Topik pengabdian kepada masyarakat ini berjudul : Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Pertanian di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang yang berbasis pada prinsip kelestarian lingkungan dan kearifan lokal masyarakat. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada pentingnya sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keseimbangan ekologi dan keberlanjutan sosial budaya. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berdesain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan petani dan tokoh masyarakat, observasi lapangan terhadap praktik pertanian, dokumentasi, serta diskusi kelompok terarah (FGD). Analisis data dilakukan secara tematik yang mengacu pada model Miles dan Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang masih mempertahankan berbagai praktik kearifan lokal, seperti sistem gotong royong, pengelolaan lahan secara alami, pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam penentuan waktu tanam, serta upaya menjaga kesuburan tanah dan kelestarian sumber air. Praktik-praktik tersebut terbukti berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan sosial ekonomi masyarakat desa. Hasil kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pengelolaan pertanian merupakan strategi penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan berbasis lingkungan.
Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul, “Pembelajaran dan Pelatihan Tata Kelola Surat-Menyurat di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang”. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas ketua, anggota, dan tenaga lapangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat lebih utamanya para staf desa baik di kantor desa maupun di bagian administrasi masyarakat di Kabupaten Sumedang, lebih khusus di Kecamatan Cimanggung Desa Sindulang. Selain itu, pengabdian ini pun bertujuan agar staf desa dan masyarakat mengetahui, memahami, dan berpartisipasi dalam pengelolaan administrasi surat menyurat dinas yang berada di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang khususnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan pengelolaan surat-menyurat dinas. Pemilihan tempat pengabdian di lokasi tersebut didasrkan pada Program Unpad Bermanfaat, yaitu bahwa kehadiran Unpad harus memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekat. Penyuluhan pengabdian dapat berupa pembelajaran dan pelatihan terkait dengan penulisan surat-menyurat yangb sesuai dengan kaidah kebahasaan serta penyeragaman format surat yang sesuai dengan ketentuan yang diterbtkan dari Badan Bahasa.
. Penelitian ini berjudul, “Satuan bahasa Pascaverba Bermorfem Terikat Te(R)- Bahasa Indonesia Kajian Struktur dan Makna.” Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang diterapkan ialah surat kabar yang ada pada media sosial daring, yaitu Kompas, Republika, Tempo, Republika, Pikiran Rakyat, Detikcom, dan tautan tertentu yang terbit pada tahun 2018--2025. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan sintaktis dan semantis (struktur dan makna). Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan makna. Masalah yang dikaji pada penelitian ini ialah fungsi sintaktis, konstruksi, dan peran sintaktis (makna). Berdasarkan hasil analisis data, diungkapkan bahwa fungsi sintaktis yang mengisi satuan bahasa pascaverba bermorfem terikat te(R)- itu berupa subjek yang bersusunan P-S (pola inversi), pelengkap yang bersifat wajib dan manasuka, dan keterangan yang bersifat wajib dan manasuka. Konstruksi satuan bahasa pascaverba bermorfem terikat te(R)- berwujud kata dasar dan kata berimbuhan (berkategori nomina dan adjektiva); frasa (berkategori frasa numeralia dan frasa nominal); klausa (berkategori klausal verbal dan bersifat klausa terikat). Peran sintaktis satuan bahasa pascaverba bermorfem terikat te(R)-ialah pelaku (pemarkah oleh), sasaran, lokasi (pemarkah di), temporal (pemarkah saat), sumber (pemarkah dari), dan instrumen.
Penelitian ini berjudul, “Kontribusi Paragraf pada Media Massa Daring”. Keberadaan paragraf dalam pelbagai tulisan di media massa daring, misalnya, artikel umum, laporan penelitian, skripsi yang diunggah pada media massa daring merupakan conditio sine qua non ‘kondisi yang mutlak harus ada’. Pada hakikatnya, bahwa semua tulisan yang berada pada media massa daring itu dituangkan/diwujudkan dalam bentuk (kumpulan) paragraf. Paragraf itu merupakan medium, sarana, alat untuk menyampaikan pelbagai tulisan. Paragraf merupakan hasil tulisan/penelitian yang memiliki satu ide, setiap kalimat yang membangun paragraf satu dengan yang lain berkaitan, dan mengungkapkan makna yang utuh. Paragraf dapat dikaji dari pelbagai kategori, yaitu dari format, unsur pembentuk, syarat, dan kategori paragraf yang bervariatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media massa daring, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih). Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah format, unsur, syarat, dan kategori paragraf. Masalah yang dikaji pada penelitian ini adalah pendeskripsian aspek-aspek paragraf pada pelbagai tulisan, terutama artikel umum. Berdasarkan analisis data, diungkapkan bahwa umumnya paragraf pada media masa daring itu sudah menerapkan aspek-aspek keparagraan, yaitu format, unsur, syarat, dan kategori paragraf.
