
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi tantangan kualitas layanan di Eskol Bali Spa, yang berlokasi di Kerobokan, Bali. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi belum diterapkannya standar housekeeping dalam pembersihan residu minyak, keterbatasan pengetahuan tentang pengolahan minuman herbal berbahan dasar empon-emponan lokal, serta kemampuan komunikasi bahasa Inggris karyawan yang masih rendah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi staf dalam aspek kebersihan spa, pengolahan minuman herbal, dan komunikasi bahasa inggris dalam pelayanan kepada pelanggan terutama upselling dan handling complaint. Terdapat empat tahapan, antara lain : sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan antara lain: 1) Kepatuhan terhadap SOP meningkat 86%, kemampuan mengangkat residu minyak 56%, efisiensi waktu pembersihan ruangan 47% lebih cepat tanpa mengurangi kualitas kerja, serta pengetahuan akan cleaning equipment, chemical meningkat 67%. 2) Pembuatan herbal drink mengalami peningkatan sebesar 63% pada pengetahuan alat, dan 76% pada empon-emponan lokal beserta bahan dasar pembuatan wedang jahe dan kunyit asam, serta 64% peningkatan pada kemampuan karyawan dapat mengetahui dan menjelaskan khasiat dari herbal drink serta 68% pada kualitas herbal drink yang dihasilkan. 3) Peningkatan kemampuan komunikasi karyawan dalam menggunakan bahasa Inggris untuk layanan Spa meningkat 27,9% dalam menghandle complain, serta kemampuan upselling produk dan layanan meningkat sebesar 49,5%. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini meningkatkan profesionalisme, kepercayaan diri, dan kesadaran karyawan terhadap pentingnya kebersihan, inovasi produk, dan komunikasi persuasif dalam pelayanan spa sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan pada usaha wellness tourism serta mendorong pariwisata berkelanjutan. Disarankan agar modul pelatihan dapat dikembangkan sebagai acuan standar dan diterapkan pada usaha spa kecil lainnya untuk memperkuat daya saing wellness tourism di Bali.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas produktif masyarakat Desa Adat Banjar Jeroan Patemon melalui implementasi dua inovasi teknologi tepat guna (TTG). Fokus luaran adalah pada peningkatan kesehatan lingkungan melalui Mesin Mini Fogging dan peningkatan efisiensi kerja melalui Trolley Tool Chart Pneumatic 300 Kg. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community-Based Training dan Participatory Action Research, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelatihan, dan pengelolaan alat. Luaran PkM ini berhasil diukur pada dua aspek kunci pemberdayaan; Kapasitas Pengelolaan Kesehatan: Pelatihan teknis menghasilkan peningkatan skor pemahaman operator Mini Fogging dari 35% menjadi 88,3%. Hal ini menghasilkan kemandirian aksi preventif, memungkinkan desa untuk merespons ancaman penyakit berbasis vektor secara cepat <24 jam dan terencana, serta secara simultan meningkatkan kesadaran PSN 3M Plus Berikutnya adalah Efisiensi Kerja dan Logistik: Implementasi Trolley Tool Chart menghasilkan peningkatan produktivitas pemindahan material rata-rata sebesar 40% dibandingkan metode manual dalam kegiatan gotong royong (ngayah). Selain itu, alat ini mengurangi beban fisik pekerja dan mendukung inklusi partisipasi masyarakat. Keberlanjutan PkM dijamin dengan pembentukan Tim Pengelola Alat Desa (TPAD) dan penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) komunal. Kesimpulannya, program ini sukses mentransfer teknologi dan membentuk kelembagaan mandiri, menciptakan model pemberdayaan holistik yang terintegrasi bagi komunitas desa adat.
Desa Patemon di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, masih melaksanakan Upacara Ngaben dengan pembakaran terbuka berbahan bakar kayu. Cara tradisional ini menimbulkan konsumsi kayu tinggi, biaya besar, durasi pembakaran lama, serta asap pekat yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berupa kompor kremasi ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi proses kremasi tanpa mengurangi nilai sakral upacara. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, perancangan dan pembuatan kompor, sosialisasi dan pelatihan kepada warga, implementasi pada beberapa prosesi Ngaben, serta evaluasi teknis dan sosial melalui pengukuran parameter pembakaran dan kuesioner. Hasil menunjukkan kompor mampu mempercepat waktu pembakaran sekitar 40%, menghemat konsumsi kayu 45–50%, mengurangi sisa abu, dan menurunkan intensitas asap secara signifikan. Biaya kayu bakar juga berkurang, sementara mayoritas masyarakat dan tokoh adat menilai teknologi ini mudah dioperasikan dan tetap sejalan dengan tata cara adat. Kompor kremasi ramah lingkungan dapat menjadi solusi berkelanjutan yang mengintegrasikan efisiensi teknis, pelestarian lingkungan, dan kelestarian tradisi Ngaben di Desa Patemon.
