Lirik lagu sebagai teks kultural memuat sistem tanda yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia, salah satunya pengalaman cinta. Lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus menghadirkan narasi cinta yang tidak berhenti pada romantisme kebersamaan, tetapi juga memuat pengalaman kehilangan dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna cinta yang dibangun melalui sistem tanda dalam lirik lagu tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang menelaah hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Data penelitian berupa teks lirik lagu Hati-Hati di Jalan yang dianalisis melalui tahap identifikasi tanda, klasifikasi relasi penanda–petanda, serta interpretasi makna secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi cinta dalam lagu tersebut terbentuk melalui rangkaian tanda kebahasaan yang menggambarkan perjalanan emosional hubungan, meliputi fase pertemuan, munculnya harapan, pengalaman kebersamaan, hingga perpisahan dan penerimaan. Penanda seperti bertemu, kita, bersama, tak bersama, dan melanjutkan perjalanan membangun makna cinta sebagai proses dinamis yang tidak selalu berakhir pada kepemilikan, tetapi menekankan kedewasaan emosional, empati, dan keikhlasan dalam merelakan. Temuan ini menegaskan bahwa semiotika Saussure mampu menjelaskan proses pembentukan makna dalam lirik lagu sekaligus memperlihatkan bahwa teks musik populer dapat merepresentasikan pengalaman cinta secara reflektif dan realistis. Penelitian ini memperkaya kajian semiotika dalam analisis lirik lagu Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko depresiasi pengetahuan pada tenaga kerja di PT Paguntaka Cahaya Nusantara Teknis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya melalui pendekatan human capital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi yang cepat, rendahnya partisipasi dalam pelatihan, dan keterbatasan kemampuan adaptasi merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya depresiasi pengetahuan. Tingkat risiko depresiasi pengetahuan tenaga kerja bervariasi, dengan sebagian besar berada pada kategori sedang, sementara sisanya berada pada kategori tinggi dan rendah. Pendekatan human capital terbukti efektif dalam memberikan gambaran mengenai tingkat risiko yang dihadapi tenaga kerja melalui proses pengukuran yang sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan program pelatihan, mengembangkan sistem manajemen pengetahuan, serta membangun budaya pembelajaran berkelanjutan untuk meminimalkan risiko depresiasi pengetahuan. Upaya tersebut diharapkan dapat mempertahankan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan nilai human capital, serta memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.
Meskipun industri minyak dan gas bumi memainkan peran strategis dalam pembangunan nasional, keberadaannya juga rentan akan isu sosial dan dampak lingkungan yang kompleks di tingkat lokal. Oleh karena itu, literasi migas lebih dari sekadar upaya pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesadaran mereka terhadap potensi sekaligus risiko yang menyertai aktivitas migas. Makalah ini membahas pentingnya literasi migas guna memberikan wawasan khusus tentang bagaimana nya dapat meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan tentang eksplorasi dan eksploitasi sumber daya yang akan diambil alih di daerahnya. Dengan memberdayakan dan mengekspos literasi migas dengan pendekatan edukatif dan mempengaruhinya secara luas, ini adalah kunci bagi orang untuk terlibat secara aktif dalam proses kebijakan dan memberi masyarakat mana pun kesadaran dan kekuatan. literasi migas membantu membentuk bagaimana seseorang berpikir, belajar, bertidak secara sosial dan perilaku terkait penting lainnya. Sepenuhnya pahami apa yang berarti memiliki sadar sebagai warga negara, ini benar-benar kesempatan bagi masyarakat untuk membuat perubahan dan melakukan perubahan di komunitas mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio, rasio leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio, serta rasio profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets terhadap Financial Distress pada perusahaan subsektor konstruksi dan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan sampel penelitian. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan subsektor konstruksi dan infrastruktur dengan periode pengamatan tahun 2020–2024. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier berganda, uji koefisien korelasi (R), uji koefisien determinasi (R²), uji simultan (uji F), serta uji parsial (uji t) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress pada perusahaan subsektor konstruksi dan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi likuiditas, struktur modal, dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba memiliki peran penting dalam memprediksi potensi kesulitan keuangan perusahaan.
The purpose of this study is to determine the effect of Debt to Equity Ratio, Sales Growth, Cash Conversion Cycle, and Current Ratio on Cash Holding. This study uses a quantitative approach to analyze the relationship between these financial variables and the company’s cash holding decisions. The data used are secondary data in the form of financial reports obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange. The data consist of financial reports from plantation and food crop companies for the period 2022–2025. The research method used is multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS version 26 software. The population in this study amounted to 33 companies in the plantation and food crop sector. The sample selection technique used purposive sampling, resulting in a total sample of 72 observations. The results indicate that the Current Ratio variable affects Cash Holding, while the Debt to Equity Ratio, Sales Growth, and Cash Conversion Cycle variables do not affect Cash Holding. These findings provide insight into the factors influencing cash management decisions in plantation and food crop companies.