The problem of this research is how is the language acquisition process in deaf children, especially in vowel phonemes and how is it realized. The purpose of this study is to describe how deaf children acquire vocal phonemes and explain how deaf children realize them. The subjects of this study were Alex in grade 10 at SLB Marangin and Ratna at grade 12 at SLB Marangin. The method used is descriptive analysis with a qualitative approach using observation and note taking techniques. The researcher obtained the data by listening to and recording a video that was uploaded to YouTube by Nelly entitled 'speech development assessment of deaf children in expressing vowels' which was conducted at SLB Negri Merangin. The results showed that in the pronunciation of the vowels Ratna and Alex were not clear enough in pronouncing the vowel phonemes /o/ and /i/ but the type of phonemes /o/ flanked by the phonemes /b/ and /l/ Ratna and Alex could pronounce them clearly as in the word 'ball'. Alex and Ratna also had difficulty deciphering the words 'bucket' and 'shrimp'. In the word 'ember', Ratna and Alex could not pronounce the phoneme /r/ clearly and in the word prawn, Alex and Ratna could not pronounce the consonant /ng/.
Penelitian ini berjudul “Seni Ketangkasan Adu Domba di Garut sebagai Sarana Peningkatan Pariwisata.” Kesenian tradisional ketangkasan adu domba Garut adalah kecepatan seekor domba dalam menyerang lawannya, menghindar, dan bertahan dari serangan lawannya di arena pertandingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Sampel yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah domba adu yang ada di wilayah Kabupaten Garut. Sumber data yang digunakan adalah Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara dan studi kajian pustaka. Implikasi dari penyelidikan adalah meningkatkan jumlah wisatawan, baik dalam maupun luar negara. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah menilai kecepatan berlarinya domba dalam menyerang lawan secara berhadapan, kekuatan bertahan, dan menilai penampilan fisik (estetik). Fokus kajian dalam penelitian ini adalah kecepatan gerak dan keindahan fisik domba adu. Selain itu, dikaji pula bagaimana meningkatkan pendapatan Pemerintahan Daerah Kabupaten Garut melalui wisata seni ketangkasan adu domba. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa seni ketangkasan adu domba merupakan kesenian ikonik Garut, memiliki daya tarik wisata, yaitu dari segi keunikan dan keindahan. Upaya Usaha pemerintah daerah untuk mengembangkan dan melestariakan kesenian tradisional ketangkasan adu domba Garut ini dilakukan dengan menyelengarakan turnamen dan pasanggiri.
Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul, “Pembelajaran dan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Budaya Lokal di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang”. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas ketua, anggota, dan tenaga lapangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat lebih utamanya para remaja atau generasi muda tentang pentingnya pengetahuan dan pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal di Kabupaten Sumedang, lebih khusus di Kecamatan Cimanggung Desa Sindulang. Selain itu, pengabdian ini pun bertujuan agar masyarakat generasi muda mengetahui, mencintai, dan berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal yang berada di Desa Sindulang Kabupaten Sumedang khususnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan pengelolaan lingkungan berbasis budaya lokal. Pemilihan tempat pengabdian di lokasi tersebut didasrkan pada Program Unpad Bermanfaat, yaitu bahwa kehadiran Unpad harus memberikan kontribusi bagi lingkungan terdekat. Penyuluhan pengabdian dapat berupa pembelajaran dan pelatihan terkait dengan teras hijau (apotek hidup), pengelolaan sampah, penambahan jumlah MCK dan sefiteng, serta kebersihan-keindahan lingkungnan.
Penelitian ini berjudul, “ Akronim dalam Media Sosial: Suatu Kajian Morfologis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah surat kabar yang ada di media sosial, yaitu Kompas, Republika, Tempo, dan Pikiran Rakyat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional (metode agih) dengan pendekatan morfologis. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah morfem, silabel, akronim, dan proses morfologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pendeskripsian dan proses morfologis akronim nama makanan, nama perilaku, nama perguruan tinggi, dan nama tempat tujuan berkendara dalam media sosial. Berdasarkan analisis data, ditemukan akronim nama makanan sebanyak 5, akronim nama perilaku, 5, akronim nama perguruan tinggi 5, dan akronim nama tempat tujuan berkendara 4. Akronim nama-nama tersebut dapat terbentuk dari paduan fonem awal, paduan silabel pertama, paduan silabel pertama dan kedua, paduan silabel pertama dan ketiga, paduan silabel pertama dengan mengekalkan tiga fonem pada silabel kedua, paduan silabel pertama dengan penghilangan fonem, paduan silabel pertama, kedua, dan ketiga. Morfem yang hadir dalam akronim tersebut dapat berupa paduan morfem tunggal dan paduan morfem tunggal dengan morfem kompleks.
Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pembelajaran dan Pelatihan Seni Tari Tunggul Kawung di Kota Bogor Sebagai Pelestarian Budaya Sunda”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai pengetahuan seni tari tradisional di Kota Bogor dalam melestarikan budaya Sunda, khususnya di kalangan pelajar dan kelompok pemuda. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan menggunakan metode penyuluhan seni tari Tunggul Kawung di Kota Bogor. Dalam implementasinya, pengabdian ini bekerja sama dengan karang taruna dan pemerintah setempat. Adapun format ceramah dan tanya jawab merupakan pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini. Seni tradisional leluhur masyarakat Kota Bogor yaitu seni tari Tunggul Kawung menjadi materi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini. Sumber data utama dan sekunder dalam penelitian ini meliputi tinjauan pustaka dan sumber otoritatif pada pokok bahasan seni tari Tunggul Kawung. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kota Bogor dapat terus mengamalkan dan melestarikan seni tari Tunggul Kawung, sehingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi ikonik seni budaya tari tradisional warisan leluhur yang lahir serta berkembang di Kota Bogor.
Produksi batik Garut yang dikenal dengan batik Garutan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat generasi penerus pada usaha batik tulis, ketidaktersediaan bahan dan modal, serta lemahnya strategi pemasaran dan juga munculnya batik mesin printing. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pendampingan kepada para perajin batik Garutan. Metode edukasi dan pendampingan yang digunakan adalah metode pemetaan sosial, yaitu rapid appraisal dan participatory appraisal. Pelaksanaan rapid appraisal diawali dengan melakukan wawancara informan kunci, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD). Adapun pelaksanaanparticipatory appraisaldengan langkah sebagai berikut: pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan kaji tindak. Berdasarkan kegiatan edukasi dan pendampingan yang telah dilakukan, terdapat animo dan apresiasi yang besar dari para peserta perajin batik di Kabupaten Garut. Ke depan, kegiatan tersebut dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para perajin batik di Kabupaten Garut sehingga mereka semangat dalam mengembangkan usahanya.
Penelitian tentang Pembinaan Anak Jalanan oleh Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, merupakan kajian deskriptif dalam upaya memberikan gambaran pada tiga hal utama yaitu, Street Based, Community Based dan Bimbingan Sosial. Dengan instrumen pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya teknik analisa yang dipilih berdasarkan pada tiga tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data dari hasil wawancara dengan sejumlah informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan street based dalam penanganan anak jalanan di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan cara pemantauan langsung kelokasi tempat anak-anak jalanan berkumpul, ditempuh dalam upaya memberikan edukasi dan pendataan, dimana hasil pendataan terakhir yang dilakukan, terdapat 44 orang anak jalanan yang berhasil di data untuk selanjutnya akan dikumpulkan untuk mengikuti pembinaan dan sejauh ini hasilnya cukup positif. Dimana mampu menurunkan angka anak jalanan yang ada pada wilayah tersebut. Pendekatan dengan pola community based, merupakan suatu pola pendekatan dengan mengedukasi keluarga dari anak jalanan termasuk orang tua, implementasinya dengan cara memberikan pemahaman kepada keluarga akan pentingnya memahami peran dari masing-masing anggota keluarga yaitu bapak, ibu dan peran anak, dimana pendekatan ini ditempuh dengan melibatkan para pemangku kepentingan seperti dari unsur pemerintah, pemangku adat, unsur rohaniawan dan para Aktivis LSM. Pendekatan dengan pola bimbingan sosial adalah dengan mengadakan kegiatan secara rutin dengan tema pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar, dimana pada tahun ini kegiatan tersebut diikuti oleh 41 peserta dengan maksud membekali kapasitas mereka menjadi individu yang mandiri dan memahami tentang pola hidup sehat termasuk etika pergaulan di masyarakat dan pembinaan keagamaan.