Remaja sekolah menengah atas (SMA) yang berada di kawasan pariwisata memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai permasalahan kesehatan dan sosial, seperti rendahnya kesadaran pencegahan kanker serviks, bahaya kecanduan game online, serta risiko pinjaman online ilegal. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya literasi kesehatan reproduksi dan literasi keuangan di kalangan siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai agen edukasi sebaya melalui penyuluhan terpadu, pelatihan komunikasi efektif, pendampingan lapangan, serta pemberian vaksinasi HPV gratis. Kegiatan dilaksanakan pada tiga SMA di Bali dengan melibatkan 150 pengurus OSIS. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa terkait pencegahan kanker serviks, bahaya game online, dan pinjaman online (p < 0,05). Selain itu, terjadi peningkatan keberanian dan kemampuan komunikasi pengurus OSIS dalam menyampaikan edukasi kepada rekan sebaya. Pemberdayaan OSIS sebagai agen perubahan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku preventif siswa SMA. Model PKM ini layak direplikasi sebagai pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Keterampilan public speaking merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi ajang pemilihan Putra Putri Kampus sebagai representasi institusi. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kendala dalam aspek kepercayaan diri, struktur penyampaian, serta kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking mahasiswa melalui pelatihan komunikasi efektif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan intervensi pelatihan dengan tahapan observasi awal, pemberian materi public speaking, simulasi presentasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test berbasis skala penilaian diri dan rubrik kemampuan berbicara. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok mahasiswa calon peserta Putra Putri Kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan skor kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta kemampuan menyusun dan menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur setelah pelatihan. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam sesi simulasi dan diskusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan public speaking efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa sebagai calon duta kampus. Dengan demikian, program ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya penguatan soft skills mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Collaborative efforts among community members, health care professionals, and faith-based institutions can prove valuable in efforts to improve community health. The aim of this research is to increase knowledge about risk factors for heart disease, diabetes, stroke among the Bugis Community Kalimantan population; and to empower community members to take control of their health by modifying living habits through health education programs held within religious communities. This study used data obtained from a pre- and post-health risk assessment survey to assess participants' knowledge of risk factors that cause chronic diseases among the Kalimantan population in underserved Bugis communities. Data obtained from activity log books and health check sessions were used to assess the impact of knowledge gained about lifestyle practices. The results of the educational intervention showed progress, with 24% of participants experiencing a decrease in blood pressure, 18% experiencing a decrease in blood sugar, and 6% experiencing a decrease in weight. As many as 60% of participants reported an increase in exercise, 77% reported changes in eating patterns to be healthier, and 95% of participants reported increased knowledge about risk factors for heart disease, diabetes and stroke. These results emphasize the importance of ongoing health education programs to increase public awareness and knowledge in preventing chronic diseases. The research findings support the need for continued popular development of educational programs especially in religious institutions within the Bugis community.
The number of cyber attacks on the banking industry in Indonesia is increasing every year, making people reluctant to save their money in banks. The Deposit Insurance Corporation (LPS) protects bank customer data and funds based on the applicable system and law. However, not many people know about the presence of LPS, so outreach and education about legal protection for bank customers is crucial before they have a bank account. High school students who are Generation Z are the right prospective bank customers to carry out outreach and education regarding legal protection for bank customers. Socialization and education were conducted at SMA Negeri 26 Jakarta, where 96 class XI students participated. The normalization gain method measures the effectiveness of socialization and education. The N-Gain test results were obtained at 77.39% using the pre-test and post-test values. These results prove that there has been an increase in students' knowledge about the legal protection of bank customer data and funds. Prospective and bank customers should not have to worry about their money stored in the bank because public funds will remain protected if a cyber attack occurs.
