
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RnD) yang bertujuan untuk mengembangkan modul nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk siswa kelas V SD. Analisis kebutuhan diperoleh dari studi pendahuluan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menunjukkan bahwa dalam memahami nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga guru membutuhkan media untuk menjelaskan materi tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan siswa (uji coba lapangan awal, uji coba lapangan utama, dan uji coba lapangan operasional) diperoleh bahwa modul layak digunakan sebagai bahan ajar pada pokok bahasan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk kelas V sekolah dasar. Kata kunci: pengembangan modul, nilai-nilai Pancasila, sekolah dasar Abstract The aims of this research and development is to producing a learning module product. The product was a modules of Pancasila values that could be used for the lessons for fifth grader elementary school students. Analysis of necessity came from the result of preliminary study in the form of observations, documentations and interviews which showed that the students found difficulties to learned Pancasila values in everyday life and the teacher needed the learning resources to explain the material of Pancasila values. The data sources were collected from interview, observations, test and questionnaire. The data analysis technique used quantitative- descriptive statistic. This product can be used as learning resources on the subject of Pancasila values for the fifth grade of elementary school based on the validation result of the validation from material experts, media experts, and students (initial flield trials, main field trials, and operational field trials). Keywords: module development, Pancasila values, elementary school
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penanaman kedisiplinan belajar siswa di kelas III B Sekolah Dasar Gunung Mulyo Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru sebagai informan kunci serta siswa, orang tua, dan kepala sekolah sebagai informan non kunci. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penanaman kedisiplinan belajar siswa di kelas III B SD Gunung Mulyo menerapkan unsur-unsur kedisiplinan belajar yaitu peraturan, hukuman, penghargaan, dan konsistensi. Pembuatan peraturan kelas berdasarkan kesepakatan antara guru dan siswa serta persetujuan orang tua. Hukuman berupa peringatan lisan, tugas rumah, tindakan langsung, dan peringatan tertulis. Penghargaan yang diberikan berupa pujian dan nilai. Penerapan peraturan, hukuman, dan penghargaan sudah konsisten. kata kunci: penanaman, kedisiplinan belajar siswa, sekolah dasar gunung mulyo Abstract This research aims to describe the implementation of planting disciplinein students learning at class III B Gunung Mulyo Elementary School Sedayu District, Bantul Regency. This research use desciptive qualitative approach. The subjects of this study were teachers as key informants and students, parents, and principals as non-key informants. Data collection has done through observation, interviews, and documentation. The data analysis tecniques used interactive analysis models include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Test the validity of the data using source triangulation and technical triangulation. The results of the research showed that the implementation of the discipline of learning in students in class III B SD Gunung Mulyo applies the elements of learning discipline, namely regulation, punishment, appreciation and consistency. Making class rules based on agreement between teacher and student and parental consent. Penalties in the form of oral warnings, homework assignments, direct actions, and written warnings. Awards given in the form of praise and value. The application of rules, penalties and awards is consistent. Keywords: discipline study instil, discipline study in student, gunung mulyo elementary
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu melalui model guided discovery pada muatan IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas.Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA SD N Rejowinangin I. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, skala, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dapat meningkat melalui model guided discovery. Hasil observasi siswa pada siklus I sebesar 62,96%, meningkat pada siklus II menjadi 81,48%. Hasil skala rasa ingin tahu siswa pada siklus I sebesar 74,38% meningkat pada siklus II menjadi 85,19%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model guided discovery dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Kata kunci: rasa ingin tahu, model guided discovery Abstract The research aims at improving students’ curiosity in science learning through guided discovery model.The type of this research was classroom action research. The subjects were 27 students of fourth gradeA in SD Negeri Rejowinangun I. The data collection technique used observasion, scale, interview, and documentation. The data analysis used qualitative and quantitative descriptive technique. The result of this research show that by using guided discovery learning, it can improve students’ curiosity. The result of observation in first cycle is 62,96% , it increase at second cycle become 81,48%. The scale result in first cycle is 74,38%, in increase in second cycle become 85,19%. From the data above, it can be concluded that guided discovery learning model, can improve the students’ curiosity. Keyword: curiosity, guided discovery model
