
Abstract The chapter ‘Astronautics: launch vehicles and spacecraft’ delves deeper into topics related to flight systems that operate in space and those that transport spacecraft from Earth to outer space. A notional launch vehicle is used to provide an overview of the structures and components of an astronautic flight system. The topic of rocket propulsion subsystems emphasizes liquid rocket engines, solid rocket motors, and hybrid rocket motors. Attention is then turned to introductory concepts from orbital mechanics, the study of how gravitational forces impact the trajectories of objects in space. A typical launch to space provides the backdrop for examining launch forces, the various phases of a launch, and why staging is crucial to reaching orbit and beyond. Select aspects of re-entry from space are also discussed. The chapter concludes by examining the subsystems that comprise a spacecraft’s bus and elements of an environmental control and life support subsystem.
Abstract The chapter ‘Above and beyond: flight environments’ examines the physical phenomena encountered as one moves from Earth’s surface upwards through the atmosphere and into our solar system. An aerospace system’s operational environment has a significant influence on its performance; therefore, aerospace engineers must be aware of properties such as temperature, pressure, and density when designing flight systems. The Earth’s atmosphere consists of several layers, each with its own unique characteristics, which are discussed in turn. The nature of electromagnetic energy is then examined, as it directly impacts the structure of Earth’s atmosphere and serves as the primary means of communication with aerospace systems. Electromagnetic energy is also discussed as part of a survey of the phenomena associated with space environments. The chapter concludes with a look at our solar system and the environments spacecraft may encounter as we continue to explore beyond Earth.
Abstract The chapter ‘Engineered to fly’ defines aerospace engineering, highlights the importance of aerospace systems, and surveys the evolution of some common flight systems. Aerospace engineering focuses on designing, fabricating, testing, or operating systems that fly in an atmosphere (aeronautics) or beyond the atmosphere in outer space (astronautics). The importance of aerospace systems is demonstrated by examining the far-reaching impact they have on our daily lives and the significant economic benefits they provide. All sustained flight is achieved by balancing four principal forces: lift, drag, weight, and thrust. The physical principles that produce these forces are identified by examining how select flight vehicle archetypes achieve sustained flight. From kites and balloons to aeroplanes and rockets, the technical evolution of flight systems has also been driven by societal factors, which are discussed for each flight vehicle archetype.
Abstract The chapter ‘Aeronautics: aircraft and atmospheric flight’ delves deeper into topics associated with those flight systems capable of sustaining flight within an atmosphere. The discussion focuses on powered, fixed-wing, heavier-than-air aircraft (aeroplanes). Fundamental to aeronautic flight systems is the field of aerodynamics, which is the study of lift and drag forces. It is here that the discussion of aeronautics begins. Following this, a notional aeroplane is used to explore the topics of aircraft structures and materials. The conversation then turns to propellers and turbojet engines, the principal means of generating the thrust force needed for aeroplanes to fly. Flight mechanics, the study of how the various forces acting on an aircraft affect its motion, is then introduced. The chapter concludes by examining the concepts of stability and control, and how feedback can be used to overcome disturbances that would otherwise negatively impact an aircraft’s flight.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keandalan fasilitas peralatan unit Avsec di Security Check Point 2 dalam mendeteksi dan mengatasi ancaman keamanan penerbangan, serta sejauh mana kesiapan dan pemeliharaan peralatan untuk memastikan operasional yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dan sekunder sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, Teknik, dan waktu. Penelitian ini dilaksanakan di unit Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung pada tanggal 1 Agustus 2023 sampai dengan 30 September 2023. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa fasilitas peralatan Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung cukup memadai. Dalam dua bulan proses pengecekan berlangsung, dengan fasilitas peralatan yaitu 2 (dua) mesin X-Ray, 2 (dua) WTMD (Walk Through Metal Detector) dan 2 (dua) HHMD (Hand Held Metal Detector) sudah cukup andal dalam melakukan proses pengecekan, risiko terhadap kegagalan sistem diminimalkan sehingga proses pengecekan berjalan dengan efisien dan efektif. Kesiapan dan pemeliharaan fasilitas peralatan di SCP 2 Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung dilakukan pengkalibrasian setiap satu tahun sekali dengan mengumpulkan data dalam buku Daily Check mingguan hingga bulanan, dilihat dan dipantau perkembangannya lalu di akumulasikan data tersebut dengan menyimpulkan hasilnya.
