Gojo Industries, Inc., is a privately held manufacturer of hand hygiene and skin care products founded in 1946, in Akron, Ohio, where it is again headquartered after a period in Cuyahoga Falls. One of its most well-known products is Purell, a hand sanitizer. It offers an electronic hand hygiene monitoring system for medical institutions.
Economic narratives drive the cross section of security returns over both long and short horizons. Quantifying the marginal impact of these narratives into portfolios represents a challenge for investors, as the narratives are often correlated with fundamental characteristics. This article develops a closed-form framework to incorporate quantitative measures of narrative or thematic intensity into a conventional risk model. The authors empirically demonstrate the bias that can arise when these factors are omitted using examples from the US equity market.
Background: Children are particularly vulnerable to urinary tract infections (UTIs), which are bacterial diseases. Escherichia coli (E. coli) is the most often implicated etiological agent, accounting for 80% to 90% of UTIs in children. Objectives: The main goal was to find out how often vitamin D insufficiency is in kids who have diagnosed UTI. Method: In the Larkana district of Pakistan, 144 children less than 7 years old who were diagnosed with acute bacterial meningitis were included in this prospective research. In accordance with established laboratory procedures, we obtained blood and urine samples to analyze vitamin D levels, isolate bacteria, and test for antibiotic susceptibility. Inclusion required residence in Larkana and no antibiotic use within 3 days; children ≥7 years, outside Larkana, or recently on antibiotics were excluded. Results: The mean vitamin D level was significantly lower in UTI-positive children (18.08 mg/dl) compared with controls (35.48 mg/dl, p = 0.05). Vitamin D deficiency (<12 mg/dl) was observed in 84% of UTI patients versus 23% of controls. Chi-square analysis confirmed a significant association between vitamin D deficiency and culture-positive UTIs. Conclusion: This study concluded that vitamin D deficiency was significantly associated with culture-positive UTI cases, suggesting a potential role of hypovitaminosis D as a risk factor for pediatric UTIs.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi kombucha herbal menggunakan daun pegagan (Centella asiatica L.) dan melinjo (Gnetum gnemon L.) serta mengevaluasi efek sinergisnya terhadap aktivitas antioksidan. Dua belas formulasi dikembangkan dengan variasi basis teh (teh hijau dan teh hitam), ekstraksi (infus dan maserasi), dan komposisi herbal (tunggal dan kombinasi). Proses fermentasi dilakukan selama 14 hari, dan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH. Hasilnya menunjukkan variasi aktivitas antioksidan yang signifikan di antara formulasi, dengan nilai IC50 berkisar antara 8,70 hingga 22,60 µg/mL. Kombinasi teh hijau dengan ekstrak daun pegagan dan melinjo (Formulasi FF) menunjukkan aktivitas antioksidan terkuat (IC50 8,70 µg/mL), yang 1,6 kali lebih kuat daripada asam askorbat (IC50 14,23 µg/mL) sebagai standar. Keempat formulasi teratas dengan aktivitas antioksidan tertinggi mengandung kombinasi kedua herbal tersebut menegaskan efek sinergis yang jernih. Metode maserasi secara konsisten menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih unggul dibandingkan dengan metode infus. Temuan ini menunjukkan bahwa formulasi kombucha herbal yang dioptimalkan memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional berkadar antioksidan tinggi, dengan kombinasi pegagan dan daun melinjo yang menunjukkan peningkatan sinergis yang signifikan terhadap senyawa bioaktif.
Latar Belakang: Penyakit tidak menular khususnya Diabates Mellitus (DM) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang kian meningkat. Di Indonesia penderita diabetes tercatat 11,3% dari 185,2 juta penduduk. Kasus ini berdampak pada kualitas hidup baik secara fisik, psikis maupun sosial, sehingga pengelolaan DM tidak hanya bergantung dari penatalaksanaan medis namun juga perlu adanya keyakinan diri yang kuat agar pasien mampu beradaptasi dengan kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara performance accomplishment dan physiological-emotional states dengan kemampuan adaptasi penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sejumlah 145 penderita DM Tipe 2 di wilayah Puskesmas Jayengan Surakarta dan Tambak Rejo Kota Surabaya yang dipilih secara purpossive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sumber efikasi diri dan adaptasi berdasarkan model Roy. Hasil: Hasil penelitian di analisis dengan regresi linier berganda, didapatkan koefisien regresi pada variabel performance accomplishment sebesar B = 8,110; β = 0,394; p= 0,001, sedangkan koefisien regresi pada variabel physiological-emotional state diperoleh B = 6,765; β = 0,286; p = 0,001). Hal ini menunjukkan variabel dominan dalam adaptasi penderita DM adalah performance accomplishment. Kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan. Saran: Dalam implikasinya dapat diterapkan fokus intervensi pengelolaan DM dengan memprioritaskan tugas dan pencapaian yang bertahap serta membentuk peer group agar penderita DM mampu beradaptasi dengan baik.