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis karangan narasi melalui pendekatan proses menulis siswa kelas III SD Negeri Bendosari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SD Negeri Bendosari yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara, soal tes menulis, dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripstif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan menulis karangan narasi adalah 75% dari jumlah siswa yang mencapai nilai ≥75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan proses menulis dengan langkah-langkah yang meliputi: a) pramenulis, b) membuat draf, c) merevisi, d) menyunting, dan e) publikasi dapat meningkatkan proses dan hasil. Proses pembelajaran menulis karangan narasi pada siklus I sebesar 60,14% meningkat pada siklus II menjadi 83,98%. Hasil tes menulis karangan narasi sebesar 18,52% dengan nilai rata-rata sebesar 66,09. Pada siklus II meningkat menjadi sebesar 81,78% dengan nilai rata-rata sebesar 78,70. Kata kunci: menulis karangan narasi, pendekatan proses menulis Abstract The aim of this research is to improve the results of writing narrative learning through writing process approach of 3th grade students of Bendosari Elemtary School. This research belongs to Classroom Action Research with Kemmis and Mc Taggart model. The subjects of this research were 27 students of 3th grade class of Bendosari Elemtary School. The data collecting techniques were observation, interview, test, and documentation. The data instruments were interview sheets, writing tests, and observation sheets. The data analysis techniques used quantitative and qualitative descriptive analysis method. The indicator of the process’ success is 75% of all students. The result of this research shows that the employment of writing process approach with steps including: a) pre writing, b) drafting, c) revising, d) editing, and e) publishing can improve the process and the results of writing narrative learning. The process of writing narrative learning in the 1st cycle is 60,14%. It becomes 83,98% in the 2nd cycle. The result of narrative writing test in the 1st cycle is 18,52% with average 66,09. It becomes 81,78% with average 78,70 in the 2nd cycle. Keywords:writing narrative , writing process approach
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh reward terhadap karakter disiplin siswa; (2) mengetahui pengaruh punishment terhadap karakter disiplin siswa; dan (3) mengetahui pengaruh reward dan punishment terhadap karakter disiplin siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri se-Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo yang telah diambil sampelnya secara purposive dengan jumlah 281 siswa dan sampel berjumlah 166 siswa yang ditentukan dengan rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Uji validitas instrumen menggunakan validitas isi dengan teknik expert judgement, sedangkan untuk mengetahui daya beda item menggunakan rumus korelasi item-total terkoreksi. Reliabilitas instrumen diketahui dengan Alpha Cronbach. Uji prasyarat analisis yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linearitas, dan uji multikolinearitas. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberian berpengaruh positif dan signifikan reward terhadap karakter disiplin siswa; (2) pemberian punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter disiplin siswa; (3) pemberian reward dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter disiplin siswa sebesar 24,3%. Artinya, semakin baik pemberian reward dan punishment, maka akan meningkatkan karakter disiplin siswa. Kata Kunci: pengaruh reward, pengaruh punishment, karakter disiplin Abstract This research aims to: (1) knowing the effect of giving rewards to student’s discipline character; (2 knowing the effect of giving punishments to student’s discipline character; and (3) knowing the effect of giving rewards and punishments to student’s discipline character. This research used a quantitative approach with ex post facto method. The population in this research were 4th grade students of state elementary school, district of Pengasih, Kulon Progo regency, who were sampled with purposive sampling, amount to 281 students with a total sample of 166 students who were determined by Slovin formula. Sampling is done used simple random sampling technique. Data collection techniques used a psychological scale. The validity test of the instrument used was the content validity with the expert judgment technique, whereas to find the different power items used the corrected item-total correlation. Instrument reliability was using Alpha Cronbach formula. The precondition test for the analysis that had been used are the normality test, linearity test and multicolinearity test. Hypothesis test that used was multiple regression analysis techniques. The results of this research shown that: (1) giving rewards gives positive and significant influence on student’s discipline character; (2 giving punishment gives positive and significant influence on student’s discipline character; (3) giving rewards and punishment gives positive and significant influence on student’s discipline character with the influence is 24,3%. That means, the better giving of rewards and punishments, would improve the character of student discipline. Keywords: the effect of reward, the effect of punishment, discipline character
