This study analyzes the effect of Hospital Information Systems (HIS) and service quality on patient satisfaction in maternal and child health care services in Indonesia. A quantitative research design was applied using a cross-sectional approach involving 150 respondents who had utilized maternal and child health services. Data were collected using a structured questionnaire based on a five-point Likert scale and analyzed using SPSS version 25. The analysis included descriptive statistics, validity and reliability testing, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that both Hospital Information Systems and service quality have a positive and significant effect on patient satisfaction. Service quality demonstrates a stronger influence compared to HIS. The coefficient of determination (R²) of 0.610 indicates that 61% of the variation in patient satisfaction is explained by the two independent variables. The findings highlight the importance of integrating digital health systems with high-quality service delivery to improve patient satisfaction in maternal and child health care settings. This study provides practical implications for hospital management and policymakers in strengthening healthcare service performance through technological and human resource improvements.
Background: Timely tuberculosis diagnosis is essential for reducing transmission, preventable morbidity, and inequitable losses across the care cascade. In Indonesia, primary health centres are central to screening and diagnostic coordination, but delays may still occur after individuals with presumptive tuberculosis enter formal care. Objective: To quantify post-registration diagnostic delay among people with presumptive tuberculosis in Indonesian primary care and identify demographic, clinical, and referral-pathway factors associated with delayed results, tuberculosis diagnosis, and treatment initiation. Methods: We conducted a facility-based, register-based observational study using national presumptive tuberculosis register data from a primary health centre in Tasikmalaya City, West Java, Indonesia, covering 1 January to 31 December 2025. Diagnostic delay was defined as the interval from presumptive tuberculosis registration to the first recorded diagnostic result. Negative binomial regression estimated adjusted incidence rate ratios for delay, and logistic regression estimated adjusted odds ratios for prolonged delay, final diagnosis, and treatment initiation. Findings: Among 503 presumptive tuberculosis episodes, 486 had complete delay data. Median diagnostic delay was 4 days (interquartile range, 1-11 days). Delays longer than 14 and 30 days occurred in 94 episodes (19.3%) and 37 episodes (7.6%), respectively. Longer delay was associated with age 65 years or older (adjusted incidence rate ratio, 1.46; 95% CI, 1.12-1.90), extrapulmonary disease (1.58; 95% CI, 1.21-2.07), and referral from another health facility (1.35; 95% CI, 1.01-1.82). Overall, 176 presumptive episodes (35.0%) resulted in a tuberculosis diagnosis; 158 diagnosed patients (89.8%) had documented treatment initiation. Conclusions: Although most diagnostic results were recorded rapidly after registration, delays were concentrated among older adults, people with extrapulmonary disease, and referred patients. Strengthening register-based tracking, referral feedback, and escalation pathways for extrapulmonary tuberculosis may improve equitable continuity across primary care tuberculosis services.
Nyeri haid (dismenore) adalah masalah yang sering dialami oleh remaja perempuan saat menstruasi. Ini adalah keluhan ginekologis yang umum baik dikalangan remaja maupun dewasa. Memahami dismenore dengan baik dapat membantu remaja meresponnya lebih positif. Untuk mengatasi nyeri haid, ada dua pendekatan: pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Faktor yang mendorong swamedikasi antara lain karena tingginya biaya pengobatan, obat-obatan yang dijual bebas di toko tanpa memerlukan resep dokter, serta faktor kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis studi selama 5 tahun terakhir yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi pada remaja putri. Dengan bantuan metode observasi literartur dalam beberapa sumber data dasar digital.
The fast-paced modern lifestyle has led teenagers to favor fast food over healthier home-cooked meals. This study aims to analyze the effects of fast food consumption on obesity risk among adolescents through a review of 20 relevant studies. The findings indicate that excessive consumption of fast food, along with low physical activity and social influences, significantly contributes to the increasing rates of adolescent obesity in Indonesia. Key factors include easy access, affordability, aggressive marketing, sedentary lifestyles, and a lack of nutritional education. As a result, there is a heightened risk of degenerative diseases such as type 2 diabetes, hypertension, and heart disease, as well as psychological issues related to low self-esteem. To address the rising trend of adolescent obesity, comprehensive interventions are necessary, including nutrition education, dietary regulation, and the promotion of active lifestyles.