The cultural dynamics of community in Tasikmalaya are controlled by the custom principles since time immemorial. Dilemma hit the traditional village community in the middle of the current of globalization that is increasingly unstoppable. The development of cultural values seems to clash with the principles of custom which their held, so that the people of traditional village were at the crossroads, whether to keep tight to their customs, or to begin to compromise with foreign cultural gradations coming from outside. This research design uses an ethnographic approach with qualitative-descriptive method. Researchers use the main instrument (human instrument) with the aids of interview guides, observation guides, and field notes. The results of the research are: (1) Kriya (craft art) of is one of the masterpiece as well as traditional art of that must be developed and preserved. (2) In its existence as a traditional art, the Kriya arts of have a dilemma when faced with the current pressure acute of globalization. This dilemma is related to the need to increase the production of Kriya art that require modern touches, then collide with local principles that have been maintained and guarded since time immemorial. Keywords: preservation, Kriya , Naga Village, Tasikmalaya, and globalization.
Bahasa Arab sangat mempengaruhi budaya masyarakat Indonesia, dari mulai banyaknya kosakata bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia hingga penggunaan nama diri dari istilah-istilah yang ada dalam bahasa Arab. Penelitian ini membahas mengenai analisis nama diri orang berbahasa Arab di Indonesia berdasarkan kajian morfologi dan semantik dengan tujuan mengklasifikasikan nama diri orang di Indonesia yang diambil dari bahasa Arab berdasarkan kategori kelas kata dan maknanya. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah padan intralingual translasional dengan teknik pilah unsur penentu yakni nama diri orang Indonesia yang berasal dari bahasa Arab ditransliterasikan ke dalam bahasa Arab lalu dianalisis kategori kelas katanya berdasarkan teori morfologi bahasa Arab. Adapun penyajian hasil analisis data digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, secara morfologis disimpulkan bahwa nama diri berbahasa Arab di Indonesia berasal dari empat kategori kelas kata yaitu (1) nomina, yang terdiri dari nomina nama diri seperti Ahmad dan Ramadhan, nomina jenis seperti Zahra dan Ma’arif, nomina subjektif seperti Arif dan Faizah, nomina objektif seperti Muntazhar dan Mubarak, serta nomina deverba seperti Rahmat dan Ridwan; (2) verba seperti Tsabita dan Faza, (3) adjektiva seperti Akbar dan Jamilah, dan (4) numeralia seperti Alfa dan Tsany.
Judul penelitian ini adalah “Nominalisasi Bahasa Prancis dalam Teks Pidato Prsiden Emmanuel Macron Mengenai Virus Covid-19: Kajian Morfosemantis”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses morfologis nominalisasi verba dan adjektiva dalam bahasa Prancis dan mendeskripsikan perubahan makna yang dialami kata hasil nominalisasi verba dan adjektiva bahasa Prancis. Objek pada penelitian ini adalah nomina yang terbentuk dari verba dan adjektiva dalam bahasa Prancis. Data diperoleh dari teks pidato presiden Prancis Emmanuel Macron pada tanggal 16 Maret 2020 mengenai virus Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 42 data nominalisasi verba dan adjektiva. Pada nominalisasi verba, ditemukan 34 data yang terdiri dari 18 sufiks –ion, 9 sufiks –ement, 2 sufiks –ant, 2 sufiks –ure, 2 sufiks –eur, dan 1 sufiks –age. Sufiks-sufiks tersebut membentuk makna action ‘tidakan’, résultat de l’action ‘hasil dari tindakan’, agent ‘pelaku’, dan objet ‘objek’. Sedangkan pada nominalisasi adjektiva, ditemukan 8 data yang terdiri dari 6 sufiks –té, 1 sufiks –ence, dan 2 sufiks –iste. Sufiks-sufiks tersebut membentuk makna action ‘tindakan’, agent ‘pelaku’, dan état ‘keadaan’.
Penelitian ini berjudul “Regenerasi Kearifan Lokal Kesenian Lebon sebagai Budaya Leluhur Pangandaran, Jawa Barat”. Bertujuan memperoleh data dan informasi kearifan lokal lebon sebagai budaya leluhur Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian etnografi, yaitu metode yang digunakan sebagai untuk mendeskripsikan kebudayaan dan aspek-aspeknya. Teknik pengumpulan data adalah survei ke lapangan melalui wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Masalah yang dibahas adalah bagaimana nilai historis yang ada pada kesenian tradisional lebon Pangandaran dan bagimana proses regenerasi kesenian lebon dari generasi tua kepada generasi muda. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah kesenian lebon Pangandaran memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya di wilayah Pangandaran; upaya pelestarian kesenian lebon di antaranya: (a) adanya pembinaan sedini mungkin (usia SD) memperkenalkan seni leluhur ini kepada generasi penerus, (b) adanya peran pemerintah berupa peningkatan fasilitas (adanya pelatihan dan workshop).
