
Program MAHAR (Mading Harapan) dikembangkan sebagai media refleksi diri untuk memperkuat ketahanan psikologis remaja, khususnya Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Sentra Wirajaya Makassar. Remaja pada kelompok ini rentan mengalami tekanan emosional, kesulitan regulasi emosi, dan lemahnya orientasi masa depan, sehingga diperlukan intervensi yang mampu memfasilitasi proses refleksi personal secara aman dan terstruktur. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan intervensi psikososial melalui teknik expressive writing dengan meminta peserta menulis surat “Untuk Aku di Masa Depan” yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk mading reflektif. Program dilaksanakan dalam lima sesi: orientasi, pengenalan emosi, penulisan MAHAR, refleksi terbuka, dan penutup-afirmasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali dan mengekspresikan emosi, munculnya rasa lega dan didengar, serta tumbuhnya harapan baru terhadap masa depan. Peserta mampu menghubungkan pengalaman masa lalu dengan tujuan jangka panjang, sekaligus memperoleh dukungan sosial dari dinamika kelompok. Implementasi MAHAR juga memperkuat aspek self-awareness, regulasi emosi, dan visualisasi tujuan yang merupakan komponen penting ketahanan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa media refleksi visual melalui mading dapat menjadi strategi intervensi efektif untuk mendukung pemulihan psikososial dan membangun kembali identitas positif remaja dalam lingkungan terbatas.
Permasalahan pengelolaan sampah merupakan salah satu isu kesehatan lingkungan yang sering dihadapi masyarakat. Berdasarkan data diperoleh tiga prioritas masalah utama kesehatan, salah satunya yaitu pengelolaan sampah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan lubang resapan Biopori. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan biopori di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Konsumsi fast food di kalangan mahasiswa meningkat seiring gaya hidup dan kemudahan akses makanan siap saji. Rendahnya pengetahuan mengenai dampak fast food berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus, dan hipertensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa sebelum dan sesudah diberi edukasi bahaya konsumsi fast food melalui edukasi berbasis media sosial. Kegiatan dilakukan pada 30 mahasiswa prodi gizi FKM UHO dengan desain pre-test dan post-test. Media edukasi berupa poster tentang bahaya fast food, kandungan gizi, strategi mencegah komsumsi fast food. Poster dan video disebarkan melalui Instagram dan WhatsApp, dilanjutkan pertemuan edukasi daring melalui Google Meet. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum (20%) dan sesudah edukasi (80%), bahaya komsumsi fast food. edukasi berbasis media sosial terbukti efektif dan dapat dijadikan strategi promosi kesehatan yang relevan bagi mahasiswa.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi QR Code pada tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Anrong Appaka. Kegiatan terdiri dari sosialisasi pentingnya TOGA, pelatihan pembuatan dan pemasangan QR Code, serta praktik pemanfaatan informasi digital berbasis QR Code. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan identifikasi, serta motivasi masyarakat dalam mengembangkan dan menggunakan TOGA sebagai alternatif kesehatan keluarga. Implementasi QR Code efektif memudahkan akses informasi, memperkuat edukasi kesehatan tradisional, dan mendorong partisipasi lintas generasi. Inovasi ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam program edukasi kesehatan berbasis teknologi sederhana di masyarakat lain.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manajemen keuangan dasar bagi pelaku UMKM pentol dan siomay di Desa Mungkung, Kecamatan Loceret, Nganjuk. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah kurangnya keterampilan dalam pencatatan keuangan sederhana, sehingga sering terjadi pencampuran antara keuangan pribadi dan usaha. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, simulasi pencatatan keuangan, dan pendampingan penggunaan aplikasi pembukuan sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan usaha, seperti mampu melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian serta mulai memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Disimpulkan bahwa edukasi manajemen keuangan dasar sangat membantu pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur. Disarankan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan penerapan manajemen keuangan yang konsisten dan optimal.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Teluk Gok, Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan fokus pada edukasi pengelolaan sumber daya air dan sanitasi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir usia produktif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses air bersih dan kurangnya praktik sanitasi yang higienis, yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, demonstrasi teknik mencuci tangan yang benar, diskusi kelompok terkait pengelolaan limbah domestik dan pertanian, permainan edukatif tentang perilaku sanitasi, serta kunjungan lapangan ke fasilitas sanitasi yang layak. Inovasi utama dalam program ini adalah pengenalan pengelolaan sampah organik menggunakan larva lalat black soldier fly (BSF) sebagai solusi ekologis dan ekonomis yang mendukung penguraian sampah sekaligus produksi pakan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku ramah