Preeklampsia adalah komplikasi pada masa kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang mencapai angka 140/90 mmHg. Biasanya, preeklamsia terjadi setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Preeklamsia juga dianggap sebagai kondisi yang paling sering mendahului eklampsia, yakni kondisi kehamilan yang disertai kejang. Metode pengabdian yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang rekam medis elektronik dan faktor risiko kejadian preeklamsi serta melakukan pendampingan kepada petugas kesehatan tentang pengisian fitur rekam medis elektronik. Indikator keberhasilan pada penyuluhan ini adalah petugas kesehatan mampu melakukan sebuah pendokumentasian rekam medis pasien ke dalam RME dan masyarakat juga mengetahui tentang RME dan Faktor risiko kejadian preeklamsi. Kegiatan diagnosa preeklamsi yakni melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan tuas, pengambilan sampel urin 24 jam untuk mendeteksi protein dalam urin, ultrasonografi untuk memeriksa pertumbuhan bayi dan volume cairan uterus, USG doppler untuk mengevaluasi aliran pembuluh darah di plasenta. Kesimpulan dari adanya penyuluhan ini petugas kesehatan akan dapat menerapkan penggunaan catatan medis elektronik dengan baik dan efektif, serta masyarakat (Ibu Hamil) juga dapat menerapkan pentingnya kesehatan pada perempuan baik sebelum maupun selama kehamilan dalam mencegah terjadinya preeklamsia. Disarankan agar tenaga kesehatan lebih memahami fitur yang ada di dalam rekam medis elektronik dan melakukan pendokumentasian diagnosa pasien dengan tepat Masyarakat diharapkan menghindari faktor penyebab preeklamsi pada saat hamil. Kata kunci: RME, Preeklamsia.
Coastal areas and beaches are areas that are widely used by the community to carry out various activities, such as: fishing, aquaculture, tourism, transportation and other activities. Various kinds of activities in coastal areas cause the carrying capacity of the environment to decrease. One form of ecosystem that plays an important role in coastal areas is the mangrove ecosystem. The aim of this service activity is to practice mangrove planting in Eyat Mayang Village, Sheet District, West Lombok Regency in an effort to prevent coastal erosion. This training activity was carried out in three stages, namely: preparation, implementation and evaluation. The results of this service activity, namely the practice of seeding, planting mangroves, and maintaining mangroves have been carried out well. The community is very enthusiastic about the activities of breeding mangrove seeds and maintaining mangrove forests, because they can feel the benefits of the existence of mangrove forests in protecting coastal ecosystems.
Kepuasan pasien dianggap terpenuhi apabila pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan mereka. Sebaliknya, jika rumah sakit memberikan pelayanan yang belum sesuai dengan harapan pasien, maka pastilah pasien merasa tidak puas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan petugas rumah sakit terhadap kepuasan pasien rawat inap di UPT. RSKD. Dadi Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Desain studi cross sectional ini untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dengan melalui uji statistic chi-square tingkat signifikan (ɑ) = 0,05. Jumlah populasi pasien rawat inap sebanyak 470 orang, dan diambil sampel sebanyak 82 orang pasien di UPT. RSKD. Dadi Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara realibility, assurance, tangible, empathy, daya tanggap, responsiveness terhadap kualitas pelayanan petugas rumah sakit pada kepuasan pasien rawat inap di UPT. RSKD. Dadi Kota Makassar, dengan variabel jaminan yang lebih signifikan dengan nilai p-0,00. Kesimpulan penelitian bahwa kualitas pelayanan di UPT. RSKD. Dadi Kota Makassar terbukti memberikan pelayanan kepada pasien dengan cepat dan tanggap, sehingga pasien mendapat kepuasan atas pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: kepuasan, kualitas layanan, pasien rawat inap
Kinerja akan diarahkan pada segala usaha yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya manusia dan fasilitas kerja yang mendukung didalamnya,dengan demikian smua gagasan dan kebijaksanaan yang diambil untuk usaha meningkatkan produktivitas kerja perusahaan. Usaha untuk memampatkan sumber daya yang ada untuk menwujudkan sesuatu secara maksimal dengan memadukan sumber dan hasil dalam bentuk yang optimal, tenaga kerja manusia, disamping fasilitas dan sumber produksi lainnya adalah sumber daya yang harus dimanfaatkan secara penuh dan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi, disiplin kerja dan kepuasan terhadap kinerja pegawai. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional study dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dari penelitian ini adalah 49 orang PNS, dan sampel dalam penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 49 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa teradap hubungan antara kompetensi, disiplin kerja dan kepuasan pegawai terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Bontosunggu Kabupaten Gowa. Puskesmas Bontomarannu dapat memprioritaskan pengembangan kompetensi kerja pegawainya melalui pelatihan, workshop, dan pendidikan lanjutan serta memberikan reward bagi pegawai yang berprestasi. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Kata Kunci : kompetensi, disiplin, kepuasan, kinerja