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya yang layak digunakan siswa kelas III SD N Kotagede 5 Yogyakarta. Jenis penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil validasi materi tahap pertama memperoleh skor 4,24 (sangat layak) dan tahap kedua memperoleh skor 4,53 (sangat layak). Hasil validasi media tahap pertama mendapatkan skor 3,578 (layak), tahap kedua memperoleh skor 3,84 (layak), dan tahap ketiga memperoleh skor 4,36 (sangat layak). Hasil tahap uji coba memperoleh kriteria sangat layak yaitu hasil uji coba kelompok awal memperoleh skor 4,95 dan hasil uji coba lapangan memperoleh skor 4,75. Sedangkan berdasar penilaian praktisi memperoleh skor 5,00 (sangat layak). Dengan demikian, produk yang dikembangkan yaitu Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk kelas III. Kata kunci: pengembangan, Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya, Keberagaman Budaya Indonesia Abstract The purpose of the research was to developed learning media Snake and LadderBoard Game Based Cultural Diversity that was suitable for used by 3rd grader students of Kotagede 5 Elementary School District Yogyakarta. The kind of this research used ADDIE’s model. The techniques of data collection were questionnaires, interviews, and observations.The techniques of data analysis were qualitative data analysis and quantitative descriptive statistics. The result of the first material validation got score 4.24 (very feasible) and the second material validation got score 4.53 (very feasible). The first media validation got score 3,578 (feasible), the second media validation got score 3,84 (feasible), and the third media validation got score 4,36 (very feasible). The results of trials obtained an very feasible criteria there were on first group obtained an score of 4.95 and field test results got an score of 4.75. While, based on assessment of practitioner got score of 5.00 ( very feasible). Therefore, the development of product Snake and Ladder Board Game Based Cultural Diversity was feasible to be used as a learning media for 3rd grader students. Keywords: Development, Snake and Ladder Board Game Based Cultural Diversity, Indonesian Cultural Diversity
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 di SD Negeri Tegalrejo 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan yaitu model evaluasi Stake. Subjek penelitian ini adalah guru kelas I-V yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri Tegalrejo 1 Yogyakarta memperoleh tingkat ketercapaian 2,744 dari skala 4 atau deskriptif persentase sebesar 68,6% dengan kategori kurang baik. Komponen evaluasi yang belum memenuhi standar adalah perencanaan penilaian autentik pada kompetensi sikap dan pengetahuan. Indikator yang belum terlaksana dengan baik meliputi rancangan penilaian, rumusan indikator pencapaian, teknik dan instrumen penilaian, serta prosedur pengolahan hasil penilaian. Kata kunci: evaluasi, penilaian autentik A bstract T his study aims to find out the level of achievement of authentic assessment implementation in the learning based on Curriculum 2013 at SD Negeri Tegalrejo 1 Yogyakarta. This study was an evaluation study with quantitative descriptive approach. The evaluation model was Stake's evaluation model. The subject of this study was 10 teachers of class I-V. The data were collected by observation, documentation, and interview. They were analyzed by descriptive analysis. The result shows that the authentic assessment implementation in the learning based on Curriculum 2013 at SD Negeri Tegalrejo 1 Yogyakarta obtained the level of achievement 2,744 from the scale of 4 or percentage descriptive of 68.6% with poor category. The evaluation component that had not fulfilled the standards were assessment plan on attitude and knowledge competencies. The indicators that have not been well implemented were the design of assessment, the formulation of achievement indicators, assessment techniques and instruments, also the processing procedures of the assessment results. K e y w ords: evaluation, authentic assessment
Abstrak Penelitian ini berawal dari permasalahan bahwa banyak siswa yang pasif saat mengikuti pembelajaran yang berakibat banyak nilai yang diperoleh kurang dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75. Atas dasar permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Se-Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang yang berjumlah 368 siswa dan diambil sampel sebanyak 191 siswa yang ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah sebesar 82,14% meliputi cita-cita aspirasi siswa, kemampuan belajar siswa, dan kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah sebesar 92,45% meliputi kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis belajar, dan upaya guru membelajarkan siswa. Kata kunci: faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi, motivasi belajar Abstract This research begins with the problemthat the students are passive while following the lessons that result in much less value obtained less than the minimum mastery criteria (KKM) is 75. On the basis of these problems researchers conducted a study aims to describe the intrinsic and extrinsic factors affect learning motivation. The population of this study was 368 elementary students grade V in Ngluwar District Magelang Regency and the sample was 191 students who were determined by Slovin formula. Data analysis technique used is descriptive quantitative analysis.The results showed that the intrinsic factors that affected the students learned motivation were 82.14%, covered the aspiration of students, students learned ability, and the physical and spiritual condition of the student. Extrinsic factors that affected the student learned motivation were 92.45%, covered the student environment conditions, dynamic elements of learned, and efforts of teachers to learned students. Keywords: factor affecting students motivation, motivation in learning
