Small and Medium Enterprises (SMEs) play a critical role in supporting economic development while facing increasing pressure to adopt sustainable business practices. However, many SMEs in emerging economies continue to experience difficulties in integrating sustainability principles into their operational and financial decision-making processes. This study examines the relationships between local wisdom, financial behavior, circular economy adoption, green sustainable finance, and sustainable performance among Indonesian SMEs. Using an extended sustainability framework, this study investigates how culturally embedded values and financial decision-making capabilities influence sustainability-oriented business practices. Data were collected from 627 SME owners and managers across several regions of Indonesia. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The findings demonstrate that local wisdom significantly contributes to sustainable performance, circular economy adoption, green sustainable finance, and financial behavior. Circular economy practices significantly enhance SME sustainable performance, confirming their role as an important mechanism for achieving sustainability outcomes. Green sustainable finance contributes positively to circular economy adoption; however, its direct relationship with sustainable performance is negative, suggesting that access to green financing alone does not guarantee improved sustainability outcomes without adequate organizational capabilities and implementation readiness. This study contributes to the sustainability literature by integrating cultural, financial, and environmental dimensions into a unified SME sustainability framework. The findings highlight the importance of aligning sustainability strategies with local cultural values, financial capabilities, and organizational readiness to achieve meaningful sustainable transformation.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar matematika siswa yang dipengaruhi oleh kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis online Quizizz terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X TKJ 1 SMK PGRI 13 Surabaya Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 35 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran Quizizz. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji hipotesis (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Quizizz. Nilai signifikansi uji hipotesis sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Selain itu, penggunaan Quizizz mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis online Quizizz dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Transformasi digital telah mengubah mekanisme pembentukan hubungan hukum, termasuk dalam praktik rekrutmen kerja berbasis media elektronik. Persetujuan elektronik (e-consent) sering kali dipahami secara formalistik hanya melalui tindakan digital, sehingga mengabaikan kualitas kehendak otonom subjek hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk cacat kehendak dalam pembentukan persetujuan elektronik pada rekrutmen kerja digital, mengkaji legitimasi hubungan hukumnya berdasarkan perspektif hukum perikatan, serta merumuskan parameter pelindungannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis terhadap KUHPerdata, UU ITE Tahun 2024, dan UU PDP Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat kehendak dalam rekrutmen digital termanifestasi secara asimetris melalui tiga pola, yaitu identity-based manipulation, communication-based manipulation, dan psychological urgency manipulation. Sebagai upaya mitigasi hukum, penelitian ini merekonstruksi prinsip kebebasan kehendak klasik menjadi parameter substantive authentic consent yang mengoperasionalisasikan empat unsur kumulatif ke dalam suatu matriks indikator hukum operasional beserta alat bukti petunjuk digital (digital evidence) yang dapat digunakan hakim untuk menguji legitimasi substantif kontrak elektronik modern di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak transaksi dan social influence terhadap niat berinvestasi cryptocurrency dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 153 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu individu yang berusia minimal 18 tahun, mengetahui kebijakan pajak atas transaksi cryptocurrency, serta memiliki ketertarikan atau pengalaman berinvestasi cryptocurrency. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak transaksi, social influence, dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berinvestasi cryptocurrency. Selain itu, literasi keuangan terbukti memoderasi pengaruh pajak transaksi terhadap niat berinvestasi, yang menunjukkan bahwa individu dengan literasi keuangan yang lebih baik cenderung lebih rasional dalam menyikapi kebijakan perpajakan ketika mengambil keputusan investasi. Namun, literasi keuangan tidak mampu memoderasi pengaruh social influence terhadap niat berinvestasi cryptocurrency. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan literasi keuangan dan pemahaman mengenai regulasi perpajakan aset kripto penting untuk mendorong keputusan investasi yang lebih rasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, regulator, pelaku industri aset kripto, serta investor dalam mengembangkan ekosistem investasi cryptocurrency yang lebih sehat dan berkelanjutan.
The rapid development of digital media, particularly YouTube, has encouraged personal branding practices among content creators in the gaming sector. This study analyzes how Tobias Justin constructs his personal branding through the Jess No Limit YouTube channel using Montoya's (2002) eight-component personal branding theory, namely specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, and goodwill. Employing a qualitative descriptive approach with a case study design, data were collected through online observation of 15 videos published between 2023 and 2025, digital documentation, and digital footprint analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman's (1994) interactive model. Findings reveal that Tobias Justin's personal branding is built through consistent specialization in Mobile Legends gameplay, an authentic and humble personal narrative, a relaxed yet persuasive communication style, and sustained positive audience engagement. Audiences actively reinforce his image as a professional, inspiring figure, demonstrating that personal branding is a dialectical process involving creator presentation and collective audience validation. This study concludes that effective digital creator branding is shaped by value consistency, technical competence, and strategic audience relationship management, not mere popularity. Comparative research across gaming creators or platforms is recommended to extend generalizability.