Sistem Informasi Rekam Medis (SIRM) akan mempermudah proses pemeriksaan kesehatan pasien dengan akses data rekam medis yang terintegrasi, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam proses pemeriksaan. Tujuan penelitian Mengetahui bagaimana penerapan sistem rekam medik elektronik dalam keperawatan di unit rawat jalan RSUD Haji Makassar. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 80 perawat yang bekerja di unit rawat jalan RSUD Haji Makassar. penerapan sistem rekam medik elektronik dilihat dari ekspektansi kerja, ekspektansi usaha, pengaruh sosial dan kondisi fasilitas. Ekspektansi kerja akan mempermudah proses pendokumentasian asuhan keperawatan, ekspektansi usaha akan mempermudah atau mengurangi upaya individu untuk melakukan pekerjaan, pengaruh sosial lebih kepada bagaimana pengaruhnya dalam keputusan perilaku dan kondisi fasilitas akan menjaga efisiensi, keamanan dan kualitas pasien. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari keempat variable keseluruhannya berhubungan secara signifikan walaupun tingkat terhubungannya yang berbedadan disarankena khususnya kepada Pimpinan Rumah Sakit agar lebih mengintensifkan petugas dalam penggunaan rekam medik elektronik dan peningkatan kinerja rumah sakit. Kata Kunci: ekspektansi kerja, ekspektansi usaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitas
Occupational safety and health in hospitals as health services is an important thing to pay attention to. Nurses as one of the medical personnel in the hospital have risks and hazards that are quite vulnerable in every process of their work. Data found from the PPI (Infection Prevention and Control) committee at DR Tadjuddin Chalid General Hospital Makassar as many as 17 cases of needle stick accidents in the last 5 years, there was 1 case of a slip/fall accident when an inpatient co-worker took the patient to the operating room. The purpose of this study is to describe the level of occupational safety and health risks that can occur in nurses at DR Tadjuddin Chalid General Hospital Makassar. The research design used is qualitative in nature with the approach method, namely risk management with interview guide instruments, observation, cameras for documentation and Job Safety Analysis to identify the risks and hazards of nurses' work. Risk assessment uses a semi-quantitative method. The results of this study indicate that the highest risk in the Emergency Room with a score of 300 (Priority 1) is at the anamnase stage and the patient's vital signs, there is a risk of danger of droplet contact contracting the patient's infectious disease and during infusion there is a risk of needle sticks. The results in the ICU show a risk level with a value of 300 (Priority 1) in the administration of injection drugs, infusion with a risk of needle pricks and in personal hygiene activities with a value of 90, there is a risk of contact with the patient's body fluids, and the results in ordinary hospitalization show a high level of risk with a value of 300 (Priority 1) on the examination of the patient's vital signs with a risk of danger of contact with the patient's body fluids, installation of infusion and administration of injection drugs, risk of needle stick hazard. The conclusion from the research results obtained is that there is a need for technical improvements, it is hoped that better supervision in the implementation of SOPs for nursing actions and the active role of K3 Hospitals in identifying deeper stages of nurse work in hospitals.
Stunting in Indonesia is a very serious problem because the percentage is above form cut off point of World Health Organization is only 20%. The results of South East Asia Nutritions Surveys (SEANUTS), around 24.1% of boys and 24.3% of girls in Indonesia are stunted. Based on Basic Health Research (2018), the incidence of stunting among children under five in South Sulawesi is still high, which is above 30% and South Sulawesi is the fourth highest in Indonesia. One of the preventive efforts to reduce stunting from an early age by nutrition health education through developing an electronic module about stunting as a method of nutrition health education which contains information about stunting. The purpose of this study was to determine the effect of nutrion health education on students' knowledge and attitudes through the development of the E-Module "Against Stunting" at SMU Negeri 1 Makassar City. The research method used is a Quasi Experiment, with a total sample of 64 students based on inclusion and exclusion criteria and then divided into the intervention group and the control group. Before the intervention, a pre-test was carried out on the two groups, then students in the intervention group were given nutrition education through an e-module containing knowledge about stunting, its causes and prevention continuously every week and at the end, a post test was carried out on the intervention group and the control group. The data collected were analyzed using the Man Whitney test. The results showed that there was an effect of nutrition heath education on increasing the knowledge and attitudes of students at SMU Negeri 1 Makassar City.