This community service project aims to implement cake decoration learning for deaf students at SLB.C YPPLB 2 Makassar. This program is a collaboration between the Makassar Tourism Polytechnic and SLB.C YPPLB 2 Makassar, aiming to provide vocational skills to students with special needs. The teaching methods used include visual, manual, cooperative, and total communication methods, with deductive, expository, and heuristic strategies. The training was conducted over two days, covering the introduction of tools and materials, basic piping bag techniques, making buttercream frosting, cake covering techniques with fondant, creating decorations, and cake decoration design. The training results showed an improvement in students' cake decoration skills, evident from the independent projects they produced. The tiered wedding cake they made demonstrated a good understanding of structure, decoration techniques, and creativity in design. This program not only enhanced the students' technical skills but also boosted their confidence. The implications of this program include career development potential in the culinary industry for deaf students and the importance of collaboration between higher education institutions and special needs schools in creating inclusive learning opportunities.
Education and financial literacy are very important to increase community understanding in managing finances, including housewives. Lack of financial literacy can make people tend to invest in real form, such as buying a house or land, which is difficult to resold. In an effort to increase financial literacy, the Jakarta State Polytechnic Financial Management Study Program held training in Sawangan, Depok, for 40 members of the Dharma Wanita Unity BSSN. The training was carried out in a luring with two main activities: lectures and discussions about financial literacy, as well as investment simulation assistance using stockbit applications. The activity began with a pre-test and ended with a post-test, showing an increase in participants' knowledge, with an average score of the final test rising from 83.21 to 95.32. The statistical test using SPSS shows significant changes (p <0.05). For two weeks of assistance, 12% of participants managed to invest in stocks. The activity was closed with the formation of the WhatsApp group to continue to assist participants in capital market investment. In the future, the Community Service Team plans to expand the reach of activities to other cities around Depok, so that more people can feel the benefits.
Increasing public health awareness is an important strategic issue to be handled by local governments, especially in the Depok City area. This strategic issue is handled directly by the Depok City Health Service. This is a result of the lack of public health awareness, which is a challenge in health promotion efforts in Depok City. Several technical obstacles were encountered in the field related to limited technical capabilities in using software to create educational and promotional media using technology. This technical ability can be overcome by providing counseling and technical assistance using a selection of simple, smartphone-based tools. This training involved 60 health promoters from community health centers and regional hospitals in Depok City. The pretest results, which illustrate the success of the community service process, stated that 47.2% of health promotion workers rarely received multimedia training, and 17.85% felt that there had never been any multimedia training. Positive responses were given by the participants, as shown by the results of the implementation of 2-dimensional and 3-dimensional multimedia.
The traditional subak irrigation system is a driving force in achieving farmer welfare, this system is inherited from generation to generation as the wisdom of the local Hindu community in Bali by adhering to the Tri Hita Karana concept in it. This study aims to determine how a well-organized financial recording system can produce quality and accountable reports. This study was carried out by implementing three stages, namely: 1. Socialization, 2. Observation, 3. Assistance in recording and compiling accountability reports. To realize this, assistance in recording and compiling financial accountability reports was carried out as a basic means in managing financial reports. The object of this study was the administrators and members of the subak in the Sibanggede Traditional Village. The results of this study indicate that one of the subaks in the Sibanggede Traditional Village, namely Subak Saradan, still carries out recording manually so that the recording and compilation of subak financial accountability reports have not been carried out optimally and are accountable to subak members.
Knowledge is acquired in education from an early age including elementary school. Elementary school children are the main target for improving dental health. This improvement requires appropriate promotional media to support dental health promotion so that a theoretical understanding of the related material can be achieved. This research aims to evaluate the effectiveness of pamphlet media and demonstration of dental phantom props on children's knowledge level of dental caries. The study was conducted with a Quasi-Experimental research type with a "Two group pretest posttest design". It was carried out in June 2022 at SD GMIM 28 Manado City. The sample of the population, namely 40 students, was divided into 2 groups, namely 20 samples using pamphlet media and 20 samples using the dental phantom demonstration method. Knowledge measurement using a questionnaire. Data analysis was performed through paired t-test statistical tests. The study's results used a paired t-test with df = 19 resulting in p = 0.000 for etiher pamphlet or dental phantom media. The t-value of the pamphlet media was -71.53, greater than the t-value of the demonstration using a phantom with a value of -4.397. This study concludes that pamphlet media is more effective than phantom media in increasing knowledge of dental caries in children.
