Perempuan dalam masyarakat pesisir memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga, khususnya melalui aktivitas pengolahan hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, kontribusi pendapatan, dan peran wanita pengolah gurita dalam pengambilan keputusan keluarga di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan secara sensus terhadap 25 wanita pengolah gurita pada Oktober–November 2023. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, mencakup perhitungan pendapatan keluarga, kontribusi pendapatan istri, serta pola pengambilan keputusan rumah tangga berdasarkan empat bidang: produksi, pengeluaran rumah tangga, pembentukan keluarga, dan kegiatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga responden adalah sebesar Rp5.006.400 per bulan, dengan kontribusi pendapatan wanita terhadap pendapatan keluarga tergolong rendah yaitu sebesar 30,30%. Meskipun demikian, peran wanita dalam pengambilan keputusan cukup dominan, terutama pada bidang pengeluaran rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan ekonomi wanita turut memperkuat posisi mereka dalam struktur pengambilan keputusan domestik, sekalipun kontribusi finansialnya belum signifikan secara proporsional.
Bengkulu is a potential area in the capture marine fisheries business, the average yield of capture fisheries in Bengkulu City reaches 83338 tons. The potential for abundant results has a positive impact, namely many MSMEs have sprung up to utilize sea catches, one of which is a fish milling business in Bengkulu City. Changes in the business environment and technological developments, and technological developments require MSMEs to adopt digital technology and conduct digital marketing. By adopting digital technology, it is hoped that it will improve the marketing performance of fish milling MSMEs. This study aims to determine how marketing capabilities, digital marketing, and marketing performance and their effect on marketing performance. The data analysis method was carried out quantitatively and SEM PLS with 40 MSMEs as samples. The results showed that the marketing capabilities, digital marketing, and marketing performance of MSMEs were quite good. In addition, marketing capabilities and digital marketing have an effect on marketing performance.
Studi Lapang ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar biaya produksi, penerimaan yang dihasilkan, pendapatan yang dihasilkan, dan besar efisiensi usahatani cabai merah di Desa Tugu Rejo. Studi Lapang dilaksanakan pada bulan Oktober-November. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel yaitu dengan metode acak sederhana atau Simple Random Sampling dengan responden yang berjumlah 30 petani cabai merah yang ditemui di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Hasil dari studi lapang ini menunjukkan biaya produksi rata-rata petani cabai merah Desa Tugu Rejo adalah sebesar Rp 2,855,086.11/Ut/Mt dan Rp. 6,129,528.07/Mt/Ha. Penerimaan yang dihasilkan petani setiap 14 kali panen selama satu musim tanam secara rill adalah sebesar Rp. 28,976.666/Ut/Mt dan Rp. 58,037,915/Mt/Ha. Penerimaan sacara tidak rill adalah sebesar Rp. 28,976,666/Ut/Mt dan Rp. 58,037,915/Mt/Ha. Pendapatan Rata-rata petani Cabai Merah Desa Tugu Rejo adalah sebesar Rp. 27,584,33/Ut/Mt dan Rp. 52,592,111/Mt/Ha dengan R/C rasio sebesar 21,16/Ut/Mt dan 10,64/Mt/Ha. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani cabai di Desa Tugu Rejo sangat tinggi efisien dan menguntungkan, sehingga berperan penting bagi petani Desa Tugu Rejo. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebaiknya pertanian Cabai Merah dapat dikembangkan dan ditingkatkan agar pendapatan petani Cabai Merah lebih baik lagi.
Agricultural mechanization used provides benefits in farming, namely cost efficiency. Harvester Combine Machine (HCM) use in rice farming can eliminate harvesting labor. Therefore, this study aims to analyze the impact of HCM use to the rice farming laborers in Durian Seginim Village, and to analyze the adaptation actions taken by the laborers because of the impact of using HCM. The research was conducted in October 2022. The number of respondents was 100 and the data was taken randomly from 192 rice farmers who use HCM. The data analysis method used is descriptive qualitative analysis. The results showed that the use of HCM in rice farming provides benefits for farm owners in savings in harvesting costs of 23.99 percent. However, the use of HCM reduced employment opportunities by 58.72- time allocation of labor/Ha (36.78% of the total farming workforce). Specifically for harvesting workers, labor absorption decreased by 42.70 time allocation of labor/Ha (25.91%) which was dominated by female workers from outside the family. Female workers experienced a decline in their income and contribution to household income by 46.99 percent. The three adaptation actions most frequently carried out by harvesting workers are working in the on-farm agricultural sector outside rice farming (21%), working on land that does not use HCM (17%), and selling large or small of rice stock, user savings, etc. (13%)
Dalam penelitian ini dianalisis persepsi dan motivasi petani kopi di Desa Bandung Jaya dalam menerapkan metode panen merah selektif. Survei yang dilakukan pada Agustus 2023 mengungkapkan 61% petani kopi memiliki persepsi positif. Petani kopi di Desa Bandung Jaya menyadari bahwa pemanenan biji merah secara selektif dapat memberikan hasil yang positif. Kesediaan petani kopi untuk menggunakan metode panen kopi merah selektif juga tinggi, yaitu 65%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor pertanian khususnya daerah penghasil kopi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetang, Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada petani dan mendukung upaya pengembangan pertanian berkelanjutan.