Banyak kasus penumpang yang memiliki kondisi khusus disebabkan karena sakit, disabilitas, lanjut usia, wanita hamil, cacat, tunanetra dan anak-anak mereka tidak bisa melakukannya sendiri, untuk itu mereka membutuhkan pelayanan khusus yaitu berupa pengguna Wheelchair untuk membantu perjalanan mereka selama di bandara. Penelitian dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif, Dalam penelitian ini sumber data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam melakukan penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi: Reduksi Data, Display Data, Kesimpulan/verifikasi Hasil penelitian ini meliputi, kinerja unit Pasasi dalam Menangani Spesial Passengger (Wheelchair) di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok, sudah sangat baik di lihat dari aspek kualitas kerja, kuantitas kerja, tanggung jawab, kerjasama, dan inisiatif yang semua aspek sudah sangat baik dilakukan oleh petugas unit Pasasi dalam menangani spesial passenger. petugas pastinya mengalami kendala, kendala disini seperti Wheelchair yang dipakai kurang layak pakai seperti roda wheelchair berbunyi, Penumpang wheelchair tidak memiliki pendamping dalam melakukan penerbangan, dan penumpang Wheelchair tidak membawa surat pernyataan dan lain-lain kendala-kendala tersebut kerap terjadi dialami oleh petugas pasasi.
Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan nomor SKEP/2765/XII/2010 Bab I Butir 9, peran Keamanan Penerbangan (AVSEC) diperlukan sebagai personel keamanan penerbangan yang memiliki (wajib) surat izin atau surat keterangan kemahiran petugas (STKP). dan siapa yang diberi tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan penerbangan. Dalam industri penerbangan, keselamatan adalah hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan atau ditoleransi. Meskipun pemerintah berdedikasi untuk memastikan “keselamatan adalah nomor satu” sesuai dengan undang-undang nomor 15 tahun 1992, perusahaan-perusahaan di industri jasa juga memiliki tanggung jawab untuk memprioritaskan kepuasan pelanggan dan kualitas layanan. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui apakah layanan keamanan petugas AVSEC setelah event MotoGP berdampak pada penumpang. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Selain itu, regresi linier dasar digunakan oleh peneliti sebagai metode analisis data dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari penumpang yang tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok setelah balapan MotoGP 2023. Berdasarkan temuan penelitian, kepuasan penumpang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh variabel pelayanan keamanan. Nilai t hitung sebesar 17,734 dan nilai signifikansi (Sig) sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan hasil tersebut. Nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan hipotesis Ha yang menyatakan bahwa kenikmatan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok dipengaruhi oleh pelayanan keamanan petugas Avsec diterima. Nilai R Square sebesar 0,762 atau 76,2% digunakan untuk menghitung dampak pelayanan keamanan terhadap kepuasan penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok. Berdasarkan temuan tersebut, variabel kepuasan penumpang (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh variabel pelayanan (X) sebesar 7,62%, sedangkan sisanya sebesar 23,8% dipengaruhi oleh variabel lain.
Transportasi udara telah mengalami perkembangan pesat dengan adanya kemajuan teknologi penerbangan seperti mesin yang lebih efisien bahan bakar, sistem navigasi yang akurat, dan desain pesawat yang inovatif. Setiap Bandar Udara banyak kegiatan yang dilakukan, untuk melakukan tugas dan fungsi dari kegiatan yang ada. Bandar Udara Halu Oleo Kendari pada tahun 2022-2023 terdapat peninhkatan baik dari jumlah pesawat penumpang dan juga pesawat kargo. Dengan adanya perkembangan tersebut dapat bepotensi menyebabkan beban kerja fisik yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan, yang dapat menurunkan situasion awareness. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan data primer berupa wawancara, observasi, dan data sekunder berupa studi pustaka, arsip SOP (Standar Operasional), serta dokumentasi kejadian yang terkait. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan penelitian diukur menggunakan teknik triangulasi Teknik. Hasil penelitian menujukkan bahwa kondisi beban kerja fisik masih tergolong sedang karena beban kerja yang diberi belum berdampak hingga kelelahan atau mengganggu Kesehatan fisik personel. Sedangkan untuk kondisi situation awareness termasuk dalam kondisi yang baik dan berada pada level 3 untuk situation awareness. Hal ini disebabkan karena personel mampu memfungsikan diri secara efektif dalam lingkungan sekitar, khususnya terkait keterlibatan dan respon terhadap kejadian di wilayah airside.