Makanan cepat saji merupakan salah satu makanan yang kurang sehat dan sangat digemari oleh anak remaja. Makanan cepat saji merupakan makanan cepat saji yang mengandung lemak, protein, gula, dan juga garam yang tinggi, tapi tidak semua makanan cepat saji itu tidak sehat salah satu contohnya itu buah potong. Genetik, kurang aktifitas fisik, faktor keluarga, psikologis, serta terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji merupakan beberapa faktor dari obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji pada remaja yang terkena obesitas. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka. Waktu yang digunakan untuk penelitian ini pada bulan maret sampai bulan april. Adapun kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal dengan kriteria yang digunakan adalah jurnal yang memiliki pembahasan tentang mengkonsumsi makanan cepat saji terhadap resiko obesitas remaja. Databased yang digunakan untuk mencari jurnal yaitu Google Scholar, PubMed, Web Garuda. Rentang waktu literature yang digunakan pada tahun 2020 sampai 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja. Saran dari hasil kajian literature review ini untuk selanjutnya menggunakan databased yang lebih bervariasi untuk mendapatkan hasil literatur yang lebih banyak lagi dari berbagai negara. Selain itu untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian cross-sectional, systematic review, atau penelitian lain yang dapat melihat hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas.
Industri kimia dan minyak serta gas memiliki risiko tinggi terhadap paparan zat beracun seperti hydrogen sulfida (H₂S), benzena, dan ammonia yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko paparan zat beracun di lingkungan kerja serta menilai efektivitas upaya pengendalian yang telah diterapkan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai jurnal dan laporan kasus dalam lima tahun terakhir yang membahas paparan zat toksik di industri migas. Hasil menunjukkan bahwa paparan H₂S di sumur produksi PT XYZ dapat mencapai >4.000 ppm, benzena di laboratorium kilang mencapai 5 ppm (di atas NAB), dan paparan ammonia di pabrik pupuk meski masih dalam batas NAB tetap menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Pengendalian yang diterapkan meliputi penggunaan metode ALOHA, FMEA, dan HAZOP serta penerapan hierarki pengendalian risiko. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya peningkatan deteksi dini, pelatihan pekerja, evaluasi berkala sistem keselamatan, dan pendekatan terpadu antara teknologi, manajemen, dan edukasi guna menekan risiko paparan zat beracun di tempat kerja.
Occupational safety and health training explains that increased knowledge and awareness of workers about potential workplace hazards can motivate them to comply with safety standards, including the use of personal protective equipment (PPE). This research aims to analyze the effect of occupational safety and health training on the behavior of using PPE by workers in the construction industry. This research is driven by the high number of work accidents that happen in the construction industry sector in Indonesia, where many workers are still reluctant to use PPE. The method used is a comprehensive literature review, with analysis of various relevant sources including academic journals and research reports as well as 3 electronic databases, namely Google Scholar, PubMed, and GARUDA. The findings of the study showed that workers who participated in occupational safety and health training showed increased knowledge and awareness of potential hazards in the workplace. Despite this, compliance rates are still low, especially among younger and less experienced workers. There is still no clear research data on reducing the accident rate in workers after this occupational safety and health training. This research confirms the need for strict supervision in the field to create a safer and healthier work environment.