This study aims to analyze consumers’ perceptions of the marketing mix and purchasing decision of ground fruit salad (rujak buah ulek) at the Istana Rujak. Respondents in this study are 96 people, namely those who had bought and consumed rujak buah ulek of the Istana Rujak at least twice. Respondents were taken accidentally. Consumers’ perceptions and purchasing decision process were analyzed descriptive qualitatively. The results showed that consumers’ perceptions on all marketing mix components, namely product, price, promotion, and place at Istana Rujak, were in good category. Most rujak buah ulek Istana Buah consumers stated that they needed to carry out all stages of the purchasing decision process, namely recognition need, information search, evaluation of alternatives, purchase decision, and post-purchase evaluation.Key words: marketing mix, purchasing decision, rujak buah ulek
Roti Ganda adalah sajian roti khas dari Pematangsiantar, roti tawar putih, terbuat dari tepung terigu, gula, telur, margarin dan bahan-bahan lainnya. Toko Ganda merupakan toko yang sudah lama berdiri dan masih tetap eksis. Sehingga peneliti ingin mengetahui pendapat-pendapat konsumen mengenai atribut dari Toko Ganda yang perlu ditingkatkan kembali, sehingga menjadi toko yang tetap eksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen Roti Ganda di Toko Ganda dan menganalisis atribut-atribut Roti Ganda yang perlu di perbaiki. Responden yang digunakan dalam penelitian didasarkan dari hasil perhitungan slovin sejumlah 96 orang. Metode pengupulan data yang dilakukan dengan menggunakan Metode accidental sampling. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) Kota Pematangsiantar. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Customer Satisfaction Index (CSI), dan Metode Potential Gain in Customer Values (PGCV). Hasil penelitian menunjukan bahwa, nilai CSI pada penelitian ini adalah 82,60% termasuk dalam kategori sangat puas. Sementara atribut dari Roti Ganda yang perlu ditingkatkan yaitu terdapat pada atribut lokasi yaitu lahan parkir. Kebutuhan ruang parkir yang semakin besar karena volume lalu lintas yang meninggalkan atau menuju pusat kegiatan meningkat. Ruang parkir yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada penggunaan tepi jalan di seputar kawasan tersebut, dengan demikian diharapkan kedepannya ruang parkir yang akan lebih luas lagi.
This study aims to (1)Analyzing employee perceptions of Pak Dasman's laying hens farm, (2) Analyzing employee attitudes towards Pak Dasman's laying hens farm(3)Analyze what factors are related to employee perceptions of Pak Dasman's laying hens farm, (4) Analyzing the relationship between employee perceptions and attitudes towards Mr. Dasman's laying hens farm. Determination of the location in this research is done purposively (deliberately). This research was conducted in Pal VIII Village, BermaniUlu Raya District, RejangLebong Regency. Determination of respondents is done intentionally, namely as many as 26 respondents in the farm. The data analysis itself uses Spearman Rank Correlation analysis, Based on the results of the study, it is known that after conducting the Spearman Rank analysis, the following RESULTS were obtained. (1) Workers' perceptions of Pak Dasman's laying hens tend to be quite good (2) he attitude of workers towards Pak Dasman's laying hens farm tends to be quite positive (3) The factors that are significantly related to workers' perceptions of Pak Dasman's laying hens farm are education, expectations and interests, while age and experience have no significant relationship, (4) Perceptions related to the attitude of workers towards Pak Daman's laying hens farm obtained a tcount of 3.395 with a 95% confidence level or t0.05 = 1.1711, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a real relationship between perceptions and attitudes of workers. against the laying hens farm owned by Mr. Dasman. Keywords: Perception, Attitude, Factors Related To Perception
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi kerja pada pembuat ikan kering di kota Bengkulu, dan menganalisis faktor-faktor penentu motivasi kerjanya. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Sampel penelitian berjumlah 47 orang yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi kerja pembuat ikan kering di kota Bengkulu adalah sebanyak 25 orang atau 53% mempunyai motivasi kerja yang tinggi. Akan tetapi hasil uji korelasi dan pengujian hipotesis bahwa faktor tingkat pendidikan dan persepsi terhadap usaha merupakan faktor yang memiliki hubungan dengan motivasi kerja pada pembuat ikan kering di Kota Bengkulu. Sedangkan faktor umur, jumlah anggota keluarga, pendapatan periode sebelumnya, persepsi terhadap bahan baku dan persepsi terhadap pemasaran merupakan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan motivasi kerja pada pembuat ikan kering di Kota Bengkulu.