Sebagai salah satu Bandara Internasional, petugas lost and found di Bandara Internasional Yogyakarta harus mampu untuk memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin. Namun, kesulitan pada saat berkomunikasi dengan penumpang mancanegara menjadi suatu hambatan. Jumlah personel yang tidak memadai menyebabkan tingkat beban kerja yang lebih tinggi dan tuntutan situasional awareness yang lebih. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Untuk dapat memperoleh jawaban dari penelitian maka peneliti membuat desain rancangan penelitian. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas dari pengaruh sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan situational awareness di unit Lost and Found Bandara Internasional Yogyakarta melalui penerapan teknologi (CCTV, AI, IoT), pelatihan rutin, dan strategi berbasis data memungkinkan penanganan bagasi yang hilang atau rusak lebih efisien. Koordinasi dengan tim terkait meningkatkan kinerja petugas, mempercepat pelacakan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Pengembangan area terminal pada suatu bandara menjadi salah satu hal penting dan sangat diperlukan, mengingat tingginya mobilitas penumpang di suatu bandara yang meningkat pesat.. Hal ini terjadi pada Bandar Udara manapun, salah satunya pada Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, dengan meningkatnya jumlah penumpang setiap tahunya tentunya mengakibatkan kepadatan penumpang pada area terminal. Dengan adanya pengembangan pada suatu terminal akan berdampak pada kepuasan penumpang karena akan berkaitan pada seluruh isi dalam terminal itu sendiri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak pengembangan area terminal domestik terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang yang didapatkan dari perhitungan rumus slovin. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana, uji T dan koefisien determinasi, dengan menggunakan aplikasi software SPSS versi 23. Didapatkan hasil nilai uji T yaitu 0,064, hal ini menunjukkan tidak ada dampak signifikan pengembangan terminal terhadap kepuasan penumpang. Untuk nilai R square sebesar 0,035, menunjukkan besar pengaruh antara variabel pengembangan terminal terhadap variabel kepuasan penumpang hanya sebesar 3,5%.
Penelitian ini meninjau rencana penataan lingkungan permukiman di Desa Perapat Titi Panjang, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Fokus penelitian ini adalah perencanaan pembangunan dan pemetaan prioritas menggunakan program ArcGIS. Melalui survei yang meliputi letak geografis, kepadatan penduduk, kondisi bangunan hunian, aksesibilitas lingkungan, sistem drainase, pelayanan air minum, dan saluran pembuangan air limbah, data dasar diperoleh untuk pemetaan kondisi permukiman. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel sebelum dimasukkan ke ArcGIS untuk visualisasi dan penentuan prioritas pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dan kebutuhan setiap parameter lingkungan permukiman, serta prioritas pembangunan yang diperlukan. Penelitian ini menyarankan perlunya kajian lebih lanjut dengan variabel tambahan atau metode lain untuk pengembangan penataan lingkungan permukiman yang lebih baik dan teratur. Selain itu, evaluasi penataan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara diperlukan untuk memastikan keputusan kebijakan berdasarkan prioritas yang teridentifikasi melalui pemetaan.