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika untuk mencari keliling dan luas bangun datar serta mengetahui peningkatkan kemampuan kognitif dan minat siswa kelas V di Sekolah Dasar Margoyasan. Nama media yang dikembangkan adalah papan tangram. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode pengembangan menggunakan model Borg dan Gall. Pengembangan media pembelajaran ada sepuluh tahap. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, tes dan angket. Penentuan tingkat kelayakan media pembelajaran papan tangram berdasarkan uji validasi ahli materi dan media serta uji coba kepada siswa. Subyek penelitian berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media pembelajaran papan tangram dinyatakan layak. Hasil validasi media papan tangram memperoleh nilai rata-rata 3,93 dengan kriteria “sangat baik”. Hasil validasi materi memperoleh nilai rata-rata 3,875 dengan kriteria “sangat baik”. Hasil angket respon memperoleh skor rata-rata 3,42 dengan kriteria “sangat baik”, hasil angket minat belajar siswa memperoleh skor rata-rata 3,34 dengan kriteria “sangat baik” serta semua siswa mengalami peningkatan nilai. Kata kunci: Media pembelajaran, Kemampuan Kognitif, Minat Abstract The porpose of this research is to develop a mathematics learning media to find the perimeter and area plane and to know the improvement of cognitive abilities and interests of fifth grade Margoyasan Elementary School. The name of media developed is the tangram board. The type of the research was Research and Development using Borg and Gall model. Development of instructional media there were ten stages. The technique of data collection used observation, interview, test and questionnaire. Determination of feasibility level of teaching media of tangram board based on validation test of material and media expert and test to student. The subjects of the research were 29 students. The results show that the feasibility level of tangram board media was declared viable through expert test and student opinion.The result of tangram board media validation obtained an average value of 3.93 so that entery the criteria very good. The result of the validation of the material obtained an average rating of 3.875 with criteria very good. The response questionnaire scored an average score of 3.42 with the criteria of excellent, the result of the questionnaire of students' learning interest earned an average score of 3.34 with the criteria of excellent as well as all students experiencing an increase in value. Keywords: Instructional media, Cognitive ability, Interest
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran keterampilan berpikir kritis siswa di SD Negeri Percobaan 2 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ditentukan secara purposive meliputi 2 guru, 1 siswa kelas III, 2 siswa kelas IV, dan kepala sekolah SD Negeri Percobaan 2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data sesuai Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan berikir kritis di SDN Percobaan 2 menggunakan RPP yang di dalamnya terdapat indikator keterampilan bepikir kritis. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan melalui kegiatan awal pembelajaran. Materi pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis disampaikan dengan mengaitkan satu materi dengan disiplin ilmu lain. Metode pembelajaran yang digunakan yang lebih dominan dalam pembelajaran yaitu ceramah, diskusi, penugasan dan tanya jawab. Variasi media pembelajaran dipilih guru guna memudahkan siswa memahami konsep abstrak. Lingkungan kelas siswa diatur agar guru dan siswa dapat berinteraksi dengan leluasa. Interaksi siswa dalam pembelajaran sudah mencerminkan sikap kritis. Sikap yang ditunjukkan seperti sikap toleransi, bekerja sama, dan kemampuan mengungkapan pendapatnya. Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran keterampila berpikir kritis terdiri dari aspek penilaian kognitif dan aspek penilaian afektif. Kata kunci: penelitian kualitatif, pembelajaran keterampilan berpikir kritis, SDN Percobaan 2 Abstract T his research aims at describing student’s critical thinking skill lesson at SDN Percobaan 2 Yogyakarta. This research w as qualitative descriptive research. The data resources of this research consist of 2 classroom teachers, a student of 3rd grade, 2 students of 5th grade, and the headmaster of SDN Percobaan 2. Data collection techniques used observation, interview, and documentation. Data analysis techniques used Miles and Huberman model that were data collection, data reduction, data display, and conlusion/verification. The validity of the data used resource and technique triangulation. The result of this research shows that teacher plan their critical thinking skill lesson at SDN Percobaan 2. There are critical thinking indicators on the lesson plans. Teacher inform the purpose of learning through early lesson activities. Lesson’s material use the concept of interdisiplinary knowledge. Learning method which often use are speech, question and answer, assigment, and discussion. Teacher decide the variation of learning media to help student’s better understanding on learning abstract concept . The purpose of classroom environment setting is for better interactions between teacher and student. Student interaction on the learning process show student’s critical thinking attitude. The showed attitudes are like tolerance, team work, and the ability to voice their opinons. The critical thinking skill evaluation consist of kognitive and affective score aspect. K eyword: qualitative research, critical thinking skill lesson, SDN Percobaan 2