Pemasaran secara online oleh pelaku bisnis wirausaha baru dari UMKM kota Depok memiliki banyak kelebihan, salah satunya pangsa pasar menjadi lebih luas. Hanya saja dengan memasarkan secara online, persaingan menjadi semakin ketat. Untuk memenangkan persaingan dibutuhkan promosi online yang menarik dan memberi kesan positif bagi calon konsumen. Pelatihan dan pendampingan pembuatan desain promosi online dengan aplikasi Canva merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi dari Politeknik Negeri Jakarta. Mitra pengabdian adalah ibu-ibu wirausaha baru dari UMKM Kota Depok yang berjumlah 34 orang peserta. Hasil survey terhadap peserta dengan menggunakan korelasi Spearman diperoleh hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi manfaat dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan Aplikasi Canva dalam mendesain promosi secara online. Persepsi peserta yang positif terhadap aplikasi Canva tercermin dari antusiasme dan motivasi mereka untuk membuat desain terbaik. Kemudahannya terlihat dari partisipasi peserta yang seluruhnya mempraktekkan apa yang dijelaskan oleh tim pengabdi. Selanjutnya tim pengabdi memberikan apresiasi kepada UMKM Pregnansia dan UMKM Dapur Bunda yang mampu menghasilkan desain terbaik yaitu yang memiliki kesesuaian antara desain huruf, penggunaan warna dengan produk yang dihasilkan oleh UMKM. Untuk lebih meningkatkan skill pelaku usaha, program pelatihan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan. Pada akhirnya tim pengabdi berharap, mitra terus menerus meningkatkan kemampuan desain promosi produk mereka secara mandiri, sehingga tidak tergantung lagi kepada pihak luar.
Salah satu masalah yang dapat mengganggu potensi anak sekolah adalah kekurangan zat gizi besi yang sering disebut juga dengan istilah anemia defisiensi besi (ADB). Anak usia SD kemungkinan besar sangat sedikit yang memahami tentang gejala anemia dan pencegahannya, padahal efek kejadian anemia pada anak sekolah cukup besar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih anak sekolah sehingga dapat memahami dan mampu mendeteksi tanda dan gejala anemia defisiensi besi di lingkungannya. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan kesehatan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat tahap 1 adalah berdasarkan penilaian pre dan post test bahwa dari 30 orang anak sebagai peserta terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil pre-post test sekitar 74,22 saat pre test menjadi 89,11 pada saat post test. Sedangkan hasil kegiatan tahap 2 menunjukkan lebih 75% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan tahap 2 juga menunjukkan pula bahwa rata-rata nilai perubahan pre test ke post test yaitu dari 80,44% menjadi 94,22%. Terdapat pula 11 orang yang memiliki kemampuan sebagai kader cilik kesehatan; Didapatkan 8 orang yang memiliki kadar Hb dibawah 12 g/dl dan 8 orang yang memiliki kadar Hb diatas 18 g/dl. Kesimpulan kegiatan ini adalah dari hasil perbandingan nilai pre test dan post test kegiatan tahap 1 dan kegiatan tahap 2 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dari rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan. Saran dari kegiatan ini yaitu diharapkan pembinaan kader cilik kesehatan yang mampu mendeteksi anemia defisiensi besi pada anak dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan petugas puskesmas.
Pangkajene Islands Regency is one of the centers producing fishery products such as shrimp and milkfish. Shrimp is one of Indonesia's main export commodities in the fisheries sector. However, the productivity of ponds in Pangkep Regency is still relatively low because they are still managed traditionally without aerators. The use of an aerator will increase the oxygen content in the pond so that productivity can be increased. Limited access to electricity for farmers who are far from settlements is one of the problems with the use of aerators which are still not widely used. Therefore, with the help of solar panels to supply electricity to the aerator wheels, farming can run more economically, efficiently and can increase productivity. The solar aerator system is assembled and tested for performance both in the laboratory and during implementation. Then socialization and demonstrations on the use of solar-based aerators were carried out.
