dikarenakan fasa katalis berbeda dengan reaktan maupun produk. Salah satu katalis heterogen biodiesel yang dapat digunakan adalah katalis zeolit alam. Penggunaan katalis zeolit alam memiliki banyak keuntungan seperti harganya yang relatif murah, kelimpahan di alam yang cukup banyak, dan ramah lingkungan. Pemanfaatan zeolit alam sebagai katalis biodiesel diperlukan aktivasi zeolit alam yang dapat dilakukan dengan larutan asam maupun basa. Oleh karena itu, pada artikel review ini membahas mengenai % yield biodisel dengan bantuan katalis zeolit alam yang teraktivasi asam atau basa dari sepuluh artikel. Didapatkan % yield biodiesel tertinggi sebesar 100% pada produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis zeolit alam Wonosari teraktivasi asam berupa HCl 6M pada reaksi esterifikasi sebanyak 2% dari berat minyak. Kemudian dilanjutkan reaksi transesterifikasi dengan katalis basa KOH dengan kondisi suhu 60℃ dengan rasio molar minyak dan metanol 1:6 selama 1 jam, dan kecepatan pengadukan 1200 rpm. Berdasarkan hasil artikel review ini zeolit alam yang telah teraktivasi asam atau basa dapat dijadikan sebagai katalis dalam sintesis biodiesel menggunakan metode transesterifikasi dan esterifikasi. Kata kunci : Biodiesel, Katalis biodiesel, Zeolit Alam
Energi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sebagian besar kebutuhan energi yang diperlukan manusia dipasok dari sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui contohnya seperti minyak bumi, gas alam dan juga batu bara. Solusi yang di berikan ialah dengan menggantinya menggunakan biodiesel. Biodiesel merupakan energi alternatif berbasis nabati dan hewani. Sumber minyak nabati dapat diperoleh pada biji karet dan juga minyak goreng. Pada biji karet mengandung sekitar 40-50%-b minyak nabati dengan komposisi asam lemak yang dominan adalah asam oleat dan asam linoleat, sementara sisanya berupa asam palmitat, asam stearat, asam arachidat dan asam lemak lainnya. Katalis yang berasal dari beberapa cangkang kerang menunjukkan bahwa nilai yield pada kerang tertinggi yaitu pada kerang hijau dengan yield sebesar 90,1% dengan suhu reaksi 65oC selama 4 jam dengan berat katalis 5% dari berat biodiesel. ; Kata Kunci : Kalsinasi, Transesterifikasi, Mollusca
Bawang bombai termasuk dalam famili Alliaceae yang sering digunakan sebagai bumbu masak. Bawang bombai memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Senyawa aktif yang bertindak sebagai antioksidan dalam bawang bombai adalah senyawa fenolik dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air, kadar abu, senyawa metabolit sekunder, penentuan kadar fenolik dan flavonoid total serta aktivitas antioksidan umbi bawang bombai (Allium cepa L.). Pembuatan ekstrak umbi bawang bombai dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya yakni diklorometana, etil asetat dan etanol 96%. Total ekstrak yang diperoleh dari pelarut diklorometana, etil asetat dan etanol 96% adalah 3,661; 1,476; 72,612 g. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang bombai memiliki kadar air sebesar 64,7% dalam bentuk basah dan 5,2% dalam bentuk serbuk. Kadar abu yang diperoleh sebesar 5,64%. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tannin, fenolik, kuinon, steroid dan triterpenoid dalam ekstrak umbi bawang bombai. Kadar fenolik total dan kadar flavonoid total dari ekstrak etanol umbi bawang bombai sebesar 18,245 mg GAE/g ekstrak dan 3,381 mg QE/g ekstrak. Nilai IC50 dari ekstrak etanol umbi bawang bombai adalah sebesar 78,723 μg/mL dan termasuk kedalam golongan antioksidan kuat. Kata kunci : bawang bombai, kadar fenolik total, kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan
Penelitian ini bertujuan untuk membuat material komposit dari kitosan dan ZnO juga pengaplikasiannya sebagai agen hirofobik kain katun melalui proses pelapisan komposit kitosan-ZnO pada kain katun. Pembuatan komposit kitosan-ZnO menggunakan metode sol-gel dengan variasi perbandingan volume kitosan terhadap ZnO yaitu 7:3, 6:4, 5:5, 4:6 dan 3:7. Kain katun terlapisi komposit kitosan-ZnO diukur hidrofobisitasnya menggunakan metode water contact angle (WCA) dan dihasilkan sudut kontak air tertinggi 131º pada variasi kitosan: ZnO sebesar 7:3. Karakterisasi komposit kitosan-ZnO menggunakan instrument FTIR dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan adanya interaksi kitosan dengan ZnO, hal ini didukung adanya gugus C=O yang teramati pada bilangan gelombang 1556 cm-1, gugus C-N tampak pada 1397 cm-1 dan 1338 cm-1, gugus –OH dan –NH terdeteksi pada 3242 cm-1, ikatan O-Zn-O teridentifikasi pada 425 cm-1 dan juga ikatan -C-O-C- antara gugus kitosan dengan ZnO terlihat pada 1019 cm-1 dan 1052 cm-1. Hasil XRD menunjukkan puncak pada 2θ 37,1º, 246,82º dan 68,31º enunjukkan adanya fasa kristalin nanopartikel ZnO serta puncak karakteristik kitosan pada 2θ 10,6º dan 21,8º. Hasil karakterisasi FTIR dan XRD menunjukkan bahwa komposit kitosan-ZnO telah berhasil disintesis. Kata kunci : Hidrofobik, Komposit Kitosan-ZnO
Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) pengaruh suplementasi sirup umbi yakon terhadap kadar kalsium tulang tikus 2) korelasi jumlah total asam lemak rantai pendek (ALRP) terhadap kadar kalsium tulang tikus. Hewan coba yang digunakan adalah 36 ekor Rattus norvegicus, terbagi 3 kelompok perlakuan suplemen: 1) perlakuan air, 2) sirup umbi yakon, 3) FOS komersial. Perlakuan selama 48 hari, tulang femur digunakan sebagai sampel yang dianalisis kadar kalsium dengan metode destruksi. Instrumen yang digunakan adalah HPLC untuk uji kadar ALRP, GC uji kadar FOS, dan AAS uji kadar kalsium.. Analisis data melalui uji Anova satu jalur (α=0,05), Post Hoc LSD, dan korelasi product moment (α=0,05). Hasil analisis menunjukkan 1) Kenaikan hasil rata-rata kadar kalsium dari kelompok K(-) terhadap P1 sebesar 1,211 mg/mL dan uji statistik post hoc antara kelompok K(-) dan P1 (p>0,05) menunjukkan tidak adanya perbedaan secara signifikan suplementasi sirup umbi yakon terhadap kadar kalsium tulang tikus. 2) Analisis korelasi menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar r = 0,394 sehingga terdapat hubungan yang rendah antara jumlah total ALRP dengan kadar kalsium pada tulang femur hewan coba. Kata kunci: umbi yakon, FOS, kalsium, absorpsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah crosslinker terhadap kemampuan adsorpsi Molecularly Imprinted Polymer (MIP)-Kloramfenikol (CAP) yang dianalisis menggunakan instrumen High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan mengidentifikasi gugus fungsional –NO2 pada polimer dengan variasi jumlah crosslinker terbaik menggunakaan instrumen Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Dalam penelitian ini, MIP disintesis dengan menggunakan CAP sebagai template, etilen glikol dimetakrilat (EGDMA) sebagai crosslinker, asam metakrilat (MAA) sebagai monomer, benzoil peroksida (BPO) sebagai inisiator, dan asetonitril sebagai porogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah crosslinker mempengaruhi kemampuan adsorpsi MIP dengan komposisi antara CAP: MAA: EGDMA yaitu 1:3:18 menghasilkan kemampuan adsorpsi terbesar yakni 2,2 mg/g dengan persen ekstraksi sebesar 66,11%. Hasil identifikasi gugus fungsional dengan FTIR menunjukkan bahwa NIP terdapat gugus –NO2 pada bilangan gelombang 1524,27 cm-1 sedangkan pada MIP tidak terdeteksi gugus –NO2 karena sebagian besar CAP telah berhasil diekstrak, serta PB yang dibuat sebagai polimer kontrol tanpa penambahan template CAP. Kata kunci : Kloramfenikol, Molecularly Imprinted Polymer, Crosslinker, Kemampuan Adsorpsi
Kebutuhan makanan segar terus mengalami peningkatan. Makanan segar memiliki umur simpan yang pendek. Hal tersebut dapat diatasi dengan kemasan aktif yang mengandung zat antimikroba. Zeolit dimodifikasi dengan pertukaran ion dengan perak, dimana perak berperan sebagai bahan antimikroba. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan sifat mekanik campuran PVA/kitosan dengan penambahan zeolit-Ag dibandingkan dengan tanpa penambahan zeolit-Ag. Variasi pada penelitian ini ialah penambahan zeolit-Ag pada komposit PVA/CS yaitu (0,025; 0,05; 0,1; 0,2)%. Film yang telah dibuat dianalisis dalam hal sifat mekanik, FTIR, dan mikrostruktur morfologi permukaan. Film komposit yang memiliki kandungan zeolit-Ag menunjukkan terjadinya peningkatan kekuatan tarik serta elastisitas, dimana zeolit terkonfirmasi dapat digunakan sebagai bahan penguat dalam matriks polimer. Film komposit dengan kandungan zeolit-Ag 0,025% memiliki nilai kekuatan tarik sebesar 46,534 MPa, karena zeolit-Ag dapat terdispersi secara homogen dalam matriks polimer. Analisis FTIR menunjukan hasil bahwa campuran PVA dan kitosan terbukti tercampur secara seragam. Analisis mikrostruktur morfologi menunjukkan hasil permukaan yang homogen, tidak terlihat munculnya agregat zeolit-Ag pada film PVA/CS, sedangkan pada film yang mengandung 0,025% zeolit-Ag terdapat permukaan heterogen dan munculnya bulatan hitam yang menunjukan adanya zeolit-Ag. Kata kunci: karakterisasi, film komposit, zeolit, perak