Real-time environmental monitoring is an important requirement for managing facilities, laboratories, server rooms, and work environments that require temperature and humidity control. This study aims to develop and evaluate the performance of an Internet of Things (IoT)-based environmental monitoring system using ESP32 microcontrollers, DHT11 sensors, the Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) protocol, Node-RED, and a MySQL database. The system is designed to acquire temperature and humidity data, transmit data via Wi-Fi using MQTT, display real-time measurement results on the Node-RED dashboard, and store historical data into a MySQL database. Testing was carried out with a data transmission interval of every 5 seconds using MQTT QoS 0. The test results showed that the system was capable of continuous monitoring, with a measured temperature range of 27.1–28.5 °C and a relative humidity range of 44–51% RH. Sensor data was successfully transmitted, visualized, and stored in real-time without any loss of observed data during the test period. The Node-RED dashboard can display information as gauges, trend graphs, and historical tables, facilitating the monitoring and analysis of environmental data. The integration of ESP32, MQTT, Node-RED, and MySQL produces a stable, low-cost, easy-to-develop monitoring system with potential for implementation in various IoT-based environmental monitoring applications. The results of the study indicate that the proposed architecture can provide a reliable environmental monitoring solution and support real-time, data-driven decision-making.
This study details the design and experimental evaluation of an off-grid photovoltaic (PV) system equipped with an automatic solar panel cleaning mechanism to address performance degradation due to dust accumulation. The system integrates a mechanical wiper-based cleaning unit, solar charge controller (SCC), inverter, and low-voltage disconnect (LVD) to maintain reliable and stable operation in stand-alone settings. Experimental tests were performed on a 50 Wp PV module under actual outdoor conditions in Padang, Indonesia. System performance was assessed before and after panel cleaning using key electrical parameters, such as output voltage, current, output power, and relative efficiency improvement. Results show that the automatic cleaning mechanism increased the average PV output power from 0.88 W to 1.71 W, representing an efficiency improvement of approximately 11.89% compared to the uncleaned state. In contrast to previous studies that focus on grid-connected systems or manual cleaning methods, this research introduces a low-cost, self-operating cleaning solution tailored for small-scale off-grid PV applications in tropical environments. The proposed system offers practical benefits for enhancing energy yield, system reliability, and maintenance efficiency in remote solar installations.
Microstrip antennas are widely used in sensing applications according to compact, low-cost, and easy to fabricate. This study presents the design and evaluation of a 2.4 GHz circular patch microstrip antenna integrated with a split-ring resonator (SRR) for sensing sugar-solution concentration through dielectric property induced perturbations. The antenna employs an inset feed configuration and is implemented on an FR4 substrate. The design and parametric analysis are carried out in simulation by placing sugar solutions with mole fractions from 0 to 0.04 in the sensing region. In result, we observe changes in resonant frequency, minimum return loss, and quality factor (Q). The simulations indicate monotonic trends with concentration, with the minimum return loss becoming less negative as concentration increases, accompanied by reductions in resonant frequency and Q. Experimental measurements of the fabricated prototype, however, show weaker and less consistent correlations across the same parameters, highlighting the sensitivity of the response to practical factors such as sample positioning, fabrication tolerances, and measurement repeatability
Nagari Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang besar, salah satunya adalah jagung sebagai hasil pertanian unggulan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi produk berbasis jagung yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan untuk inkubasi bisnis yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis SWOT terhadap potensi produk jagung lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa makanan berbasis jagung seperti kue jagung kukus, emping jagung, dan keripik jagung manis memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan kelompok usaha bersama (KUB), pelatihan pengemasan dan pemasaran digital, serta inkubasi bisnis berbasis desa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Microstrip antennas are compact and easy to fabricate and can function as sensors by detecting resonance frequency shifts caused by changes in the surrounding medium. This study presents a 2.4 GHz rectangular patch antenna with a spur-line structure for ethanol concentration sensing using a PMMA microfluidic chip on a FR-4 substrate. The antenna achieves a reflection coefficient below $\mathbf{- 1 0 ~ d B}$ and a VSWR under 2. Testing with ethanol concentrations from $\mathbf{1 0 \%}$ to $\mathbf{9 6 \%}$ shows measurable frequency shifts, with the antenna resonating at 2.43 GHz. Linear regression calibration yields a sensitivity of $\mathbf{5. 9 3 ~ M H z}$ per percent, an accuracy of 96.07%, and a mean absolute error of 7.6% over five trials. The highest precision occurs at 90% concentration with a coefficient of variation of 1.969% and an average variation of 23.352%. These results highlight the antenna’s potential as a compact, reliable sensor for liquid concentration monitoring.