Di Desa Abiansemal Kabupaten Badung Bali terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Lestari beranggotakan 20 orang yang melaksanakan kegiatan pertanian dan peternakan. Namun usaha yang saat ini berkembang dengan baik adalah usaha peternak ayam upakara, untuk memenuhi permintaan Umat Hindu dalam menjalankan upacara Agama. Ayam upakara maksudnya adalah ayam caru yang nantinya dipakai sebagai pelengkap upakara dalam upacara agama Hindu, khususnya untuk persembahan kepada alam bawah yang disebut dengan ”Alam Butha”. Ayam caru yang diperlukan untuk upakara Hindu ini adalah ayam buras yang umurnya kurang lebih 40 hari (anak ayam) dan yang dipentingkan adalah warna bulunya. Peran KWT dalam pemenuhan kebutuhan ayam caru ini dilaksanakan dengan sistem kelompok di mana setiap anggota dapat memelihara ayam caru di rumahnya masing-masing sampai dengan ayam tersebut siap dipasarkan. Tujuan pelaksanaan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha khususnya bidang keuangan dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi pencatatan dengan komputer dan sistem pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan adalah: Participacy Research Action (PRA), Focus Group Discussion (FGD), dan pelatihan manajemen usaha serta pendampingan membuat laporan keuangan secara digital dengan software pada komputer. Luaran dan capaian dalam program ini adalah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha bidang pembukuan dan pemasaran, dengan luaran berupa modul, video kegiatan, artikel di media masa, poster, dan artikel jurnal.
Pandemi yang telah terjadi selama ini menyebabkan penurunan ekonomi para pelaku pariwisata di Bali secara drastis. Para pemilik logistik kepariwisataan seperti bangunan hotel, villa, dan jenis fasilitas lainnya sebagai pendukung kepariwisataan mengalami kesulitan dalam biaya perawatan fasilitas yang dimiliki. Konsumsi energi yang tinggi menjadi komponen biaya yang paling tinggi dan telah menjadi permasalahan di berbagai bidang industri lainnya. Mitra kegiatan ini menargetkan pembuatan akomodasi dan kegiatan wisata (event tourism) berbasis energi dan teknologi ramah lingkungan (green technology) dengan memanfaatkan dan mendukung objek wisata air terjun blemantung. Teknologi kincir hidro energi dibuat sebagai pengembangan pariwisata di Air Terjun Blemantung Desa Pujungan Tabanan-Bali. Energi air di salah satu bagian dari air terjun blemantung akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dengan memasang sebuah kincir air sehingga energi air dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini meliputi; kincir air, generator permanent magnet, dan baterai atau aki. Selain itu, peralatan pendukung untuk instalasi kincir hidro energi ini meliputi: saluran/kanal penampung air terjun, pemipaan ke Nozzle (penstock) dan sistem instalasi kelistrikan untuk baterai dan penggunaan output energi listrik. Instalasi Kincir hidro energi ini digunakan untuk memberikan tambahan energi listrik untuk konsumsi energi bangunan dan logistik pariwisata di air terjun blemantung. Penggunaan battery pack (deep cycle) dapat memberikan kemudahan dan efisiensi dalam manajemen energi untuk tipe sumber energi air kecil. Selain itu, instalasi peralatan di lokasi wisata dapat memberikan pemandangan tambahan untuk dinikmati oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dalam hal ini pertimbangan seni (artistik) dalam instalasi peralatan kincir hidro energi juga menjadi pertimbangan utama pelaksanaan kegiatan ini. Luaran dalam kegiatan ini adalah unit kincir hidro energi yang telah dipasang di wilayah air terjun blemantung dan pemberdayaan masyarakat dalam merawat dan penggunaan energi dalam lingkup kepariwisataan di Desa Pujungan Tabanan Bali. Dalam kegiatan ini telah dapat dihasilkan kincir air yang dapat berputar rata-rata 550 rpm dan mengahasilkan tegangan 17 volts. Pembebanan dengan lampu penerangan telah diketahui dapat diberikan sampai 25 watts.
