Pupuk pada budidaya tanaman selada pada umumnya masih pupuk anorganik yang apabila secara terus menerus mengakibatkan pencemaran lingkungan, degradasi biodiversitas dan bahan organik tanah rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi tanaman selada terhadap konsentrasi pupuk organik cair (POC) daun gamal dan menentukan konsentrasi POC yang paling baik dalam pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Lahan II dan Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi pupuk organik cair (POC) daun gamal dengan 5 taraf yaitu: tanpa POC (K0), POC dengan konsentrasi 60 mL/L air (K1), 120 mL/L air (K2), 180 mL/L air (K3) dan 240 mL/L air (K4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdapat 6 tanaman sehingga total 90 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun dan berat basah per tanaman. Analisis data dengan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC daun gamal berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan luas daun pada umur 14 HST; berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap semua variabel yang diamati setelah tanaman selada berumur 21-35 HST. Konsentrasi POC daun gamal yang paling baik meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada adalah 120 mL/L air (K2).
The soil quality of Ultisol, which is indicated by its chemical properties, arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), and root nodules, is important for soybean growth. Cogongrass biochar enriched with N fertilizer solution using solvent from seaweed extract can change the soil quality. Using various seaweed extract solvents, this study sought to (i) test the impact of cogongrass biochar enriched with N fertilizer solution on the soil chemical quality and (ii) examine the effects of soil chemical changes on AMF, root nodules, tissue nutrient content, and soybean yield. The treatments consisted of (i) without biochar (B0), (ii) cogongrass biochar without enrichment (BN0), (iii) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent from extract of Kappapychus alvarezii (BNK), (iv) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent from extract of Sargassum sp. (BNS), and (v) cogongrass biochar enriched with urea solution using solvent extract of Ulva lactuca (BNU). In a randomized block design, each treatment was carried out three times. With or without fertilization, cogongrass biochar improves the chemical fertility of the soil. The increase in NH4+-N and nitrate-N content of the soil in enriched cogongrass biochar was greater than in unenriched. The AMF spores density and root nodules were reduced following enrichment. When biochar was added, there were more pods, pod dry weight, total seeds, and regular seeds per plant. In conclusion, the impact of increasing soil ammonium content led to decreased density of AMF spores, root infections, and root nodules. The level of available P greatly affected the components of soybean yield in Ultisol.
The problems of members of the Manggarai Women’s Farmers Group in Padaleu Village, Kambu District, Kendari City are (1) so far no party has socialized the adverse effects of using inorganic fertilizers and the trend of public awareness of consuming organic food ingredients so that farmers are directed to use organic fertilizers. (2) the target audience has not received an explanation about LOF, including the basic ingredients, benefits, how to make it, and its application to vegetable plants in the yard. This activity aims to (1) Improve the knowledge of Women Farmer Group members about the adverse effects of using inorganic fertilizers, (2) Provide understanding to the community about using rice washing water as a basic ingredient for LOF, and (3) Increase knowledge about LOF methods, materials and applications. This activity begins with direct observation in the field to discover the problem and determine the method used in the activity—next, socialization with members of the Women’s Farmers Group. The method used is a combination of counseling and technical guidance as follows: (1) Socialization through delivering materials, lectures and discussions regarding the negative impacts of inorganic fertilizers used on humans, soil and the environment; the importance/benefits of LOF and what basic ingredients can be used in making LOF; and benefits of LOF, and (2) Making liquid organic fertilizer based on rice washing water with the help of EM-4 to be applied to organic vegetable plants in the yard. LOF is fermented for 2 weeks, resulting in a 60 L volume. Applying LOF based on rice washing water can increase the growth and yield of vegetable plants in the yard.
