XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri elektronika infrastruktur dan elektronika profesional. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi nyata di PT. XYZ, dimana selama tahun 2021 hingga 2024 terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja serta near miss incident. Frekuensi kejadian yang cukup sering pada aktivitas pekerjaan sehari-hari menunjukkan adanya potensi bahaya yang terus mengintai, sehingga memerlukan perhatian serius. Permasalahan ini penting untuk dikaji guna mencegah terulangnya insiden yang lebih fatal serta memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak dini. Hal ini bertujuan agar kegiatan pembangunan gardu traksi dan listrik aliran atas (LAA) di PT. XYZ dapat terlaksana dengan aman dan terhindar dari risiko yang membahayakan tenaga kerja, prosedur, maupun peralatan di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preliminary Hazard Analysis (PHA) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis risiko K3 berdasarkan metode PHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen bahaya yang teridentifikasi pada pekerjaan peningkatan gardu traksi dan LAA memiliki tingkat risiko menengah-rendah dengan kategori tolerable serta tingkat risiko rendah dengan kategori negligible. Temuan ini didukung oleh penerapan pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian, meliputi substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PHA efektif digunakan sebagai langkah awal analisis risiko K3, serta direkomendasikan sebagai pedoman perencanaan proyek berikutnya..
This study aims to address a knowledge deficit by investigating the relationship between macroeconomic factors and the financial performance of food and beverage firms listed on the Indonesia Stock Exchange between 2017 and 2024. Some of the factors that are considered include inflation, economic growth, interest rates, currency exchange rates, and profitability as demonstrated by Return on Assets (ROA). Multiple linear regression combined with time series data analysis and traditional assumption tests is the methodology used. According to the findings, ROA is significantly impacted by economic growth but not by interest rates, Inflation & currency rates. These results imply that domestic macroeconomic conditions specifically, inflation and economic growth have a greater impact on F&B enterprises' profitability than do other external financial considerations. Since this study only looked at the food and beverage industry and the macroeconomic variables.
Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi dampak dari Strategi Pemasaran Digital (X1), Penggunaan Media Sosial (X2), Kerjasama dengan Platform Digital (X3), dan Penerapan Pembayaran Digital (X4) terhadap Penjualan Daging Sapi (Y) di Pasar Tradisional Pasarbaru Kuningan. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 50 pedagang daging sapi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil studi mengindikasikan bahwa X1, X2, X3, dan X4 memiliki dampak positif serta signifikan terhadap Y secara bersamaan. Secara individu, variabel X2 dan X4 menunjukkan pengaruh paling besar, di mana media sosial membantu memperluas akses pembeli, sementara pembayaran digital memberikan kemudahan transaksi. Sebagai kesimpulan, pelaksanaan strategi pemasaran online yang komprehensif terbukti berhasil dalam meningkatkan penjualan di pasar konvensional.
Sustainable improvement in school services requires supervisory mentoring that extends beyond administrative oversight toward collaborative, reflective, and continuous improvement practices. However, limited empirical evidence explains the relative contribution of different supervisory mentoring stages to sustainable school service improvement. This study examines the contribution of four stages of supervisory mentoring: mentoring planning, mentoring for school program planning, mentoring for school program implementation, and monitoring, evaluation, reflection, and follow-up. A quantitative approach was employed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to assess the relationships among the mentoring stages and sustainable school service improvement. The findings demonstrate that all four stages have positive relationships with sustainable school service improvement. Monitoring, evaluation, reflection, and follow-up emerged as the strongest predictor, with a path coefficient of 0.484 and a large effect size (f² = 0.605), followed by mentoring for school program planning (β = 0.332; f² = 0.234), mentoring for school program implementation (β = 0.209; f² = 0.094), and mentoring planning (β = 0.106; f² = 0.029). The structural model explains 68.6% of the variance in sustainable school service improvement (R² = 0.686). These findings indicate that sustainable improvement depends substantially on translating supervisory evidence into systematic follow-up and continuous improvement actions.
Efisiensi tata letak fasilitas merupakan faktor krusial dalam meminimalkan biaya penanganan material (Material Handling Cost atau MHC). Penelitian ini dilakukan pada fasilitas produksi winding trafo yang memiliki kendala inefisiensi aliran material pada tata letak awal, yang berdampak pada tingginya biaya operasional. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang tata letak usulan yang lebih optimal untuk mereduksi jarak perpindahan dan biaya penanganan material. Metodologi yang digunakan adalah algoritma Computerized Relative Allocation of Facilities Technique (CRAFT) berbasis Microsoft Excel Add-ins yang diintegrasikan dengan Activity Relationship Chart (ARC) sebagai pertimbangan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tata letak awal memiliki biaya penanganan material sebesar Rp 7.220.504,5. Setelah dilakukan dua tahap iterasi dan penyesuaian berdasarkan derajat kedekatan ARC terhadap 15 departemen, dihasilkan tata letak usulan final dengan nilai biaya sebesar Rp 4.386.049. Implementasi rancangan tata letak baru ini berhasil memberikan efisiensi penurunan biaya penanganan material sebesar 39,26% dari kondisi awal. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi algoritma CRAFT dan analisis ARC efektif dalam meningkatkan efisiensi aliran produksi dan produktivitas fasilitas.