Abstract Lemang Tapai merupakan makanan khas di Pekan Masat Desa Ulak Lebar Kecamatan Pino. Produk ini dijual hanya satu kali dalam satu minggu yaitu setiap malam kamis atau rabu malam. Lemang Tapai Ibu Meta selalu ramai dikunjungi oleh konsumen, meskipun Lemang Tapai Ibu Meta selalu ramai dikunjungi oleh konsumen tetapi kepuasan konsumen terhadap produk Lemang Tapai belum diketahui. Padahal makanan tradisional dapat bertahan dipersaingan bisnis era sekarang, apabila produsen mampu menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut-atribut apa saja yang dianggap penting dan harus dipertahankan oleh Ibu Meta terhadap produk Lemang Tapainya. Kemudian untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut produk Lemang Tapai Ibu Meta. Riset ini dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Accidental Sampling yaitu sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA), dan Analisis Customer Satisfaction Index (CSI),digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh. Setelah dianalisa, maka didapat hasil bahwa bahwa produsen memandang beberapa atribut harus dipertahankan antara lain; atribut aroma lemang, kemampuan kemasan melindungi lemang, rasa tapai, dan harga. Sementara analisis Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan indeks kepuasan konsumen sebesar 88,15%, sehingga secara keseluruhan ke-12 item atribut Lemang Tapai masuk ke dalam kriteria sangat puas. Kata Kunci : Lemang Tapai, Makanan Tradisional, Atribut, Pekan Masat, Kepuasan Konsumen
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis rantai pasok usaha ikan kering yang ada di Kota Bengkulu, menganalisis besaran margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran ikan kering di Kota Bengkulu dan menganalisis elastisitas transmisi harga ikan kering di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan secara sengaja di Kelurahan Sumber Jaya dan Kelurahan Malabero. Responden pada penelitian ini terdiri dari 5 kategori yaitu nelayan berjumlah 24 diambil dengan metoda acak, pembuat ikan kering berjumlah 20 orang menggunakan metode simple random sampling, pedagang pengumpul berjumlah 6 orang menggunakan metode sensus, pedagang pengecer berjumlah 25 orang menggunakan metode accidental sampling dan konsumen berjumlah 25 orang menggunakan metode accidental samping. Data primer dan data sekunder digunakan dalam studi ini. Terdapat empat pola aliran rantai pasok diketahui dari studi ini. Aliran rantai pasok I dimulai dari nelayan-pembuat ikan kering-pedagang pengumpul-pedagang pengecer dan konsumen. Aliran II dimulai dari nelayan-pembuat ikan kering-pedagang pengumpul dan konsumen. Aliran III dimulai nelayan-pembuat ikan kering-pedagang pengecer dan konsumen. Pada aliran IV dimulai dari nelayan-pembuat ikan kering dan konsumen. Total margin pemasaran, farmers share dan efisiensi pemasaran ikan kering tawar pada aliran I sebesar Rp.13.112/Kg (85%) nilai efisiensi pemasaran 3,35% (efisien), pada aliran II sebesar Rp.6.342/Kg (86%) nilai efisiensi pemasaran 1,19% (efisien). pada aliran III sebesar Rp.13.112/Kg (75%) nilai efisiensi pemasaran 1,91% (efisien), pada aliran rantai pasok IV tidak terdapat margin pemasaran dan nilai efisiensi pemasaran dengan farmers share 100% (efisien). Sedangkan total margin pemasaran dan farmers share ikan kering asin pada aliran I sebesar Rp.11.955/Kg (72%) nilai efisiensi pemasaran 6,44% (tidak efisien), pada aliran II sebesar Rp.3.964/Kg nilai efisiensi pemasaran 2,68 (efisien), pada aliran III sebesar Rp.11.955/Kg nilai efisiensi pemasaran 3.35 (efisien), aliran rantai IV tidak memiliki besaran margin dan nilai efisiensi pemasaran dengan farmer share sebesar 100% (efisien). Selanjutnya transmisi harga yang diperoleh pada ikan kering tawar 0,27 dan pada ikan kering asin 0,09. Artinya perubahan harga 1% di tingkat konsumen akan mengakibatkan perubahan harga yang kurang dari 1% di tingkat pengolah ikan kering.
Salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian adalah dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang mengamanatkan pembentukan kelembagaan penyuluhan pertanian dari pusat hingga daerah. Penyuluh pertanian dapat dikatakan memiliki kemampuan dan kinerja yang tinggi apabila telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan standar indikator yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok penyuluhan di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Lokasi penelitian dilakukan di 3 (tiga) desa di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Kabupaten Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah petani di 3 desa yang ada di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu Desa Srikuncoro, Desa Panca Mukti dan Desa Srikaton sebanyak 507 petani dengan pertimbangan ketiga desa tersebut merupakan wilayah yang berdekatan dan memiliki jumlah petani terbanyak. berdasarkan jenis budidaya tanaman pangan. dan merupakan wilayah kerja salah satu penyuluh yang akan menjadi objek penelitian, dimana jumlah sampel yang digunakan adalah 86 petani. Teknik analisis data menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Statisfaction Index (CSI). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai tingkat kesesuaian (Tki) berada pada kisaran 51,26% sampai dengan 101,48%. Artinya secara keseluruhan tingkat kinerja item atribut relatif lebih rendah dari nilai rata-rata tingkat kepentingan dengan rata-rata persentase tingkat kesesuaian sebesar 86,68%. Nilai ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok penyuluhan belum memenuhi harapan atau harapan petani. Nilai CSI yang diperoleh adalah 68,68%. Nilai tersebut berada pada kisaran 66-80,99% dalam kategori puas. Nilai tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan petani merasa puas dengan kinerja penyuluh terhadap pelaksanaan tugas pokok di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis penggunaan faktor-faktor produksi ikan tangkap, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan tangkap. Lokasi penelitian dilakukan di daerah penangkapan ikan di Kota Bengkulu. Responden dalam penelitian ini adalah nelayan sebanyak 86 orang, dengan menggunakan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif (deskripsi) dan kuantitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis penggunaan faktor produksi ikan tangkap dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan faktor produksi ikan tangkap oleh nelayan rata-rata penggunaan alat tangkap sebanyak 3 buah, ukuran kapal 30 m2 , lama melaut selama 9 jam, jumlah ABK 3 orang, pengalaman ABK selama 9 tahun dan biaya operasional sebesar Rp 1.400.000 sekali melaut. Ukuran kapal, lama melaut, jumlah ABK berpengaruh terhadap produksi ikan tangkap, sedangkan jumlah alat tangkap, pengalaman ABK, dan biaya operasional tidak berpengaruh terhadap produksi ikan tangkap.
The fulfillment of carbohydrate needs encourages people to gravitate toward higher-value menu items, such as animal protein. The ever-increasing human demand for animal protein is related to the human need for nutrition. To know and understand what consumers need and want, business actors must keep an eye on market developments, which can change at any time in response to shifting consumer needs. Therefore, business actors need to study carefully about consumers. This research aims to examine consumer perceptions of salted fish products in Bengkulu City. The research location was determined purposively, and 30 consumers were selected using accidental sampling. Consumer perception of salted fish is analyzed based on product attributes, namely taste, price, aroma, packaging, and services, measured using a Likert Scale. The results showed that salted fish products consumers in Bengkulu City have a good perception of overall product attributes.
