Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta konstruksi bangunan secara turun temurun. Tidak cukupnya referensi terhadap karakteristik kayu lokal tersebut, menyebabkan pemanfaatnya tidak maksimal.Metode yang dilakukan adalah menentukan jenis kayu lokal meliputi kayu jenis gempol dan mahoni. Spesimen dilakukan foto makro, selanjutnya dilakukan pengujian kadar air, densitas, kekuatan tarik dan kekuatan bending. Pengujian sifat akustik dilakukan pada produk alat musik jenis biola terhadap kedua kayu tersebut.Hasil pengujian menunjukkan struktur serat kayu mahoni lebih halus dengan orientasi searah, sedangkan kayu gempol menunjukkan serat kasar dengan orientasi random. Kadar air kayu lokal jenis mahoni 35,39% lebih rendah dibandingkan jenis gempol 49,98%. Densitas kayu mahoni 2,32 gr/cm3 lebih tinggi dari kayu gempol 2,00 gr/cm3. Kayu lokal jenis mahoni mempunyai kekuatan tarik 60,46 MPa dengan kekuatan luluh 50,03 MPa, sedangkan kayu lokal jenis gempol 42,97 MPa dengan kekuatan luluhnya 35,56 MPa. Kekuatan bending kayu lokal jenis mahoni 87,96 MPa dan kayu gempol 66,50 MPa. Redaman akustik kayu lokal jenis mahoni sebesar R² = 0.2221, kayu gempol R² = 0.1934, sedangkan kayu import jenis sprue sebesar R² = 0.3574.
Mesin vertical roller mill merupakan alat penggiling batubara yang mengalami permasalahan pada salah satu komponen kritis yaitu pull rod , mengalami patah menjadi dua bagian hingga menyebabkan breakdown . Tujuan penelitian ini melakukan perhitungan gaya, simulasi dan analisa buckling serta memodifikasi pull rod . Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi lapangan, identifikasi, pengumpulan data, studi literature, menghitung gaya, simulasi dan analisa buckling , menentukan rekomendasi modifikasi pull rod dari kegagalan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, besar gaya yang menyebabkan kegagalan 726097,6 N. Hasil simulasi berdasarkan lokasi kegagalan yang disebabkan oleh buckling akibat gaya tekan yang tidak sesumbu yang menyebabkan perputaran sudut hingga berdeformasi maksimum cenderung pada bagian atas, dari hasil analisa dengan nilai K 0,76 dimana pull rod mengalami kondisi tekuk elastic. Modifikasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kegagalan yang terjadi dengan memodifikasi diameter shaft pull rod 140 mm dengan nilai total deformasi 0,62032 mm dan beban kritis 9598284,1 N
RINGKASAN Mesin pembelahan bambu merupakan salah satu mesin pengolah bambu yang dimanfaatkan untuk meringankan pekerjaan para pengrajin bambu rumahan, mesin tersebut digunakan ketika melakukan aktivitas pembelahan bambu yang merupakan teknik pengolahan yang paling menonjol dalam pengolahan bambu. Mesin pembelah bambu dengan menggunakan sistem pneumatik lebih efisien dan cepat untuk proses pembelahan dengan mengukur tekanan udara pada kompresor, tekanan udara yang digunakan adalah 4 Bar, 6 Bar, 8 Bar, mesin ini menggunakan belahan pisau 10 bilah dan menggunakan sudut baji pisau 45° dan 55°. Efisiensi mesin pembelah bambu sistem pnuematik pada proses pembelahan bambu dengan jenis bambu apus, bambu manis, bambu ori, dan bambu wulung, jika tekanan semakin besar maka kapasitas yang dihasilkan mesin lebih banyak. Jadi penggunaan tekanan udara pada proses pembelahan bambu adalah 4 bar, 6 Bar, dan 8 Bar yang lebih efisien adalah tekanan 8 bar Kata kunci :jenis bambu, kompresor, mesin pembelah bambu, pneumatik, bilah pisau, sudut baji pisau ABSTRACT The bamboo splitting machine is one of the bamboo processing machines that is used to ease the work of home bamboo craftsmen, the machine is used when carrying out bamboo splitting activities which is the most prominent processing technique in bamboo processing. Bamboo splitting machine using a pneumatic system is more efficient and faster for the cleavage process by measuring the air pressure on the compressor, the