lingkungan dan sanitasi yang baik, yang terlihat dari antusiasme serta partisipasi aktif dalam setiap sesi. Namun demikian, tantangan struktural seperti sampah kiriman dari hulu dan keterbatasan infrastruktur air bersih masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur sanitasi, peningkatan akses air bersih, edukasi berkelanjutan, serta pemantauan rutin guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Demta terhadap materi pola bilangan melalui penggunaan alat peraga edukatif. Masalah yang dihadapi siswa adalah rendahnya pemahaman konsep dan keterbatasan media pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung dengan alat peraga yang dirancang khusus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap pola bilangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran matematika di kelas, serta menjadi model edukatif yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Merokok menjadi masalah kesehatan masyarakat, yang berdampak negatif terhadap kesehatan, prestasi, dan masa depan. Merokok menyebabkan penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru. Kurangnya pengetahuan bahaya rokok akan berdampak pada perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bahaya rokok pada siswa SMPN 21 Moramo Utara. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini dari 30 siswa. Penelitian ini menggunakan metode ceramah. Sampel pada kegiatan ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan Hasil kegiatan ini diperoleh nilai p=0,000 ≤ 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi bahaya merokok pada siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang bahaya rokok pada siswa SMPN 21Moramo Utara.
Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon memiliki berbagai unit usaha, salah satunya adalah BMT Al-Bahjah. BMT ini berperan penting dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah belum terintegrasinya sistem manajemen antar unit usaha. Proses bisnis yang belum terdokumentasi dengan baik serta sistem operasional yang masih terpisah dengan unit lain. Ini menyebabkan inefisiensi dalam pengelolaan manajemen. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan rencana pengembangan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) dengan aplikasi Odoo di BMT Al-Bahjah. Pendampingan ini akan mencakup beberapa aspek utama, yaitu pengenalan konsep ERP dan pemetaan model bisnis BMT Al-Bahjah. Metode yang digunakan adalah Pendampingan (pendekatan partisipatif). Tim pengabdian melakukan diskusi dan pelatihan langsung bersama manajemen BMT Al-Bahjah. Kegiatan dimulai dengan analisis kebutuhan sistem, dilanjutkan dengan pemetaan proses bisnis dan identifikasi permasalahan utama dalam pengelolaan, serta diakhiri dengan pengembangan solusi berbasis ERP yang dapat diterapkan secara bertahap. Dengan adanya sistem digital ini, pengelolaan data kelembagaan menjadi lebih akurat, transparan, serta memudahkan audit dan pelaporan. Dengan adanya keterlibatan langsung dari pengurus BMT, solusi yang dikembangkan akan lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik lembaga dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan BMT Al-Bahjah, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat sistem manajemen berbasis digital. Selain itu, keberhasilan program ini juga dapat menjadi model bagi lembaga syariah lainnya dalam menerapkan sistem ERP.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran matematika di kelas IX C SMP Negeri 1 Depapre bersama guru mata pelajaran, teridentifikasi sejumlah kendala, salah satunya adalah penggunaan metode ceramah yang bersifat teacher-centered. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab selama proses pembelajaran berlangsung. Merujuk pada temuan tersebut, penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif dipandang sebagai alternatif solusi untuk menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis, mendorong partisipasi aktif siswa, serta mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal. Pelaksanaan program pengabdian menunjukkan dua temuan utama: pertama, keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi barisan aritmatika tergolong baik; kedua, terdapat peningkatan hasil belajar yang tercermin dari naiknya nilai rata-rata antara pretest dan posttest setelah penerapan model pembelajaran tersebut.
Caregiver pasien kanker anak sering mengalami tekanan emosional tinggi karena harus mendampingi proses pengobatan anak yang berat dan kompleks. Psikoedukasi merupakan salah satu intervensi psikologis yang dapat membantu caregiver dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi pengelolaan emosi terhadap perubahan affect positif dan negatif pada caregiver pasien kanker anak di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah caregiver yang dipilih secara purposive sampling, dan intervensi dilakukan dalam bentuk pelatihan psikoedukasi mencakup materi tentang regulasi emosi, self-care, teknik pernapasan, dan afirmasi positif. Instrumen yang digunakan adalah skala PANAS (Positive and Negative Affect Schedule). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada affect positif (p < 0.05) setelah intervensi, sedangkan perubahan affect negatif tidak signifikan secara statistik (p = 0.341). Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan affect positif caregiver, namun belum menunjukkan efektivitas dalam menurunkan affect negatif, sehingga dibutuhkan intervensi lanjutan yang lebih intensif dan berkelanjutan.