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Andalas dilaksanakan dengan tujuan mendukung peningkatan kualitas syiar Islam melalui pemanfaatan teknologi multimedia di Mushalla Al-Mahira, Kelurahan Aie Pacah. Program yang dilaksanakan pada 22 November 2025 ini berfokus pada penyediaan dan pengenalan perangkat teknologi, terutama sistem audio dan multimedia, sebagai sarana pendukung dakwah yang lebih efektif dan menarik. Kegiatan dipimpin oleh Baharuddin, MT, dengan dukungan Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr. Eng. Primas Emiraldi, serta partisipasi dosen KBK Telekomunikasi lainnya. Tim PkM memberikan perangkat sound system serta satu unit vacuum cleaner sebagai upaya peningkatan fasilitas mushalla, sekaligus memberikan pelatihan penggunaan perangkat agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi multimedia mampu meningkatkan kualitas penyampaian materi dakwah, memperbaiki kenyamanan jamaah, dan memperkuat kapasitas pengurus mushalla dalam pengelolaan sarana ibadah. Program ini menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam transfer teknologi kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma akademik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku UMKM di Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, khususnya pada usaha produk unggulan "Maco Adaik", dalam menerapkan konsep perhitungan Break Even Point (BEP) sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Maco Adaik merupakan salah satu kuliner tradisional yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum dikelola secara efisien, terutama dalam aspek manajerial dan pengendalian biaya. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, mitra diberikan pemahaman teoritis serta praktik langsung dalam menghitung titik impas usaha, sehingga dapat mengetahui jumlah minimal penjualan untuk menutup biaya produksi dan mulai memperoleh keuntungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif, ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi kasus nyata dari pelaku usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan perhitungan BEP sederhana, serta mulai menyusun strategi harga dan produksi yang lebih terencana. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan manajemen keuangan usaha Maco Adaik yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di pasar lokal maupun lebih luas.
This paper presents the design, fabrication, and experimental evaluation of a microstrip antenna integrated with an interdigital capacitor (IDC) for label-free pH sensing applications. The antenna operates at 2.45 GHz with a simulated Q-factor of 644.74, indicating good impedance matching and strong resonance characteristics. The fabricated prototype shows a small frequency shift of 12 MHz higher than the simulated result and a Q-factor reduction of approximately 4.5%, reaching 615.5. Experimental results demonstrate a nearly linear increase in resonant frequency with increasing pH, yielding an average sensitivity of 1. 1 4 ~ M H z / pH over the range of pH 3 to 10. These findings confirm that the proposed antenna provides stable and repeatable performance suitable for non-contact and label-free pH sensing applications.
Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah mesin etching otomatis menggunakan mikrokontroler dan motor servo. Mikrokontroler berfungsi sebagai otak pengendali, mengatur gerakan motor servo untuk memastikan bahwa proses etching berjalan dengan efisiensi maksimal. Metode kegiatan yang akan digunakan dalam kegiatan ini terbagi dalam beberapa tahap yang terstruktur. Tahap pertama adalah perancangan, dimana alat yang akan dibuat dirancang sedemikian rupa menggunakan mikrokontroler untuk mengendalikan motor servo yang bertugas menggerakkan PCB yang sedang mengalami proses etching. Tahap kedua adalah implementasi, dimana komponen-komponen yang akan digunakan yaitu mikrokontroler, motor Servo, LCD, tombol, wadah Etching. Tahap terakhir adalah evaluasi, dimana alat yang telah dibuat akan dinilai berdasarkan kesesuaian gerakan motor yang dihasilkan dengan tujuan utama, yaitu menghasilkan jalur sesuai dengan keinginan operator. Hasil kegiatan dari implementasi mesin etching otomatis ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat utama. Pertama-tama, mesin ini dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses etching PCB, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dalam usaha jasa cetak PCB. Selain itu, dengan mengurangi keterlibatan manusia dalam proses fisik yang monoton, mesin ini membantu menghindari human error dan dengan demikian dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kesimpulan dari kegiatan masyarakat ini, diharapkan industri jasa cetak PCB dapat mengambil langkah maju dalam mengadopsi teknologi otomatisasi yang mampu meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk.
Pemerataan pembangunan daerah perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk akademisi seperti dosen, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah adalah tersedianya sarana ibadah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemerataan pembangunan daerah, dengan fokus pada peningkatan kenyamanan masyarakat dalam beribadah melalui penyediaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar di mushalla. Proses perancangan dan implementasi instalasi listrik dilaksanakan dengan mematuhi standar PUIL serta menggunakan komponen yang telah memenuhi standar SNI. Penggunaan instalasi listrik yang tidak aman berpotensi membahayakan keselamatan pengguna maupun lingkungan sekitar, sehingga penerapan standar keamanan menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian ini berhasil mewujudkan instalasi listrik yang sesuai standar dan aman pada mushalla yang menjadi sasaran. Keberhasilan kegiatan diukur melalui survei kepuasan pengguna dengan hasil yang menggembirakan, yaitu sebanyak 61,6% responden menyatakan sangat puas, 28,6% menyatakan puas, 9% menyatakan kurang puas, dan hanya 0,8% yang menyatakan tidak puas. Dengan demikian, sebanyak 90,2% responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap hasil kegiatan ini, yang menunjukkan keberhasilan signifikan dalam menciptakan lingkungan beribadah yang lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan harapan masyarakat.