Limbah pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, kotoran ternak, sabut dan tempurung kelapa, dedak padi, dan yang sejenisnya. Kehadiran limbah tersebut dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga perlu diadakan penanganan yang tepat. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah Kepala Desa dan Jajarannya serta masyarakat Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk; (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik pertanian yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair (POC), sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) Meningkatkan pengetahuan msyarakat tentang cara dan bahan dasar untuk membuat POC dari limbah organik pertanian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi penyuluhan dan bimbingan teknis sebagai berikut : (1) Menyampaikan materi dengan cara ceramah dan diskusi mengenai efek negatif penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup; bahan-bahan dasar pembuatan POC; manfaat POC dan (2) Melaksanakan pembuatan POC limbah pertanian. Setelah mengikuti kegiatan ini, khalayak sasaran diharapkan; (1) dapat meningkatkan pengetahuan tentang efek negatif dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus baik terhadap manusia, tanah dan lingkungan hidup, (2) dapat memahami manfaat limbah pertanian sebagai bahan dasar POC, sehingga mengurangi penggunaan pupuk anorganik, dan (3) dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara dan bahan dasar POC dari limbah pertanian dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sehingga secara ekonomi menguntungkan karena menurunnya biaya produksi.
Air rendaman buah lada selama ini belum dimanfaatkan oleh petani sehingga berdampak kepada masalah lingkungan dan memperburuk kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair rendaman buah lada terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, mulai Juni sampai Oktober 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk organik cair rendaman buah lada yang terdiri atas 5 taraf yaitu tanpa pupuk organik cair (P0), dosis 100 (P1), 200 (P2), 300 (P3) dan 400 mL L-1 air (P4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sehingga total 60 tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat basah buah, berat kering buah, berat basah tanaman, berat kering tanaman, indeks panen dan produktvitas tanaman terung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair rendaman buah lada berpengaruh nyata menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Perlakuan tanpa pupuk organik cair rendaman buah lada merupakan perlakuan yang lebih baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada.
Pakcoy merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae yang sangat digemari masyarakat saat ini. Produksi pakcoy di Sulawesi Tenggara masih rendah akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Limbah buah nenas, buah pisang dan limbah kubis merupakan salah satu alternatif pupuk organik cair yang dapat menggantikan pupuk anorganik dan banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional di Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan dosis pupuk organik cair limbah organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Percobaan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola tunggal dengan perlakuan dosis pupuk organik cair, yaitu: tanpa pemberian pupuk organik cair/kontrol (P0); Pupuk organik organik cair 30 mL.L-1 air (P1); Pupuk organik cair 60 mL.L-1 air (P2); Pupuk organik cair 90 mL.L-1 air (P3). Perlakuan diulang 4 kali sehingga total satuan percobaan sebanyak 16 unit dan setiap unit terdapat 5 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah organik Pasar Baruga dengan dosis 30 mL.L-1 air memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol, namun tidak berbeda nyata dengan dosis 60 dan 90 mL.L-1.
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh berbagai kerapatan deleterious rizobakter Pseudomonas aeruginosa A08) sebagai bioherbisida dan pemacu pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian secara eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa bakteri (B0), OD 1 (B1), 1,5 (B2) dan 2 (B3), masing-masing dengan empat ulangan. Data dianalisis dengan Anova dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan BNJ dengan taraf kepercayaan 95%. Deleterious rizobakteri P. aeruginosa A08 dalam berbagai kepadatan memberi pengaruh yang nyata dalam menekan pertumbuhan gulma dan memacu pertumbuhan tanaman kedelai. Perlakuan terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma dipertanaman kedelai diperoleh pada perlakuan B3 (P. aeruginosa A08 OD 2). Sementara Perlakuan terbaik dalam memacu pertumbuhan kedelai diperoleh pada perlakuan B2 (P. aeruginosa A08 OD 1,5) dan B3 (P. aeruginosa A08 OD 2) dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol.
Limbah adalah bahan buangan atau bahan sisa yang tidak digunakan lagi dari hasil kegiatan manusia baik pada skala rumah tangga, industri maupun pertambangan. Pada volume tertentu, limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap kesehatan manusia, sehingga perlu diadakan penanganan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk: Memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan limbah organik pertanian yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair. Permasalahan utama adalah petani masih tergantung pada penggunaan pupuk anorganik walaupun sebagian petani sudah menggunakan pupuk kandang namun belum difermentasi sehingga tanaman mudah terserang penyakit. Kegiatan ini diawali dengan observasi langsung di lapangan dan selanjutnya melakukan sosialisasi dengan Kepala Desa dan Jajarannya serta masyarakat Desa Watu Melewe Kec.Tinaggea Kab. Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah kombinasi penyuluhan dan bimbingan teknis: (1) Menyampaikan materi dengan cara ceramah dan diskusi, (2) Praktek pembuatan dan aplikasi POC pada tanaman hortikultura sekaligus tanya-jawab. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan: (1) masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya, (2) dapat memanfaatan dan mengoptimalkan pemanfaatam POC limbah organik rumah tangga dan cara aplikasinya pada tanaman. Dengan diterapkannya teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pupuk sehingga secara ekonomi dapat menguntungkan. Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari peserta yang dapat dilihat dari kehadiran dan partisipasi setiap anggota pada setiap tahap kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dan Desa Watu Melewe Kec.Tinanggea Kab. Konawe Selatan perlu dijadikan Desa Binaan.