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap motivasi berprestasi siswa; pengaruh efikasi diri terhadap motivasi berprestasi siswa; dan pengaruh konsep diri dan efikasi diri terhadap motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD se-Gugus V Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo yang berjumlah 148 siswa dan diambil sampel sebanyak 108 siswa yang ditentukan dengan rumus Slovin. Pengambilan sampel menggunakan proportional sample . Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data konsep diri, efikasi diri, dan motivasi berprestasi yaitu skala psikologi berupa skala Likert yang berjumlah 76 item. Instrumen ini diujicobakan pada 32 siswa. Uji validitas instrumen dilakukan dengan teknik expert judgement , sedangkan untuk mengetahui daya beda item menggunakan korelasi product moment Pearson . Reliabilitas instrumen diketahui dengan Alpha Cronbach . Uji prasyarat analisis yang dilakukan yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinieritas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi parsial, uji korelasi ganda, dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: konsep diri berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dengan sumbangan sebesar 33,26%; efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dengan sumbangan sebesar 25,73%; konsep diri dan efikasi diri secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dengan sumbangan sebesar 59%. Kata kunci: konsep diri, efikasi diri, motivasi berprestasi Abstract This research aim s to determined the influence of self-concept to student’s achievement motivation; the influence of self-efficacy to student’s achievement motivation; and the influence of self-concept and self-efficacy to student’s achievement. This research use d quantitative approach with ex-post facto method. The population in this research was 5th graders of elementary school in cluster V, Wates District, Kulon Progo regency which amounted to 148 students and taken a sample of 108 students determined by Slovin formula. Sampling technique used proportional sample. The research instrument used to collect data of self-concept, self efficacy, and achievement motivation was psychology scale with 76 items. The instrument tested on 32 students. The validity test of the instrument used expert judgment techniques, while to determine the strength of items used product moment Pearson correlation. Instrument reliability was known by Alpha Cronbach. The prerequisite analysis tests were normality test, linearity test, and multicollinearity test. Data analysis techniques used partial correlation test, multiple correlation test, and multiple regression analysis. The results shown that: self concept has a significant effect on student’s achievement motivation with contribution 33.26%; self efficacy has a significant effect on student achievement motivation with contribution 25,73%; self concept and self efficacy together have a significant effect on student’s achievement motivation with contribution of 59%. Keywords: self-concept, self-efficacy, achievement motivation
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses dan hasil identifikasi perilaku agresif pada siswa tunalaras. Subyek penelitian merupakan siswa tunalaras yang memiliki perilaku agesif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan hasil kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru mengenai perilaku agresif belum mendalam. Perilaku agresif yang dilakukan oleh siswa tunalaras dengan bentuk fisik ( non verbal) contohnya memukul, menendang, melempar, merusak, dan mendorong serta perilaku agresif dengan bentuk verbal contohnya mengeluarkan kata-kata kasar, megancam, mengomel dan berbicara sendiri, membantah, dan menangis. Perilaku agresif yang dilakukan memberikan dampak negatif. Perilaku agresif belum ditanggapi dengan serius oleh guru. Upaya pencegahan yang dilakukan belum sepenuhnya berhasil untuk mengurangi perilaku agresif yang dilakuakan siswa tunalaras. Kata kunci: perilaku, tunalaras, agresif Abstract This research aimed to find out and described the process and results of aggressive behavior identification of emotionally handicapped students. The subjects of the research were emotionally handicapped students who had aggressive behavior. This research used qualitative approach with data collection technique using observation, interview, and documentation. The data analysis techniques used were data collection, data reduction, data presentation and withdrawal of conclusion. Data validation techniques used were source triangulation and technique triangulation. It can be concluded from the research that teacher's knowledge of aggressive behavior had not been fully understood. Aggressive behavior performed by emotionally handicapped students in the form of physical abuse (non-verbal) like hitting, kicking, throwing, damaging, and pushing. In addition, verbal abuse also occurred like swearing, threatening others, nagging and self-talking, talking back to others, and crying. Aggressive behavior that occurred can give negative effect to other students. This aggressive behaviour had not been taken into account seriously by the teachers. Prevention had not been fully successful in reducing aggressive behavior that occurred among emotionally handicapped students . Key Words: behaviour, emotionally handicapped, aggressive behaviour
Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran IPA interaktif untuk kelas V di SDN Sumber 2. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) yang mengadaptasi dari model 4D (Define, Design, Development, Dissemination) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi ahli dan uji coba produk. Subjek penelitian ini melibatkan 23 responden, terdiri dari 2 siswa untuk uji coba perorangan, 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 15 untuk uji coba lapangan. Sebelum di uji cobakan, produk divalidasi terlebih dahulu oleh ahli media dan ahli materi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata hasil uji ahli media sebesar 5. Hasil uji ahli materi sebesar 4,37. Untuk uji pengguna yaitu, rerata hasil uji coba perorangan sebesar 4,3, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 4,54, dan hasil uji coba lapangan mendapat rerata 4,54. Semua validasi oleh ahli dan uji coba mendapat kriteria sangat baik sehingga media ini layak digunakan. Kata kunci: multimedia interaktif, IPA. Abstact This research development aims to produce an interactive multimedia science learning for class V in SDN Sumber 2. This research is a development research (R&D) that adapts from 4D (Define, Design, Development, and Dissemination) model developed by Thiagarajan. Evaluations include expert judgement and product testing. The subject of this research involved 23 respondents, consisting of 2 students for individual trials, 6 students for small group trials, and 15 for field trials. Before the product testing, the product is validated first by media experts and subject experts. The results showed that average of media experts is 5.The result of subject experts is 4,37. For user test, the average of individual test result is 4,3, average ofsmall group test result is 4,54, and the average of field test result is 4,54. The all validation by experts and user trials gets very good criteria. That mean the media is feasible to be used. Keywords: interactive multimedia, science
A bstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran anak tunalaras kelas III di sekolah inklusi SD Negeri Margosari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya guru kelas III dan anak tunalaras. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bagi anak tunalaras adalah sama dengan anak lainnya. Pengelolaan kegiatan kelas guru menggunakan waktu secara efisien, guru menunjukkan sikap tanggap, guru tidak mengatur tempat duduk dan tidak membuat jadwal kelompok belajar. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru bagi anak tunalaras yaitu RPP reguler, tidak ada tujuan khusus pembelajaran bagi anak tunalaras. Pelaksanaan pembelajaran mulai dari apersepsi, pemberian motivasi,kegiatan pembelajaran, metode, media, teknik tanya jawab diberikan secara klasikal. Bentuk evaluasi yang digunakan anak tunalaras sama dengan anak lainnya. tidak ada tindak lanjut berupa program remidial dan pengayaan, serta jam tambahan bagi anak tunalaras. Interaksi antar pribadi dilakukan sekolah yang bekerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Kata kunci: pelaksanaan pembelajaran, anak tunalaras, sekolah inklusi Abstract This research aims to describe the implementation of emotional and behavioral disorder (EBD) children learning at third grade of SDN Margosari, Pengasih district, Kulon Progo Regency. This study used qualitative approach and descriptive qualitative as the types of research. The subjects of this research were teacher of the third grade and EBD students. The data collection techniques consist of interview, observation, and documentation. The data analysis techniques consist of data reduction, data display, and conclusion. The data validity used in the research were triangulation techniques and triangulation of sources. The results of the study show that the learning implementation of EBD students and other students are equal It can be seen from classroom activities management, the teacher did class management with using time efficiently and reacting quickly in giving help, the teacher did not arrange students seat and did not arrange students’ work group schedules. The teacher still used regular RPP in the lesson planning process. There was no specific learning objectives for EBD students yet. The learning implementation classically started from apperception, motivation, methods use, and media. The evaluation form that given to the students was equal as well. There was no specific program for EBD students such as remedial program, enrichment, and extra hours. Communication between individuals was done by collaborating the school, parents, and society. Keywords: learning implementation, Emotional and Behavioral Disorder (EBD) Students, inclusive school
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Inside-Outside Circle (IOC) pada siswa kelas III SD N Kepek Pengasih, Kulon Progo Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas III SD N Kepek. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Data hasil penelitian diperoleh dari data observasi dan skala kerja sama. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian adalah 75 % siswa berada dalam kategori baik atau skor keseluruhan mencapai ≥ 7,0 (setelah dikonversi ke standar 10). Pada pra tindakan 28% (7 siswa) kerja samanya berkategori baik.Pada siklus I, kerja sama siswa yang berkategori baik meningkat menjadi 52 % (13 siswa). Pada siklus II, kerja sama siswa yang berkategori baik meningkat menjadi 84% (21 siswa) yang artinya kerja sama siswa telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Inside-Outside Circle (IOC), Kerja Sama Siswa. Abstract This research is aimed to improve students cooperation through the use of Inside- Outside Circle (IOC) type of cooperative model at the third grade students of SD N Kepek, Pengasih, Kulon Progo 2016/2017 Academic Year. The type was classroom action research using Kemmis and Mc. Taggart model. The subjects were 25 third grade students. This research did by two kinds of cycles. The data was obtained from observation and students cooperation rate/scale. The data was analyzed using quantitative descriptif. The goal criteria is 75% student’s percentage whose in the good category or overall score reach > 7,0 (after converted in the scale of 10).On pre action 28% (7 students) is in a good category. In first cycle, increase to 52% (13 students). In second cycle, increase to 84% (21 students), and it means students cooperation have reached the research’s goal criteria. Keywords:Inside-Outside Circle (IOC) type of cooperative model, students cooperation.