Obesity is a pressing health issue in Indonesia, especially among adolescents in urban areas. This study aims to analyze the impact of fast food consumption on obesity risk. The method used was a literature review by analyzing 15 relevant literatures using journals published in the last 5 years through Google Scholar and PubMed databases. This research was conducted from March 2025 to April 2025. The results showed that consumption of fast food, which is rich in calories and low in fiber, has a significant association with an increased risk of obesity in adolescents. Adolescents in urban areas consume fast food more frequently compared to those in rural areas, which contributes to health problems. The main conclusion of this study is the need for the development of nutrition education programs as well as the implementation of government policies to encourage healthy eating and increase physical activity levels among adolescents. Keywords: , ,
Nyeri yang terasa pada bagian perut bawah saat menstruasi disebut dismenore. Prevalensi dismenore di Indonesia mencapai 98,8%. Dismenore berdampak pada psikologi, fisik, ekonomi, dan sosial. Jika dismenore tidak diobati dengan baik, maka dapat menyebabkan permasalahan baru seperti nyeri tak kunjung sembuh dan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Pengobatan dismenore arau nyeri haid dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan, dan perilaku remaja putri dalam melakukan swamedikasi. Riset ini bertujuan untuk menganalisis penelitian lima tahun terakhir terkait swamedikasi remaja putri dalam menangani nyeri mentruasi (dismenore). Literature review melalui 15 jurnal yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi ialah metode yang digunakan pada penelitian ini. Jurnal diambil dari database, misalnya Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil kajian menunjukan bahwa pengetahuan berkaitan dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi dismenorea. Penting bagi remaja putri untuk memiliki pengetahuan mengenai penanganan dismenorea, dimana penambahan wawasan tersebut dapat diupayakan melalui penyuluhan atau pendekatan pada remaja putri seperi membaca berbagai media, bertanya pada tenaga kesehatan, teman atau keluarga. Oleh karena itu peran keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan teman sangatlah penting untuk penerapan langkah-langkah guna mengatasi masalah kesehatan ini dengan cara yang lebih efisien.
Fast food is food that can be cooked easily and quickly in place of home meals. Influence from peers, a convenient place together, good taste, fast and practical, affordable price. The porpose of this study is to find out the effects that can be caused by consuming fast food in adolescents because fast food can cause health problems such as obesity, diabetes, hypertension, cancer, heart desease, and stroke. The analysis method used is a literature review and uses journals published in the last 5 years with Google Scholar, and PubMed as a databased. The implementation time of the work starts from March-April 2025. The results of this study are for the impact and factors of the influence of fast food. Therefore, it is expected that teenagers will reduce the consumption of fast food.
Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang menjadi hudan bagi umat manusia. Pedoman untuk siapa saja yang mau mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Selain sebagai petunjuk, al-Qur’an juga menjadi syifȃ untuk mereka yang mengimaninya. Tugas ini membahas tentang pola hidup sehat dalam perspektif Al-Qur`an yang dikaji pada siswa SMA di Tangerang selatan melalui Webinar dengan zoom. Kajian ini dilatarbelakangi adanya pola remaja manusia yang serba instan atau yang sering disebut dengan gaya hidup pragmatisme. Gaya hidup pragmatisme, dengan mengkonsumsi makanan yang siap saji, kurang baik bagi kesehatan, yang mana makan yang siap saji sangat banyak mengandung bahan kimia dan menimbulkan efek jangka panjang. Oleh karena itu, dalam hal ini perlu adanya suatu wujud kepedulian dan kesadaran dari diri sendiri untuk menciptakan hidup sehat dan bersih. Pola hidup sehat dan bersih tersebut telah diterangkan dalam Al-Qur’an, yang dijadikan dasar hidup manusia di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana Pola hidup sehat menurut Al-Qur`an (2) Bagaimanakah gambaran tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Pola Hidup Sehat dalam Perspektif Al-Qur’an.