This study aims to determine the level of treatment with liquid organic fertilizer on gamal leaves which gives the best effect on the growth and production of chili (Capsicum Annuum L) plants. This research was carried out at the Field Laboratory of Experimental Gardens II, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari. The study took place from December 2021 to February 2022. This study used a Randomized Block Design (RAK) which consisted of 5 levels of treatment, namely P0: No POC of gamal leaves; P1: POC of gamal leaves 200 ml L-1 tan water-1; P2: POC of gamal leaves 400 ml L-1 tan-1; P3 : POC of gamal leaves 600 ml L-1 tan-1; P4 : POC of gamal leaf 800 ml L-1 tan-1. Each treatment was repeated 4 times as a group so that 20 polybags were obtained. Each treatment used 3 polybags, overall using 60 polybags. The variables observed included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area. number of days of flowering and number of fruit. The results showed that there was an effect on the application of liquid organic fertilizer with Gamal leaves on liquid organic fertilizer of Gamal leaves gave the best effect on growth and production of large chili plants. P3: POC of gamal leaves 600 ml L-1 tan water-1.
This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer (POC) shallot skins on the growth of large chili plants and which treatment has the best effect on the growth of large chili plants. The research was carried out at the Experimental Garden Field Laboratory 2, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, which took place from August to October 2021. The research used a randomized block design (RAK) consisting of 4 treatments and each was repeated 4 times, so there are 16 experimental units: without POC (P0), POC 100 ml/polybag (P1), POC 200 ml/polybag (P2) and POC 300 ml/polybag (P3). The results showed that there was an effect of the POC in plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, number of branches, plant dry weight, and the rate of relative growth (LTR). The 300 mL/polybag (P3) treatment is an optimal and efficient dose of red onion skin POC that significantly increases nutrients in the soil and supports the growth of large chili plants.
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikutura yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khusunya di Sulawesi Tenggara. Nilai ekonomis yang tinggi dan sebagai tanaman unggulan yang cukup penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tanaman pinggir terhadap jenis dan intensitas serangan hama dan mengevaluasi perlakuan jenis tanaman pinggir yang terbaik dalam menekan intensitas serangan pada tanaman cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wolasi, yang berlangsung dari November 2021 sampai Mei 2022. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu:R0= tanaman cabai besar tanpa perlakuan, R1= tanaman cabai besar dengan perlakuan insektisida, R2= tanaman cabai besar dengan tanaman pinggir serai, R3= tanaman cabai besar dengan tanaman pinggir kenikir, R4= tanaman cabai besar dengan tanaman pinggir kemangi, R5= tanaman cabai besar dengan tanaman pinggir bawang daun dan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan.. Variabel yang diamati yaitu jenis dan intensitas serangan hama. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan tanaman pinggir memberi pengaruh yang berbeda terhadap intensitas serangan hama. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan tanaman kenikir berpengaruh lebih baik terhadap intensitas serangan hama. Rerata intensitas serangan lalat buah sebesar 2,67% pada pengamatan 8 MST, tidak ditemukan adanya serangan kutudaun dan kutukebul.