Desa Possi Tanah merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bulukumba yang memiliki penduduk sebanyak 762 jiwa dimana mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kelapa. Saat ini petani kelapa di Desa Possi Tanah menggunakan metode kon-vensional dalam mengolah sabuk kelapa menjadi cocofiber. Metode tersebut kurang efektif karena membutuhkan waktu yang la-ma dan energi yang cukup besar. Kurangnya informasi yang diperoleh petani serta kurangnya penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan me-nyebabkan proses pengolahan sabuk kelapa kurang diminati oleh para petani di Desa Possi Tanah. Oleh karena itu pengabdian dilakukan untuk mengimplementasikan teknologi mesin pengurai sabuk kelapa untuk petani kelapa di desa tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahun serta meningkatkan minat para petani dalam mengolah sabuk kelapa secara efektif dan efisien. Selain itu, dilakukan juga pelatihan dan cara perawatan mesin pengurai sabuk kelapa yang dilanjutkan dengan demonstrasi mesin pengurai sabuk kelapa. Hasil pengujian diperoleh cocofiber yang panjang namun masih terdapat sisa serbuk yang melekat pada serat. Selain menghasilkan cocofiber, mesin tersebut juga menghasilkan cocopeat yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam.
Tempat pemakaman diharapkan selain tertata rapi dan bersih, orang yang berziarah bisa dengan mudah mencari makam anggota keluarganya. Selain tertata rapi dan bersih, pemakaman juga harus dalam kondisi terang pada malam hari. Saat ini, terutama kondisi Pandemi Covid-19, yang terpapar Covid-19 sehingga meninggal dunia, harus dimakamkan segera, walaupun itu saat tengah malam. Karena itu lingkungan pemakaman harus cukup terang saat malam hari. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada di pemakaman Muslim Tunggal sari, tertama untuk fasilitas penerangan dan fasilitas air bersih. Sehingga peningkatan fasilitas yang ada mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat malam hari. Selainitu, fasilitas tersebut akan menghilangkan kesan seram dari sebuah pemakaman dan memperindah kota Tabanan. Kegiatan ini selain melibatkan dosen-dosen yang ada di Jurusan Teknik Mesin PNB, juga melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan instalasi penerangan dan air bersih. Hasil dari kegiatan ini berupa penggantian kabel instalasi lampu, kap lampu dan lampunya sebanyak 11 titik, outdoor panel untuk power outlet 1 titik, 3 titik lampu tenaga PLTS, instalasi air bersih beserta keran air sebanyak 5 titik, dan tower tank kapasitas 1200 liter. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan persepsi yang sangat baik terhadap pelaksanaan kegiatan PKM dalam wujud perawatan dan instalasi penerangan PLN, PLTS dan instalasi sistem suplai air bersih di Pemakaman Tunggalsari, sekaligus menunjuk-kan keberhasilan implementasi program PKM PNB.
Buleleng merupakan kabupaten penghasil kopi Robusta kedua terbesar di Bali. Data BPS tahun 2018-2020 menunjukkan jumlah produksi kopi Robusta di Buleleng berkisar antara 4000-5000 ton per tahun. Desa Pucaksari merupakan salah satu desa penghasil kopi Robusta di Buleleng. Jumlah produksi kopi yang potensial secara agregat pada faktanya tidak diimbangi dengankesempatan desa Pucaksari memperoleh program pelatihan pengolahankopi. Pertumbuhan produksi kopi Robusta di desa Pucaksari Buleleng belum sepenuhnya didukung oleh program pelatihan yang mencukupi. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya edukasi ke pekebun tentang metode pasca panen kopi. Kopi Robusta belum mendapatkan metode treatmentkopi yang baik. Pekebun kopi, sebagian besar memanfaatkan cara pemrosesan kopi pasca panen yang masih tradisional, yaitu dengan menggunakan metode dry processing. Metode ini dilakukan dengan mengeringkan kopi Robusta di bawah sinar matahari langsung. Metode dry processing, apabila tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang baik dapat berakibat pada defect/cacat produk kopi. Pekebun kopi apabila tidak mendapatkan edukasi dan training yang tepat akan mengakibatkan menurunnya kualitascitarasakopi yang berujung pada rendahnya harga kopi Robusta di pasaran. Dalam hal ini, peran perguruan tinggi vokasi sangat dibutuhkan dalam membantu membangun masyarakat melalui program pelati-hanyang diberikan. Program pelatihan ini memberikan keuntungan kepada pekebunkopi melalui outcome inovasi pada proses kopi. Adapun program yang diberikan dalam bentuk edukasi dan pelatihan implementasi post harvest management. Program ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan skill15 petani tentang pengolahan pasca panen kopi dan peningkatan kualitas cita rasakopi Robusta dengan skor 84 yang termasuk dalam kategori kopi excellent/finerobusta.