The prevalence of obesity in Indonesia over the age of 18 years old is around 21.8%, South Sulawesi 19.1%, and Makassar is 24.05%. The highest prevalence in South Sulawesi, is higher than the prevalence rate of South Sulawesi and the national. The purpose of this study was to determine the factors related to the obesity of army in XIV/Hasanuddin Kesdam Unit in 2021. The research method of this study used a cross sectional study with 92 total sample whose has been taken with simple random sampling method. The results showed that there were a relationship among family health history (p = 0.003), energy intake (p = 0.000), and physical activity (p = 0.016) and obesity in Kesdam XIV/Hasanuddin Makassar army. The conclusion of this study is that if one or both of the respondent's parents have obesity record and excessive energy intake, it will be associated with obesity. Therefore, sufficient physical activity will prevent the obesity.
LATAR BELAKANG : Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan selama era New Normal COVID-19. Selain menerapkan protokol kesehatan, gizi seimbang untuk mendukung daya tahan tubuh sangat penting untuk mencegah dampak lanjutan dari kontraksi COVID-19. TUJUAN: Penelitian ini mengidentifikasi pola perilaku gizi seimbang sebelum dan selama penerapan konsep New Normal di Sulawesi Selatan. METODE : Survei potong lintang terhadap penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tinggal di Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan pada bulan November hingga Desember 2021 dengan menggunakan kuesioner online. Survei dilakukan melalui WhatsApp dengan menyebarkan tautan kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan software SPSS v.16.0. Perbedaan pola gizi seimbang sebelum dan selama era New Normal dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan taraf signifikansi 0,05. HASIL : Kajian menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat menurun secara signifikan selama penerapan konsep New Normal, terutama komposisi makanan (p=0,000), makanan hewani (p=0,000), sayuran (p=0,000), buah (p=0,000), dan susu (p=0,000). KESIMPULAN : Penerapan perilaku New Normal menurunkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi gizi seimbang di Sulawesi Selatan. Dengan demikian mungkin berkontribusi pada penurunan sistem kekebalan tubuh.
This research aims to know and analyze about the emotional intelligence of teachers and teacher teaching ability which is associated with the quality of classroom management, allegedly the emotional intelligence of teachers and the ability to teach teachers has a relationship to the quality of classroom management in schools. For this reason, in this study using quantitative analysis to look for relationships between variables, research data was collected using questionnaires with a likert scale to teachers at the State High School (SMAN) in Ciputat South Tangerang. From research, it can be known that emotional intelligence has a relationship with improving the quality of classroom management, as well as the ability to teach teachers who have a relationship with efforts to improve the quality of classroom management in schools. In other words, efforts to improve the quality of class management at school in the implementation of the learning process can be done by the emotional intelligence in the teacher, and there is an increase in teaching ability owned by teachers, a teacher as a leader in the school class needs to have emotional intelligence and high teaching ability so that it will produce a quality learning process created by quality classroom management.
