
Utilizing the yard for planting. The purpose of this study was to analyze the household income of lowland rice farmers in Bulota Village, Telaga Jaya District, Gorontalo Regency, and determine the impact of the sustainable food yard (P2L) program on increasing the household income of lowland rice farmers in Bulota Village, Telaga Jaya District, Gorontalo Regency, by using the Survey Method. This research was conducted from August to September 2022 with a study population of 30 farmers and samples taken from the total population (total sample). The data analysis used was household income analysis and quantitative descriptive analysis to explain the impact of the sustainable food garden program on increasing the household income of lowland rice farmers in Bulota Village, Telaga Jaya District, Gorontalo Regency. The results showed: The household income of lowland rice farmers in Bulota Village, Telaga Jaya District, Gorontalo Regency was Rp. 63,306,656/season. The impact of the sustainable food garden program has an impact on increasing the household income of rice farmers in Bulota Village, Telaga Jaya District, Gorontalo Regency, the impact given is 5%.
Tujuan dari penelitian ini yaitu, Mengidentifikasi penggunaan unsur produksi dalam proses produksi usahatani padi sawah di Desa Limampocoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Menganalisis tingkat skala usaha penggunaan faktor produksi usahatani padi sawah di Desa Limampocoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Menganalisis nilai nilai efisiensi pada usahatani padi sawah di Desa Limampocoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Lokasi penelitian ini di Desa Limampoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi sawah yang berdomisili atau bertempat tinggal di Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros dengan jumlah 50 petani. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode acak sederhana (simple Random Sampling Method). Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis cobb douglas, analisis efisiensi alokatif. Hasil Penelitian ini Penggunaan faktor produksi dalam proses produksi padi sawah yaitu terdiri dari lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Efisiensi faktor produksi padi sawah hasil analisis cobb douglas menunjukkan penggunaan unsur produksi dalam proses produksi padi sawah yaitu benih, pupuk urea, tenaga kerja, berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi padi sawah sedangkan variabel pupuk ZA, pupuk phonska dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi padi sawah. Hasil analisis efisiensi alokatif usahatani padi sawah, menunjukkan bahwa unsur produksi yaitu benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida dan tenaga kerja penggunaannya belum efisien, sedangkan untuk pupuk ZA menunjukkan bahwa penggunaannya tidak efisien.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan produksi, penerimaan dan pendapatan petani jagung yang menerapkan sistim tanam jajar legowo dan non jajar legowo dan menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan petani jagung di Desa Tonasa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar pada bulan Juni sampai Juli 2020. Populasi petani jagung dalam penelitian ini di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar sebanyak 300 orang. Masing-masing diambil sebesar 20% dari jumlah populasi petani jagung sistim tanam jajar legowo dan non jajar legowo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Simple Random Sampling. Metode analisis penelitian adalah menggunakan analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis kelayakan (R/C-ratio) dan analisis regresi. Penerapan sistim tanam pada usahatani jagung memiliki perbedaan pada produksi, penerimaan dan pendapatan. Produksi sistim tanam jagung jajar legowo lebih tinggi dari sistim tanam jajar non legowo. Kelayakan usaha masing-masing layak untuk dikembangkan karena lebih besar dari satu. Faktor sosial petani jagung penerapan sistim tanam legowo (umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani dan tingkat kosmopolitan) terhadap pendapatan berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan. Sedangkan faktor sosial petani jagung penerapan sistim tanam non jajar legowo (umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani dan tingkat kosmopolitan) yaitu berpengaruh nyata. Faktor ekonomi petani jagung (luas lahan, jumlah tenaga kerja dan modal produksi) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jagung dengan sistim penerapan jajar legowo dan sistim non jajar legowo, kedua sistim tanam faktor ekonomi berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jagung.
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola saluran pemasaran bibit durian okulasi, menganalisis besarnya biaya, keuntungan, dan marjin pada setiap lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran bibit durian okulasi, menganalisis efisiensi pemasaran pada setiap saluran pemasaran bibit durian okulasi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Penentuan tempat dilakukan dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan wilayah sentra pembibitan durian dengan cara okulasi. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan bulan November 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah penangkar yang melakukan usaha pembibitan durian dengan cara okulasi. Jumlah populasi usaha pembibitan durian (penangkar) yaitu 175 orang. Penentuan sampel menggunakan metode purposive (purposive sampling), selanjutnya penentuan sampel lembaga pemasaran berdasarkan pergerakan aliran barang mulai dari penangkar sampai ke konsumen pada setiap saluran pemasaran yang ditemukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu yaitu analisis deskriptif, analisis sistem pemasaran, dan efisiensi pemasaran. Terdapat 2 (dua) pola saluran pemasaran bibit durian okulasi di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Pola pemasaran pertama yaitu Penangkar – Pedagang Pengumpul – Konsumen (petani), dan pola saluran pemasaran kedua yaitu Penangkar – Pengecer – Konsumen (petani). Biaya, keuntungan, dan marjin pemasaran pada kedua saluran pemasaran bibit durian okulasi di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba yaitu saluran pertama dengan biaya Rp. 4.938.000, keuntungan Rp. 73.062.000 dan marjin pemasaran Rp. 5.000. Saluran kedua dengan biaya Rp. 1.450.000, keuntungan Rp. 24.800.000 dan marjin pemasaran Rp. 7.000. Nilai efisiensi saluran pemasaran-1 adalah 6,33% dan saluran pemasaran-2 yaitu 5,52%. Kedua saluran pemasaran tersebut efisien karena nilainya lebih kecil dari 50%. Saluran pemasaran-2 lebih efisien dari saluran pemasaran-1.
This study aims to: 1) calculate the production costs, revenues and income of lowland rice farming in Bongoime Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, 2) Analyze the feasibility of lowland rice farming in Bongoime Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency. This research was conducted in Bongoime Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency from May to July 2022 with a total sample of 67 farmers. The research method used is slovin. Analysis of the data used is the total cost, revenue and income. The results showed that the average total cost of Rp. 3,242,007/farmer/harvest. While the income obtained on average is Rp. 13,882,836 /farmer /harvest with an average net income of Rp. 10,640,828/farmer/harvest. Value The results of the feasibility analysis of lowland rice farming in Bongoime Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, the R/C ratio is 24.16 > 1, this means that the farming is profitable and deserves to be continued and continued. BEP analysis shows the value of the unit BEP is 1.488 and the BEP is Rp. 13,392,725. The feasibility analysis of non-financial aspects including market aspects, technical aspects