Gapoktan as one part of government services needs to be evaluated for the effectiveness of its functions, one of which is by measuring the performance of Gapoktan in terms of Human Resources (HR) and customers (members). The purpose of this evaluation is to assist Gapoktan in carrying out the function of Gapoktan as the government's flagship to reach farmers directly and as an institution that makes it easier for farmers to access information (Sihotang and Arsyad 2019). Performance evaluation is very important because it is to determine the level of achievement possessed by the Gapoktan. Assessment of Gapoktan performance results can be done through measuring the perceptions of Gapoktan members themselves. Perception is an individual's assessment or view of an object around them which is influenced by positive or negative thoughts about the object. The aim of this research was 1) To analyzed farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam, 2) To analyzed factors related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam. The determination of the location in this study was in the Dusun Besar Village, Singaran Pati District, Bengkulu City which was done deliberately. The method of determining respondents using the Slovin formula, with the number of respondents as many as 60 samples. The research was conducted from November to December 2020.The results of this study indicate that farmers’ have a deficient perception of the performance of Gapoktan Danau Dendam. This is evidenced by the acquisition of a score of 142,21 from the perception assessment or the farmers who stated that the Gapoktan Danau Dendam had not carried out its function properly. Meanwhile, the factors that were significantly related to farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam were formal education and access to information. While the factors of age, experience, land area, family income, and number of family dependents were not significantly related with farmers’ perceptions of the performance of Gapoktan Danau Dendam.Keywords: Perception, Performance of Gapoktan, Farmers, Gapoktan Danau DendamAbstrakGapoktan sebagai salah satu bagian dari pelayanan pemerintah perlu dievaluasi efektifitas fungsinya, salah satunya yaitu dengan melalukan pengukuran kinerja Gapoktan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelanggan (anggota). Tujuan evaluasi ini untuk membantu Gapoktan dalam menjalankan fungsi Gapoktan sebagai unggulan pemerintah untuk meraih petani secara langsung dan sebagai lembaga yang memudahkan petani mengakses informasi (Sihotang and Arsyad 2019). Evaluasi kinerja sangat penting karena untuk mengetahui tingkatan prestasi yang dimiliki oleh Gapoktan tersebut. Penilaian terhadap hasil kinerja Gapoktan dapat dilakukan melalui pengukuran persepsi anggota Gapoktan itu sendiri. Persepsi meerupakan penilaian atau pandang individu terhadap suatu obyek yang ada di sekitar mereka yang dipengaruhi oleh pikiran positif atau negatif terhadap obyek tersebut. Di Kelurahan Dusun Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, saat ini memiliki enam kelompok dengan petani tercatat aktif yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani Danau Dendam. Komoditas utama petani di Gapoktan ini adalah padi. Pergesaran pola hidup diperkotaan karena kesibukan masing-masing anggota Gapoktan dan pengurus Gapoktan karena perbedaan rutinitas lain sebagai petani menyebabkan aktivitas Gapoktan sudah mulai berkurang seperti pertemuan-pertemuan rutin untuk membahas rencana kegiatan dan program kerja Gapoktan sehingga fungsi dari Gapoktan sebagai penyedia sarana produksi, sebagai wahana belajar, unit kerjasama, dan unit produksi, unit pemasaran tidak lagi tidak lagi berjalan, dan Gapoktan hanya sekedar papan nama yang terpampang tanpa aktivitas. Tujuan dari penelitan ini adalah: 1) Menganalisis persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam, 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Penentuan lokasi dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu yang dilakukan secara sengaja. Metode penentuan responden menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah responden sebanyak 60 sampel Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2020.Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa petani memiliki persepsi kurang baik terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil rata-rata skor sebesar 142,21 dari penilaian persepsi petaninya yang menyatakan bahwa Gapoktan Danau Dendam belum melaksanakan fungsinya dengan baik. Sementara faktor-faktor yang berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam adalah pendidikan formal, pendapatan keluarga, dan akses terhadap informasi. Sedangkan faktor-faktor umur, pengalaman, luas lahan, dan jumlah tanggungan keluarga tidak berhubungan nyata dengan persepsi petani terhadap kinerja Gapoktan Danau Dendam.Kata Kunci: Persepsi, Kinerja Gapoktan, Petani, Gapoktan Danau Dendam
During the pandemic, inadequate knowledge in e-commerce is one of the obstacles in the e-commerce system. As a result, it is critical to examine the determinants of dairy product marketing using e-commerce during social distancing. This study aims to analyze the factors of SMEs’ dairy product marketing using e-commerce during social distancing. The research was conducted in Bengkulu, with 31 respondents who were members of the milk, meat and eggs association (SUSDAGTEL). The respondent groups were selected purposively to identify the factors using e-commerce. The data analysis was carried out quantitatively, which is determining the influencing factors with partial least square tools. The results of hypothesis testing have shown that external factors and technological factors do not affect the use of e-commerce in marketing SMEs’ dairy products, while both the performance of SMEs and the orientation readiness affect the use of e-commerce in SMEs. The SME performance has a significant effect on the use of e-commerce with a P-value of 0.000. The organizational readiness factor has a significant effect on the use of e-commerce with a P-value of 0.009. SME actors are elevated to the highest level of priority in the strategy's implementation. Small and medium-sized enterprises (SMEs) play a critical role in advancing the use of e-commerce in dairy product marketing.