air pressure used is 4 Bar, 6 Bar, 8 Bar, this machine uses a 10 blade cleavage blade and uses a knife wedge angle of 45° and 55°. The efficiency of the pneumatic system of bamboo splitting machine in the process of splitting bamboo with types of apus bamboo, sweet bamboo, ori bamboo, and wulung bamboo, if the pressure is greater, the capacity produced by the machine is more. So the use of air pressure in the bamboo splitting process is 4 bar, 6 Bar, and 8 Bar which is more efficient at 8 bar Keywords: type of bamboo, compressor, bamboo splitting machine, pneumatic, knife blade, knife wedge angle
ABSTRAK Tangga flexstep dirancang untuk berfungsi baik sebagai tangga biasa maupun sebagai lift kursi roda. FlexStep fleksibel dan sama-sama bermanfaat bagi para pejalan kaki dan pengguna kursi roda. FlexStep adalah solusi 2-in-1 yang inovatif dan menghemat ruang dibandingkan dengan menginstal tangga dan lift terpisah. Tujuan yang ingin dicapai dalam rancang bangun program sistem kontrol untuk mendapatkan gerakan yang terkonsep. Hasil rancang bangun sistem kontrol pada flexstep didapatkan nilai Perhitungan gerak flexstep dengan beban rangka adalah 50,66 detik sedangkan untuk menurunkannya membutuhkan waktu selama 47,79 detik. Semakin berat beban yang diangkat oleh flexstep maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Waktu untuk menurunkan flexstep dengan beban hampir sama dengan waktu menurunkan flexstep tanpa beban. Kata Kunci: Disabilitas, Aksesibilitas, Fasilitas Publik. ABSTRACT The flexstep ladder is designed to function both as a regular ladder and as a wheelchair lift. Flexstep is flexible and equally beneficial for pedestrians and wheelchair users. Flexstep is an innovative 2-in-1 solution that saves space compared to installing separate stairs and lifts. The goal to be achieved in the design of the control system program is to get the conceptualized movement. The results of the control system design on the flexstep value obtained. Calculation of flexstep motion with frame load is 50.66 seconds, while it takes 47.79 seconds to reduce it. The heavier the load lifted by the flexstep, the longer it will take. The time for lowering the flexstep with a load is almost the same as the time for lowering the flexstep without a load. Keywords: Disability, Accesibility, Public Facilities.
Mesin las gesek dengan sistem pneumatik merupakan suatu proses pemesinan dimana dua batang poros digabungkan yang mana nyala las diperoleh akibat dari kombinasi antara gesekan dan tekanan. Dibutuhkan kecepatan dan nilai tekan yang sesuai agar menghasilkan mengasilkan lasan yang sempurna. Metode dalam pembuatan mesin las gesek dengan sistem pneumatik ini dimulai dengan proses perencanaan, pembuatan, perakitan dan pengujian mesin. Tahapan dalam pembuatan mesin las gesek dengan sistem pneuamtik antara lain: menggambar kerja, pemotongan bahan untuk komponen pembuatan sesuai gambar kerja, pengeboran, pembubutan, pengefraisan, pengelasan, perakitan, finishing, analisis seluruh biaya, pengujian kinerja mesin yang dibuat dan pengujian spesimen hasil dari proses mesin las gesek dengan sistem pneumatik. Hasil yang dicapai yaitu mesin las gesek dengan sistem pneumatik berjalan dengan kondisi fungsional yang baik dengan kecepatan putaran maksimum 2800 rpm dan nilai tekanan maksimum 8,5 bar, data tersebut diperoleh dari spesifikasi motor listrik dan actuator pneumatik yang digunakan. Mesin tersebut nantinya dipakai untuk keperluan laboraturium teknik mesin pada Universitas Muria Kudus Dari hasil pengujian spesimen uji stainless steel 304 didapatkan data yaitu pada kecepatan 1820 rpm, nilai tekan 4 bar dan waktu gesek 30 detik, spesimen uji stainless steel 304 berdiameter 10 mm memperoleh hasil yang paling sempurna, terlihat dari lelehan yang dihasilkan serta tidak ada tekstur retak pada lelehannya.