Kabupaten Muaro Jambi merupakan kabupaten dengan intensitas kebakaran hutan dan lahan tertinggi di Provinsi Jambi. Pada tahun 2019 terjadi kebakaran hutan dan lahan terbesar di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Muaro Jambi yang mengakibatkan fenomena langit memerah akibat tebalnya kabut asap kebakaran. Pemetaan keparahan kebakaran hutan dapat dilakukan secara efisien memanfaatkan teknologi penginderaan jauh karena mampu menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Citra Landsat 8 digunakan pada penelitian ini sebagai input untuk melakukan transformasi indeks Normalized Burn Ratio (NBR). Indeks NBR memanfaatkan saluran NIR dan SWIR yang mampu membedakan area terbakar dengan baik. Selisih antara nilai NBR sebelum dan NBR sesudah kebakaran akan menghasilkan informasi berupa tingkat keparahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keparahan kebakaran pada tahun 2019 – 2020 didominasi oleh kelas keparahan rendah namun terjadi masif. Selanjutnya pada periode tahun 2019 – 2021 area-area yang terbakar sudah mengalami proses pertumbuhan vegetasi yang tinggi.
Salah satu upaya dalam memenuhi kepuasan penumpang adalah pelayanan dalam penanganan bagasi. Penanganan bagasi memiliki peran penting dalam suatu bisnis penerbangan, karena departemen ini bertanggung jawab atas bagasi semua penumpang. Proses penanganan bagasi dibuat secara sistematis dengan sebutan Baggage Handling System (BHS). BHS merupakan sistem keamanan bagasi yang menggunakan teknologi otomatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan BHS berpengaruh dan seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan BHS berpengaruh terhadap kepuasan penumpang Garuda Airlines di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dan jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan penyebaran kuesioner, sampel dalam penelitian ini adalah penumpang yang pernah menggunakan maskapai garuda Indonesia di terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hattta Cengkareng. Penelitian ini menyimpulkan hasil bahwa kualitas pelayanan Baggage Handling System memiliki pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 68,2% terhadap kepuasan penumpang, sedangkan 31,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hal ini dibuktikan dari hasil Thitung > Ttabel yaitu sebesar 1,940.
Penelitian ini bertujuan untuk analisis perancangan kebijakan persediaan material polysulfide sealant di PT Dirgantara Indonesia (Persero) menggunakan metode Interpretive Structural Modeling (ISM). Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidaksesuaian antara target dan stok aktual yang menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan dan risiko kadaluwarsa material. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan persediaan, termasuk material kadaluwarsa, komunikasi antar divisi, sistem pemantau persediaan, tingkat persediaan dan pola pemesanan, serta permintaan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pegawai divisi material planner. Hasil analisis ISM menunjukkan struktur hubungan antar faktor yang membantu dalam perancangan kebijakan persediaan yang lebih efisien. Implementasi ISM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi manajemen persediaan dan mengurangi biaya operasional.
Dampak kinerja karyawan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan suatu perusahaan. Apabila seorang karyawan bekerja kurang baik dalam melakukan pekerjaannya, maka berdampak pada kualitas kerja karyawan dan kualitas Perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kinerja personel Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng dipengaruhi secara bersamaan oleh motivasi kerja dan disiplin kerja. Dengan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data primer berupa observasi dan angket, serta data sekunder berupa dokumentasi metode pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Dalam penelitian ini alat analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian adalah pegawai Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng yang berjumlah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja pegawai (nilai signifikan 0,020) dan motivasi kerja mempunyai pengaruh yang besar (nilai signifikan 0,032) terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, disiplin kerja dan insentif sama-sama mempengaruhi kinerja karyawan dan oleh karena itu merupakan hal yang tepat.
Dampak koordinasi antara Apron Movement Control (AMC) dan Aviobridge Operator terhadap On Time Performance (OTP) selama Docking (menempelkan garbarata) dan Undocking (menarik garbarata) di Bandar Udara Yogyakarta International Airport sangat penting untuk menjaga efisiensi dan ketepatan waktu operasional bandara. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh koordinasi pada unit AMC terhadap OTP dalam proses Docking dan Undocking Aviobridge di Bandar Udara Yogyakarta International Airport dan mengetahui seberapa besar pengaruh koordinasi pada unit Apron AMC terhadap OTP dalam proses Docking dan Undocking Aviobridge di Bandar Udara Yogyakarta International Airport. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, Studi Pustaka, Obsevasi dan Dokumentasi. Analisis Datanya berupa Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Analisis Regresi Linear Sederhana, Uji T (Parsial) dan Uji Koefisiensi Determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sejumlah 0,571, dimana mengindikasikan kemampuan variabel bebas (koordinasi) dalam menjelaskan variabel terikat yaitu 57,1%. Hasil pengujian hipotesis memperoleh kesimpulan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel koordinasi terhadap kinerja tepat waktu (On Time Performance) dalam proses docking dan undocking Aviobridge di Bandar Udara Yogyakarta International Airport selama periode Juli 2023 hingga Agustus 2023.