. Application of organic fertilizer raw materials Chromolaena odorata and mycorrhizal fungi is one solution to improve the physical, chemical and biological soil at sub-optimal land and reduce environmental pollution due to excessive use of inorganic fertilizers on the local corn plant. The aim of study was to evaluated the role of bokashi C.odorata and mycorrhizal fungi in improving the growth and production of local corn. The research design used was a factorial randomized block design (RBD), consisting of two factors. First factor was the dose of bokashi fertilizer (C), consisting of 4 treatment levels, namely: 0; 2; 4 and 6 t ha-1. Second factor was mycorrhizal fungi (F) inoculation, consisting of 3 treatment levels, namely, 25; 50 and 75 g planting holes-1. Bokasi fertilizer C.odorata and mycorrhizal fungi were significant on growth and production variables, such as: plant height (cm), leaf area index (cm2), RGR (g..g-1.day-1), dry weight of corn cobs (g), and dry seed production (ton ha-1). The Result of combination bokashi fertilizer C.odorata (6 tons ha-1) and mycorrhizal fungi (50 g planting hole-1) was the best treatment with obtained Konawe local dried corn production of 4.48 tons ha-1.
This study aims to determine the effect of the application of various types of manure on the production of mung bean. The research was carried out at the Field Laboratory of Experimental Gardens II, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari, from October to December 2021. The study used a randomized block design consisting of four treatments, namely control (P0), cow manure 10 t ha-1 (P1), goat manure 10 t ha-1 (P2) and chicken manure 10 t ha-1 (P3). Each treatment was repeated 4 times so that there were 16 experimental units. Variables observed were number of pods, pod weight, seed weight, weight of 100 seeds, seed production ton ha-1, analyzed by variance. If the variance shows a significant effect, then proceed with the Least Significant Difference Test (BNT) at the 95% confidence level. The results showed that the application of manure can increase the production of mung bean plants. Treatment of chicken manure 10 t ha-1 (P3) gave a better effect on the number of pods, pod weight, seed weight and seed production t ha-1.
Rendahnya produksi bawang merah di Sulawesi Tenggara antara lain disebabkan oleh kondisi tanah yang kurang optimal karena didominasi oleh lahan Ultisol yang kesehatan tanahnya rendah. Oleh karena itu, kondisi tanah perlu diperbaiki dengan pemberian pupuk organik seperti abu sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis abu sekam padi sebagai media tanam pada budidaya tanaman bawang merah yang ditanam di polibeg. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Anduonohu Kecamatana Kambu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara dan Laboratorium Unit Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari, dari bulan Juni sampai bulan September 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu dosis abu sekam padi yang terdiri dari 4 taraf: tanpa abu sekam padi (kontrol) (S0), dosis 0,5 t ha-1 (A1), dosis 1 t ha-1 (A2), dan dosis 1,5 t ha-1 (A3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman, secara keseluruhan terdapat 48 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot kering umbi perumpun dan produksi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan (UJBD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam padi sebagai media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan prodksi bawang merah. Dosis abu sekam padi 1 t ha-1 merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
This study aims to determine the effect and the dose of liquid organic fertilizer from the banana peel of kepok on the growth and production of maize. This research was carried out in Tanganapada Village, Murhum District, Baubau City, from January to April 2022. The research design used was a randomized block design (RBD) with a dose of liquid organic fertilizer on banana peels consisting of 5 levels, namely control (P0), a dose of 40 mL L-1 water (P1), a dose of 80 mL L-1 water (P2), a dose of 120 mL L-1 water (P3), and a dose of 160 mL L-1 water (P4). Each treatment was repeated 3 times so that 15 experimental units were obtained, with each experimental unit contained 5 polybags so that in total there were 75 polybags. The results showed that a better dose of effect on plant growth on the variables of plant height, number of leaves, and leaf area was obtained at a dose of 160 mL L-1 water and on plant production on the variables of cob length, dry seed weight per plant, and plant production was obtained at a dose 120 mL L-1 water
Pupuk organik padat salah satu sumber bahan organik yang berperan penting memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, meningkatkan pH, C-organik dan ketersediaan N, P, K pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pupuk organik padat dan variasi jarak tanam terhadap pertumbuhan tanaman kedelai di lahan marjinal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian UHO mulai September-Desember 2022. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama jenis pupuk organik padat (P) terdiri dari tiga perlakuan yaitu tanpa pupuk organik padat (P0), pupuk kandang sapi (P1) dan pupuk kandang kambing (P2). Faktor kedua Variasi Jarak Tanam (V) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu jarak tanam 80 cm x 40 cm (V1), jarak tanam 60 cm x 40 cm (V2) dan jarak tanam 40 cm x 40 cm (V3). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik padat berpengaruh sangat nyata secara mandiri terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, umur berbunga dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang. Sedangkan variasi jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan pupuk kandang kambing (P2) dan dapat direkomendasikan untuk dijadikan sebagai acuan dalam budidaya tanaman kedelai di lahan marjinal.
