Climate change represents a significant challenge worldwide, and a growing body of research underscores the need for a multidisciplinary approach to climate change education for youth. This article seeks to enhance the curricular understanding and implementation of climate change education within the context of English language teaching. By utilizing a learner-centered and participatory pedagogical approach, we aimed to raise awareness and empower learners to take action for a sustainable future through English language lessons that incorporate climate literacy. This approach entailed a discussion of pedagogical strategies aimed at engaging students in conversations about climate change issues, facilitating their multimodal engagement in understanding these issues, and fostering the development of dispositions related to climate change. The analysis of interviews, field notes, and learning artefacts revealed that a student-driven experience, which included identifying local climate change challenges, creating action plans, and campaigning for a sustainable environment, facilitated the development of awareness and knowledge about climate change. Additionally, it provided opportunities for students to enhance their critical reading and creative writing skills. The integration of climate change education with elements of English literacy demonstrates the feasibility of incorporating climate change education into EFL classrooms as an interdisciplinary approach to climate change mitigation. The results of this study inform the EFL curriculum by integrating climate change education, ensuring its relevance for students as global citizens concerned about the future of the planet.
Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menuntut penguatan pengawasan internal, khususnya dalam tindak lanjut temuan audit. Data Inspektorat Daerah Kota Palembang menunjukkan peningkatan signifikan temuan yang belum ditindaklanjuti dari tahun 2022 hingga 2024, sehingga diperlukan strategi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Inspektorat Daerah Kota Palembang dalam menindaklanjuti temuan hasil audit internal terhadap perangkat daerah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan sembilan orang informan yang terdiri dari pejabat dan auditor Inspektorat serta perwakilan perangkat daerah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi tindak lanjut dilakukan melalui penyusunan rencana aksi, penetapan batas waktu, dan monitoring berkala; (2) komitmen pimpinan perangkat daerah menjadi faktor kunci keberhasilan penyelesaian temuan; (3) keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya koordinasi antar perangkat daerah menjadi hambatan utama; serta (4) peningkatan jumlah temuan yang belum ditindaklanjuti mencerminkan belum optimalnya sistem pengendalian internal. Implikasi praktis penelitian ini menekankan penguatan komitmen pimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawasan, serta pengembangan sistem monitoring berbasis kinerja untuk mempercepat dan memastikan efektivitas tindak lanjut temuan audit internal di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
This study investigated the application of low cost ceramic membranes produced from rice husk, bamboo, palm shell, coconut shell and empty fruit bunches (EFB) for the treatment of peat water. Ceramic membranes were produced by mixing biomass-derived activated carbon, clay, and iron powder, followed by sintering at 900 degrees C. The membranes were analyzed using SEM, EDS, XRD, and TGA, demonstrating advantageous thermal stability, mechanical strength, and selectivity. On the basis of the characterization results, the EFB membrane demonstrating the most favorable performance was selected for evaluation in peat water treatment. Filtration experiments demonstrated that the ceramic membranes generated from EFB markedly enhanced water quality, decreasing TDS from 549 mg/L to 170.1 mg/L, turbidity from 8.52 NTU to 2.65 NTU, and color from 64.8 TCU to 8.3 TCU, all conforming to clean water requirements. Subsequent to polishing, the water quality conformed to drinking water regulations, with TDS diminished to 27.9 mg/L, turbidity to 1.50 NTU, and color to 5.3 TCU, while E. coli and coliforms were eradicated. Furthermore, the concentrations of Fe and Mn were diminished by more than 98%. The pH was effectively modified from 4.41 to 7.2, making the water suitable for ingestion. The findings suggest that EFB-based ceramic membranes offer a sustainable and cost-effective alternative for decentralized water treatment in peatland environments. This research advances the circular economy by employing agricultural waste, offering an innovative and scalable alternative for the production of clean and potable water in rural areas with restricted access to safe water.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan dan kemampuan inovasi terhadap kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan dari 150 pelaku UMKM melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25, termasuk uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, yang mengindikasikan bahwa sifat inovatif, proaktif, dan perilaku pengambilan risiko berkontribusi terhadap peningkatan hasil bisnis. Kemampuan inovasi juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, menyoroti pentingnya inovasi produk, proses, dan pemasaran dalam meningkatkan daya saing. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kinerja UMKM, dengan nilai R² sebesar 0,627, yang menunjukkan bahwa 62,7% variasi kinerja dijelaskan oleh model. Temuan ini menekankan bahwa integrasi orientasi kewirausahaan dan kemampuan inovasi memainkan peran krusial dalam meningkatkan kinerja UMKM. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika yang terdapat pada timbangan upacara munggah pernikahan Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap timbangan yang terdapat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Analisis data menggunakan teknik kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbangan dalam upacara munggah pernikahan Palembang mengandung konsep matematika. Dari segi bentuk, timbangan merepresentasikan konsep geometri berupa segitiga sama kaki. Dari segi proses penimbangan, ditemukan konsep matematika seperti membandingkan, menentukan kesetimbangan, dan melakukan estimasi yang berkaitan dengan konsep perbandingan, kesamaan, dan penaksiran. Konsep tersebut dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran matematika di tingkat SMP, yaitu persamaan linear satu variabel, operasi aljabar, dan rasio. Dengan demikian, timbangan dalam upacara munggah pernikahan Palembang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran matematika.