Sistem kontrol adalah suatu sistem untuk mengendalikan, memberi perintah mengatur keadaan dari suatu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan implementasi sistem kontrol putaran motor untuk penggerak engkol 3 axis pada desain implementasi simulator gempa. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis magnitude gempa menjadi amplitudo dan frekuensi, menghitung frekuensi menjadi putaran motor, mendesain sistem kontrol putaran, implementasi sistem kontrol dengan tahapan meliputi pembuatan hardware sistem kontrol, pemrograman, perakitan sistem kontrol dan pengujian hasil pada mesin simulator. Hasil dari penelitian ini adalah sistem kontrol dapat mengendalikan putaran motor AC sumbu Z dan dua buah motor DC untuk sumbu X dan Y. Hasil pengujian menunjukan bahwa setiap kenaikan magnitudo gempa maka akan semakin kecepatan putaran motor pada penggerak engkol dengan selisih setiap magnitudo gempa sebesar 11 % dari maksimal magnitudo 10.
ABSTRAKSistem kontrol adalah suatu alat untuk mengatur, mengendalikan, dan memerintah dari suatu sistem. Pembuatan sistem kontrol kendali otomatis pada mesin pencacah dan pengaduk bubur kertas bertujuan untuk merancang dan membuat sistem kontrol penimbang untuk massa 1kg dan pengaturan ON/OFF motor AC untuk menggerakkan mata pisau crusher dan pengaduk bubur kertas. Metode rancang sistem kontrol pada mesin hydrapulper diawali dengan proses perancangan, gambar desain sistem kontrol, diagram blok sistem kontrol, instalasi sistem kontrol, pembuatan dan pengujian. Proses pembuatannya meliputi pembuatan desain sistem kontrol yang dikendalikan, pembuatan hardware sistem kontrol, pemrograman dan perakitan hardware sistem kontrol pada mesin. Hasil yang diharapkan pada sistem kontrol penimbang pada mesin pencacah dan pengaduk bubur kertas yaitu sistem kontrol dapat melakukan proses pengaturan ON/OFF motor AC penggerak mata pisau crusher dan pengaduk bubur kertas secara otomatis menggunakan mikrokontroler arduino uno atmega328 sebagai switch ON/OFF motor AC pada saat massa penimbangan cacahan kertas sudah mencapai 1kg.Kata kunci : arduino uno, sistem kontrol, motor AC, cacahan dan bubur kertas.