Penyakit menular tetap menjadi perhatian utama di Indonesia, meskipun tren penyakit tidak menular semakin dominan. Pondok pesantren, sebagai area komunal dengan padatnya interaksi antar santri, menjadi salah satu tempat rawan penyebaran penyakit menular, yang dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai pencegahan penyakit tersebut. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah meningkatkan kapasitas pengetahuan dan sikap kepedulian santri di Pondok Pesantren Al-qur’an Al-Falah Rempoa dengan memberikan edukasi kepada para santri tentang penyakit menular dan penerapan surat Al-Ma’un dalam kehidupan sehari-hari tentang kepedulian sesama. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi melalui penyuluhan mengenai upaya pencegahan penyakit menular dan penerapan surat Al-Ma’un di pondok pesantren dengan bantuan media edukasi power point dan lembar kuesioner pre-test post-test. Penyuluhan dilakukan di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah Rempoa. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan penyuluhan upaya pencegahan penyakit menular di pondok pesantren, santri termasuk dalam tingkat pengetahuan baik sebanyak 9 orang (25%) dengan nilai rata-rata 68,47. Sesudah dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan santri meningkat menjadi sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 orang (55,56%) dengan nilai rata-rata 78,33 dan tidak ada santri dengan tingkat pengetahuan kurang baik. Terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 9,86 dan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan santri sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
Stunting is a failure to achieve physical development measured by weight for age. The limitation of stunting is height according to age based on Z-score equal to or less than -2SD (Standard Deviation) below the standard average. In 2005 - 2011 Indonesia ranked fifth with the highest prevalence of stunting. The purpose this study was to analyze the factors that influence the incidence of stunting in children aged 24-59 months. This study used a literature review method conducted by searching for relevant journals trough Google Scholar, Garuda, PubMed and DOAJ database. Inclusion criteria for reviewing the content of references in English and Indonesia publish in the last ten years. Research result from various literatures show that research finding from various sources indicate that the factor influencing stunting toddler aged 24-59 months include maternal knowledge, exclusive breastfeeding, and disease history.
Dismenorea adalah kondisi nyeri yang dirasakan sebelum, selama, dan setelah haid, khususnya di area perut bagian bawah, yang cenderung bersifat terus menerus. Ini adalah masalah ginekologis yang umum dialami oleh wanita remaja maupun dewasa. Ada dua jenis dismenorea, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan pada organ genital. Tingkat nyeri yang dialami dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mencari 15 jurnal dari empat sumber, yaitu Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan Garuda. Penelitian ini juga telah menjalani proses kaji etik di FKM UMJ dengan nomor kaji etik 10. 051. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mendapatkan informasi mengenai menstruasi dan masalah yang berkaitan, termasuk dismenorea, dari orang-orang terdekat seperti keluarga atau melalui media sosial. Dalam mengatasi nyeri haid, mereka menggunakan dua metode, yaitu farmakologi, seperti pemberian obat analgesik, dan non-farmakologi, seperti kompres botol hangat di perut. Penting untuk memberikan edukasi terkait penggunaan metode farmakologi agar dapat menghindari efek samping, seperti kecanduan obat, diare, komplikasi ginjal, kerusakan hati, serta gangguan tidur dan pencernaan.
Latar Belakang: HIRARC merupakan elemen penting dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan pengendalian bahaya yang digunakan untuk menentukan objektif dan rencana K3. Sistem Manajemen K3 yang diterbitkan oleh pemerintahan Indonesia dan wajib diterapkan oleh beberapa industri adalah Sistem Manajemen K3 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, yaitu penelitian yang memfokuskan untuk meneliti secara mendetail mengenai latar belakang dan kondisi yang ada dari suatu kasus. Metode penilaian identifikasi potensi bahaya kerja menggunakan form analisis dokumen HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dan panduan wawancara. Hasil: Dari Form HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) pada pekerja PT. X bagian Print, Vakum, Cut dan Bur ditemukan 3 tingkatan risiko yaitu terdapat 4 tingkatan rendah (low risk), terdapat 8 risiko sedang (moderate risk) dan terdapat 2 risiko tinggi (high risk). Kesimpulan: hasil identifikasi potensi bahaya pada 4 tahapan yakni Print, Vakum, Cut dan Bur menunjukkan pada proses Print terdapat 3 potensi bahaya. Untuk proses Vakum terdapat 2 potensi bahaya. Untuk proses Cut terdapat 3 potensi bahaya. Dan untuk proses Bur terdapat 6 potensi bahaya.