Masa remaja menggambarkan periode yang penuh dengan perubahan dan tantangan emosional, dimana pikiran, perasaan, dan perilaku. Self control penting dimiliki individu dalam setiap aspek kehidupan. Rendahnya self control yang dimiliki oleh individu akan berdampak bagi perilaku agresifnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pelatihan self control memiliki dampak untuk menurunkan tingkat agresivitas pada siswa MAN 1 Bone. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini dari 31 subjek terdapat 6 subjek laki-laki dan 25 subjek perempuan. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode pelatihan. Metode penelitian Hasil dalam penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,647 > 0,05,. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan kontrol diri terhadap perilaku agresivitas siswa MAN 1 Bone. Sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan self control tidak efektif dalam menurunkan tingkat agresivitas siswa MAN 1 Bone. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah populasi, waktu pelatihan, materi pelatihan, dan estimasi pemberian post test.
Psikoedukasi bertujuan untuk memberikan strategi pendampingan kepada orang tua dalam mengembangkan keterampilan interaksi dan sosial anak serta remaja dengan Down Syndrome. Anak dengan Down Syndrome memiliki hambatan dalam aspek interaksi dan sosial yang memerlukan pendekatan khusus dari lingkungan terdekat, terutama orang tua. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down (KOADS) dengan melibatkan 15 orang tua anak dengan sindroma down. Metode yang digunakan meliputi need assessment, pemberian materi dan infografis, analisis kekuatan dan hambatan anak, diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para orang tua memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keterampilan sosial dan strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Respon peserta menunjukkan bahwa materi mudah dipahami, relevan, dan interaktif. Kesimpulannya, psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan orang tua dalam mendampingi anak mereka untuk berkembang secara sosial dan emosional.
Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam menciptakan kerja sama tim yang produktif dan harmonis, terutama pada struktur kerja yang melibatkan tenaga outsourcing. PT. Barru Barakah Properti sebagai perusahaan properti di Sulawesi Selatan menghadapi tantangan dalam membangun komunikasi yang kuat antara Head Officer (HO) dan tenaga outsourcing yang berasal dari latar belakang kerja berbeda. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk seminar berjudul "Membangun Komunikasi Efektif dalam Tim Kerja", yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi interpersonal tim HO. Seminar dilaksanakan secara luring pada 8 Mei 2025 di Menara Bosowa lantai 10 dan diikuti oleh 20 peserta. Metode yang digunakan adalah psikoedukatif berbasis experiential learning, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner digital. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor rata-rata dari 49 menjadi 92, serta penurunan standar deviasi dan peningkatan skor minimal, yang menandakan peningkatan pemahaman secara merata di antara peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi berbasis pengalaman dapat secara efektif meningkatkan kompetensi komunikasi dalam tim kerja. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan komunikasi sebagai fondasi kepercayaan, empati, dan keterbukaan dalam lingkungan kerja lintas struktur.
Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas partisipasi dalam kegiatan sport day terhadap tingkat employee engagement di CV Ruang Karya Indonesia. Sport day merupakan program olahraga bersama yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya kerja yang sehat dan meningkatkan keterlibatan karyawan. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 33 karyawan, terdiri dari 18 karyawan yang mengikuti kegiatan sport day (kelompok eksperimen) dan 15 karyawan yang tidak mengikuti (kelompok kontrol). Instrumen yang digunakan adalah skala employee engagement dari Hewitt (2015) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua kelompok, dengan tingkat employee engagement yang lebih tinggi pada kelompok yang berpartisipasi dalam kegiatan sport day. Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan olahraga di lingkungan kerja dapat meningkatkan keterikatan emosional karyawan, loyalitas terhadap organisasi, serta motivasi kerja.