Industri penerbangan adalah sektor ekonomi yang terkait dengan perancangan, produksi, operasi, dan pelayanan yang berkaitan dengan pesawat terbang dan seluruh aspek yang terkait dengan penerbangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kemampuan sumber daya manusia dan peralatan yang terbatas di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III dapat menunjang kinerja petugas saat melakukan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan hasil bahwa Pengawasan pelayanan navigasi penerbangan di kantor otoritas bandar udara wilayah III Juanda Surabaya oleh petugas navigasi penerbangan telah dilaksanakan dengan baik, namun masih ada beberapa kendala yaitu kemampuan sumber daya manusia, finding, dan terbatasnya personil. Namun kantor otoritas bandar udara wilayah III dapat mengatasi kendala tersebut dengan beberapa solusi yaitu penambahan jumlah sumber daya manusia, melakukan pelatihan terhadap personil navigasi serta menerima personil baru berlisensi atau bersertifikasi. Keterbatasannya fasilitas peralatan navigasi di kantor otoritas bandar udara wilayah III tidak mempengaruhi kinerja petugas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan terbatasnya peralatan tidak menghambat kinerja petugas dalam melakukan pengawasan dan dapat menunjang kinerja petugas saat melakukan pengawasan.
Transportasi telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern karena membantu orang menghubungkan satu tempat ke tempat lain dan memainkan peran penting dalam kemajuan sebuah negara. Kemajuan dalam transportasi berkorelasi langsung dengan kemajuan sebuah negara, karena bertambah canggihnya transportasi sebuah negara, bertambah maju negara tersebut. Penelitian bertujuan guna mengevaluasi pengaruh kualitas pelayanan, harga, lokasi pada kepuasan pengguna jasa transportasi dalam studi kasus yang melibatkan pengguna Jasa Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta. Jenis penelitian yaitu kuantitatif, dan sumber data penelitian yakni sampel pengguna Jasa Bus Damri di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta berjumlah 99,99 yang ditetapkan menjadi 100 sampel. Data dikumpulkan dengan menyebar kuesioner pada seratus responden dan data penelitian mempergunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan harga dan kualitas pelayanan mempengaruhi signifikan pada kepuasan pelanggan Damri di Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan Lokasi tidak mempengaruhi signifikan pada kepuasan pelanggan Damri di Bandara Soekarno-Hatta.
Demi menunjang kelancaran serta pengawasan fasilitas penunjang operasional di terminal penumpang, maka Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memiliki unit Terminal Service Officer (TSO) yang bertugas sebagai pengawas pergerakan di area terminal dan bertugas untuk selalu memonitor fasilitas penunjang operasional di area terminal landside. Terutama fasilitas yang berada di area ruang tunggu, karena di dalam area ruang tunggu inilah penumpang paling banyak melakukan pergerakan dan paling banyak biasanya terjadi permasalahan-permasalahan terkait fasilitas yang disediakan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan yang baik agar fasilitas yang disediakan bisa berfungsi dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan kendala yang dialami petugas Terminal Service Officer (TSO) dalam melakukan pengawasan terhadap fasilitas di area ruang tunggu Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kinerja yang dilakukan oleh petugas Terminal Service Officer cukup baik dalam melakukan pengawasan fasilitas area ruang tunggu yaitu memastikan fasilitas penunjang operasional yang tersedia dapat berfungsi dengan baik dan lancar. Adapun kendala yang ditemui petugas Terminal Service Officer adalah masih sering terjadinya penumpukan penumpang di area ruang tunggu yang diakibatkan adanya delay. Petugas harus segera melakukan koordinasi dengan pihak airline agar dilakukan pemindahan penumpang ke gate kosong yang tersedia. Selain itu masih sering ditemukannya fasilitas penunjang operasional yang tidak berfungsi dengan baik.