Nyeri menstruasi atau Dismenore merupakan nyeri saat haid biasanya diartikan sebagai sensasi nyeri, kram pada perut bagian bawah dan sering disertai gejala lain seperti berkeringat, sakit kepala, mual, muntah, diare, bahkan sampai gemetar. Hampir seluruh perempuan pernah mengalami ketidaknyamanan selama masa menstruasi. Kondisi ini umum terjadi terjadi pada wanita, khususnya remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas serta kesehatan mereka jika tidak ditangani dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara edukasi yang dimiliki remaja putri dengan perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi (dismenore). Metode yang digunakan dalam studi literature review ini adalah dengan memperoleh dari jurnal yaitu melalui google scholar, web garuda, siencedirect, pubmed dan wiley online library. Rentang waktu yang digunakan pada tahun 2020 sampai 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi dengan perilaku swamedikasi remaja putri dalam menangani nyeri menstruasi atau dismenore. Dapat disimpulkan bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku swamedikasi remaja putri dalam menangani dismenore. Semakin baik pengetahuan, semakin besar kecenderungan melakukan swamedikasi yang bijak.
Anemia merupakan tantangan kesehatan yang krusial di masyarakat dunia, terutama di negara-negara berkembang, anemia adalah penyakit normal dimana hemoglobin dan sel darah merah normal di bawah normal pada populasi muda berada dalam risiko lebih tinggi karena penurunan populasi fisik dan peningkatan masalah kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variable yang mempengaruhi prevalensi anemia pada remaja perempuan. Metode penelitian studi ini adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, yang memanfaatkan basis data termasuk PubMed, Google Scholar dan jurnal yang sudah di publikasi. Penelitian ini di ambil dari sumber 10 tahun terakhir dan penelitian di lakukan pada bulan Maret-April 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi, pengetahuan mengenai anemia, usia, lamanya waktu menstruasi dan pendapatan orang tua semuanya berkolerasi dengan anemia, status gizi sebagai faktor utama. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa edukasi gizi dan peningkatan kesehatan remaja putri sangat penting. Pencegahan anemia bisa memanfaatkan media social seperti TikTok dan Leaflet yang lebih efektif.
Anemia is a common health problem among adolescent girls, which can affect their growth and development. Thi study aims to identify factors that influence the occurrence of anemia in adolescent girls. Both biological and environmental factors contribute to anemia. The method used was a comprehensive literature review, by collecting data from various relevant sources including journals and research reports. The result emphasized the importance of knowledge about adolescent girls health, as well as lack of iron consumtion, irregular sleep patterns and long-duration or irregular menstruation, so there is a need for education n each village to reduce the risk of anemia in adolescent girls. The conclusion of this study shows that the impact of anemia affects physical health, quality of life, productivity and social well-being. Addressing anemia should be a priority in public health policy.
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis. Penyakit ini dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan pernapasan, namun tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan ISPA masih rendah. Menurut data Kementerian Kesehatan Tahun 2023, kasus ISPA di Indonesia dari Januari hingga September 2023 cukup tinggi, yaitu dalam kisaran 1,5-1,8 juta kasus secara nasional. Di Kabupaten Tangerang, tercatat 30.200 kasus dan sebanyak 373 warga Pasarkemis, Kabupaten Tangerang (Tangkab) telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada periode Mei 2019. Upaya yang telah dilakukan meliputi penyuluhan kepada masyarakat tentang gejala, pencegahan, dan penanganan ISPA serta demonstrasi teknik inhalasi sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan. Pengabdian terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Quran dilakukan untuk memberikan pendekatan yang lebih menyentuh hati dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, karena Al-Quran mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, serta saling tolong-menolong. Metode yang diterapkan melibatkan langkah-langkah sebagai berikut: pertama, penyusunan materi edukasi berbasis Al-Quran yang mengaitkan ajaran agama dengan pencegahan ISPA; kedua, penyuluhan oleh Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ); ketiga, demonstrasi teknik inhalasi sederhana menggunakan bahan alami yang dapat membantu membersihkan saluran pernapasan. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan ISPA dengan cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan ajaran agama.