Abstrak This research is entitled "Structure of Mantra Strength in the Book "Jangjawokan Inventarisasi Puisi Mantra Sunda": Ethnolinguistics Study " motivated by the writer's interest in Sundanese. The purpose of this study is to describe the structure contained in the power mantra. The method used in this study is a qualitative method with a follow-up method, namely listening method that is done by listening, which is harmonized with the observation method. And data collection techniques in this study using recording techniques, namely recording data from primary sources in the form of books from the Department of Tourism and Culture of West Java ProvinceThe analyzed of mantra strength totaled five data. Based on the results of data analysis of power spells, it can be concluded that the structure of power spells in one stanza of spells is erratic, has irregular rhymes and all spells have a repeated rhythm. Having a physical structure and an inner structure. The physical structure of a power spell consists of diction, images, concrete words, figurative language, rhyme and rhythm. While the inner structure of the mantra consists of theme, feeling, tone, and message.The mantra also shows the use of words that are very close to the culture and existence of the Sundanese people, such as Ajian macan putih, Nyi Sri Girintil, Monyet, Batara Guru and other words that are closely related to Sundanese society. In addition, it can be seen that the supernatural beliefs are inseparable from a number of forms of rituals and daily activities that show the beliefs of the Sundanese people in religious life.
This article discusses the symbols and identity of Garut City, especially with regard to heritage buildings that were established since the Dutch colonial period. These buildings are very important to be maintained so that the identity of the Garut community is not eroded by the increasingly strong current of globalization. The research method used in this research is a qualitative research method with a historical approach. In addition, the concept of conservation is also used which refers to physical and non-physical aspects and adaptive re-use theory. The conclusion from this research is that various infrastructures, especially the buildings at the beginning of the establishment of Garut city are symbols and identities for the Garut people. The conclusion of this study is that the buildings are very important to be preserved so that they could be proud of by the people of Garut city or the people of Garut regency in general. Thus the Garut people will not lose direction in building a whole human. In addition, the Garut community will understand the importance of buildings in Garut city as a symbol or identity of the Garut community.
Based on a widely accepted view, the spread of Christianity in Indonesia was backed up by Dutch intervention. This article argues that the assumption is not entirely right. In some regions, the Dutch colonial and European settlers paid little attention to Christian missions. Garut, for example, was a city in the Priangan Residence that served as an economic center for the Dutch. Islamic influence was very strong in Garut. Therefore, when the NZV reached Garut in 1899, it received no support from the Dutch colonial administration. The effort to spread Protestant Christianity was initiated by the Chinese people. The strong Islamic influence in Garut became the main barrier preventing people's conversion to Christianity. Even though at the beginning of the 20th century there was no direct resistance, but secretly the Islamic leaders fought back by building negative perceptions of both the Netherlands and Christianity by labeling them as kafir and unclean.
This research aims to classify and identify morphemes recognition in English. The method used in this study is qualitative descriptive method. In providing data, the researcher uses listening and note-taking technique. The data used in this study were retrieved from the book Top Grammar: A Guide to Write English. While the theory used is the theory of the principle of morpheme recognition. The results of this discussion can be classified into six principles of morpheme recognition namely (1) the form of indefinite pronouns, comparative and superlative degree and reflexive pronouns; (2) singular and plural forms; (3) the form of the past participle in regular {-d}/{-ed} and irregular {–n} forms; (4) singular and plural nouns, present and past verbs; (5) the form of homonyms and in principle; and (6), the form of free morpheme and bound morpheme. From the results of the classification, morpheme units can be identified based on word form, word class and also the meaning that appears.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi pengenalan morfem dalam bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam tahapan penyediaan data, penulis menggunakan teknik simak dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari buku Top Grammar: A Guide to Write English. Teori yang digunakan adalah teori prinsip pengenalan morfem. Hasil dari pembahasan menunjukan bahwa terdapat enam prinsip pengenalan morfem, yaitu (1) terdapat pada bentuk indefinite pronoun, comparative dan superlative degree, serta reflexive pronoun; (2) terdapat pada bentuk tunggal dan jamak; (3) terdapat data pada bentuk past participle bentuk regular {-d}/ {-ed} dan irregular {–n}; (4) terdapat padakata benda tunggal dan jamak dan kata kerja present serta past; (5) terdapat pada bentuk homonim; (6) terdapat pada bentuk morfem bebas dan terikat. Dari hasil klasifikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa satuan morfem dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk kata, kelas kata, dan makna yang muncul.