This study delineates global trends in scholarly investigations on barriers to policy implementation aimed at reducing stunting, using bibliometric analysis integrated with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) framework. Data were systematically collected from scholarly articles indexed in the Scopus database from 2015 to 2024. The PRISMA method’s stages, identification, screening, eligibility, and inclusion, ensured data relevance and quality. Results demonstrated a significant rise in academic publications, reflecting increased global attention to stunting within Sustainable Development Goals (SDGs). The United States and Indonesia emerged as the leading contributors, highlighting extensive research engagement and policy development regarding stunting. Critical barriers identified include insufficient funding, weak inter-organizational cooperation, cultural resistance, and inadequate multisectoral collaboration. Additionally, thematic analysis indicated a paradigm shift from focusing predominantly on nutritional and maternal-child health toward a broader multisectoral strategy encompassing community-based interventions and socio-economic factors. Increased international collaboration signifies growing global awareness of the necessity for integrated, holistic policy frameworks. Future research should emphasize qualitative methods to understand local contexts, assess the practical implications of policy implementation barriers, and explore digital technology applications to enhance intervention effectiveness. Collectively, these findings provide valuable insights for policymakers, researchers, and practitioners, guiding the development of sustainable, community-focused strategies to reduce stunting globally.
Pengangkutan hasil hutan wajib disertai dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e dan Pasal 16 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Masih ditemukan tindak pidana kehutanan dalam bentuk pengangkutan tanpa dilengkapi dengan dokumen sahnya hasil hutan. Seperti dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/9/II/2024/SPKT/Ditreskrimsus/Polda Sumatera Barat tentang adanya tindak pidana pengangkutan kayu olahan tanpa memiliki dokumen. Oleh karena itu penyidik harus tepat menentukan ketentuan hukum yang sesuai dengan peristiwa tersebut. Sebab terdapat dua ketentuan yang sama-sama mengatur tentang pengangkutan kayu hasil hutan. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan pendekatan yuridis normatif didukung pendekatan yuridis empiris. Data yang digunakan adalah data sekunder didukung data primer. yang dianalisis secara kualitatif. Penyidikan oleh Subdit Tipidter Polda Sumatera Barat terhadap tindak pidana kehutanan berbentuk pengangkutan kayu hasil olahan tanpa surat keterangan sah berawal dari temuan penyidik terhadap tersangka yang mengangkut kayu olahan tanpa memiliki dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan SKSHHK-KO. Dalam penyidikan diperoleh bukti bahwa tersangka hanya sebagai orang yang diminta mengangkut kayu untuk dikirim kepada seseorang didaerah rokan hilir. Sehingga penyidik menggunakan ketentuan Pasal 16 Juncto Pasal 88 Ayat (1) huruf a UU Nomor 18 Tahun 2013, karena tersangka bukan sebagai pelaku penebangan hutan. Kendala yang dihadapi penyidik dalam penyidikan adalah (1) tidak dapat menjangkau pihak yang telah menyuruh tersangka dalam mengangkut kayu olahan tersebut, karena terputusnya informasi terkait keberadaan orang yang telah memperkerjakan tersangka. (2) penyidik kesulitan mengidentifikasi asal kayu tersebut disebabkan kondisi kayu telah diolah oleh pelaku penebangan.
This research examines the struggle of the character Mathilde in asserting her right to speak and the forms of resistance she shows against the patriarchal structure within her husband's family in Morocco. The research also highlights Mathilde’s independent attitude, demonstrated through her refusal to submit to her husband's authority and her ability to make her own decisions. This research uses a qualitative approach with content analysis as the method, in which the researcher analyzes written sources such as novels, articles, and relevant books. The main focus of this study is to identify and classify the forms of Mathilde’s resistance against patriarchy, as well as actions that reflect her independence. The analysis reveals 9 data points representing Mathilde’s resistance to patriarchal structures and 7 data points showing her independent behavior in the novel In the Country of Others by Leïla Slimani. This study applies feminist theories by Tong (2014) and Djajanegara (2000) as the theoretical foundation to identify and explain the issues being analyzed. Data were obtained from written sources such as books, articles, and literary texts, and then analyzed to explore gender dynamics and women’s struggles within the context of patriarchal and colonial cultures. This research contributes to the understanding of how female representation in postcolonial literature reflects complex social realities, and opens up discussion about the importance of women’s voices and independence in facing oppressive systems.
Dalam dunia industri, rumah tangga dan transportasi, motor induksi 3 fasa yang paling banyak digunakan karena konstruksinya sederhana, harga relatif murah, perawatan yang tidak sulit dan mudah didapat di pasaran. Namun, pada motor induksi tiga phase, inverter 3 fasa dengan mengunakan teknik switching PWM sehingga menghasilkan kualitas THD lebih buruk. Tujuan penelitian ini adalah analisis yang dilakukan dengan program PSIM untuk mendapatkan kualitas THD lebih baik untuk motor induksi 3 fasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol arus hysteresis untuk inverter 3 fasa pada motor induksi 3 fasa untuk dapat menurunkan THD arus yang tinggi yang dihasilkan inverter 3 fasa pada motor induksi 3 fasa. Model dirancang, dimodelkan, disimulasikan dan dianalisis mengunakan software PSIM. Hasil pengujian simulasi THD menunjukkan bahwa nilai THD arus diperoleh adalah nilai THD arus 30.01% per fasa R, 30.02% per fasa S, 30.01% per fasa T. Hal ini belum memenuhi standar IEEE 519-1992. Hasil pengujian motor induksi 3 fasa menunjukkan bahwa nilai putaran kecepatan 1000 rpm dan nilai torsi 10 Nm yang dihasilkan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi musik sebagai media regulasi emosi dan restrukturisasi kognitif pada perempuan berumah tangga di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap delapan informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan coding terbuka, aksial, dan selektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik berperan sebagai regulator emosi, mekanisme coping terhadap stres domestik, pemicu kenangan emosional, serta stimulus restrukturisasi kognitif yang selaras dengan model ABCDE dalam REBT. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi berfungsi sebagai media komunikasi afektif yang mentransformasi emosi negatif menjadi positif melalui pemaknaan lirik, irama, dan pengalaman personal pendengar.