Background : Complementary feeding is a solid and nutrient dense foods with complete contain given to infants from 6 months of age after exclusively breastfed to achieve optimal growth and development. Complementary feeding is given from 6-24 months and must be done completely in accordance with the abilities of the baby and child. Providing sufficient Complementary feeding in terms of quality and importance for physical growth and increased intelligence increases during this period.Objectives : The aim of this study was to determine the relationship between knowledge levels, mother's attitudes, family support with accordance of complementary feeding.Methods : This research was conducted in the working area of Kampili Health Center Kabupaten Gowa. The type of research was analytical research using a cross-sectional approach. sample techniques using purposive sampling. The sample in this study were 70 mothers who have toddlers aged 6-24 months.Results : Based on the research results by using chi-square test with significance level α = 0.05. The statistical test results obtained a level of knowledge p = 0.023, maternal attitudes p = 0.017, family support p = 0.027 with the accordance of complementary feeding.Conclusions : The conclusion was that there was a correlation between the level of knowledge, mother's attitude and family support with the accordance of complementary feeding assistance in the work area of the Kampili Gowa Health Center. It is expected to provide exclusive breastfeeding for 6 months to infants and provide complementary feeding for breastfeeding at the age of 6 months and above and for health workers to improve communication, information and education (IEC) programs, especially for pregnant women and those with babies. Latar Belakang : Makanan pendamping ASI merupakan makanan padat dengan kandungan gizi yang lengkap diberikan kepada bayi sejak usia 6 bulan setelah pemberian ASI eksklusif untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Makanan pendamping ASI diberikan mulai usia 6-24 bulan dan harus diberikan secara lengkap sesuai dengan kemampuan bayi dan anak. Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan kualitas yang baik sangat penting untuk menunjang pertumbuhan fisik dan peningkatan kecerdasan yang meningkat selama periode ini.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap Ibu, dukungan keluarga dengan ketepatan pemberian MP-ASI.Metode : Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kampili Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah study analitik dengan pendekatan cros-secsional. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 orang ibu yang memiliki balita umur 6-24 bulan.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dengan mengunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05%.Hasil uji statistik diperoleh tingkat pengetahuan nilai p = 0,023, sikap ibu p = 0,017, dukungan keluarga p = 0,027 dengan ketepatan pemberian MP-ASI.Kesimpulan : Ada hubugan tingkat pengetahuan, sikap ibu dan dukungan keluarga dengan ketepatan pemberian MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Kampili Gowa. Diharapkan memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan kepada bayi dan memberikan makanan pendamping ASI saat usia 6 bulan keatas dan kepada petugas kesehatan agar untuk lebih mengintensifkan kegiatan sosialisasi, informasi dan edukasi khususnya pada ibu-ibu hamil maupun ibu balita
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Pemilihan tempat pengabdian ini dilakukan berdasarkan potensi yang ada dan kondisi suhu serta kelembaban di lingkungan desa Darek sangat memadai dan mendukung untuk pembudidayaan jamur tiram. Selain itu, penduduk Desa tidak punya pekerjaan tetap sehingga sangat perlu untuk diberdayakan. Tujuan pengabdian untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang tidak produktif melalui budidaya jamur tiram. Kegiatan penagbdian melibatkan kelompok masyarakat di desa darek yang tidak produktif berjumlah 40 orang. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan diskusi dan praktek (learning by doing) gabungan kedua metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan berkaitan dengan budidaya jamur tiram. Hasil dari kegiatan 1) peningkatan pemahaman dan kreatifitas masyarakat non produktif dalam budidaya jamur tiram, 2) peningkatan keterampilan masyarakat dalam budidaya jamur tiram, 3) menghasilkan bahan pangan berupa jamur tiram yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat setempat maupun masyarakat lainnya. Kegiatan pemberdayaan perlu ditingkatkan sehingga masyarakt nonproduktif dapat mandiri secara ekonomi. Kata Kunci: Masyarakat, Non Produktif, Budidaya Jamur Tiram, Ekonomi
Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment One group pretest-postest design dimana dalam penelitian ini tidak ada kelompok pembanding. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta putra yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli yang berjumlah 22 anak, tanpa kelompok pembanding. Maka seluruh peserta putra yang mengikuti ekstrakurikuler digunakan sebagai subjek dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes brumbach. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t untuk pengujian hipotesis. Sampel berkorelasi pada taraf signifikasi 5 % atau 0,05. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada pengaruh bermain bola pantul terhadap kemampuan dasar passing bawah. Uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,080 > 2,076 (t tabel) dan nilai Sign sebesar (0,000) < 0,05, sehingga hal tersebut menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan dasar passing bawah setelah diberi perlakuan dengan bermain bola pantul. Berdasarkan rata-rata (mean) menunjukkan rerata posttest > pretest. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bermain bola pantul yang signifikan terhadap kemampuan dasar passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli putra SMA Negeri 1 Praya Barat Daya Peningkatan presentase kemampuan passing bawah sebesar 9,88% dari selisih rerata dibagi rerata pretest dikalikan 100%.