Batako merupakan komponen dari bangunan sebuah rumah, dalam perkembangannya batako di buat dari bermacam macam bahan. Mesin cetak batako banyak digunakan untuk proses pembuatannya. Perancangan mesin pres batako di perlukan perhitungan dan analisis. Tujuan penelitian adalah merancangan dan mensimulasikan tegangan pada rangka mesin pres dengan kemampuan sekali cetak 10 batako. Metode yang digunakan adalah perancangan dan simulasi dengan melakukan kajian pustaka, merancang rangka mesin pres, menghitung kekuatan rangka dan simulasi tegangan. Hasil penelitian adalah pada rangka terjadi defleksi maksimum di tiang tumpuan pengungkit, Analisa Simulasi Pembebanan rangka didapat displacement rangka 0,05373 mm dan tegangan terbesar terjadi pada tiang pengungkit sebesar 3,795 Mpa. Hasil ini menujukkan rangka telah memenuhi safety factor, aman untuk di gunakan.Kata Kunci: Batako, Mesin Press, Rangka
Costs to supply raw materials for production continue to increase. Brass metal is the main raw material for the door handle manufacturing industry. Brass metal was chosen because it has good corrosion resistance, high strength, is easily shaped and has an attractive appearance. The high price of brass metal raw material has caused many small industries to turn to cast iron. The disadvantage of cast iron is that it has low corrosion resistance and unattractive product appearance. Electroplating metal coating technology can be applied to improve the surface of cast iron metal. Electroplating technology is easy and simple to operate. The quality of the coating on the metal surface is very dependent on the strength of the metal coating attached to the cast iron. This is influenced by the strong current and the length of time immersion. Some research results show that the thickness of the chromium layer can reach 100 μm in 90 minutes with a strong current generated 50 mA/cm2. The application of electroplating technology is already suitable for the industry of cast iron door handles. Through the application of electroplating technology, it is able to reduce the cost of raw materials, product quality increases marked by increased corrosion resistance and a more attractive product appearance.
Kerajinan dan Produk dari bahan kayu menjadi produk yang banyak diminati masyarakat.dimana untuk mengolah kayu diperlukan adanya proses dengan menggunakan mesin planer untuk meratakan permukaan kayu,untuk mempermudah maka diperlukan perkembangan teknologi,dengan merancang mesin planer yang menggunakan penggerak otomatis,rangka mesin planer merupakan komponen utama dari mesin planer.metode yang digunakan meliputi studi literatur,proses perancangan,proses manufaktur.dan simulasi menggunakan software inventor 2016.pada hasil penelitian telah dibuat rangka mesin planer otomatis dan memiliki dimensi benda kerja maksimal 20cm x10cmx80cm, hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan von mises stress yang terjadi mencapai 0.449001 mpa dari hasil simulasi sedangkan pada perhitungan manual von mises stress mencapai 0,4504 mpa displacement yang dihasilkan simulasi 0,0003827 mpa dan perhitungan manual 0,00396 mpa dengan galat %eror von mises stress 0,3% dan displacement 3,6%
Mesin planer kayu atau biasa disebut juga mesin serut kayu merupakan mesin pembersih permukaan kayu agar menjadi lebih rata atau lebih halus, mesin planer biasanya digunakan dalam sekala kecil maupun juga skala yang lebih besar atau skala industri. Dalam pengembangan mesin planer yang telah dibuat sebelumnya diperlukan penambahan conveyor yang digunakan sebagai pembawa bahan baku yaitu kayu sehingga lebih efisien dalam proses produksinya.Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi lapangan, proses perancangan serta proses manufaktur. Pada hasil penelitian telah dibuat, conveyor pada mesin planer kayu dengan sistem penggerak motor stepper didapatkan hasil perbedaan kecepatan conveyor tanpa beban dan dengan beban sebesar 0,025 – 0,014 m/detik.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Keadaan ini berimbas pada semua bidang kehidupan manusia salah satunya adalah bidang produksi batako. Selama ini pembuatan batako dibuat dengan cara manual belum dapat menghasilkan efisiensi waktu yang cepat. Salah pencapaian efisiensi waktu tersebut dengan desain dies yang lebih tepat dalam pencapaian jumlah hasil produksi. Dari hasil survey yang dilakukan, pengerjaan pembuatan batako secara manual masih belum dapat menghasilkan waktu yang efisien. Karena produk dengan kapsitas rendah dan kualitas belum standar batako seperti yang ada dipasaran. Darai permasalahan perlu adanya inovasi yang mendukung proses produksi yang lebih baik. Tujuan yang akan dicapai adalah merancang bangun dies untuk sebuah cetakan pengepresan batako dengan kapasitas 10 batako dalam sekali proses.Metode yang akan dilakukan adalah tinjauan pustaka, merancang dies, perhitungan, proses manufaktur, analisa simulasi pembebanan manual dan inventor. Hasil yang diharapkan adalah rancang bangun dies untuk mengepres batako yang dapat menghasilkan 10 balok dalam sekali cetak.