This article discusses the results of community outreach activities related to the impact of radiation from cellular operator BTS towers in Aie Pacah Village, Koto Tangah District, Padang City. This outreach aims to improve public understanding of the potential health impacts of electromagnetic radiation emitted by BTS towers and provide accurate information based on scientific studies, especially amidst concerns from the local community. This activity involved lecturers and doctoral students from the field of telecommunications engineering, and presented expert speakers. The method of implementing the outreach included interactive delivery of materials, discussions, and question and answer sessions to capture public concerns and provide science-based solutions. Evaluation was conducted using pre- and post-outreach surveys to measure improvements in public understanding. The results of the activity showed that 78% of participants initially had high concerns about the health impacts of BTS tower radiation. However, after the outreach, 85% of participants reported a better understanding of risk mitigation and benefits of telecommunications infrastructure, and felt more confident in the safety of radiation exposure according to international standards. This outreach is expected to have a positive impact on improving public literacy about communication technology and health, as well as encouraging cooperation between the community, government, and telecommunications operators to continue to provide transparent information. As a follow-up, similar activities are planned to reach other areas with different social characteristics.
Pada kanal komunikasi, sinyal informasi yang dikirimkan akan selalu mengalami gangguan karena adanya derau yang menyebabkan terjadinya kesalahan pendeteksian sinyal sehingga terjadi perubahan bit atau simbol pada sisi penerima. Hal ini menyebabkan konstelasi sinyal di sisi penerima tidak sama dengan konstelasi sinyal di sisi pengirim. Pada penelitian ini diteliti pengaruh derau AWGN pada sinyal yang dikirim. Untuk itu akan dibuat suatu pemodelan, simulasi dan analisis untuk mengamati pengaruh derau AWGN terhadap unjuk kerja sistem modulasi 16 QAM. Unjuk kerja tersebut dapat diketahui dari nilai Bit Error Rate (BER). Penelitian menunjukkan bahwa adanya derau mempengaruhi unjuk kerja dari sistem komunikasi.
Methyl ester is considered one of the alternative substitutes to mineral oil as an insulating liquid. This study investigates the dissolved gas analysis (DGA) of the methyl ester derived from palm oil, under low energy discharge faults. The aims are to understand the gas composition and evaluate the applicability of the well-established fault interpretation methods for mineral oil to the methyl ester. Experimental procedures were conducted based on the International Electrotechnical Commission (IEC) standards. It involved simulating electrical breakdowns in laboratory conditions as per IEC-156 standard and analyzing gas samples using gas chromatography based on IEC-567. Results show that methyl ester oils produce similar types of gases as mineral oils but at higher concentrations. The interpretation of DGA results using fault identification methods such as Duval Triangle, Duval Pentagon, and IEC ratio indicates an overestimation of fault severity in methyl ester oils, and categorizing the faults as high energy discharge. However, the key gas method correctly identifies the discharge in both methyl ester and mineral oils. These findings suggest the need for adjustments in existing DGA methods to account for the higher gas concentrations in methyl ester oils, for effective condition monitoring and maintenance of transformers if it was filled with methyl ester oil.
Produksi pembersih lantai di Kecamatan Pauh, Kota Padang, menghadapi kendala dalam proses produksi, terutama pada tahap pengadukan bahan kimia yang dilakukan secara manual. Proses ini tidak hanya memakan waktu lama dan tidak efisien, tetapi juga menghasilkan uap berbahaya yang berdampak pada kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pengaduk otomatis yang dilengkapi dengan sistem pembuangan uap guna meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan keselamatan kerja. Alat yang dirancang terdiri dari motor listrik, modul pengatur kecepatan, pewaktu, serta sistem pembuangan uap yang efektif. Metode penelitian mencakup tahapan perancangan, implementasi, dan evaluasi kinerja alat. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas alat dalam mempercepat waktu produksi, menjaga standar kualitas produk, dan mengurangi risiko kesehatan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa alat pengaduk otomatis mampu meningkatkan efisiensi produksi, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan keselamatan kerja secara signifikan. Selain itu, penerapan alat ini juga memberikan manfaat berupa standarisasi kualitas produk dan pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Hasil penelitian ini didokumentasikan dalam laporan kegiatan, artikel ilmiah, dan publikasi media massa, dengan harapan dapat menjadi solusi inovatif bagi usaha rumah tangga lainnya untuk meningkatkan daya saing.