Taman Wisata Alam Kerandangan merupakan bentuk kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam yang berada di wilayah kecamatan Batu Layar kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan studi sebelumnya disimpulkan bahwa Taman Wisata Alam Kerandangan ini memiliki berbagai macam spesies kupu-kupu di dalamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kekerabatan kupu-kupu (ordo Lepidoptera) di Taman Wisata Alam Kerandangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel kupu-kupu diperoleh menggunakan survei eksploratif (jelajah) dengan metode jerat (entrapping method). Lokasi sampling meliputi wilayah taman depan TWA Kerandangan sebagai pos 1 dan pos 2 berada di wilayah air terjun goa walet. Hasil tangkapan diidentifikasi karakter spesifik morfologi yang dimiliki untuk selanjutnya dihitung persentase kemiripan dan kesamaannya. Hubungan kekerabatan dianalisis menggunakan rumus Indeks Kesamaan Sorensen. Hasil menunjukkan bahwa kupu-kupu yang terjerat berjumlah 10 spesies yang terbagi dalam 3 famili yaitu Papilionidae, Nymphalidae, dan Pieridae. Berdasarkan nilai yang diperoleh menggunakan rumus Indeks Kesamaan Sorensen untuk menggambarkan tingkat kedekatan hubungan kekerabatan antar spesies ordo Lepidoptera diperoleh hasil bahwa persentase hubungan kekerabatan terdekat jatuh kepada spesies Hebomoia glaucippe dan Catopsilia pomona sebesar 100%, sedangkan spesies dengan tingkat hubungan kekerabatan terjauh yaitu antara Hebomoia glaucippe dengan Leptosia nina sebesar 60.4%.
Anemia is caused by the lack number of red blood cells to distribute oxygen to system and fetus, anemia can be known if the content of Hb < 11 mg. The purpose of this research was to find out the relation of nutrition knowledge, food supply, and obedience in consuming Fe tablet with anemia in Pertiwi Health Center South Sulawesi Province. The type of research used was analytical survey with cross sectional design and collected using questionnaire with total samples of 158 people. The result of this research showed that there was relation of knowledge and anemia (p=0,009), there was relation of food supply and anemia (p=0,004), and there is relation of obedience in consuming Fe tablet with anemia (p=0,004). It is suggested to pregnant mother to always pay attention to the fetus by maintaining the food supply and routinely consume Fe tablets during pregnancy, because it affects the fetus health, growth and development.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Pemilihan tempat pengabdian ini dilakukan berdasarkan potensi yang ada dan kondisi suhu serta kelembaban dilingkungan desa Darek sangat memadai dan mendukung untuk pembudidayaan jamur tiram.Selain itu, penduduk Desa tidak punya pekerjaan tetap sehingga sangat perlu untuk diberdayakan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang tidak produktif menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Kegiatan pengabdian ini akan sangat bermanfaat begi masyarakat Desa Darek, diantaranya: (1) membantu masyarakat untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri atau kelompok sebagai sistem mata pencaharian alternatif;(2) meningkatkan perekonomian masyarakat yang mandiri melalui pembudidayaan Jamur Tiram yang bernilai ekonomi; (3) menghasilkan bahan pangan berupa jamur tiram yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat setempat maupun masyarakat lainnya. Oleh karena itu, program pengabdian ini sangat penting dilakukan. Dalam pelaksaannya, pengabdian kepada masyarakat ini akan menghasilkan luaran berupa: (1) menghasilkan bahan pangan berupa jamur tiram; dan (2) Laporan Pengabdian
Abstract Objective:To determine the changesin point of view and positive attitudes towards adolescent reproductive health in junior and senior high school students in Southeast Sulawesi after counseling interventions. Methods: Experimental Research with The One Group Pretest-Posttest Design. The population in the study were all adolescents aged between 12-19 years as students in Southeast Sulawesi. The sampling was performed by Simple stratified random sampling technique with a sample of 300 people for middle and high school students. The instrument used was a questionnaire with data analysis by using the t-test. Results:Showed that the level of knowledge and attitudes of students about adolescent reproductive health was differed between pretest & posttest in junior and senior high school students (ρ<0.05),because the students who were given counseling interventions with lecture methods, powerpoint, and discussion, will add to the broader understanding and insight and tend to generate positive responses from studentsm so that they have good basic knowledge and attitudes about adolescent reproductive health. Conclusion:The study was the increase in knowledge and positive attitudes about adolescent reproductive health after counseling interventions. Keywords:adelescent, counseling, knowledge and attitude, reproductive health Abstrak Tujuan:Untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap yang positif tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMP dan SMA Negeri di Sulawesi Tenggara setelah dilakukan intervensi penyuluhan. Metode: Penelitian Eksperimen (pre-experiment) dengan rancanganThe One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian adalah keseluruhan remaja yang berusia antara 12-19 tahun yang sementara berstatus sebagai siswa SMP dan SMA Negeri di Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknikSimple stratified random sampling dengan jumlah sampel 300 orang untuk siswa SMP dan SMA.Instrumen yang dipakai adalah