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran tiga dimensi (miniatur kincir air pembangkit listrik) untuk materi kelas IV tema 2 selalu berhemat energi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model Borg & Gall . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran miniatur kincir air pembangkit listrik yang dikembangkan dapat dikatakan layak. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil validasi dari ahli media yang termasuk dalam kriteria sangat baik (4,21), hasil validasi dari ahli materi yang termasuk dalam kriteria sangat baik (4,83), hasil uji coba perorangan yang termasuk dalam kriteria sangat baik (4,97), hasil uji coba kelompok kecil yang termasuk dalam kriteria sangat baik (4,63), dan hasil uji lapangan yang termasuk dalam kriteria sangat baik (4,68). Kata kunci: pengembangan media, miniatur kincir air pembangkit listrik A bstract This research aims at knowing the feasibility of three dimensional learning media (waterwheel power plant miniature) for the 4 th grade materials theme 2 “Always Save Energy”. This research was a research and development with Borg and Gall’s model. Data collection technique in this research was questionnaire. The data analysis techniques were quantitative descriptive analysis technique. The results of the research indicates that the waterwheel power plant miniature is feasible to use. This is proved by the validation results of the media experts include in the very good categories (4,21), the validation result of material experts include in the very good categories (4,83), the results of preliminary field testing include in the very good categories (4,97), the result of main field testing include in the very good categories (4,63), and the result of operational field testing include in the very good categories (4,68). Keywords: media development, waterwheel power plant miniature
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program literasi sekolah di SD Negeri Bhayangkara Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa, lima guru, pegawai perpustakaan, dan kepala sekolah SD Negeri Bhayangkara. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD N Bhayangkara telah melaksanakan tiga tahap Gerakan Literasi Sekolah. 1) Tahap pembiasaan, terdapat buku literasi, kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran, adanya bahan kaya teks di setiap kelas, tersedia perpustakaan, sudut baca, area baca sekolah, poster kampanye membaca, serta ekosistem guru yang literat. 2) Tahap pengembangan, terdapat koleksi buku pengayaan yang bervariasi, kegiatan menanggapi bacaan, serta kegiatan yang mengapresiasi capaian literasi. 3) Tahap pembelajaran, adanya kegiatan menanggapi bacaan, adanya portofolio siswa untuk penilaian akademik, serta strategi membaca untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Kata kunci: Program Literasi Sekolah, Implementasi Program Literasi Sekolah, SD N Bhayangkara Abstract This research aims at describing the implementation of school literacy program in Bhayangkara Elementary School Yogyakarta. This research was a descriptive research. The subject of this research were students, teachers, the librarian, and the headmaster of Bhayangkara Elementary School. The technique of data collection used observation, interview, and documentation. The data checking technique used technique and source triangulation.The data analyze technique used a descirptive qualitative analyze. The result of this research shows that Bhayangkara Elementary School has been implemented of school literacy program in three steps. 1) the habituation steps, there was a literacy book, reading activity 15 minutes in everyday, the phisics school area, where rich of literacy like library and reading corner, and then school had a literate ecosystem. 2) the development step, there were various collection of enrichment books, activities respond to readings, and activities that appreciate the achievement of literacy. 3) the learning step, there were were activities respond to readings, student portfolio which used to academic assesment, and various reading strategy to improved student’s understanding. Keyword: School Literacy Program,The Implementation of School Literacy Program, Bhayangkara Elementary School.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program sekolah Pendidikan Etika Lalu Lintas (PELL) dengan mendeskripsikan pelaksanaan program tersebut melalui pengintegrasian pendidikan etika berlalu lintas ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah di SD Negeri Jetisharjo Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru koordinator PELL, dan guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi display data , reduksi data, dan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terlaksana pengintegrasian dalam mata pelajaran/tema dalam pelaksanaan PELL ditunjukkan dengan adanya KD mengenai PELL, RPP mengenai PELL dan guru melakukan penilaian. Selain itu, kegiatan pengembangan diri dilakukan dalam bentuk layanan bimbingan dan ekstrakurikuler untuk menunjang program PELL. Pada budaya satuan pendidikan terlaksana melalui pembiasaan, kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan dan pengkondisian. Kata kunci: pelaksanaan program, Pendidikan Etika Lalu Lintas, studi deskriptif. A bstract This study aims to find out the school program of Traffic Ethics Education (PELL) by describing the implementation of the program through the integration of ethical education into the subjects/themes, self-development and school culture at Jetisharjo Yogyakarta Elementary School. The approach of this research used a qualitative descriptive approach. The research subjects included school principal, PELL program coordinator teacher, and classroom teacher. The data collection was done through interview method, observation, and documentation. The data analysis techniques included data display, data reduction, and conclusions. The examination of data validity used triangulation of sources and triangulation methods to examine the validity of interviews, observation, and documentation. The results show that PELL has been integrated in the learning process, such as Basic Competence on PELL, RPP on PELL and teacher who did an assessment towards PELL proccess. In addition, self-development activities are conducted in the form of guidance and extracurricular services to support the PELL program. The culture of educational units was done through habituation, routine activities, spontaneous activities, role modelling and conditioning. Keywords: program implementation, Traffic Ethics Education, descriptive study
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Busy Book Materi Aturan dalam Keluarga yang layak digunakan pada materi aturan dalam keluarga di kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini mengadaptasi prosedur pengembangan dari Borg dan Gall. Tempat penelitian adalah SD Negeri Panggang Sedayu. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 April-20 April 2018. Uji coba dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu: uji coba lapangan awal (4 siswa), uji coba lapangan utama (12 siswa), dan uji coba lapangan operasional (23 siswa). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket validasi ahli materi dan ahli media, serta angket tanggapan siswa. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Media yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan, dibuktikan dengan hasil validasi ahli materi dengan kategori “layak” (4,54), hasil validasi ahli media dengan kategori “layak” (4,31), serta hasil ketiga tahap uji coba dengan kategori “layak” (4,52). Dengan demikian, media ini layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas III SD. Kata kunci: pengembangan media, busy book, aturan dalam keluarga Abstract The research aims at producing a busy book media about family rules media that is suitable to be used in the 3 r d grade of SD Negeri Panggang Sedayu. This research was adapted development procedures by Borg and Gall. The location of this research was on SD Negeri Panggang Sedayu. This research began on 12 t h April until 20 th April 2018. Field testing did through three stages: preliminary field testing (4 students), main product testing (12 students), and operasional field testing (23 students). The data were collected by using interview guidelines, product validation, and questionnaire of student responses. Data were analysed using quantitative and qualitative statistic technique. The media has been declare proper to use. This is evidence by the result of validation of the material expert show suitable category (4,54), the result of validation of media expert show suitable category (4,31), test result of the field testing show suitable category (4,54). Overall, busy book media about family rules is proper for learning process in 3 r d g rade of elementary school. K eyword: development, busy book, family rules
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan hasil penilaian ranah afektif di SD Negeri 9 Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas I – VI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah membuat perencanaan penilaian afektif antara lain menentukan aspek-aspek yang akan dinilai, menurunkan aspek menjadi indikator, mengembangkan pembelajaran sesuai indikator yang dirumuskan, menentukan metode, dan menyiapkan instrumen penilaian. Pelaksanaan penilaian afektif sudah sesuai dengan perencanaan yaitu proses pembelajaran sesuai dengan rancangan, mengamati perilaku siswa ketika di dalam maupun di luar kelas, mencatat hasil pengamatan dalam lembar pengamatan, dan penilaian dilakukan bersama guru mata pelajaran. Pengolahan hasil penilaian afektif dilakukan melalui langkah-langkah yaitu mentabulasi data pada lembar rekapitulasi, menyimpulkan hasil rekapitulasi dalam bentuk deskripsi, dan menyampaikan hasil penilaian afektif kepada orang tua siswa. Kata kunci: penilaian ranah afektif, Kurikulum 2013 Abstract This research aims at finding out the planning, implementation, and output tabulation of affective assessment at 9 Boyolali state elementary school. The type of this research was qualitative descriptive. The subjects in this research were all of the classroom teachers of 1st to 6th grade students. The collecting data techniques were interview, observation, and documents. The data were analyzed by using data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of this research shows that all of the teachers have make a good affective assessment planning: determine aspects that will be valued, decrease the aspect into indicator, improve lesson to appropriate with indicator that have been formulated, determine method, and prepare the assessment instrument. The affective assessment’s implementation has been appropriate with the assessment planning. The output tabulation of affective assessment is conducted throw the steps: tabulate data at recapitulation sheet, conclude the asssessment result in description form, and announce it to the parents. Keyword : affective assessment, 2013 curriculum