This study aims to determine the effect of cow manure application on the growth and production of shallots. The research was conducted at the Field Laboratory of Experimental Gardens II, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari, at an altitude of 25 meters above sea level, from November to January 2022. The study used a one-factor Randomized Block Design (RBD) consisting of seven treatments. B0 (without treatment), B1 (cow manure 12.5 t ha-1), B2 (cow manure 15 t ha-1), B3 (cow manure 17.5 t ha-1), B4 (cow manure 20 t ha-1), B5 (cow manure 20 t ha-1), and B6 (cow manure 25 t ha-1). Each treatment was repeated four times so that there were 28 experimental units. Variables observed were plant height, number of leaves, number of tillers, number of tubers, plant fresh heavy, plant dry weight, tuber fresh heavy and productivity. The results showed that the dose of cow manure on the growth and yield of local Buton shallots had a significant effect on all growth and yield variables of the Buton local shallots. The best treatment was obtained at a dose of cow manure 25 t ha-1 with a plant height of 29.36 cm, number of leaves 15.00 strands, number of tillers 6.00 tillers, number of tubers 7.00, plant fresh heavy 24.62 g, weight dry plant 1.59 g, tuber fresh heavy 166.70, and productivity 1.67 t ha-1.
Ketersediaan lahan yang ideal untuk tanaman selada terutama di daerah pesisir sangat terbatas. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik substrat dalam polibeg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pasir pesisir sebagai media tumbuh tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik substrat di polibeg dibandingkan dengan media tumbuh top soil. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo dan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu: top soil (K0), Pasir : pupuk kandang sapi = 4:1 (K1), Pasir : pupuk kandang sapi = 3:2 (K2), Pasir : pupuk kandang sapi = 3:2 (K3), Pasir : pupuk kandang sapi = 1:4 (K4). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, berat berangkasan basah (g), dan berat berangkasan kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir pesisir berpotensi sebagai media tumbuh tanaman selada. Perlakuan pasir pesisir : pupuk kandang kotoran sapi (1 : 4 ( (K4)) dan perlakuan pasir pesisir : pupuk kandang kotoran sapi (2 : 3 (K2)) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada.
This study aims to determine the effect of the composition of growing media and cow dung bokashi on the growth and production of mustard greens. The research was carried out in the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari. This study used a Randomized Block Design (RAK) with two treatment factors and three replications. The first factor is the composition of the planting medium, consisting of 3 levels: soil (M0), a mixture of sand and soil in a ratio of 1:1 (M1), a mixture of sand and soil in a ratio of 2:1 (M2), and a mixture of sand and soil in a ratio of 1:2 (M3). The second factor was the dose of cow dung bokashi fertilizer, consisting of 3 levels, namely 0 t ha-1 (B1), 20 t ha-1 (B2) and 40 t ha-1 (B3). The results showed that the interaction between the composition of planting media and bokashi cow dung had a significant effect on height, number of leaves, leaf area, root weight, and plant crown weight. The treatment of planting media composition with a sand to soil ratio of 2:1 with the addition of 40 t ha-1 bokashi (M2B3) showed the highest growth and production of mustard plants.
This study aims to determine the effect of organic fertilizer application on dwarf banana Cavendish ( Musa paradisiaca L.) in natural shade and determine the dose of fertilizer that gives the best effect on the growth of banana. The research conducted at Field Garden, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University. This study used a randomized block design (RBD) with organic fertilizer treatment consisting of control (P0/control), 87.5 g per polybag (P1), 170 g per polybag (P2), 262.5 g per polybag (P3), 350 g per polybag (P4), 437.5 g per polybag (P5) and 525 g per polybag (P6). Every treatment repeated three times. The variables observed were plant height, leaf number and leaf area. The results showed that organic fertilizer affected the growth of plant height, leaf number and leaf area. The treatment of organic fertilizer of goat manure at a dose of 170 g per polybag was a good dose of fertilizer in stimulating the growth of banana plants.