Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran teaching game dalam meningkatkan pengambilan keputusan dan kerja sama bola basket siswa di MTs Ath Thahiriyah Pucungbedug. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen. Data diperoleh dari hasil observasi langsung terhadap subjek penelitian. Instrumen penelitian telah divalidasi menggunakan CVR (0,99). Populasi dalam penelitian mecakup seluruh siswa kelas VIII berjumlah 45 siswa. Sedangkan sampel mencakup siswa kelas VIII yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa penerapan model teaching game mampu dalam meningkatkan kemampuan kerja sama dan pengambilan keputusan dalam bola basket siswa kelas VIII di MTs Ath Thahiriyah Pucungbedug terlebih pada aspek kerja sama. Ditunjukkan dengan hasil analisis uji wilcoxon yang menunjukkan perbedaan signifikan tehadap hasil pretest dan posttest dengan Z skor < 0,001 pada aspek pengambilan keputusan. Dan Z skor < 0,001 pada aspek kerja sama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik SMK. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode quasi experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdapat dua kelas, yaitu kelas X PM2 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan model PBL, dan kelas X PM1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat sebelum dilakukan uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis posttest menggunakan uji t, diperoleh nilai (11.64 > 1.69), maka diterima artinya terdapat pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan pemecahan masalah.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan sarana kampus melalui pembangunan gedung modular dua lantai sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa Teknik Sipil melalui KKN Tematik di Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan serah terima. Mahasiswa terlibat dalam pekerjaan pondasi, ereksi struktur, pemasangan panel, finishing, dan penerapan K3. Hasil menunjukkan pembangunan selesai sekitar satu bulan, lebih cepat dibandingkan metode konvensional, serta memenuhi kebutuhan ruang administrasi dan dosen. Kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi teknis, manajemen proyek, kerja sama tim, dan pemahaman mahasiswa terhadap konstruksi modular. Dengan demikian, integrasi KKN Tematik dan konstruksi modular menjadi model pengabdian yang efektif untuk meningkatkan infrastruktur kampus dan kompetensi mahasiswa.
Orchids are ornamental plants that require stable humidity conditions to support optimal growth. However, manual watering methods tend to be inefficient, prone to errors such as overwatering and underwatering, and unable to monitor water availability in real time. This study aims to design and develop a prototype of an automatic watering system based on the ESP32 microcontroller, integrated with a soil moisture sensor and an ultrasonic sensor. The method used is Research and Development (R&D) following the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The system operates by reading real-time soil moisture and water level values, then processing the data using the ESP32 to control the water pump based on threshold values, where the pump activates when soil moisture is below 30% and stops when moisture is above 60%. Additionally, a buzzer is used as a warning indicator; the buzzer sounds when the water level is below 5 cm and stops when the water level is above 50 cm. The research results show that the system is capable of adapting to changes in environmental conditions, where watering frequency increases under hot conditions, while soil moisture remains more stable under cool conditions. Overall, the developed system is capable of improving efficiency, accuracy, and reliability in the orchid watering process while reducing reliance on manual methods.
Aktivitas fisik dianggap penting sebagai faktor menjaga kesehatan dan perkembangan motorik manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kemampuan motorik kasar siswa autisme di SMP SKA BINA ANGGITA Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi, sampel yang dilibatkan pada penelitian ini berjumlah 9 anak dari siswa SMP SKA BINA ANGGITA Magelang. penelitian ini menggunakan instrument Physical Activity Questionnaire Childern (PAC-C) dan Tes of Gross Motor Development-2 (TGMD-2). Selanjutnya data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan menguji Uji Deskriptif, Uji Linieritas, Uji Korelasi atau Uji Regresi Linier Berganda. Pada hasil analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kemapuan motorik kasar pada siswa SMP SKA BINA Anggita Magelang. Semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan maka semakin baik kemampuan motorik kasar siswa. Pada hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki dampak positif terhadap kemampuan motorik kasar.