Ketahanan pangan telah menjadi permasalahan yang krusial bagi warga Medan Baru dengan adanya wabah atau Pandemi covid-19 saat ini. Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini pemenuhan kebutuhan pangan warga menjadi terganggu, bahkan telah menimbulkan ancaman krisis pangan karena terganggunya pasokan pangan, sehingga menimbulkan gejolak harga pangan yang menyebabkan harga pangan tidak stabil.Selain itu, semenjak terjadinya Pandemi Covid-19 dan semenjak diberlakukannya Pembatasan Sosial Skala Besar banyak dari warga Medan Baru yang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki sumber penghasilan. Dampak dari hilangnya pekerjaan dan berkurangnya penghasilan warga ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan dari warga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama kebutuhan pangan. Selama terjadinya wabah Covid-19 dan Pasca Pandemik Covid-19 harga komoditi pangan mulai mengalami kenaikan harga, sementara sebagian warga masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan terutama yang bekerja sebagai pekerja swasta, pengusaha makan jajanan keliling, petani, dan buruh tani sehingga pemenuhan kebutuhan pangan keluarga menjadi persoalan utama yang dialami oleh sebagian besar rumah tangga. Sementara dengan adanya Pandemi Covid-19 ini anggota rumah tangga dituntut untuk meningkatkan imunitas dengan cara mengkonsumsi pangan yang beragam dan bergizi, terutama dari buah, sayur-sayuran, dan tanaman obat karena tanaman-tanaman ini merupakan penyuplai utama kebutuhan vitamin agar imunitas tubuh tetap terjaga. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan pangan asal buah, sayur-sayuran, dan obat alami ini adalah mendorong setiap rumah tangga untuk memanfaatkan lahan perkarangan secara optimal sebagai sumber pangan buah, sayur-sayuran, dan tanaman obat secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas akan pangan buah dan sayur, serta peningkatan imunitas dari mengkonsumsi buah, sayur, dan obat alami. Perkarangan rumah yang dikelola secara optimal dan berkelanjutan, selain mampu meme
To support government programs in rural economic development, it is necessary to apply appropriate technology that is tailored to the problems faced by the community related to coffee processing. Therefore, the planned service activities that will be carried out are to assist the community to create the latest superior products from Purwodadi Village. The aims of this research for: 1) Introduce the technology of making coffee spice dip, 2) Introduce how to do hygienic packaging, 3) Introduce how to determine the cost of production and the selling price, and 4) Carry out one element of Higher Education Tri Dharma, namely Community Service. The service method is done by counseling, introducing technology, and applying technology. This dedication activity has introduced the technology of making coffee spice dip. Carrying out these service activities, in general, can provide knowledge and skills of processing coffee into coffee spice dip. The ability to determine cost of goods is also done well. There has been a change in knowledge, attitudes, and skills of the target group after the science and technology service activities were carried out .
Tujuan dari aplikasi ini untuk mengevaluasi konsentrat mengandung tepung biji durian dan kulit durian fermentasi terhadap produksi dan kualitas susu serta milk income of feed cost (MIOFC) pada sapi perah. Hasil aplikasi pemberian konsentrat mengandung tepung biji durian menghasilkan produksi susu yang lebih tinggi (8,93l/ekor/hari) dibanding perlakuan lainnya. Konsentrat dengan tepung biji durian membutuhkan biaya ransum terendah (Rp.17.507,35/ekor/hari), menghasilkan penerimaan susu tertinggi (Rp.89.275,00/ekor/hari) dan MIOFC tertinggi (Rp.71.767,60/ekor/hari). Namun, ransum dasar (tanpa konsentrat tepung biji durian dan kulit durian fermentasi) tetap yang efisien karena tidak menggunakan konsentrat sehingga biaya ransum lebih rendah; sementara, produksi susu hampir sama dengan konsentrat tepung biji durian.