Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan hasil yang fluktuatif dan belum mencapai target nasional, dengan tingkat kelulusan menurun dari 89,6% pada 2023 menjadi 35% pada 2024. Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan sistemik dalam fungsi manajemen dan kesiapan teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses manajemen pelaksanaan UKG serta merumuskan model manajemen strategis yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terapan dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen belum berjalan optimal akibat lemahnya koordinasi lintas unit, keterbatasan infrastruktur TIK, serta rendahnya literasi digital guru. Integrasi hasil UKG dengan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) diperlukan secara sistematis. Penelitian ini menawarkan model manajemen strategis kontekstual yang mengintegrasikan fungsi manajemen dengan Human Capital Theory guna meningkatkan kompetensi guru dan mutu pendidikan daerah secara berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh endorsement influencer TikTok dan brand image terhadap minat beli konsumen pada Gerai Mixue Antasari Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mixue dan pengguna aktif TikTok. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endorsement influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, brand image tidak berpengaruh signifikan secara parsial, namun secara simultan endorsement influencer TikTok dan brand image berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi promosi berbasis influencer di TikTok memiliki peran dominan dalam membentuk minat beli konsumen, sementara brand image berfungsi sebagai faktor pendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan strategi pemasaran digital di sektor kuliner.
The rapid transformation of digital infrastructures, cloud computing adoption, Internet of Things (IoT) expansion, and increasing cyber threats have accelerated the need for advanced cybersecurity approaches beyond traditional perimeter-based defense mechanisms. Zero Trust Security has emerged as a strategic security paradigm that emphasizes continuous verification, identity-based access control, and adaptive protection across modern computer networks. This study aims to analyze the evolution, intellectual structure, and emerging research trends of Zero Trust Security through a bibliometric mapping approach. Data were collected from a scientific database and analyzed using bibliometric techniques, including performance analysis, keyword co-occurrence analysis, citation analysis, co-authorship analysis, institutional collaboration analysis, and country collaboration mapping using VOSviewer. The findings reveal that Zero Trust Security research has experienced significant development, with network security, cybersecurity, and Zero Trust Architecture emerging as central research themes. Influential studies highlight the importance of authentication mechanisms, intrusion detection systems, blockchain integration, and secure architectures for cloud, 5G, and IoT environments. The thematic evolution indicates a shift from foundational security mechanisms toward intelligent and adaptive solutions involving machine learning, deep learning, federated learning, and privacy-preserving technologies. Collaboration analysis shows that research contributions are dominated by countries such as the United States, India, and China, while global cooperation continues to expand. This study contributes to the cybersecurity literature by providing a comprehensive overview of Zero Trust Security development and identifying future research directions toward intelligent, scalable, and resilient security frameworks for next-generation computer networks.
Construction waste is a significant environmental issue, particularly in rapidly developing urban areas of Indonesia. In Bandar Lampung City, total solid waste reaches 850 tons annually that cause environmental damage and soil pollution. This study analyzes the types of construction waste, their causes, and handling methods in commercial housing projects. The data collected through structured interviews and field observations, then analyzed using descriptive statistical methods. Results show that the most frequently generated wastes are cement packaging, wasted cement, wasted sand, brick fragments, and ceramic tile scraps. The dominant causes include inefficient unloading methods (25%) and unused cutting waste (25%), followed by excessive waste from application processes (19%) and weather effects (13%). Common handling methods identified are burning, reselling, reusing, and burying waste materials. The findings provide recommendations for improving construction waste management practices to support environmentally friendly housing development in Indonesia.
Penyalahgunaan data pribadi dalam praktik pinjaman koperasi merupakan bentuk kejahatan siber yang mengancam hak privasi, keamanan ekonomi, serta kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan berbasis kerakyatan. Meskipun Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi telah memberikan dasar pemidanaan, praktik peradilan masih menyisakan persoalan mengenai urgensi penguatan pertanggungjawaban pidana, khususnya pada aspek proporsionalitas pemidanaan dan perlindungan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penyalahgunaan data pribadi dalam pinjaman koperasi melalui Putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nomor 1134/Pid.Sus/2024/PN Tjk. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun unsur delik telah terpenuhi, pemidanaan yang dijatuhkan cenderung ringan, perlindungan korban belum optimal, serta pertanggungjawaban masih berorientasi pada pelaku individual tanpa menyentuh tanggung jawab kelembagaan. Kondisi ini menegaskan pentingnya reorientasi penegakan hukum agar pertanggungjawaban pidana benar-benar berfungsi sebagai instrumen perlindungan data pribadi di era digital.