Abstract. ISPA (Acute Respiratory Tract Infection) is an infection of the respiratory tract that can be transmitted through saliva, blood, sneezing, or airborne particles caused by microbes or bacteria. This has been observed in the illegal waste disposal site (TPA) in the Limo area, Cinere, Depok. Puspitasari (2024) reported that on August 27, 2024, residents in the Limo area protested and blocked access to garbage trucks, which led to an increase in ISPA cases. Purpose: This study aims to explore the role of QS. Al-Ma’un in fostering public awareness about the prevention of ISPA infectious diseases in densely populated areas in the Limo region, Cinere, Depok. Methods: Using a quantitative descriptive approach with a sampling technique based on the Simple Random Sampling method, this study was conducted because the exact population size is unknown. To determine the minimum sample size, the unknown population formula was applied, resulting in a total of 100 respondents. These respondents were residents affected by illegal landfill sites in the Limo area, Cinere, Depok City. Results: From 100 respondents who completed the questionnaire, the descriptive analysis results regarding the role of QS Al-Ma’un revealed that the highest sub-variable score was Concern and Concrete Actions in Preventing ISPA (Acute Respiratory Infections), with a total average score of 4.16, categorized as "High" because it falls within the scale range of 3.40-4.20. Meanwhile, the lowest score was found in the sub-variable Understanding of QS Al-Ma’un and Attitudes Toward Preventing Infectious ISPA in Densely Populated Areas, with the same total average score of 3.765, also categorized as "High" within the scale range of 3.40-4.20. Conclusion: Based on the research findings, the conclusion is that the community's perception of the role of QS Al-Ma’un in raising public awareness for the prevention of ISPA infectious diseases in the densely populated Limo area, Cinere, Depok, is positive. Key words: Public Awareness, ISPA, QS Al-Ma’un.Abstrak. ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang dapat ditularkan melalui air liur, darah, bersin atau udara yang disebabkan oleh mikroba atau bakteri. Hal ini terbukti terjadi di Tempat pembuangan akhir (TPA) liar di Kawasan Limo, Cinere, Depok. Puspitasari (2024) melaporkan pada tanggal 27 Agustus 2024, para warga yang berada di Kawasan Limo memprotes dan memblokir akses truk muatan sampah yang menyebabkan meningkatnya kejadian ISPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Q.S. Al-Ma’un dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular ISPA di lingkungan padat penduduk di Wilayah Kawasan Limo, Cinere, Kota Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling, karena populasi tidak diketahui jumlah pastinya untuk minimal jumlah pengambilan sampel menggunakan rumus unknown population sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 100 orang dari warga terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Kawasan Limo, Cinere, Kota Depok. Hasil: Dari 100 responden yang mengisi kuesioner didapatkan hasil analisis deskriptif mengenai tingkat peran QS Al-Ma’un diketahui bahwa nilai sub variabel yang tertinggi adalah sub variabel Kepedulian dan Tindakan Nyata dalam Mencegah Penyakit ISPA yaitu dengan jumlah nilai total rata-rata sebesar 4,16 dengan kategori “Tinggi” karena berada pada rentang skala 3,40-4,20. Sedangkan nilai terendah adalah sub variabel Pemahaman terhadap QS Al – Ma’un dan Sikap terhadap Pencegahan Penyakit Menular ISPA di Lingkungan Padat Penduduk yaitu dengan jumlah nilai total rata-rata yang sama sebesar 3,765 dengan kategori “Tinggi” karena berada pada rentang skala 3,40-4,20. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil terkait dengan persepsi masyarakat terhadap peran QS Al Ma’un dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular ISPA di lingkungan padat penduduk di Wilayah Kawasan Limo, Cinere, Kota Depok adalah baik. Kata Kunci: Kepedulian Masyarakat, ISPA, QS Al Ma’un