Guru dan Staff sekolah sering kali menghadapi tekanan dalam pekerjaanny, apalagi di lingkungan pendidikan seperti SIT Darul Fikri Makassar. Untuk bisa bertahan dan tetap semangat, maka di butuhkan ketekunan dan semangat pantang menyerah, yang dikenal sebagai grit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan agar guru dan staf lebih paham tentang pentingnya grit. Psikoedukasi ini diikuti oleh 33, metode yang digunakan meliputi need assessment, pemberian materi psikoedukatif, serta pengukuran pre-test & post-test. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 3,58 menjadi 6,33 setelah psikoedukasi dan uji Wicoxon menghasilkan nilai Z = -5.055 dengan signifikansi p = 0.000 (p < 0.05) yang menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik. Ini membuktikan bahwa pelatihan psikoedukasi ini berhasil membantu peserta lebih memahami dan menyadari pentingnya membangun grit dalam menghadapi tantangan kerja.
Permasalahan regulasi emosi pada remaja awal dapat memengaruhi kinerja akademik dan interaksi sosial siswa MTs Arifah Gowa. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan regulasi emosi siswa kelas VII dan VIII melalui intervensi psikoedukasi. Metode yang diterapkan meliputi identifikasi kebutuhan (need assessment) terhadap 160 siswa, pelaksanaan pre-test, penyajian materi interaktif mengenai konsep emosi dan strategi regulasi (misalnya latihan pernapasan dan restrukturisasi kognitif), diskusi kelompok, serta evaluasi melalui post-test. Data hasil pre-test dan post-test dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji non-parametrik Mann–Whitney U. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 3,59 pada pre-test menjadi 6,40 pada post-test (p < 0,05), yang menandakan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang regulasi emosi. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi jenis-jenis emosi, mengenali pemicu emosi negatif, dan menerapkan strategi regulasi secara adaptif. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas psikoedukasi sebagai langkah preventif dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis remaja di lingkungan sekolah
Permasalahan psikologis seperti ketidakmampuan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi umum dialami oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP), termasuk di Lapas Kelas IIB Takalar. Berdasarkan hasil konseling sebelumnya, ditemukan bahwa sebagian besar WBP belum mampu memahami dan menyalurkan emosinya dengan tepat. Oleh karena itu, dilakukan intervensi psikososial berbasis ekspresi emosional melalui metode expressive writing, khususnya dalam bentuk penulisan surat cinta kepada diri sendiri (love letter to self). Kegiatan ini bertujuan menyediakan ruang reflektif yang aman untuk membantu peserta menyalurkan emosi, membangun kesadaran diri, dan menumbuhkan harapan masa depan. Metode pelaksanaan diawali dengan edukasi tentang emosi, dilanjutkan dengan sesi menulis surat, dan refleksi bersama fasilitator. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantu mereka merasa lega secara emosional, lebih mengenal perasaannya, serta mengalami peningkatan regulasi emosi dan pemahaman diri. Aktivitas ini juga dinilai mampu mengurangi stres dan memberikan ketenangan psikologis. Dengan pendekatan yang sederhana namun efektif, program ini menunjukkan bahwa expressive writing dapat menjadi strategi intervensi emosional yang relevan dan berdampak positif dalam mendukung kesejahteraan psikologis warga binaan. Temuan ini menegaskan pentingnya menyediakan ruang ekspresif dalam sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta berimplikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Upaya promotif menjadi strategi penting dalam mencegah stunting, khususnya melalui edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi stunting dengan pendekatan promotif di Kampung Solo, Kelurahan Mappasaile, Kabupaten Pangkep. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh perempuan remaja, ibu hamil dan ibu balita sebanyak 25 orang dengan menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab. Hasil menunjukkan bahwa edukasi stunting yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pemberian makanan pada balita, serta pola asuh yang mendukung pertumbuhan optimal. Hal ini diketahui berdasarkan hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada peserta edukasi. Pendekatan promotif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Diperlukan dukungan lintas sektor dan keberlanjutan program agar dampak yang dihasilkan lebih optimal.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SD Negeri 02 Pancurendang melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya media pembelajaran berupa video animasi 2D. Penggunaan media ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup beberapa tahap, yaitu observasi awal terhadap kondisi pembelajaran membaca di kelas, wawancara dengan guru kelas, pelaksanaan sosialisasi penggunaan media video animasi 2D, serta evaluasi melalui pengukuran hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata kemampuan membaca sebesar 83,33, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 90,33. Ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 8,4%, yang mengindikasikan bahwa media video animasi 2D terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi membaca. Dengan hasil tersebut, diharapkan teknologi ini dapat terus diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi inovasi pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan literasi siswa sejak dini.