angket dengan analisis data menggunakan uji-t. Hasil:Menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap siswa tentang kesehatan reproduksi remaja berbeda antara pretest dan posttest pada siswa SMP dan SMA Negeri di Provinsi Sulawesi Tenggara (ρ value< 0,05).Hal ini disebabkan karena pada siswa SMP dan SMA Negeri di Provinsi Sulawesi Tenggara yang diberikan intervensi penyuluhan dengan metode ceramah, visualisasi (power point), dan tanya jawab, akan menambah pemahaman dan wawasan yang lebih luas dan cenderung menimbulkan respon yang positif dari siswa sehingga memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kesehatan reproduksi remaja. Kesimpulan:Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap yang positif tentang kesehatan reproduksi remaja setelah intervensi penyuluhan. Kata Kunci:remaja,penyuluhan, pengetahuan dan sikap, kesehatan reproduksi
Anemia disebabkan karena kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk menghantarkan oksigen ke jaringan dan janin, anemia dapat diketahui bila kadar Hb l 11 mg. Jenis penelitian yang di gunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional dan dikumpulkan dengan menggunakan kusioner dengan jumlah sampel sebanyak 158 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, hubungan asupan makanan, dan hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan anemia (p=0,009), ada hubungan asupan makanan dengan anemia (p=0,004), dan ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia (p=0,004). Disarankan kepada ibu hamil agar selalu memperhatikan kandungannya dengan cara menjaga asupan makanannya dan rutin mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan berlangsung, karena berpengaruh pada kesehatan serta tumbuh kembang janin.
Waiting time for services is a problem that often causes patient complaints in several health agencies. The length of time a patient waits at registration, examination, and reception drugs are reflects how the agencies manages the service component that is tailored to the patient's situation and expectations. This study aims to see the relationship between waiting time and patient satisfaction. This study uses an analytic observational research design with a cross-sectional study approach conducted at Public Health Center, Maccini Sombala of Makassar City. The sampling technique used purposive sampling with a total of 170 respondents. Analysis test with chi square test with significance level p <0.05. From the results of the chi square test waiting time for registration and examination of the drug to patient satisfaction, the p value = 0.000 and 0.021 <0.05 means Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is a relationship between waiting time registration and examination with patient satisfaction. While the time of receiving drugs with patient satisfaction is obtained p = 0.400> 0.05 means that Ho is accepted and Ha is rejected, meaning there is no relationship between waiting time of taking drugs with patient satisfaction. So, it is recommended to health workers to be more committed and disciplined in providing services in accordance with the schedule that has been set. ABSTRAK Waktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien dibeberapa instansi kesehatan. Lamanya waktu tunggu pasien di pendaftaran, pemeriksaan, pengambilan obat mencerminkan bagaimana instansi tersebut mengelola komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi Cross- sectional yang dilakukan di Puskesmas Maccini Sombala Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 170 responden. Uji analasis dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0.05. Dari hasil uji chi square waktu tunggu pendaftaran dan pemeriksaa obat terhadap kepuasan pasien didapatkan nilai p=0.000 dan 0.021<0.05 berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan antara waktu tunggu pendaftran dan pemeriksaan dengan kepuasan pasien. Sedangkan waktu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di dapatkan nilai p=0.400>0.05 berarti Ho diterima dan Ha di tolak artinya tidak ada hubungan antara waktu tunggu pengambilan obat dengan kepuasan pasien. Sehingga, disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih komitmen dan disiplin waktu dalam memberikan Pelayanan yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
The quality of health services is one of main focus for community. Awareness of the quality of health services is increasing with the demand for improving the quality from service providers and community as a service user. The quality of health services greatly affects patient satisfaction. The design of this study is analytic survey research with cross sectional approach. The purpose of this study is to know the relation of quality of health service to patient satisfaction at Army Health Center (PUSKESAD) POLKES of Takalar Regency in 2017. The research is conducted at Army Health Center (PUSKESAD) POLKES Takalar District. The sample in this study are patients who treated at the Army Health Center (PUSKESAD) POLKES Takalar District in June of 2017 as many as 94 people using a simple random sampling technique. Data analysis in this research is univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed that there was a significant correlation between health service quality based on indicator physical appearance, reliability, responsiveness, assurance, and empathy with patient satisfaction with each p value = 0,000. It is hoped that the Army Health Center (PUSKESAD) POLKES can improve the quality of health services and the confidence of patients in utilizing health services more increase.