Proses pengelasan melingkar banyak dijumpai pada proses manufaktur di dunia industri seperti proses pengelasan pada rangka berbentuk pipa, tabung tekan, pipa distribusi dan lain-lain. Pada proses pengelasan melingkar secara manual sering kali ditemukan cacat las karena adanya kesulitan pengelasan pada bidang yang melingkar. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dibuat alat bantu pemutar benda kerja pada proses pengesahan dan dapat diatur kecepatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun sistem kontrol urutan proses, kecepatan dan ketepatan penghentian proses pengelasan pada proses pengelasan pipa. Metodologi penelitian ini dimulai dengan kajian pustaka, analisa kebutuhan sistem kontrol, desain sistem kontrol, pembuatan dan pengujian alat. Sebagai hasil, peralatan bantu proses pengelasan pada benda kerja yang melingkar telah berhasil dibuat. Beberapa parameter proses manufaktur dapat ditampilkan dalam LCD. Kecepatan pengelasan benda kerja pada tampilan LCD dibandingkan dengan pengujian dengan tacho meter mempunyai persentase kesalahan berturut-turut berkisar 1,5 ~ 1,7% dan 1,75 ~ 2% pada range pengujian antara 860 ~ 400 rpm Kata kunci: kecepatan pengelasan, pengelasan pipa, sistem kontrol
Kemajuan teknologi yang mengalami perkembangan yang sangat pesat berimbas pada kehidupan manusia untuk membantu atau mempermudah dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah press batako. Tujuan dari rancang bangun pemadat pada mesin press batako 10 biji sekali cetak ini di harapkan dapat memaksimalkan proses pembuatan batako dan mempermudah dalam pemadatan bahan batako. Metode yang digunakan pada proses perancangan ini tinjauan pustaka berupa system pemadatan yang meliputi; perhitungan motor, pergitungan getaran, proses perancangan atau design untuk menentukan dimensi serta matrial yang akan di gunakan. Berikutnya dilakukan proses perakitan, finishing dan uji coba. Hasil akhir dari rancang bangun sistem pemadat ini adalah menggunakan motor listrik 2HP dengan kecepatan 700rpm ditransmisikan menjadi 700rpm menggunakan pulli dengan diameter 3inc dan 3inc vbelt tipe A degan panjang 653cm. Waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan adalah 493 menit, finishing adalah 60 menit dan proses perakitan adalah 210 menit dengan sistem pemadatan ini mampu memadatkan 10 buah batako dalam 1 kali prosesnya.
Material komposit banyak digunakan untuk menggantikan material logam. Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia banyak tumbuh tanaman tropis yang berpotensi sebagai bahan serat untuk material komposit. Selain dari harga yang relatif murah, serat alam merupakan limbah material organik yang dapat diurai oleh lingkungan dibanding dengan serat sintetis. Kebutuhan material komposit terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini akan mendorong kebutuhan dan permintaan serat alam semakin meningkat. Sebagian dari serat alam dihasilkan dari tanaman yang dikategorikan sebagai limbah bagi lingkungan.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman enceng gondok dan (Eichhornia Crassipes) serta sabut buah kelapa (Cocos Nucifera). Kedua jenis bahan tersebut merupakan sampah. Fabrikasi dilakukan dengan cara memisahkan sellulose dan senyawa lain untuk mendapatkan bahan serat. Matrik komposit menggunakan resin polyester Yukalac BQTN 157 dan hardner MEKPO. Komposisi antara matrik dan serat 70% : 30% dan 75% : 25%. Orientasi continous fiber dengan variasi 0°, 45°, 90° dan acak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya kadar air setelah fabrikasi dan yang kekuatan impak dari materal komposit serat alam.Hasil penelitian menunjukkan komposit dengan penguat sabut kelapa mempunyai ketangguhan impak yang lebih tinggit pada orientasi sudut serat 0° dan acak pada komposisi 70% : 30%. Penambahan jumlah serat terhadap matrik sangat signifikan meningkatkan ketangguhan impak sebesar 43,2% dan 61,5% pada orientasi penyusunan serat secara acak. Komposisi 75% : 25% terjadi peningkatan sebesar 37,5% dan 47,2% tersusun secara acak. Serat alam tersebut menunjukkan kenaikan energi impak sebesar 68,8% - 139% dengan melakukan orientasi penyusunan sudut serat.
