Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi produk dan strategi harga terhadap keputusan pembelian konsumen UMKM di Makassar. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi dimensi dan indikator utama dari masing-masing variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 145 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari konsumen UMKM di Makassar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dengan koefisien sebesar 0,641 dan nilai p-value 0,000. Strategi harga juga memiliki pengaruh signifikan, meskipun lebih kecil, dengan koefisien 0,103 dan nilai p-value 0,005. Secara keseluruhan, kedua variabel ini memberikan kontribusi signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen UMKM di Makassar, dengan inovasi produk memberikan dampak yang lebih besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi inovasi produk dan strategi harga yang tepat dapat meningkatkan daya tarik produk dan keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, UMKM di Makassar perlu mengelola kedua faktor ini dengan baik untuk meningkatkan daya saing dan keberhasilan usaha.
Purpose: This study examines how training management, apparatus competence, and transformational leadership shape employee performance among maritime supervisory officers, and tests whether supervisory capacity functions as an intervening mechanism that converts these inputs into measurable performance outcomes at the Class II Sea and Shipping Guard Unit (UPT KPLP) of Tanjung Uban. Research Methodology: An explanatory quantitative design was applied using a saturated sampling technique that enrolled the entire population of 100 active officers. Data were gathered through a structured five point Likert questionnaire and analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) in SmartPLS, covering outer model validity and reliability testing followed by inner model evaluation and bootstrapping with five thousand resamples. Results: Training management and apparatus competence significantly strengthen supervisory capacity, while transformational leadership shows no significant effect on either supervisory capacity or performance. Supervisory capacity significantly improves employee performance and partially mediates the training management to performance relationship while fully mediating the apparatus competence to performance relationship. Conclusions: Officer performance in high risk maritime oversight depends primarily on operational supervisory capacity rather than formal competence alone. Limitations: The study is confined to one unit with a modest sample and relies solely on internal officer perceptions. Contributions: The findings extend capacity building theory in high risk public sector maritime institutions and inform training policy design.
Dropping produk kapasitor merupakan salah satu penyebab cacat fisik yang terjadi selama proses produksi di PT RI, khususnya mesin Aging Testing and Sorting (ATS) tipe 100 JH. Dropping ini terjadi saat kapasitor gagal masuk dari chuck insertion ke holder belt conveyor, yang menyebabkan kapasitor jatuh kelantai dan langsung dikategorikan sebagai reject. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kegagalan yang terjadi menggunakan metode Failure Method and Effect Analysis (FMEA) dan memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan perhitungan Risk Priority Number (RPN).Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui onservasi langsung, dokumentasi produksi, dan wawancara operator dan teknisi. Setiap potensi kegagalan pada proses transfer kapasitor dianalisis berdasarkan tiga point parameter. Severity (tingkat keparahan),Occurance (frekuensi kejadian) dan Detection (kemungkinan terdeteksi). Nilai – nilai ini digunakan untuk menghitung RPN dari masing – masing mode kegagalan. Hasil analisa menunjukkan bahwa dropping produk disebabkan oleh kombinasi dari tidak adanya penahan kapasitor (guide) di linear feeder, chuck tidak terbuka/tertutup dengan optimal, serta beberapa mode kegagalan lainnya. Mode kegagalan dengan nilai RPN tertinggi, menunjukkan prioritas tinggi untuk tindakan perbaikan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkala dan penggantian komponen sebagai bagian dari sistem preventive maintenance
Patient safety in low-resource primary health care (PHC) remains an under-prioritized aspect of health system strengthening, despite its central role in reducing preventable harm and advancing universal health coverage. This narrative review synthesizes current evidence (2019–2025) to identify key barriers affecting patient safety in low-resource PHC settings and examine strategic approaches to address them. Major barriers include workforce shortages, weak safety culture, underreporting of adverse events, medication safety vulnerabilities, infrastructural limitations, and insufficient community health literacy. Strategic pathways emphasize strengthening leadership commitment, building non-punitive reporting systems, expanding workforce capacity, improving medication safety, adopting digital health innovations, engaging communities, and investing in essential diagnostic and infrastructure components. Addressing patient safety in low-resource PHC requires coordinated system-level and frontline interventions supported by policy alignment, adequate financing, and sustained capacity building.