Borneo Tarakan University is a public university located in Tarakan, North Kalimantan, Indonesia. The university was founded in October 9, 1999 as a private school and had its acknowledgement on March 30, 2000 by a decree issued by Pinekindi Foundation number 011/YP/TRK/III/2000.
This study presents a comprehensive investigation into the synergistic effects of Buton Rock Asphalt (BRA) and Powdered Bottle Flakes (PBF) as sustainable modifiers for asphalt concrete mixtures. Employing a rigorous factorial experimental design, we tested 12 distinct combinations of BRA and PBF, with the Optimum Asphalt Content (OAC) consistently determined to be 5.5%. Results from Marshall testing demonstrated that incorporating these two materials significantly enhanced the mixture's stability and stiffness. These findings were further corroborated by advanced durability tests, which confirmed exceptional performance, with a Retained Stability Index (RSI) exceeding 80% and minimal mass loss in the Cantabro test. The improved performance is attributed to the strong synergy between the hard bitumen from BRA and the polymeric matrix formed by PBF. This combination not only effectively reduced Voids in the Mix (VIM), resulting in a denser structure, but also exhibited superior resistance to permanent deformation. However, our analysis identified a critical trade-off: using the highest proportions of these modifiers may produce overly stiff mixtures, potentially increasing the risk of cracking. Overall, this research confirms that the BRA-PBF combination is a highly effective and sustainable solution for enhancing the mechanical performance and durability of road pavements. It provides a robust scientific foundation for developing a balanced mixture design that achieves optimal long-term performance.
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan guru dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses dan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui integrasi penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dan berdiferensiasi pada siswa sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 sekolah dasar yang terbagi pada dua lokasi yakni Subjek 1 di daerah perkotaan dan Subjek 2 di daerah pedesaan. Jenis penelitian yang dipilih yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu data proses dan data hasil. Analisis data penelitian menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Target indikator keberhasilan penelitian ini berdasarkan nilai individu siswa yakni sebesar >65 dan kriteria ketuntasan secara klasikal sebesar >80%. Hasil temuan penelitian ini bahwa adanya perubahan pada profil, minat dan kesiapan belajar yang meningkat sebagai dampak penerapan prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Hasil temuan berikutnya yakni keterampilan mengajar guru menerapkan pendekatan pembelajaran dan berdiferensiasidikategorikan sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus 1 dari subjek 1 sebesar 67% dan dari subjek 2 sebesar 60%. Setelah dilakukan refleksi pada siklus 2 diperoleh dari subjek 1 sebesar 89% dan subjek 2 sebesar 82%. Maka masing-masing pada subjek 1 dan subjek 2 dari siklus 1 ke siklus 2 diperoleh peningkatan sebesar 22%. Sehingga disimpulkan bahwa integrasi pendekatan pembelajaran mendalam dan pembelajaran berdiferensiasi terbukti dapat dikuasai oleh guru dengan sangat baik dan berdampak pada aktivitas serta hasil belajar siswa di sekolah dasar daerah perkotaan dan pedesaan. Abstract: This research is motivated by the difficulties teachers face in improving student learning activities and outcomes in Indonesian language learning. The purpose of this study is to describe the process and improvement of Indonesian language learning outcomes through the integration of the application of in-depth and differentiated learning approaches to elementary school students. The subjects of this study were 4th-grade elementary school students divided into two locations: Subject 1 in an urban area and Subject 2 in a rural area. The type of research chosen was classroom action research. Data collection techniques were grouped into two parts: process data and outcome data. Research data analysis used qualitative and quantitative data analysis. The target indicators for success of this study were based on individual student scores of >65 andclassical completion criteria of >80%. The findings of this study indicate changes in the profile, interest, and readiness to learn that have increased as a result of the application of differentiated learning principles. The next finding is that the teaching skills of teachers applying learning and differentiated approaches are categorized as very good. Student learning outcomes in cycle 1 from subject 1 were 67% and from subject 2 were 60%. After reflection in cycle 2, it was obtained from subject 1 at 89% and subject 2 at 82%. Thus, each subject 1 and subject 2 saw a 22% increase from cycle 1 to cycle 2. Therefore, it can be concluded that the integration of in-depth learning and differentiated learning approaches has been proven to be very effective for teachers and hasimpacted student activities and learning outcomes in elementary schools in both urban and rural areas.
Pelatihan kebugaran jasmani merupakan pendekatan inovatif untuk meningkatkan aktivasi pembelajaran guru di daerah pesisir Tarakan, yang sering kali menghadapi tantangan geografis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan dampak pelatihan kebugaran jasmani terhadap motivasi, energi, dan efektivitas pembelajaran guru di sekolah-sekolah pesisir Tarakan. Metode yang digunakan adalah pelatihan jasmani. Pelatihan meliputi latihan aerobik, kekuatan, dan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kondisi pesisir, seperti aktivitas berbasis pantai untuk meningkatkan daya tahan. Hasil pengabdian menunjukkan semangat dalam tingkat kebugaran jasmani guru, dalam meningkatkan kekuatan otot. Hal ini berkorelasi positif dengan aktivitas pembelajaran, di mana guru melaporkan peningkatan motivasi dan interaksi kelas lebih dinamis. Faktor lingkungan pesisir, seperti akses terbatas ke fasilitas olahraga, menjadi tantangan utama, namun pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan ekektifitas fisik sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kebugaran jasmani untuk mengetahui kondisi awal guru, meliputi kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, motivasi mengajar, dan tingkat energi. Evaluasi proses dilakukan melalui observasi terhadap kehadiran, partisipasi, antusiasme, kedisiplinan, dan kemampuan guru dalam mengikuti setiap tahapan latihan. Kesimpulan menekankan integrasi pelatihan jasmani ke dalam program pengembangan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pesisir, dengan rekomendasi implementasi berkelanjutan dan dukungan infrastruktur. Pengabdian ini memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan untuk mempromosikan kesehatan guru sebagai fondasi pembelajaran aktif.
Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana peran semantis subjek dalam bahasa Banua. Penelitian ini diharapkan menambah kekhazanahan penelitian dalam peran semantis subjek terutama dalam bahasa Banua. Penelitian ini mengacu pada teori peran dan acuan berkaitan tentang peran tematik dalam sebuah argumen. Teori peran dan acuan merupakan teori yang mengkaji peran argumen inti dan periferi dalam sebuah klausa. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data lisan. Data lisan diambil langsung dari penutur asli bahasa Banua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran semantis subjek dalam bahasa Banua memiliki peran sebagai actor dan undergoer. Actor dan undergoer dalam bahasa Banua diisi oleh subjek berdasarkan predikat yang mengikat argumen-argumen dalam sebuah kalimat. Subjek dapat berperan sebagai actor, undergoer serta berperan dalam peran actor dan undergoer secara bersamaan. Selain itu peran semantis subjek bahasa banua dapat berupa [+animate] dan [-animate].
The Ludo game is a teaching tool used in science education. This study aims to explore the effectiveness of using the ludo game in teaching the digestive system to students and its impact on their learning outcomes. The study was conducted in the fifth-grade class at SDN 005 Tarakan. It employed a one-group pretest-posttest design, with data analyzed using a t-test. The researcher administered a pretest before the instructional activities began. After the implementation of the Ludo game was completed, a posttest was administered at the end of the learning process. The result showed a significant difference between the pretest and posttest scores for the digestive system Ludo game, as well as an excellent student response with a score of 82.08. the game encourage student to compete and collaborate in achieving learning objectivies simultaneously.