Pengelasan merupakan salah satu kegiatan dalam proses manufaktur, dalam sistem alat bantu pengelasan pipa rangka merupakan komponen utama sebagai penopang komponen-komponen yang lain. Tujuan yang dicapai adalah mendesain dan membangun rangka yang mampu menopang beban dari komponen alat bantu pengelasan.Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literature mengidentifikasi dan menganalisa kebutuhan rangka, pemilihan konsep, perancangan serta perhitungan, dimana beban total dari pembebanan rangka adalah 161,7N Dari hasil analisa perhitungan serta simulasi menggunakan software didapatkan hasil nilai momen tertinggi rangka 11760N dengan tegangan maksimal 6,2 MPa dengan nilai defleksi 0,1mm Kata kunci : Rangka, Alat Bantu pengelasan, Software, aspek
Permintaan akan teknologi terutama kebutuhan akan adanya mesin sekala kecil untuk menunjang kebutuhan industri rumahan yang membutuhkan mesin dengan desain simpel dan praktis dalam pengunaan maupun pengoprasian mesin. Dalam pengembangan mesin plener yang telah dibuat sebelumnya di perlukan penambahan sistem kontrol yang digunakan untuk mengatur naik maupun turun pada ketinggian meja mesin planer kayu. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi lapangan, proses perancangan dan proses perakitan. Pada hasil penelitian telah dibuat sistem kontrol untuk mengontrol naik maupun turun pada ketinggian meja mesin plener dengan pengerak motor stepper yang telah dikontrol mengunakan mikrokontroler berupa arduino uno didapatkan hasil keakuratan untuk naik maupun turun dengan minimal 1mm dan maksimal 10cm didapat nilai error sebesar 0,8% Kata kunci :mesin planer, motor stepper, sistem kontrol, arduino,
UV-light emitting diodes (395–278 nm) were used to investigate the gas sensing attributes of planar and nanostructured ZnO/AlN thin films on Si substrate towards NO2 at room temperature. A significant increased sensitivity ((Rg − Ra)/Ra = 65.3 ppm NO2 in air) and a strong reduction in recovery time (Trec = 14 min) were already observed for the planar ZnO/AlN thin films under UV-B (305 nm) irradiation compared to the other UV wavelengths, while the device showed no obvious response in dark. By enlarging the surface-to-volume ratio of the sensors (i.e., creating nanostructured ZnO/AlN thin films), an increased response time is expected to be observed.
Mesin planer kayu atau biasa disebut juga mesin serut kayu merupakan mein pembersih permukaan kayu agar menjadi lebih rata atau lebih halus, mesin planer biasanya digunakan dalam skala kecil maupun juga skala yang lebih besar. Dalam pengembangan mesin planer yang telah dibuat sebelumnya diperlukan penambahan roda gigi cacing yang terletak pada meja mesin planer tersebut. Tujuan perancangan ini meliputi permbuatan dan simulasi mekanisme ulir dan roda gigi cacing. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi lapangan, proses perencanaan dan proses manufaktur. Pada hasil penelitian yang telah dibuat dilakukan simulasi cara kerja pada meja mesin planer kayu otomatis dengan menggunakan roda gigi cacing memiliki fungsi sebagai penggerak naik turunya meja secara otomatis.Kata kunci: mesin planer, roda gigi cacing, simulasi cara kerja.
ABSTRAK Banjarnegara dilihat dari kondisi lahannya memiliki potensi komoditas perkebunan dan komoditas kehutan yang sangat variatif sehingga perlu diadakannya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan hasil komoditas yang memiliki manfaat ekonomis yang cukup tinggi. Untuk memaksimalkan potensi pengembangan Komoditas perkebunan dan komoditas kehutanan perlu diadakan analisis kesesuaian lahan agar dalam pengambilan kebijakan bisa disesuaikan dengan potensi daerah dan bisa lebih tepat sasaran. Komoditas perkebunan yang dianalisi pada penelitian ini adalah kopi arabika, kopi robusta, teh dan tebu. Sedangkan komoditas kehutanan yang dianalisis kesesuaian lahannya pada penelitian ini adalah kayu sengon, kayu mahoni dan kayu eucalyptus. Metode kesesuaian lahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode matching atau pencocokan kriteria tananman dengan keadaan wilayah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan Kecamatan Batur, Kecamatan Pejawaran, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Kalibening, Kecamatan Karangkobar, Kecamatan Pandanarum, Kecamatan Pangentan, Kecamatan Punggelan, Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Banjarmangu memiliki potensi dalam pengembangan komoditas kopi arabika dengan kelas terbaik yaitu kelas S3 (sesuai marjinal) dengan luas 9.364,758 Ha atau 64,3%, kopi robusta dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 3,951 Ha atau 0,02% dan teh dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 235 Ha atau 1,6%. Komoditas tebu paling cocok ditanam di Kecamatan Bawang, Kecamatan Rakit, Kecamatan Purwonegoro dan Kecamatan Susukan dengan kelas terbaik S1 (sangat sesuai) seluas 1.547,745 Ha atau 10,6%. Komoditas kehutanan hampir semua daerah cocok untuk tanaman eucalyptus dengan kelas terbaik yaitu S2 (sesuai) seluas 15556,19 Ha atau 27,8%, mohoni dengan kelas terbaik yaitu S1 (sangat sesuai) seluas 448,71 Ha atau 0,8% dan sengon dengan kelas terbaik yaitu S3 (sesuai marjinal) seluas 31.340,19 Ha atau 56%. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Komoditas Kehutanan, Komoditas Perkebunan, Metode Matching. ABSTRACT Banjarnegara seen from the condition of the land has the potential of plantation commodities and forest commodities are very varied so that the need for further research to develop commodity products that have high economic benefits. To maximize the development potential of forest plantation commodities and commodities, it is necessary to conduct land suitability analysis so that the policy can be adjusted to the potential of the region and can be more targeted. Plantation commodities analyzed in this study were arabica coffee, robusta coffee, tea and sugar cane. While the forestry commodities analyzed for land suitability in this study are sengon wood, mahogany wood and eucalyptus wood. The land suitability method used in this research is using matching method or matching of tananman criteria with the condition of research area. The results of this study show that Batur District, Pejawaran Subdistrict, Wanayasa Subdistrict, Kalibening District, Karangkobar Subdistrict, Pandanarum Subdistrict, Pangentan Sub-District, Punggelan Sub-District, Karangkobar Sub-District and Banjarmangu Sub District have potential in developing arabica coffee commodity with best grade of S3 (marginal) with an area of 9,364.758 Ha or 64.3%, robusta coffee with the best grade S1 (very suitable) of 3.951 Ha or 0.02% and tea with the best S1 (very suitable) class of 235 Ha or 1.6%. The most suitable sugarcane commodity is grown in Bawang District, Rakit District, Purwonegoro and Susukan Subdistricts with the best S1 (very suitable) class of 1,547,745 Ha or 10.6%. Forestry commodities of almost all areas suitable for eucalyptus plants with the best grade of S2 (appropriate) of 15556.19 Ha or 27.8%, mohoni with the best class of S1 (very appropriate) area of 448.71 Ha or 0.8% and sengon with the best grade of S3 (marginal fit) of 31,340.19 Ha or 56%. Keywords: Land Suitability, Forestry Commodity, Plantation Commodity, Matching Method .